Dukung Rencana Pinjaman Rp200 Miliar oleh Pemda Inhil, Ketua IWO Riau: Pembangunan Inhil Tak Boleh Terhenti

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Rencana Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk menopang APBD 2026 memperoleh dukungan dari Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi. Ia menilai kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan daerah tidak tersendat di tengah pengetatan fiskal nasional.

Muridi mengatakan dukungan itu ia sampaikan setelah berdiskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat serta mencermati kondisi keuangan daerah. Menurutnya, kebutuhan pembangunan di Inhil sudah mendesak dan tidak dapat terus menunggu, sementara ruang fiskal daerah kian terbatas akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Pembangunan tidak boleh terhenti. Inhil harus terus bergerak maju, dan pemerintah daerah membutuhkan dukungan penuh dari semua elemen, termasuk kalangan pers,” ujar Muridi, Minggu (30/11/2025).

Muridi menegaskan, pinjaman daerah merupakan instrumen yang sah dan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab selama dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia menilai langkah Pemkab Inhil menunjukkan keberanian mengambil keputusan yang tidak populer namun penting bagi keberlanjutan pembangunan.

“Masyarakat harus memahami bahwa pinjaman bukan berarti pemerintah gagal mengelola keuangan. Ini justru bentuk ikhtiar agar program strategis tidak mandek. Namun, pemerintah juga wajib membuka seluruh informasi secara transparan agar publik dapat menilai bahwa dana tersebut dimanfaatkan dengan tepat,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa sektor pers memiliki peran sentral dalam mengawal proses tersebut. “Dukungan tidak menghilangkan fungsi kontrol. Pers tetap harus menjalankan fungsi pengawasan agar pinjaman daerah digunakan sesuai kebutuhan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Inhil H. Herman menjelaskan bahwa pengajuan pinjaman dilakukan untuk mengantisipasi penurunan TKD sebesar 21,7 persen pada 2026. Penurunan itu dikhawatirkan membuat sejumlah program prioritas terhambat apabila daerah tidak mencari alternatif pembiayaan.

“Jika pusat memangkas TKD, daerah harus mencari solusi yang sah dan terukur. Pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena fiskal menyempit,” kata Herman di Rumah Dinas Bupati, Sabtu malam (29/11).

Pinjaman Rp200 miliar tersebut rencananya dialokasikan untuk proyek strategis, seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan layanan dasar, serta penyelesaian pembangunan yang tertunda. Herman menegaskan dana pinjaman tidak akan dipergunakan untuk belanja rutin.

Ia juga memastikan akan hadir dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Inhil guna menjelaskan detail mekanisme dan urgensi pinjaman daerah itu. “Semua akan dijelaskan secara terbuka. Ini menyangkut masa depan pembangunan Inhil, jadi transparansi itu wajib,” tegasnya.

Meski demikian, Herman mengakui pinjaman daerah memiliki risiko dan harus dikelola secara cermat agar tidak membebani APBD di masa mendatang.

Di Provinsi Riau, pinjaman daerah bukan hal baru. Kabupaten Siak, misalnya, baru menuntaskan hampir Rp200 miliar utang dan tunda bayar pada 2025. Kota Dumai pun sempat merencanakan pinjaman daerah dalam R-APBD 2022 untuk menjaga kesinambungan belanja pembangunan.

“Selama kemampuan fiskal daerah memadai dan tata kelolanya baik, pinjaman daerah sah dan dapat mempercepat pembangunan,” ujar Herman.

Rencana pinjaman Rp200 miliar ini diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan APBD 2026. Pemerintah daerah berharap dukungan publik serta pengawasan berbagai pihak dapat memastikan kebijakan tersebut benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Inhil. *




Semarak Sumpah Pemuda: SDN 020 Tembilahan Gelar Upacara, Pawai, dan Lomba Menggambar

ARB INdonesia, TEMBILAHAN – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di SD Negeri 020 Tembilahan berlangsung dengan khidmat dan meriah. Bertempat di lapangan sekolah, Jln. Pangeran Hidayat Prt 14, seluruh siswa dan majelis guru menggelar upacara bendera yang dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan untuk menanamkan semangat kebangsaan, Selasa (28/10/2025).

