Tuntaskan Persoalan Perkelapaan, Ini Upaya Yang Sedang dan Sudah Dilakukan DPRD Inhil

Laporan: Faisal

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam (kiri depak berpeci hitam) saat menyambut kedatangan massa aksi mahasiswa di gedung DPRD Inhil. Senin (19/11). Foto: Arsip detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org – Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam akui persoalan perkelapaan di Inhil hari ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Namun menyelesaikan persoalan itu tidaklah secara sertamerta, tetapi ada langkah-langkah secara sitematis yang harus dilakukan.

“Secara regulasi, DPRD sudah mengambil kesepakatan dengan disahkannya apa yang dinamakan Ranperda Tata Niaga Kelapa dan Resi Gudang,” Sampaikan Dani M Nursalam dihadapan maksa Aksi Mahasiswa digedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan, senin (19/11)

dikatakan Ketua Dewan Tanfiz PKB Inhil ini, langkah berikutnya, DPRD kemudian berupaya mendesak untuk mengesahkan apa yang namanya Ranperda BUMD, namun dalam perjalanannya terbentur dari sisi aturan yang mengharuskan bahwa pendirian BUMD sebelumnya harus mendapatkan persetujuan dari Kemendagri, dan belakangan, persetujuan itu-pun sudah didapatkan, disyukurinya.

“Makanya dalam masa persidangan ke tiga tahun 2018 ini kita sudah membentuk pansus II untuk melakukan pembahasan khusus tentang BUMD ini, artinya kita mencoba melakukan agar semua lini bisa bergerak secara massif dan sistematis agar berbagai persoalan ini bisa segera terselesaikan.” Ujar Dani

Saat ini, dilanjutkannya, dari sisi resi gudang sudah ada perdanya, tinggal lagi dari BUMD-nya yang nantinya akan digunakan sebagai intrumen pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.

Kemudian dalam rangka untuk penguatan terhadap masyarakat petani, dinilai perlu untuk memberikan edukasi sebagai upaya  merubah mindset bahwa ketika berbicara perkelapaan tidak saja hanya bicara masalah menjual hasil produksi buahnya tetapi juga terkait masalah produk turunannya.

Dalam rancangan kebijakan umum KUA PPAS, disampaikan Dani, sudah didapati kesepakatan bahwa nantinya di tahun 2019 ini, pihaknya akan melakukan sesuai dengan apa yang akan dilakukan pemerintah daerah salah satunya tentang MoU dengan professor Wisnu, teknokrat dibidang produk turunan kelapa, termasuk dari sisi ilmu aplikatifnya terhadap pelaksanaan juga sudah disepakati dengan pemerintah, bahkan kelembagaan yang nantinya akan mengelola ini semua, juga telah disepakati akan diadakan.

Dinilai Dani, agar program pengolahan produk turunan perkelapaan benar-benar dilaksanakan  secara massif yang diyakini akan memberi dampak positif terhadap masyarakat petani, maka semua stackholder terkait haru dilibatkan. Tidak saja pemerintah kabupaten tetapi juga dari pemerintah desa.

“Makanya dalam kepemimpinan Bupati Wardan lima tahun kedepan nantinya, dalam kua ppas ada yang nanamnya DMIJ plus. Dengan DMIJ plus ini lah nantinya pemerintah desa dengan seluruh kelembagaan masyarakat desa akan dilibatkan dalam pengelolaan perkelapaan.”Imbuh Dani

Selama ini, kata Dani, semua upaya itu sebenarnya sudah ada tetapi tidak tersinergikan dengan baik. “mudah-mudahan dengan komitmen pemerintah lima tahun kedepan perngelolaan perkelapaan ini bisa tertangani dengan lebih baik.” Akhirinya./***




Batal Ikuti Jalannya Rapat Paripurna, Massa Aksi Mahasiswa Lakukan Dialog diruang Komisi IV DPRD Inhil

Laporan: Faisal

Foto: Arsip detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org – Agenda massa aksi mahasiswa, pastikan keberpihakan APBD Inhil untuk perbaikan komoditas perkelapaan yang disuarakan sebagai bentuk pengawalan APBD hari ini tertunda. Awalnya, massa aksi yang  yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Mahasiswa Inhil ini agendakan akan ikut hadir dalam pembahasan rapat paripurna.

