Giat Crime Pressing Mobile, Polres Inhil Berikan Peringatan Kepada Pelaku Pelanggar Hukum

Tembilahan, detikriau.org – Kepolisian resort Inhil lakukan kegiatan Crime Pressing Mobile yang ditujukan untuk menekan tindak kejahatan dengan melaksanakan patroli dibeberapa tempat hiburan dan keramaian.

Hasil kegiatan ditemukan beberapa kasus diantaranya, ditemukan sekelompok pemuda yang tengah asyik mengkonsumsi minuman  tradisional berupa Tuak. Disalah satu Cafe petugas menemukan beberapa pengunjung dewasa yang sedang minum-minum, disebuah kamar karaoke ditemukan seorang remaja yang masih berstatus pelajar, dan disalah sebuah wisma petugas juga berhasil menemukan pasangan remaja yang tidak berstatus suami-istri.

“Anggota memberikan teguran keras dan juga peringatan kepada warga yang ditemukan melakukan pelanggaran tersebut, selanjutnya mereka juga akan diberikan sanksi hukum jika mengulanginya kembali”, Ujar Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing SIK, ahad (13/1/2019)

Kasubag Humas Polres Inhil AKP Syafri Joni SE menerangkan bahwa kegiatan Patroli oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Inhil tersebut dilaksanakan atas Perintah Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Indra Lamhot Sihombing SIK.

Selanjutnya setelah memberikan AAP (atensi arahan pimpinan) yang jelas dan terarah, Kasat Reskrim memerintahkan Kanit PPA Sat Reskrim IPDA Delni Atma Saputra, SH bersama 8 orang anggotanya untuk melaksanakan Patroli dibeberapa lokasi dengan sasaran anak-anak dibawah umur, Curanmor, Begal, Lundup termasuk pelanggaran dan bahkan tindak pidana narkotika yang mungkin saja ditemukan saat melakukan patroli tersebut.

Laporan: Amrul




Kapolres Inhil Laksanakan Olahraga Bersama di Gor Badminton Jalan Sederhana

Detikriau.org – Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P Sik MH lakukan olahraga bersama di Gor Badminton Jalan Sederhana, Kec. Tembilahan Hulu, jum’at (11/1/2019)

Kegiatan saat itu juga diikuti oleh Kasat Intelkam, AKP. FERDINAN SUMARDI, S.H, M.H, Kasat Reskrim, AKP. INDRA L. SIHOMBING, S.I.K, Kasat Lantas AKP ANINDHITA RIZAL, S.H, SIK, Kasat Narkoba AKP BACHTIAR, S.H, Kasat Binmas AKP ALAKDIN NAPITUPULU serta Para Kasi dan Perwira Jajaran Polres Inhil.

Kegiatan ini menurut Kapolres merupakan agenda rutin selepas melaksanakan tugas keseharian dikantor sekaligus upaya untuk tetap menjaga sinergitas dengan instansi lain dan menjalin tali silaturahmi bersama masyarakat wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Reporter: Am




KPU Inhil Buka Pendaftaran Relawan Demokrasi. Berikut Persyaratannya

Tembilahan, detikriau.org – KPU Kabupaten Indragiri Hilir buka pendaftaran Relawan Demokrasi untuk Pemilu 2019. Pendaftaran dibuka tangal 10 hingga 13 Januari 2019.

Melalui surat bernomor : 12/PP.08-PU/1404/KPU-Kab/I/2019, KPU mensyaratkan, diantaranya calon relawan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 17 tahun, pendidikan minimal SLTA sederajat, tidak menjadi anggota parpol, serta tidak pernah terlibat tindak pidana.

Seleksi administrasi bagi pendaftar akan dilaksanakan pada 14 januari 2019 dan seleksi wawancara pada 15 januari 2019.

“Seluruh berkas pendaftaran diserahkan ke kantor KPU Inhil.” Ujar Kasubag Humas dan Teknis KPU Inhil Rianty Subina kepada detikriau.org melalui sambungan telepon, Jumat (11/1/2019)

Untuk sekedar diberitahukan, sebagai mitra KPU, relawan Demokrasi nantinya akan berperan menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis kabupaten/kota. Melalui program relawan demokrasi diharapkan akan mampu menumbuhkan kembali kesadaran politik terhadap pentingnya pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

reporter: Am

 

 




Info Pemadaman Listrik PLN ULP Tembilahan Hari ini

Detikriau.org – Sehubungan dengan adanya kerusakan pada tiang express PLTD parit4 – PLTU parit23 ( tumbang ) maka kami akan melakukan pekerjaan emergency untuk melakukan perbaikan pada jaringan tersebut.

Pemadaman dijawalkan sejak pukul 11.30 – 14.00 wib. Selasa 9 januari 2019.

Adapun daerah yang berdampak padam adalah: Jl Telaga biru (sebagian),Jl sabilal,Jl bersama,Jl Batang Tuaka (sebagian)

Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
Mohon do’a dan dukungannya agar petugas bekerja dengan aman dan selamat.

