Panwaslu Inhil Taja Kegiatan Sosialisasi Tatap Muka dengan Ormas, Lintas Agama, Media Massa dan Pemilih Pemula

Ketua Panwaslu Inhil, Andang Yudiantoro saat tampil sebagai pemateri

Tembilahan, detikriau.org – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Indragiri Hilir, Andang Yudiantoro, SH., MH mengajak kepada semua pihak untuk ikut berperan aktif mengawasi jalannya pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur Riau serta Bupati dan Wakil Bupati Inhil, yang puncaknya akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Sebagai warga Negara yang baik, peran aktif masyarakat menurutnya tidak cukup hanya sebatas menyalurkan hak pilih, tetapi juga harus mengawal agar pesta demokrasi ini benar berjalan secara jujur, adil, bebas dan rahasia.

“Partisipasi kita sebagai warga Negara selain menyalurkan hak pilih, juga harus turut serta membantu seluruh prosesnya agar benar-benar berjalan sesuai aturan,” Ujar pria yang lebih akrab disapa Andang ini saat tampil sebagai pemateri pada kegiatan sosialisasi tatap muka Panwaslu Inhil dengan Ormas, Lintas Agama, Media Massa dan Pemilih Pemula pada Pilkada Serentak Tahun 2018 bertempat di aula salah satu Hotel di Jalan H Said Tembilahan, sabtu (12/5/2018)

Dalam Pemilihan Umum, menurut Andang juga, Penegak hukum yang tertinggi adalah Panwaslu. Jika ada pelanggaran, yang memproses bukan Polisi tetapi Panwaslu.

“Olehkarenanya kami sangat berharap peran serta masyarakat untuk membantu Panwaslu. Jika menemukan adanya dugaan pelanggaran, laporkan kepada kami. Kami akan proses sesuai aturan yang berlaku,” Pintakan Andang.

Diakhir pemaparannya, Andang juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang sudah memiliki hak pilih untuk tidak “Golput”. Nasib lima tahun kedepan daerah menurutnya ditentukan sejauhmana peran serta masyarakat saat ini.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Panwaslu Inhil sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Darmaji paparkan bahwa kegiatan kali ini diikuti oleh sebanyak 48 orang peserta dengan menghadirkan narasumber dari Panwaslu Inhil dan Ketua KPU Inhil, Suhaidi./ Ikwan




Bawa 102,44 gram Sabu, Polisi Hentikan ES dan Sug di Depan Mapolsek Tembilahan Hulu

Tembilahan, detikriau.org – Sat Res Narkoba Polres Indragiri Hilir dan Polsek Tembilahan Hulu amankan dua  orang laki – laki yang diduga menjadi pemilik narkotika jenis sabu seberat satu ons lebih. Jum’at (11/5/2018).

Barang haram bernilai sekira Rp 100 juta itu diamankan dari tangan kedua pelaku, masing – masing berinisial ES (34), warga Jalan Semampau Tembilahan dan Sug (29), warga Jalan Lintas Enok Kecamatan Seberang Tembilahan saat dalam perjalanan dari Pekanbaru menuju Tembilahan, di Jalan Provinsi Depan Mapolsek Tembilahan Hulu.

“Salah seorang tersangka adalah residivis”, terang Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Res Narkoba Polres Indragiri Hilir AKP Bachtiar, S.H.

Diterangkan AKP Bachtiar, barang bukti berupa satu buah plastik hitam yang didalamnya berisikan satu paket sedang sabu seberat 102,44 gram / 1 Ons yang dibungkus plastik putih bening. Turut disita dua unit handphone, satu unit Mobil Xenia, uang tunai Rp 196.000, dua buah mancis gas, empat batang pipet plastik dan satu buah gunting.

Penangkapan kedua tsk ini menurutnya berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat yang menyatakan bahwa ada seseorang, yang akan membawa sabu dari Pekanbaru dengan menggunakan mobil.

Atas informasi tersebut, Unit Opsnal Sat Res Narkoba dibantu oleh anggota Polsek Tembilahan Hulu melakukan razia di depan Polsek Tembilahan Hulu. Sekira pukul 02.25 WIB, sebuah mobil jenis Xenia warna abu – abu dihentikan petugas.