“Benar, DPRD hari ini sedianya memang agendakan rapat paripurna penandatangan kesepakatan antara DPRD dengan Kepala Daerah terhadap pembahasan KUA dan PAAS,” Ujar Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam memberikan pernyataan dihadapan puluhan massa aksi mahasiswa diruang loby gedung DPRD jalan HR Subrantas Tembilahan, senin (19/11)

Menurut Dani, selama dua hari dua malam pihaknya secara marathon melakuan pembahasan. Namun dikarenakan begitu banyaknya persoalan yang harus dirangkum pada KUA dan PPAS, paripurna hari ini terpaksa harus dilakukan penundaan.

“Penandatanganannya diagendakan kembali pada rabu (21/11) mendatang.” Terang Dani

“selanjutnya, Senin (26/11), pagi harinya diagendakan pidato perdana pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil terpilih periode 2018-2023 dalam rapat paripurna istimewa, dan sore harinya baru dilakukan rapat paripurna penyampaian Ranperda Inhil tahun 2019,” Lagi Kata Dani

Suasana jalannya rapat bersama diruang rapat Komisi IV DPRD Inhil, senin (19/11). Foto: Arsip detikriau.org

Diterangkannya, apa yang disampaikan didalam draff RAPBD adalah apa yang sudah menjadi kesepakatan yang tertuang didalam KUA dan PPAS.

Selama pembahasan, Dani menekankan bahwa yang paling didalami adalah persoalan-persoalan dibidang perekonomian, namun yang paling menjadi fokus adalah persoalan dibidang perkelapaan.

Pemkab Inhil menurut Dani juga sudah merespon apa yang menjadi permasalahan, sudah merespon apa yang ada ditengah-tengah masyarakat. Apakah itu langsung dari masyarakat petani atau oleh mahasiswa yang disuarakan melalui berbagai aksi.

“Dan semua itu kami follow up dengan telah dibangunnya komitmen antara pemerintah daerah dengan pihak, katakanlah teknokrat yang memang memiliki keahlian terhadap bidang perkelapaan.” dipaparkan Dani.

Sebelumnya, kedatangan massa aksi mahasiswa digedung Wakil Rakyat ini sempat diwarnai dengan aksi kisruh. Sejumlah mahasiswa melarang pengabadian dalam bentuk foto maupun video atas aksi mereka diruang  tunggu gedung DPRD Inhil.

Tanpa pengawalan petugas pengaman saat itu, masa aksi sempat menimbulkan sedikit ketegangan dan menyebabkan sejumlah karyawan DPRD Inhil yang kebetulan berada diruang Loby berlarian menghindar.

“Aksi kami semata hanya sebatas tekanan agar kehadiran kami disikapi dan direspon,” Ujar salah seorang orator dihadapan Ketua DPRD Inhil

Ia juga menyindir bahwa mahasiswa tidak ingin anggaran yang disediakan untuk industri perkelapaan  lebih kecil dibandingkan kebutuhan anggaran ditahun politik.

Bahkan dengan suara lantang ia gaungkan bahwa jika anggaran untuk masyarakat petani itu tidak sebanding, mahasiswa akan merelakan sebagian diantara mereka dijadikan tumbal dan ditangkap agar persoalan ini merambah secara nasional.

