Dimasa Tenang, Logistik FERMADANI Menyasar ke Sekolah Swasta di Desa Penjuru

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dimasa tenang Pilkada Inhil, logistik palson nomor 02 masih terus disebarkan hingga menyasar kepada siswa-siswi di salah satu sekolah swasta di Desa Penjuru Kecamatan Kateman, Senin (25/11/2024).

Hal itu diketahui setelah sebuah video berdurasi 41 detik beredar di grub whatsapp. Dalam video itu terlihat seorang siswi yang mengenakan seragam putih dan rok hijau serta tengah menyandang tas dan memegang logistik pemilu berupa botol minum yang bergambar Paslon 01 Pilgubri dan Paslon 02 Pilbub Inhil.

Tak hanya itu, di akhir vedio juga sang siswi juga mengeluarkan logistik pemilu FERMADANI beruba selebaran visi misi dari dalam tasnya.

Dari awal vidio yang beredar, terdengar seorang pria menanyakan kepada siswi siapa yang memberikan logistik pemilu tersebut, sontak saja pelajar yang tidak diketahui namanya itu mengatakan bahwa yang memeberikanya adalah guru.

“Itu yang bagi siape?,” tanya seorang pria yang juga belum diketahui namanya. “Ibu, Guru,” jawab Siswi.

“Semua murid dapat,” kata pria dalam video yang beredar. “Ia,” jawab singkat sang siswi.

Tak sampai disitu, pria itu juga menanyakan apa saja yang di berikan oleh guru saat di sekolah kepada sorang siswa yang diketahui tengah menuju arah jalan pulang.

“Ada stiker, atau yang ada gambar-gambarnya,” katanya.

“Ada,” kata siswa sembari mengeluarkan logistik pemilu berupa selebaran visi-misi yang bergambar Paslon Cabub dan cawabub Inhil nomor urut 2.

Hingga berita ini ditayangkn, awak media tengah berupa mengkonfirmasi pihak sekolah akan hal tersebut.

Akan tetapi jika benar hal itu terjadi, sangat disayangkan di hari masa tenang Pemilukada 2024 dan bertepatan pada momen memperingati Hari Guru (25 November) ada oknum guru yang menyelipkan momen yang diguga untuk kepentingan politik kepada siswa-siswi yang belum memiliki hak pilih. (Arbain)




Kaban Kesbangpol Ikut Sambut Kedatangan Kapolda Riau ke Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Mendampingi Pj Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Erisman Yahya, Kaban Kesbangpol H Arifin, S.Sos.,MM ikut menyambut kedatangan Kapolda Riau, Irjen Pol. Mohammad Iqbal, SIK, MH melakukan kunjungan kerja ke Negeri Hamparan Kelapa Dunia, Selasa (19/11/2024).

Kunjungan ini diawali dengan penyambutan resmi oleh Pj Bupati di lapangan Kantor Bupati Inhil dengan melakukan pemasangan tanjak atau penutup kepala tradisional khas Inhil, sebagai simbol penghormatan adat setempat.

Setelah penyambutan, Kapolda beranjak ke Markas Polres Indragiri Hilir untuk melaksanakan sejumlah agenda penting.

Salah satunya adalah peresmian tiga gedung baru di Mapolres Inhil, diantaranya Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Gedung Tantya Sudhirajati, dan Gedung Tahanan Polres Inhil. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kapolda Riau.

Agenda kunjungan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kesiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2024. Dalam rapat tersebut, Pj Bupati Inhil menyampaikan situasi terkini di kabupaten.

“Berkat kerjasama yang baik dan kinerja luar biasa dari TNI-Polri, Alhamdulillah, situasi di Inhil tetap kondusif. Kabupaten ini memiliki jumlah daftar pemilih terbanyak ketiga di Riau, serta wilayah terluas di provinsi,” ujar Pj Bupati.

Kapolda Riau dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap semua pihak yang terlibat dalam menjaga kondusivitas daerah.

“Kunjungan ini bertujuan untuk menyapa keluarga besar di Inhil dan memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Saya optimis semua proses pada hari H akan berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ungkap Irjen Pol. Mohammad Iqbal.