Saat itu, salah seorang tersangka, sempat membuang satu buah plastik hitam. Tak mau kecolongan, Polisi lalu mengamankan 2 orang pria yang ada dalam mobil tersebut. Disaksikan Ketua RT dan seorang warga setempat. Benda yang dibuang tsk diperiksa dan ditemukan barang bukti sebagaimana tercantum di atas.

“Saat ini kedua terlapor dan barang bukti yang telah ditemukan pada saat ditangkap, sudah diamankan di Mapolres Indragiri Hilir guna proses penyidikan lebih lanjut.” Akhiri AKP Bachtiar./ Am




Dibanjiri Peminat, Hampir 500 Peserta Ikuti Festival Pancing Udang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hampir 500 peserta memadati arena Festival Mancing Udang Galah di Parit 21 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (10/5/2018).

Kegiatan tersebut digelar oleh Komunitas Pemburu Si Jepit Biru Kabupaten Inhil yang bertemakan Dengan Menjaga Silaturrahmi Antara Pemancing untuk Menjaga Leraiaran Inhil.

Ketua Komunitas Pemburu Si Jepit Biru Kabupaten Inhil, Defri Ghipari Anwar mengatakan bahwa terlaksananya kegiatan ini berawal dari gagasan kawan-kawan yang sama-sama hobby memancing.

Dan ini katanya didukung penuh oleh para pemancing hingga dari berbagai pihak lain. Yang lebih menarik lagi, Komunitas sosial tersebut ikut menjaga kelestarian udang.

“Kami para pemancing yang hobby tidak akan melakukan meracun, yang ada kami prihatin adanya tindakan itu dengan berbagai macam cara menangkap menyalahi aturan yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Pemburu Si Jepit Biru Kabupaten Inhil, Said Aniel Osman menambahkan bahwa ratusan peserta itu datang dari berbagai daerah, selain Kabupaten Inhil, juga diikuti 3 Kabupaten lainnya yakni Inhu, Pelalawan dan Kampar.

“Kegiatan ini dilaksanakan karena perairan Inhil darurat 1 dari bahaya meracun. Untuk itu, kami mengambil inisiatif sebagai Iven tahunan yang memotori pergerakan sosial independen yang peduli terhadap komuniti udang galah dan ikan di perairan Inhil,” paparnya.

Sesungguhnya kata Aniel, potensi di perairan Inhil ini sangat luar biasa jika seluruh masyarakat bergerak bersama-sama dengan Pemkab Inhil menjaga perairan tersebut.

“Kami yakin bahwa komuniti udang dan ikan di perairan Inhil akan mampu memperkenalkan Inhil di kancah mata nasional. Apalagi hal tersebut dirasakan oleh setiap pemancing yang pernah memancing di perairan Inhil,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, bagi para pemenang nantinya, untuk juara I akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 2 juta, juara II Rp 1,5 juta dan juara III Rp 1 juta./mirwan




Pelajar SMPN 4 Keritang, Ismail, Rebut Medali Perunggu 100 M Gaya Dada Putra pada Ajang O2SN di Pekanbaru

Tembilahan, detikriau.org – Atlet renang pelajar Inhil, Ismail berhasil merebut medali perunggu di nomor 100 meter gaya dada putra pada perlombaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP se Provinsi Riau tahun 2018 yang dilaksanakan di kolam renang Aquatic Center Rumbai, Pekanbaru (7/5/2018).

Di lima nomor perlombaan lainnya, 50 meter gaya bebas, 50 meter gaya punggung, 50 meter gaya dada, 50 meter gaya kupu-kupu, dan 100 meter gaya bebas, pelajar SMPN 4 Kecamatan Keritang ini hanya berhasil mencapai finish diurutan ke 4.

Menurut keterangan Sekretaris Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Inhil, Ari Permana, pada acara tahunan O2SN kali ini, Dinas Pendidikan Inhil mengutus 2 orang atlit renang, satu putra dan satu putri.