Kehadiran mahasiswa yang disambut langsung oleh Ketua DPRD Inhil beserta sejumlah anggota ini selanjutnya disepakati untuk lakukan dialog bersama diruang rapat Komisi IV.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam beserta sejumlah anggota, Edi Hariyanto Sindrang, Sumardi, Okta Hasanatan dan Wisnaria./***




Sebutkan Kawal APBD, Massa Aksi Datangi Gedung DPRD Inhil

Laporan: Faisal

Tembilahan, detikriau.org – Tiba di gedung DPRD Inhil, barisan masa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Mahasiswa Inhil kumandangkan lagu Indonesia Raya. Kedatangan mahasiswa dimotto-kan Kawal APBD Inhil. Senin (19/11) baru saja.

Berdasarkan selebaran aksi yang dipublis massa aksi, tiga tujuan aksi disuarakan, yakni:

Pastikan APBD Inhil sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat terkhusus untuk kepentingan anjloknya harga kelapa.

Bentuk dari keseriusan pemerintah adalah dengan mengalokasikan anggaran untuk pemvamgunan induatri kelapa.

Jika APBD Inhil tidak diarahkan untuk perbaikan harga kelapa, maka atas nama rakyat, kita harus memboikot sidang paripurna.

“Kami akan ikut saksikan jalannya rapat paripurna, “Teriak orator massa aksi

Sembari duduk diruang loby, massa aksi kumandangkan lagu-lagu penyemangat dan teriakan REVOLUSI.

Saat ini massa aksi sudah merangsek memasuki gedung DPRD Inhil dan melakukan orasi diloby gedung rakyat ini.

Tidak ada satupun tampak pengawalan petugas keamanan dalam aksi massa mahasiswa digedung DPRD inhil saat ini.

 




Ditiup Angin Kencang, Atap Bangunan Rumah Warga di Sapat Beterbangan

Laporan: Ari Permana

Kuindra, detikriau.org – Angin kencang menerjang pemukiman penduduk di Jalan Pasar Sapat Kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra. Sabtu (17/11) sekira pukul 02.00 Wib dinihari

Akibat peristiwa ini, bagian atap bangunan berbahan kayu berlantai dua milik Mahyuni (45) dan Hj Suduk (65) lepas dan diterbangkan angin.

“bagian atap dua unit rumah penduduk terbang diterpa angin,” Sampaikan Kasubag Humas Polres Inhil, AKP Syafri Joni SE

Diterangkannya, saat kejadian, cuaca dalam keadaan hujan lebat. Secara tiba-tiba, dari arah perairan sungai sapat berhembus angin kencang melintasi Jalan Pasar Sapat.

Warga yang rumahnya terdampak angin kencang sempat terkejut dan berlari keluar rumah untuk menyelmatkan diri.

“Tidak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 5 juta.” Akhiri AKP Syafri.




Harimau Sumatra “Atan Bintang” Tertangkap. Ini Penjelasan Lengkap Camat Pulau Burung

Laporan: Faisal

Harimau sumatra saaat masih berada dikolong ruko warga Pulau Burung. Foto: ist/detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org – “Atan Bintang” Harimau Sumatra yang terperangkap dikolong ruko milik warga di Desa Pulau Burung berhasil dievakuasi dinihari. Pagi, pukul 06.30 Wib diberangkatkan menggunakan speedboat bermesin 200 Pk menuju Ibu Kota Kabupaten Inhil, Tembilahan.

“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan dengan lancar. Semua berkat kerjasama tim BKSDA, TNI/Polri dan sejumlah petugas Kecamatan dan Desa,” Ujar Camat Pulau Burung M Yusuf memberikan pernyataan kepada detikriau.org, sabtu (17/11)

“Evakuasi menuju Tembilahan dengan menggunakan speedboat bermesin 200 Pk. Ikut mendampingi 2 orang dokter hewan, 1 orang anggota BKSDA dan 1 orang anggota Polsek Pulau Burung,” ditambahkan

Diterangkan Camat, keberadaan hewan buas ini sudah mulai meresahkan warganya sejak September 2018 dengan meneror hewan ternak masyarakat di Desa Sungai Danai Kecamatan Pulau Burung. Kemudian di bulan oktober kembali menampakan diri dan meneror hewan ternak.