Kapolda juga menyoroti peran penting TNI-Polri, KPU, Bawaslu, dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta mendukung kelancaran demokrasi.

“Upaya preventif dan penegakan hukum yang dilakukan, termasuk sistem cooling system, telah memberikan hasil yang baik. Ini adalah kerja mulia untuk negara demi kelancaran proses demokrasi,” tambahnya.

Terpisah, Kaban Kesbangpol Inhil, H Arifin S.Sos.,MM mengajak seluruh masyarakat Inhil untuk terus menjaga dan merawat pemilu damai di Kabupaten Inhil.

“Semoga Pilkada 2024 di Kabupaten Indragiri Hilir dapat berlangsung sukses aman dan damai,” tuturnya. adv




H Herman Dikukuhkan Sebagai Penasehat Yayasan NIB Ponpes Babussalam

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – 12 Kepala Parit Desa Nyiur Permai dan Tokoh Masyarakat desa Teluk Kelasa tunjuk dan kukuhkan Haji Herman sebagai Penasehat Yayasan NIB Ponpes Babussalam.

Pengukuhan tersebut dihadiri ratusan masyarakat yang merupakan gabungan 2 desa, yaitu Desa Teluk Kelasa dan Desa Nyiur Permai Kecamatan Keritang, Rabu (13/11/2024).

Calon Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Nomor urut 4 itu mendapatkan sebuah penghormatan sebagai Penasehat Pertama di Ponpes Babussalam Kecamatan Keritang.

Haji Herman bergandengan dengan tokoh masyarakat H Hamatang sebagai Penasehat 2. Sementara H Ikbal Sayuti yang ikut dalam pengukuhan didaulat sebagai Pembina Ponpes Babussalam menggantikan almarhum H Muslimin, eks wakil ketua DPRD Inhil.

Masyarakat Desa Teluk Kelasa dan Desa Nyiur Permai, dimana warga kedua desa tersebut mengetahui bahwa Ketua Yayasan NIB Wendi BM S.Sos, A.cst adalah bagian tim pemenangan Inhil HEBAT 04.

Ratusan simpatisan ketua Yayasan tersebut berbondong-bondong menghadiri acara pengukuhan dan shalawat di ponpes Babussalam.

Seorang pengusaha muda di bidang Manufactur Briket dan Pergudangan Kelapa turunan, Wendi BM S.sos A.cst sangat terharu atas kesediaan Haji Herman mau menjadi Penasehat Yayasan Babussalam.

Selama ini Yayasan yang ia pimpin setelah peninggalan pendirinya, yaitu orang tua Wendi BM S.sos A.cst (Alm H Amir daeng Mappuji) eks penasehat bermuara memiliki penasehat dan pembina sebelumnya.

“Kita terharu sekaligus bangga, Yayasan yang kami pimpin, merupakan peninggalan orang tua kami, dengan ini dapat melngkah semakin baik kedepan. Dan bermanfaat bagi umat dan masyarakat Inhil,” pungkas Wendi.




Peringati Hari Pahlwan, Imigrasi Tembilahan Laksanakan Upacara Bendera

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pegawai Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan (Imigrasi Tembilahan) laksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada hari ini 10 November 2024, Minggu (10/11) Pagi.

Kegiatan upacara yang berjalan khidmat ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Tembilahan, Yoga Aria Prakoso Wardoyo yang juga bertindak sebagi Inspektur Upacara dan diikuti seluruh ASN Imigrasi Tembilahan.

Dalam Amanatnya, Kakanim menyampaikan Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia bahwa semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, dan mewujudkan kesejahteraan sosial yang yang inklusif untuk rakyat di manapun berada.

Lanjutnya, Hari Pahlawan Nasional tahun 2024 kali ini mengusung tema “Teladan Pahlawanmu, Cintai Negerimu”.

” Tema ini mengandung makna semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan, serta selalu memberikan sumbangsih terhadap kemajuan bangsa,” tutup
Yoga Aria Prakoso Wardoyo.