Upacara bendera dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Sekolah SD Negeri 020 Tembilahan Zainab.Am, S.Ag.,M.Pd.I dan Aldisman, S.Pd.SD bertugas sebagai Pemimpin Upacara. Seluruh rangkaian upacara, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, berjalan dengan tertib dan lancar.

Dalam amanatnya, Zainab. Am,S.Ag.,M.Pd.I, menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk meneladani semangat persatuan dan perjuangan para pemuda/pemudi di tahun 1928.

“Sumpah Pemuda adalah bukti bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk bersatu demi cita-cita besar bangsa. Hari ini, tugas kita sebagai pelajar adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar giat, berprestasi, dan menghargai jasa para pahlawan,” ujar Zainab.Am dalam amanatnya.

Tema Hari Sumpah Pemuda tahun ini adalah “Pemuda-Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. bermakna ajakan yang kuat bagi kita untuk bangkit dan beraksi, Bergerak berarti Proaktif, dalam Menghadapi setiap Tantangan Zaman. Bersatu berarti Mengesampingkan segala perbedaan, baik Suku, Ras, Agama maupun pandangan Politik, demi tujuan bersama yaitu kemajuan bangsa, lanjutNya.

Zainab.Am juga Menyampaikan : ada 3 Hal yang harus di wujudkan dalam peringatan Sumpah Pemuda kali ini.
1. Menjaga persatuan dan tolenransi.
2. mengembangkan potensi diri.
3. memperkuat cinta tanah air.

Keramian tidak berhenti di lapangan upacara. Selesai upacara, para siswa yang telah mengenakan beragam pakaian adat dan atribut merah-putih langsung berbaris rapi untuk mengikuti Pawai Jalan di sekitar lingkungan sekolah. Dengan penuh antusias, siswa-siswa membawa poster dan bendera kecil, menyuarakan semangat Sumpah Pemuda kepada masyarakat sekitar.

Sebagai puncak acara, pihak sekolah juga mengadakan Lomba Menggambar Bagi siswa kelas III sampai VI dan Lomba Mewarnai bagi Siswa kelas I dan III, Lomba ini mengusung tema yang sangat menyentuh, yaitu “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.

Kepala Sekolah SDN 020 Tembilahan Zainab.Am S.Ag.,M.Pd.I, Menjelaskan bahwa tema ini sengaja dipilih bertepatan dengan semangat Sumpah Pemuda untuk mengingatkan siswa akan jasa para guru.

“Melalui lomba menggambar ini, kami ingin siswa tidak hanya kreatif, tetapi juga dapat merefleksikan dan menghargai perjuangan para guru yang telah membimbing mereka. Ini adalah pahlawan terdekat yang mereka temui setiap hari,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memupuk rasa cinta tanah air, menumbuhkan kreativitas, serta mempererat persaudaraan di antara seluruh warga SDN 020 Tembilahan. *




Camat Concong dan Batang Tuaka Jadi Pengurus Inti di Koperasi, 427 Hektar Lahan yang Digarap

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR — Dua orang pejabat publik kembali menjadi sorotan setelah diketahui merangkap jabatan sebagai Ketua dan Sekretaris Koperasi Harapan Makmur yang mengelola lahan seluas 427 hektar di wilayah Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Camat Concong, Ahmad Bahrin merangkap sebagai Ketua Koperasi Harapan Makmur, dan Suhaimi yang saat ini menjabat Camat Batang Tuaka juga merangkap sebagai Sekretaris Koperasi.

Fenomena pejabat merangkap jabatan dalam lembaga ekonomi bukan hal baru, namun tetap menimbulkan dilema etis. Dalam sistem pemerintahan yang menjunjung akuntabilitas, jabatan publik seharusnya tidak digunakan untuk kepentingan bisnis, apalagi jika menyangkut pengelolaan sumber daya dalam skala besar.

Menanggapi hal tersebut, Camat Concong, Ahmad Bahrin saat dikonfirmasi tak membantah mengenai dirinya merangkap jabatan sebagai Ketua Koperasi Harapan Makmur yang telah tercatat dalam akta notaris.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk membantu masyarakat dalam mensukseskan pengelolaan lahan perkebunan milik masyarakat yang sebelumnya tidak tidak produktif.

