Luar Biasa! MTQ ke-XIV se-Kecamatan Pulau Burung Perdana Gunakan Stand Bernuansa Religi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Persiapan penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- XIV se-Kecamatan Pulau Burung semakin mantang menjelang acara pembukaan yang dijadwalkan pada Selasa, (24/06/2024).

Pelaksanaan MTQ yang melibatkan 14 desa se-Kecamatan Pulau Burung dipusatkan di halaman Kantor Desa Pulau Burung.

Camat Pulau Burung sekaligus Ketua panitia pelaksana MTQ,
Supiyansah, M.Si menjelaskan penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan Pulau Burung ke-XIV ada perbedaan dari pelaksanaan sebelumnya, yang mana pada MTQ tahun 2024 ini masing-masing peserta mendirikan Stand dengan nuansa religi.

“Ahamdulillah persiapan berjalan lancar, semoga dengan adanya acara Musabaqoh ini nantinya dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik untuk mewakili Kecamatan Pulau burung ditingkat Kabupaten nantinya,” tuturnya, Senin (24/6/2024).

Sementara itu Kades Pulau Burung Riswan Khaidir A.Md sebagai tuan rumah penyelenggara MTQ ke-XIV menjelaskan seluruh sarana dan prasarana telah dipersiapkan secara matang untuk menyukseskan acara perhelatan dengan nuansa religi.

“Seluruh progres pengerjaan telah dilaksanakan dan sekarang hampir rampung. Insya Allah hari ini sudah selesai seluruhnya,” jelas Kades Pulau Burung.

Sebagai informasi, pada acara MTQ tersebut direncanakan akan diresmikan langsung oleh Pj Bupati Inhil H Herman pada Selasa malam dan di awali dengan pawai keliling peserta MTQ se Kecamatan Pulau Burung. (Arb)




Dimasanya Pembangunan Tak Selesai, Mantan Wabub Inhil Malah Sebut Melaksanakan Pembangunan Jembatan Parit 16 Reteh Semua Orang Bisa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Mantan Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2018-2023, H Samsudin Uti terkesan menganggap enteng alias mudah bagi seorang pemimpin dalam melaksanakan proses pembangunan infrastruktur khususnya jembatan jembatan di Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh.

Hal itu terlihat dalam pernyataannya yang dimuat dalam media koran nusantara.id dengan judul “Abah SU Juga Ikut Berjuang terhadap Pembangunan Infrastruktur di Inhil”.

H Samsudin Uti yang juga merupakan salah satu Bakal Calon Bupati Inhil pada pilkada mendatang, ia menyebutkan bahwa yang berat dalam pembangunan jembatan tersebut ialah memperjuangkan anggarannya, namun jika hanya melaksanakan semua orang bisa.

“Kan 2024 telah kami anggarkan, Pak Pj. Bupati saat ini Pak Herman kan tinggal laksanakan saja, yang berat itu memperjuangkan penganggarannya, ya kalau melaksanakan semua orang Insya Allah bisa semua, maka saya berharap jembatan ini harus selesai, Pak Herman Pasti Bisa melaksanakannya, kasian masyarakat kalau tidak selesai juga,” ujarnya SU dalam pernyataan yang dikutip dari media koran nusantara.id, Sabtu (22/6)2024).

Selain itu, SU juga menyebutkan selain pembangunan jembatan yang dianggarkan dimasa kepemimpinanya bersama HM Wardan, anggaran juga dikucurkan untuk pembangunan Jalan sepanjang 1,6 KM di Kecamatan Reteh.

Diketahui pembangunan jembatan Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh itu telah dimulai pengerjaannya sejak Oktober 2022 lalu. Namun sangat disayangkan hingga masa jabatan SU sebagai Wakil Bupati berakhir pada November 2023 lalu pembangunan jembatan itu tidak selesai pengerjaannya.