Untuk diketahui sebelum menutup kegiatan upacara, diakhiri dengan doa bersama untuk para pahlawan dan bangsa. *




Kajari Inhil Bantah Adanya Nama Cabup Terlibat Kasus Baznas Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Akhir-akhir ini viral di media sosial (medsos) dengan adanya pemberitaan media siber mengenai kasus dugaan korupsi di tubuh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indragiri Hilir (Inhil).

Pemberitaan media siber tersebut di screenshot dan dibrending seolah-olah kasus tersebut menyeret salah seorang Calon Bupati Inhil. Bahkan ada oknum yang menuliskan nama Haji Herman.

Screenshot tampilan media siber berjudul “Dugaan Korupsi Program Ramadhan Baznas Inhil, Kejaksaan Naikkan Status Penanganan ke Tahap Penyidikan” diedit/ditambahkan dengan narasi “H. Herman bakal tersangka” disebar luas di medsos.

Hal tersebut dinilai merupakan penggiringan opini publik diduga untuk menjatuhkan elektabilitas Haji Herman yang saat ini merupakan Calon Bupati Inhil nomor urut 4 dengan adanya informasi hoax tersebut.

Penggiringan opini itu tentu saja merugikan Calon Bupati Inhil, Haji Herman. Dimana publik berspekulasi liar dengan dugaan kasus korupsi pelaksanaan Program Paket Premium Ramadhan yang dilaksanakan oleh Baznas.

Kepala Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir (Kajari), Nova Fuspitasari, S.H., M.H membantah berstatemen menyebutkan nama Cabup Inhil H Herman dalam kasus dugaan korupsi program Ramadhan Baznas Inhil seperti dituliskan oleh oknum yang tak bertanggung jawab itu.

“Kami gak pernah statement soal pak Herman pak,” kata Nova Fuspitasari, S.H., M.H melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi Ketua Tim Pemenangan Inhil Hebat, H Ikbal Sayuti, Kamis (7/11/2024).

Konfirmasi yang dilakukan H Ikbal Sayuti tersebut dalam rangka meluruskan informasi liar yang mengiringi opini publik bahwa menuding Haji Herman bakal jadi tersangka dalam kasus pelaksanaan Program Paket Premium Ramadhan tersebut.

“Tentunya sebagai ketua Tim Pemenang Inhil Hebat sangat menyayangi narasi yang mencoreng nama baik Haji Herman berseliweran di media sosial,” ungkap

H Ikbal juga mempertanyakan kenapa pemberitaan Baznas ini seperti ada penggiringan pihak tertentu untuk menyudutkan Haji Herman yang saat ini calon terkuat menurut lembaga survei VoxInstitut.

“Seperti penggiringan tertentu untuk menyudutkan pak Herman,” kata Haji Iqbal.

“Sama pa…Sepertinya begitu pak,” jawab Nova Fuspitasari, S.H., M.H lewat pesan pribadi WhatsAppnya menjawab pertanyaan Haji Iqbal.

Ikbal Sayuti mengharapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 berjalan damai dan kondusif tanpa adanya gesekan dan menebar fitnah kepada salah satu kompetitor yang sedang merebut hati Masyarakat.

“Kita ketahui masyarakat Inhil sangat menjujung tinggi kedamaian, jadi kita bersama-sama memajukan demokrasi di wilayah kita ini secara damai,” pungkasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Inhil Hebat, Zainuddin Acang SH, mengatakan mengenai proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian maupun di kejaksaan maka bisa dipastikan tidak ada kaitan dengan Paslon baik yang ikut bertarung di Pilgub maupun Pilbup 2024.

“Adanya proses hukum yang terjadi baik di kepolisian maupun dikejaksaan, disini kami ingin tegaskan bahwa tidak ada kaitannya dengan Paslon yang ikut bertarung di Pilgub maupun Pilbup 2024,” ungkap Advokat senior itu.

Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar, kata Zainuddin Acang SH, berdasarkan pada instruksi Jaksa Agung RI Nomor 6 tahun 2023 tentang optimalisasi peran kejaksaan RI dalam mendukung dan menyukseskan Pilkada serentak 2024 secara damai.

“Hal tersebut diperkuat dengan pengumuman kejaksaan Agung dan KPK RI terkait penundaan proses hukum terhadap calon kepala daerah selama tahapan Pilkada 2024,” terangnya.