“Ceritanya panjang! karena Ketua sebelumnya meninggal dunia, jadi dalam rapat pengurus (setahun lebih-red) saya diminta untuk mejadi ketua dengan harapan dapat mensukseskan pengelolaan lahan yang hingga saat ini penghasilan perkebunannya masih minus. Saya sempat menolak saat itu, namun pengurus tetap meminta saya untuk menjadi ketua, mungkin karena mengingat saya juga sebagai orang Concong asli,” ungkapnya, Jum’at (24/10/2025).

Selain itu kata Camat Concong, seluas 427.80 hektar lahan yang dikelola Koperasi saat ini telah dikerjasamakan kepihak perusahaan untuk dilakukan perbaikan. Dari luasan itu, terdapat 95.56 hektar lahan yang belum dilakukan penanaman.

“Kesepakan kerjasama dari lahan itu, pihak PT akan rampung memperbaiki kebun hingga Desember 2025. Setelah kebun bagus, baru diambil alih oleh koperasi, untuk sementara manajemen dikelola oleh pihak PT bukan koperasi,” ungkapnya.

Terakhir, Ahmad Bahrin juga menyatakan bahwa didirinya telah berencana akan mengundurkan diri sebagai Ketua Koperasi Harapan Makmur pada bulan Desember 2025 mendatangkan.

“Saya telah sepakat untuk mengundurkan diri dari kepengurusan, hal itu akan kami bahas dalam forum Rapat Anggota Khusus (RAK) di awal Januari 2026,” ujarnya.

Suhaimi, Camat Batang Tuaka belum bisa dikonfirmasi. Namun dari keterangan Camat Concong menegaskan bahwa dirinya bersama-sama telah lama berencana mengundurkan diri, namun masyarakat tetap meminta untuk membantu hingga kerjasama perbaikan kebun dengan perusahaan rampung pada Desember 2025.

“Saya sama Camat Batang Tuaka telah sepakat untuk mengundurkan diri dan meminta dinonaktifkan sebagai ketua dan sekretaris Koperasi dalam forum RAK di Januari mendatang, dan akan membentuk kepengurusan baru serta akta notaris baru,” tutupnya. (Arbain)




Asuransi dalam Kredit Motor di FIF Grub, Perlindungan atau Beban Sepihak?

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dibalik kemudahan memiliki sepeda motor melalui kredit di PT Federal International Finance (FIF) Grub, terselip praktik yang menjadi sorotan mengenai kewajiban asuransi yang justru dinilai lebih menguntungkan pihak leasing daripada konsumen.

Banyak warga mengaku tidak memahami detail perlindungan yang mereka bayar setiap bulan, sementara manfaatnya juga jarang dirasakan.

Dalam banyak kasus, konsumen diwajibkan melakukan pembayaran berkala (premi) asuransi kendaraan selama masa kredit, tanpa pilihan atau penjelasan rinci. Premi ini langsung dimasukkan ke dalam cicilan, bahkan konsumen juga tidak diberi salinan polis atau informasi tentang klaim asuransi.

Ketika terjadi kerusakan atau kehilangan, proses klaim kerap berbelit dan memakan waktu hingga 2 bulan, dan konsumen harus tetap membayar cicilan sampai klaim asuransi dikeluarkan.

Manfaat Minim, Risiko Tetap di Konsumen

Alih-alih melindungi konsumen, asuransi kredit motor di FIF Grub justru dinilai lebih berfungsi sebagai jaminan bagi leasing agar tetap menerima pembayaran. Jika motor hilang atau rusak parah, konsumen tetap diwajibkan melunasi cicilan, sementara klaim asuransi jika cair langsung masuk ke pihak leasing bukan ke pemilik kendaraan.

Pernyataan FIF Grub dan Asuransi Astra Buana Terkait Klaim Asuransi

PT Federal International Finance (FIF) Grub cabang Tembilahan melalui Kepala Penagihan, Yohan Marbun mengatakan bahwa klaim asuransi dapat dilakukan ketika terjadi kehilangan, pemilik meniggal dunia atau kecelakaan hingga mengalami cacat atau luka berat, dan motor mengalami kerusakan.