Seperti yang diungkapkan narasumber kepada media ARB INdonesia, jika bercerita tentang penganggaraan, sebagai contoh ruas jalan Pulau Kijang-Sanglar itu sudah dianggarkan sejak tahun 2015 dan 2016, harusnya di tahun 2017 jalan itu sudah bagus, Sabtu (23/6/2024).

“Tapikan faktanya, ditambah satu periode Samsudin Uti sebagai Wakil Bupati (2018-2019) ruas jalan Pulau Kijang-Sanglar juga tidak selesai pengerjaannya (terbengkalai-red). Ditambah lagi dengan pembangunan jembatan Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh yang juga tidak selesai dimasa beliau,” ungkanya menanggapi soal pernyataan SU soal melaksanakan pembangunan infrastruktur itu semua orang bisa, yang sulit memperjuangkan anggarannya.

“Hari ini yang menjadi persoalannya adalah pelaksana nya yang tidak mampu menyelesaikan. Maka yang diperlukan sekarang itu bagaimaan pemimpin juga harus mampu memenej (mengatur-red) baik dari penganggarannya sampai proses pengerjaannya. Sehingga pelaksana proyek akan berkerja dengan baik, fokus, serius sehingga pekerjaan itu bisa tuntas,” tutup sumber yang meminta untuk tidak disebut identitasny.

Untuk diketahui, Pj Bupati Inhil H Herman terus berkomitmen dalam menggesa percepatan pembangunan infrastruktur di Inhil, salah satunya pembangunan Jembatan Parit 16 Kecamatan Reteh yang saat ini telah dimulai proses pengerjaannya. (Arb)




Penempatan Guru PPPK Dikabarkan Bisa Dikondisikan oleh Ordal, 1.439 SK Sudah Diterima

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 1.470 Tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah menerima SK dan dilantik oleh Pj Bupati Indragiri Hilir (Inhil).

Mereka yang dinyatakan lulus formasi Tahun 2023 tersebut yakni 1439 jabatan fungsional tenaga guru dan 31 tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten Inhil.

Beredar kabar untuk penempatannya bisa dikondisikan melalui orang dalam (ordal). Sehingga menuai kekecewaan dan tanda tanya besar dalam upaya pemerataan guru.

Hasil penelusuran wartawan dari berbagai narasumber didugan kuat penempatannya sarat kepentingan.

Bahkan, beberapa bulan lalu sempat heboh dalam grup WhatsApp seorang kepala dinas meminta bantuan untuk penempatan keluarganya yang lulus tenaga PPPK.

Tidak hanya itu, berdasarkan data dihimpun wartawan ada guru ditempatkan sangat jauh dari selatan dipindahkan ke Inhil bagian utara.

Padahal 19 tahun sudah dirinya mengabdi sebagai honorer di sekolah wilayah Kecamatan Reteh kini, dia harus meninggalkan keluarga untuk ditugaskan sesuai SK di Kecamatan Concong.

Tak heran, proses penempatan ini menimbulkan tanda tanya apakah sudah sesuai prosedur dan ketentuan.

Dalam penempatan tenaga PPPK ini disinyalir banyak ‘titipan’ dan berpotensi terjadinya gratifikasi serta pungulan liar agar biasa dikondisikan dekat dengan ibukota.

“Kita tentu berharap penempatan guru ini berdasarkan di mana mereka honor awalnya. Kalaupun bergeser tidak begitu jauhnya,” ujar guru yang tidak ingin disebutkan namanya kepada wartawan, Sabtu (22/6/2024).

Diharapkannya, semoga ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah kedepannya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKSDM Inhil belum bisa dikonfirmasi terkait prosedur penempatan dan isu dugaan ordal untuk pengkondisian tugas. (Tim)




Pernah Jadi Tukang Becak, H Herman Sambut Kedatangan Rombongan Pengayuh Becak di Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Terlihat para tukang becak berduyun-duyun mengayuh becak tuanya menuju kediaman Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau.