Kebijakan tersebut diambil dalam rangka menjaga objektivitas proses demokrasi dari kampanye hitam yg dapat dimanfaatkan oleh kepentingan politik pihak tertentu. Penundaan dimaksud dimulai sejak penetapan sebagai calon sampai dengan selesainya seluruh tahapan pemilihan/Pilkada.

“Jadi jangan terpancing oleh narasi-narasi liar yang mencoba menjatuhkan elektabilitas salah satu Paslon.” Tutupnya. *




Munculnya Indomaret di Inhil Mematikan Usaha Kecil Masyarakat, Pemda Diminta Tegas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kehadiran minimarket besar seperti Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai memberikan dampak negatif terhadap usaha kecil masyarakat.

Sejumlah pedagang lokal mengeluhkan turunnya pendapatan mereka karena semakin banyaknya toko ritel modern yang muncul di berbagai sudut kota.

“Sejak berdirinya Alfamart dan Indomaret, omset kami turun drastis. Pembeli lebih memilih belanja di minimarket yang menawarkan barang serba ada, padahal harga barang di toko kami lebih murah,” ujar salah satu pedagang kecil di Kecamatan Tembilahan, Rabu (6/11/2024).

Selain mengurangi daya beli masyarakat terhadap produk lokal, keberadaan minimarket juga dipandang menggerus pasar tradisional yang sudah ada sejak lama.

Tak hanya itu, banyak pedagang kecil yang merasa kesulitan dalam bersaing dengan harga yang ditawarkan oleh jaringan ritel besar tersebut, yang memiliki kekuatan modal dan pasokan barang dari distributor besar.

Menanggapi hal ini, sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan pedagang kecil meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Inhil untuk lebih tegas dalam mengambil sikap terkait fenomena tersebut. Mereka mengharapkan ada regulasi yang dapat melindungi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dari persaingan yang tidak sehat.

“Pemda harus lebih proaktif dalam melindungi pedagang kecil. Kami mendukung perkembangan ekonomi, tapi jangan sampai itu mengorbankan usaha yang sudah lama dijalankan masyarakat setempat. Harus ada kebijakan yang lebih adil agar usaha kecil bisa berkembang dan bersaing sehat,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Selain itu, dampak dari dominasi minimarket besar ini lebih jauh merusak struktur ekonomi lokal. Sejumlah analis ekonomi melihat bahwa semakin meluasnya jaringan ritel modern ini bisa merusak sektor UMKM, yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Selain mematikan pasar tradisional, minimarket besar juga seringkali mengalihkan belanja masyarakat ke produk-produk yang dipasok oleh korporasi besar, bukannya produk lokal yang dihasilkan oleh pelaku usaha kecil.

“Jaringan minimarket ini seperti monster yang merambah semua lini ekonomi. Mereka tidak hanya merusak pasar tradisional, tapi juga membunuh usaha kecil. Ini jelas mengancam kedaulatan ekonomi lokal, karena uang yang berputar di pasar modern lebih banyak keluar dari daerah,” ujar salah seorang ekonom lokal.

Dengan semakin parahnya keadaan ini, masyarakat dan pelaku usaha kecil mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Inhil untuk segera mengambil tindakan tegas.

Mereka meminta Pemda untuk menerapkan regulasi yang membatasi pertumbuhan minimarket besar, terutama di kawasan yang sudah padat, serta mendukung pelaku UMKM dengan berbagai insentif.

“Jika Pemda tidak tegas, usaha kecil akan musnah. Pemda harus segera membuat aturan yang membatasi pendirian minimarket besar di tempat-tempat strategis, dan memberikan insentif bagi pelaku usaha kecil agar mereka bisa bersaing dengan cara yang lebih sehat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Inhil.

Selain pembatasan lokasi dan jumlah minimarket, masyarakat juga mengusulkan agar Pemda memberikan bantuan pelatihan, akses permodalan, dan pemasaran bagi UMKM agar produk lokal bisa lebih bersaing dengan produk yang dijual di minimarket besar.

“Kami butuh dukungan nyata, bukan hanya regulasi yang membebani,” pungkas Ujang. rls