“Jika terjadi kehilangan, unit rusak akibat kecelakaan, dan pemilik meninggal dunia, klaim dapat dilakukan melalui kantor FIF Grub Tembilahan dengan melengkapi syarat-syarat yang telah ditentukan. Setelah persyaratan lengkap kami akan mengajukan ke pihak asuransi yang berkantor di Rengat (Inhu-red),” tutur Yohan kepada ARB INdonesia, Rabu (22/10/2025).

Dalam proses pengajuan klaim asuransi lanjutnya, konsumen tetap melakukan pembayaran cicilan hingga klaim asuransi telah dikeluarkan.

“Jika asuransi telah keluar, dananya masuk ke perusahaan (FIF). Lalu kami akan menghitung berapa sisa tunggakan pelunasan dari pembayaran yang telah dilakukan, dikurangi dengan jumlah nominal asuransi yang cair. Jika masih ada kelebihan, maka sisanya akan diberikan ke konsumen. Namun jika masih kurang, konsumen tidak perlu lagi membayar sisa kekurangannya.” jelas Yohan.

Sementara itu, pihak asuransi Astra Buana yang bekerjasama dengan FIF Grub menerangkan bahwa peran asuransi Astra Buana lebih kepada perlindungan tanggung jawab konsumen atau pelunasan hutang.

“Jadi, konsumen yang melakukan kredit motor secara langsung mereka akan mendapatkan perlindungan dari asuransi berupa jaminan kehilangan dan kerusakan unit motor serta jaminan asuransi jiwa,” tutur Arif, Kepala Bagian Asuransi Astra Buana, Kamis (23/10/2025).

Untuk kehilangan, pihak asuransi akan mengeluarkan 100% dari harga motor baru jika kehilangan tersebut di waktu 6 bulan pertama. Jika kehilangan pada waktu tahun pertama, pihak asuransi akan mengeluarkan 95% dan di tahun kedua sebesar 85% dari harga baru. Tidak ada pergantian unit baru.

“Sedangkan untuk kerusakan yang diakibatkan kecelakaan, klaim asurasi dapat dilakukan jika kerusakan pada unit kendaraan diangka 75%. Namun, jika asuransi tersebut keluar, maka unit kendaraan akan di tarik oleh pihak leasing,” ujarnya.

Sedangkan untuk asuransi jiwa kata Arif, pemilik kendaraan jika meninggal dunia, pihak asuransi juga akan membayarkan sisa tunggakan berdasarkan klaim asurasi, dan pihak asuransi juga akan memberikan 1 juta rupiah kepada ahli waris.

“Unit tidak ditarik, tetapi menjadi milik ahli waris (lunas-red),” tegasnya kepada ARB INdonesia.

Sementara itu, untuk biaya yang dikeluarkan oleh konsumen dalam asuransi kendaraan sekitar 4% dari nilai harga kendaraan. Sedangkan untuk asuransi jiwa, kosumen membayar sekitar 10 ribu rupiah dari setiap kali pembayaran cicilan.

“Asuransi kendaraan sifatnya wajib demi melindungi tanggung jawab konsumen kepada pihak FIF. Sedangkan untuk asuransi jiwa, boleh ikut dan boleh tidak,” tutupnya. (Arbain)




Kadis Koperasi dan UKM Inhil: Koperasi Harus Mampu Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Koperasi Desa Kelurahan(Kopdeskel) Merah Putih atau KDMP akan berjalan optimal jika pengurus memiliki kreativitas dan kemampuan untuk menciptakan manfaat nyata bagi para anggotanya atau masyarakat diwilayahnya masing-masing. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Indragiri Hilir, Dr. Trio Beni Putra, SE.MM.

Menurutnya, kewirausahaan menjadi kendala besar yang dihadapi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Masalah utamanya di situ, karena koperasi itu akan bergerak apabila pengurus mampu membuat inovasi atau kreativitas penyediaan usaha yang memberikan manfaat bagi anggota khususnya dan masyarakat setempat pada umumnya, hal ini akan meningkatkan kepercayaaan,” ujarnya saat dihubungi awaknmedia, Kamis(16/10/2025).