“memang belum pernah memakan korban manusia. Tapi sangat menimbulkan keresahan dan akhirnya kita memintakan bantuan kepada BBKSDA Riau untuk menyikapi kemunculan hewan liar ini,” Jelas Camat

Dari pemberitahuan itu, BBKSDA Riau menurunkan 5 orang personilnya. Saat itu, dilakukan pemasangan kamera pengintai di Dusun Sungai Nipah. Tapi rekaman tidak berhasil menangkap sosok harimau.

Selanjutnya empat hari yang lalu, harimau ini memasuki Desa Pulau Burung dan akhirnya terperangkap dikolong ruko warga hingga akhirnya berhasil ditangkap.

“Atas nama Forkopimcam kami ucapkan terimakasih atas bantuan dan usaha tidak kenal lelah Tim BBKSDA Riau  hingga berhasil menangkap hewan ganas yang kehadirannya sudah sangat meresahkan masyarakat ini,” Ucapkan Camat.




Berhasil di Tangkap, Harimau Sumatra “Atan Bintang” di Pulau Burung dievakuasi ke Sumatra Barat

Harimau sumatra saat masih dikolong ruko warga Pulau Burung. Foto: ist/detikriau.org

Laporan: Faisal

Tembilahan, detikriau.org – Hari ini, sabtu (17/11) sekitar pukul 10:26 Wib, Harimau Sumatra yang terjebak dikolong ruko warga di Pulau Burung sudah tiba di Tembilahan, Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir, dan segera diberangkatkan ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Sumatera Barat yang berjarak sekitar 15 jam perjalanan darat.

Hewan buas ini berhasil ditangkap sekitar pukul 01.48 Wib, dinihari.

“Berhasil ditangkap sekitar pukul 01.48 Wib, dan sekitar pukul 02.40 Wib dilakukan proses evakuasi dari Pulau Burung menuju Tembilahan menggunakan jalur laut,” Ujar Camat Pulau Burung M Yusuf kepada detikriau.org.

Lanjut Camat, setibanya di Pelabuhan Bea dan Cukai Tembilahan, Harimau yang sudah dikurung dalam kerangkeng ini dipindahkan kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Sumbar.

Dilansir melalui kompas.com, Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, harimau Sumatera berjenis kelamin jantan ini diberi nama Atan Bintang. “Kami beri nama Atan Bintang. Atan artinya anak bujang (dalam) bahasa Melayu, kalau Bintang karena penyelamatan di tengah malam pas ada bintang. Jadilah kami buat nama Atan Bintang,” kata Suharyono

Ia menyampaikan, Atan Bintang berusia sekitar tiga tahun dengan bobot badan sekitar 80 kilogram. “Kondisinya saat ini sehat dan agresif. Sorotan matanya tajam,” ucap Suharyono. Saat ini, Atan Bintang berada di dalam kandang untuk dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Yayasan Arsari di Sumatera Barat.

“Alhamdulilah, sudah berhasil kami evakuasi yang memakan waktu cukup lama. Ini berkat kerja tim dan bantuan aparat keamanan setempat,” ujarnya.

Sebelumnya, seekor harimau Sumatera terjebak di kolong ruko pasar di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Riau, Rabu (14/11/2018). Harimau tersebut sempat main-main di sela ruko dan menjadi tontonan warga setempat.

Sehari setelah itu, harimau terjebak ke kolong dan tidak bisa keluar. Warga bersama kepolisian dan TNI memasang jaring di kolong tersebut. Kemudian, petugas BBKSDA Riau melakukan pembiusan di lokasi. Pada bius pertama, harimau pingsan. Namun, tidak bisa dievakuasi karena petugas sulit masuk kolong ruko.

Harimau baru bisa dievakuasi pada hari keempat. Petugas terpaksa menjebol dinding dan lantai ruko untuk membawa harimau keluar.