“Atlit putri kita, Vickie Ashri Novianti Sugianto memang belum berhasil memboyong medali. Disemua nomor perlombaan yang diikuti, Vickie baru berhasil mencapai finis di posisi 4 dan 5. Tetapi prestasi yang telah diraih itu cukup membuat kami berbesar hati,” Sampaikan Ari kepada detikriau.org di Tembilahan, rabu (9/5/2018)

Prestasi yang berhasil diraih kedua atlit pelajar Inhil dari cabor renang ini menurut Ari merupakan hasil gemblengan pelatih, Sugito, S.Pd, guru mata pelajaran olahraga di SMPN 2 Tembilahan sekaligus pelatih renang di PRSI dan Perkumpulan Renang Milenium Inhil, disamping tentunya, kata Ari juga merupakan kerja keras atlit sendiri, dukungan orang tua dan Dinas Pendidian Inhil.

“Mudah-mudahan kedepannya atlit renang kita akan mampu mengukir prestasi lebih baik. Tak lupa tentunya kita juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten, khususnya KONI Inhil. Apalagi Cabor renang merupakan lumbung medali terbanyak dibandingkan cabor lainnya yang diperlombakan.” Akhiri Ari./ Am




Puluhan Pedagang Cabut Undi Penempatan Los Pasar Kayu Jati

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puluhan pedagang Pasar Kayu Jati mencabut undi untuk mendapatkan los tempat berdagang di pasar Kayu Jati. Cabut Undi tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Jalan Veteran, Tembilahan, Selasa (8/5/2018).

Sore itu, cabut undi dipandu langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindag Inhil, Ahmad Fitri dan didampingi sejumlah jajarannya.

“Dalam rangka penempatan para pedagang di pasar Kayu Jati, kita ketahui bersama bahwa kita mendapat anggaran pembangunan repitalisasi pasar yang bersumber dari APBN,” kata Kabid Pasar, Ahmad Fitri.

Anggaran tersebut sebesar Rp 6,4 Miliyar yang digunakan untuk merepitalisasi pembangunan pasar yang telah rusak, artinya pada saat ini sudah terbangun ada 106 los sayur, 92 los ikan basah dan daging, kemudian ada 16 kios.

“Nah, inilah yang diberikan kepada masyarakat. Untuk penempatan yang pertama, kita utamakan dahulu mereka yang benar-benar berjualan dan memiliki surat atas nama sendiri serta taat membayar retribusi sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2014,” paparnya.

Meski begitu, ia menghimbau kepada para pedagang mendapatkan tempat berdagang untuk melakukan aktifitas berjualan.

Sebab bagi mereka yang tidak berjualan, walaupun katanya memiliki surat dan membayar retribusi, juga akan ditertibkan. Sebab ia menganggap, mereka yang tidak berjualan bisa mengambil manfaat pembangunan pemerintah tersebut, seperti disewakan kepada orang lain.

“Untuk itu, kita himbau bagi mereka yang telah mendapatkan los untuk dipergunakan sebagaimana mestinya, yakni berjualan,” imbuhnya./mirwan




Disperindag Inhil Upaya Tingkatkan Pasar Kayu Jati Berstandar Nasional

Kabid Pasar Disperindag Inhil, Ahmad Fitri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berupaya meningkatkan Pasar Kayu Jati hingga mencapai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Disperindag Kabupaten Inhil Azwar melalui Kabid Pasar, Ahmad Fitri kepada detikriau.org di ruang kerjanya, Selasa (8/5/2018) kemarin sore.

“Kedepan, kita upayakan bisa menjadi pasar yang berstandar Nasional Indonesia. Itulah yang kita harapkan dari pasar Kayu jati ini,” kata Ahmad Fitri.

Sebab ia menginginkan, Pasar Kayu Jati dapat dijadikan sebagai pusat percontohan pasar yang tertib, bersih, aman, nyaman dan tidak terdapat barang mengandung bahan-bahan berbahaya.

Sebagaimana diketahui, Pasar yang terletak di Tembilahan Hulu itu cukup didukung oleh berbagai pihak, apalagi sumber dana pembangunan pasar bergelontor baik dari APBN, APBD hingga CSR./mirwan