Ia melanjutkan, ketika kepercayaan sudah terbangun, maka akan mendapat dukungan dari anggota anggota bahkan akan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menjadi nggota baru, sebab kepercayaan anggota menjadi modal utama dalam pengembangan koperasi.

“Potensi di desa atau kelurahan sangat luar biasa, tinggal bagaimana pengurus membaca peluang dan melakukan terobosan agar usaha – usaha tersebut dapat terlaksana Sehingga memberikan manfaat berputarnya roda ekonomi desa atau kelurahan,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerjsama dengan berbagai pihak dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan ini, koperasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai wadah pengembangan ekonomi kreatif di tingkat desa.

Dr. Trio Beni juga menambahkan, koperasi ke depannya harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan dan memperkuat sistem manajemen usaha.

“Saat ini kita akan bekerjasama dengan penyadia sistem manajemen koperasi yang berbasis digital, agar pelaksanaan kedepan lebih efisien dan transparan,ini upaya penting dalam membangun koperasi yang modern dan berdaya saing.” lanjutnya

Dengan semangat dan azas gotong royong dan kemandirian, KDKMP dapat menjadi contoh koperasi yang tangguh dan berkelanjutan. Transformasi menuju program non-BUMN ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat di desa dan kelurahan untuk sejahtera bersama dalam ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan produktif.*




Penggiat Literasi Inhil Gelar Forum Tukar Pengalaman Pegiat Literasi

ARB INdonesia, TEMBILAHAN – Suasana Waroeng Fake Tembilahan terasa berbeda. Ruang sederhana itu dipenuhi semangat para pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir.

Sebanyak 54 peserta hadir dengan antusias dalam kegiatan bertajuk “Literasi Informasi: Cek Fakta, Melek Media, Berita Baik, Informasi Asik” yang diselenggarakan oleh TBM Asmaraloka.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Forum TBM Indragiri Hilir, Mhd. Ridwan Syafi’i Ali, serta dihadiri oleh Ketua TBM Asmaraloka, Muhammad Afrizal Indra Pratama, dan Ketua Pelaksana, Guntur Rinanda Putra, Sabtu (11/10/25).

Dalam sambutannya, Ketua Forum TBM menegaskan pentingnya sinergi antarpegiat literasi untuk membangun masyarakat yang melek digital dan beretika bermedia.

Sementara itu, Ketua TBM Asmaraloka, Muhammad Afrizal Indra Pratama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap derasnya arus informasi di era digital.

“Kami ingin mengajak masyarakat , khususnya generasi muda, untuk lebih kritis, bijak, dan cerdas dalam memilah informasi agar tidak mudah terjebak dalam hoaks dan disinformasi,” ujarnya.

Dua narasumber hadir berbagi pengetahuan dan pengalaman. Iskandar, pustakawan SMAN 1 Tembilahan, membawakan materi “Literasi Informasi: Senjata Remaja Melawan Hoaks”, mengajak peserta memahami bagaimana cara mengenali dan memverifikasi kebenaran informasi.

Kemudian, Muhammad Daud, jurnalis Gagasanriau, melalui materi “Menjadi Jurnalis Andal di Era Digital”, memberikan panduan praktis tentang cara menulis berita yang akurat, berimbang, dan memegang teguh etika jurnalistik.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Bahkan, di akhir sesi, masing-masing peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan penulisan berita secara langsung, sebuah latihan sederhana namun bermakna dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan menulis informatif.

Ketua Pelaksana, Guntur Rinanda Putra, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya kegiatan ini. “Antusiasme peserta menunjukkan bahwa semangat literasi di kalangan pelajar masih sangat kuat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi langkah nyata dalam memperkuat literasi digital di Indragiri Hilir,”_ ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia. Senyum dan semangat mereka menjadi bukti bahwa literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga memahami, menyaring, dan menyebarkan kebenaran.

Melalui kegiatan ini, TBM Asmaraloka menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan budaya literasi yang kritis, kreatif, dan berdaya. Karena literasi bukan hanya soal kata, melainkan tentang bagaimana masyarakat belajar untuk berpikir, beretika, dan berdaya dalam dunia digital yang serba cepat. *