Para tukang becak yang sudah berumur tersebut mendatangi Pj Bupati Inhil, Haji Herman, dalam rangka bersilahturahmi di Hari Raya Idul Adha 2024.

Terik matahari menerpa menyengat tubuh Pj Bupati Inhil, Haji Herman, saat menyalami seluruh tukang becak yang sudah puluhan tahun tersebut.

Antrean panjang becak tua itu pun tampak mengular hingga depan halaman kediaman Pj Bupati Inhil pada Selasa siang, (18/6/2024).

“Alhamdulillah hari ini para tukang becak mendatangi saya untuk bersilaturahim,” kata Haji Herman putra kelahiran Jalan M Boya Tembilahan itu.

Haji Herman sangat bersyukur dan berterimakasih kepada para tukang becak yang telah sudi mendatanginya.

“Saya merasa bersyukur bisa bertemu dengan para tukang becak,” ucapnya.

Haji Herman bercerita saat dirinya masih muda, juga pernah menjadi tukang becak, bahkan tukang sapu sampah.

“Hari ini saya mengingat masa lampau, dimana saya juga pernah menjadi tukang becak,” ungkapnya.

“Saya juga pernah jadi tukang sapu sampah semasa saya sekolah,” sambungnya.

Haji Herman mengaku banyak tukang becak yang dia kenal. Bahkan sebagian tukang becak adalah teman dekatnya semasa tinggal di Jalan M Boya.

“Ni kawan saya ni, pernah sama-sama membecak di pasar,” ungkapnya.

Haji Herman mengatakan, tukang becak jangan dianggap remeh. Jika tidak ada tukang becak, susah masyarakat mengangkut barang-barang.

“Dulu tranportasi becak jadi andalan. Jadi tranportasi pilihan warga Inhil jika berkunjung ke Tembilahan,” sebutnya.

Haji Herman berharap, jangan ada perbedaan antara bupati dengan tukang becak. Semuanya sama dimata Allah sebagai umat.

“Kita ini sama, jika ketemu saya dijalan mohon ditegur saya,” pesannya.

Haji Herman berjanji akan memberikan perhatian kepada para tukang becak dan mencarikan solusi agar perekonomiannya bisa membaik

“Mudahan-mudahan selanjutnya akan lebih dari pada hari ini,” ucapnya.

Ditempat yang sama, salah seorang tukang becak, Hamidi (60 Tahun) warga jalan M Boya Lorong Jambu berterimakasih kepada Pj Bupati Inhil.

“Terimakasih telah sudi menerima kami untuk berkunjung dan bersilaturahmi,” ucapnya.

Selanjutnya Ujang (67 tahun), tukang becak yang sudah puluhan tahun tersebut mengaku bahwa Pj Bupati Inhil merupakan teman dekatnya semasa muda.

“Pak Pj ini kawan saya waktu membecak. Silahkan tanya beliau, pasti kenal,” sebutnya usai bertemu Pj.

Sebagai informasi, setelah menerima kedatangan tukang becak se Inhil, Haji Herman juga menunggu kedatangan para tukang sapu sampah dan tukang penambang pompong. arb




Pj Bupati Inhil Beri Solusi Bagi Lapak Ilegal di Jalan Kapten Muchtar Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Lapak ilegal yang berada di Jalan Kapten Muhctar Tembilahan yang sering kali muncul menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fifri dan Idul Adha akhirnya diperhatikan oleh Pj Bupati Inhil H Herman.

Dalam pantau langsung Pj Bupati Inhil bersama intansi terkait, H Herman menyebutkan bahwa tenda lapak bazar yang telah berdiri sangat jelas melanggar aturan Perda Inhil Nomor 3 Tahun 2023, tentang larangan untuk berjualan di atas badan jalan maupun di atas trotoar.

Dalam mencarikan solusi atas hal tersebut, PJ Bupati Inhil menggelar rapat koordinasi bersama bersama perwakilan pedagang, Camat Tembilahan, TNI/ Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungani, DLHK, Primkopat, Senin (10/6/2024) di ruang rapat rumah dinas Bupati Inhil.

Dalam rapat itu, H Herman mengistruksikan agar tenda-tenda yang sudah berdiri untuk segera dipindahkan, dari rapat itu juga didapatkan solusi dan kesepakatan antara Pemkab Inhil dengan pedagang untuk mengalihkan bazar di belakang Kantor Dinas PUPR Inhil.

“Akan tetapi, para pedagang harus taat aturan yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir,” tuturnya.

Seusai itu, H Herman dalam wawancaranya juga menyampaikan klarifikasinya dan menegaskan terkait isu bahwa ada pedagang membayar atau menyetorkan uang sebesar 3 Juta Rupiah untuk menyewa di satu lapak atau tenda kepada oknum pengelola lapak.

“Terkait isu ada pedagang yang menyetor uang 3 Juta untuk bayar sewa kepada oknum pengelola lapak adalah tidak benar atau Hoax,“ tegas Pj Bupati Inhil.

Terakhir H Herman menyampaikan keberadaan bazar yang sebagian besar menjual bahan sandang ini memang kerap kali muncul menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fifri dan Idul Adha.

“Seperti saat ini, saya menyarankan kepada pengelola lapak bazar untuk mencari lokasi lain yang tidak menggunakan bahu jalan,” tutupnya. (Adv)




Momen Haru Penamatan Sekolah Islam Alhusniyah Reteh, Alumni Cuci Kaki Orang Tuanya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Momen haru terjadi pada saat penamatan dan perpisahan TK, Kelas VI SD, IX SMP dan XII SMA Islam Alhusniyah di Kampus 1 Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), pada Senin (10/6/2024).

Disela sela rangkaian acara, ada satu sesi acara dimana alumni secara serentak mengambil baskom yang berisi air dibawa kursi orang tua/wali masing – masing dan selanjutnya, tamatan tersebut membasuh kaki orang tua/walinya.

Secara tidak sengaja, wajah haru dengan tetesan air mata nampak jelas diwajah para orang tua/wali siswa, Ia sama sekali tidak menyangka ada sesi acara dimana alumni membasuh kaki orang tua.

“Saya sangat terharu pak sampai sampai meneteskan air mata melihat anak saya membasuh air kaki saya, saya tidak menyangka pak, semoga anak anak kita semua tetap mempertahankan akhlaknya, terima kasih bapak ibu gurunya,” ucap salah satu orang tua tamatan kepada pihak sekolah.

Pihak pengelola Alhusniyah Islamic School, Dra Mardhiyah Husain menyebut ini salah satu inovasi yang positif, sebagai ungkapan rasa terima kasih peserta didik Alhusniyah kepada orang tuanya.

“Kami juga ingin para siswa menghargai kerja keras orang tua yang telah mendidik dan mengantarkan mereka hingga menuntaskan sekolah hingga tingkat pada masing-masing jenjang pendidikan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan kegiatan bersujud dan mencuci kaki ibu yang dilaksanakan secara serentak di sekolah tersebut sebagai upaya sekolah untuk mencegah siswa agar tidak merayakan kelulusan dengan konvoi di jalan.

“Selain itu, juga untuk menghindarkan siswa, dari aksi corat-coret baju seragam. InsyaAllah kegiatan bersujud dan mencuci kaki ibu akan diagendakan rutin tiap jadwal kelulusan,” terang Mak Mar, panggilan akrabnya.

Seluruh peserta ujian nasional tingkatan SD SMP dan SMA Islam Alhusniyah Reteh dinyatakan lulus seratus persen, terhadap hasil tersebut sekolah dan siswa merayakan dengan suka cita melalui kegiatan yang positif. ***