Hormat kami
PLN ULP TEMBILAHAN




Tindak Lanjuti Dugaan Malapraktik di UPT Puskesmas Tembilahan Hulu, Dinkes Inhil Bentuk Tim Pencari Fakta

“Puskesman Tembilahan Hulu adalah Puskesmas terbaik se Inhil. Kepala puskesmasnya terkenal paling tegas. Namun dengan Kepala Puskesmas yang memiliki kedisiplinan tinggi ini saja saya akui pelayanan kita masih ada celah minusnya.” 

Tembilahan, detikriau.org – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir segera membentuk Tim Pencari Fakta terkait adanya dugaan malapraktik di Puskesmas Tembilahan Hulu.

Pembentukan Tim pengumpulan informasi atas dugaan kelalaian dalam standar professional pelayanan kesehatan ini dijanjikan oleh Kepala Dinkes Inhil Zainal Arifin menjawab desakan masa aksi GMNI dan HMI dalam seruan aksi yang dinamai Revolusi Pelayanan Kesehatan Rakyat di Aula Wijaya Kesuma Dinkes Inhil, Senin (7/1/2019)

“kita akan bentuk Tim Pencari Fakta untuk menyelidiki secara detil teknis medis terkait pelayanan di Puskesmas Tembilahan Hulu.” Sampaikan Arifin yang saat itu didampingi sejumlah pejabat di Dinskes Inhil.

JIka nantinya memang ditemui adanya kesalahan, Arifin berjanji akan mengambil sikap tegas.”Kalau memang mengharuskan pemberian sanksi, tentunya secara prosedur akan kita lakukan,” ditambahkannya.

Sebelum kedatangan massa aksi hari ini menurut Arifin pihaknya sudah menerima sejumlah penjelasan dari Kepala Puskesmas Tembilahan Hulu dalam agenda rapat khusus terkait adanya dugaan malapraktik ini, termasuk esok harinya kembali melakukan rapat dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Inhil, Firman untuk menelaah jenis dan dosis obat yang diberikan kepada pasien yang diduga salah prosedur.

Hasil pengumpulan informasi sementara dari beberapa kali pertemuan itu dikatakan Arifin dijadikan sebagai informasi awal bagi pihaknya untuk kembali melakukan kajian secara lebih terperinci yang akan dilaukan oleh tim khusus terkait hal itu.

“Besok tim itu akan kita turunkan langsung. Kemudian hasilnya akan kembali kita rapatkan dengan IDI. Jika memang terbukti ada kesalahan, pasti akan kita tegaskan,” Tekankan Arifin.

Dinilai Arifin, apa yang disampaikan massa aksi hari ini diyakininya bentuk akumulasi atas sejumlah kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Inhil.

Ia juga mengaku, disamping dugaan malapraktik kali ini, sejumlah keluhan pasien akan adanya petugas medis yang “bermuka masam” termasuk mengenakan masker saat memberikan pelayanan kesehatan sudah beberapa kali didengarnya.

“Puskesman Tembilahan Hulu adalah Puskesmas terbaik dan bahkan kepala puskesmasnya terkenal paling tegas se inhil. Namun dengan Kepala Puskesmas yang memiliki kedisiplinan tinggi ini saja saya akui pelayanan kita masih ada celah minusnya. Tapi pada intinya kejadian ini akan jadi momen awal kita untuk lakukan perbaikan. Tidak hanya di Puskesmas Tembilahan Hulu tapi termasuk seluruh Puskesmas lainnya di Inhil,” pertegas Arifin

Saat ini kata Arifin juga, lebih dari 50 persen petugas medis diisi oleh tenaga honorer. Jika hal ini tidak dilakukan, mungkin saja menurutnya akan banyak pelayanan kesehatan yang tidak bisa dijalankan dan terpaksa harus tutup.

Ketersediaan tenaga medis di Inhil dipastikannya sangat mencukupi tetapi mungkin menurutnya dana pemerintah yang terbatas untuk mengangkat tenaga honorer sebagai PNS.

“Sekali lagi, ini momen intropeksi bagi kami utk lakukan reformasi pelayanan kesehatan kedepannya agar lebih baik lagi,” ujarnya

Arifin juga tidak menampik kemungkinan adanya upaya mediasi yang dicoba dilakukan pihak UPT Puskesmas Tembilahan Hulu menyikapi hal ini. Namun yang penting menurutnya jika memang ada kesalahan akui itu sebuah kesalahan.

“Mediasi sesuatu hal yang wajar agar suatu persoalan bisa segera ditemukan solusi dan tidak berlarut-larut. Tapi perlu dicatat, mediasi bukan untuk menutupi kesalahan.” Akhirinya.

Laporan: Ari Permana      Editor: faisal




Pelayanan Kesehatan Dinilai Buruk, GMNI dan HMI Gelar Unjuk Rasa di Dinkes Inhil.

 

Tembilahan, detikriau.org – Puluhan massa aksi menuntut Dinas Kesehatan Inhil untuk melakukan reformasi terhadap pelayanan kesehatan rakyat.

Tuntutan ini disampaikan dalam aksi unjuk rasa damai oleh gabungan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Inhil di Kantor Dinas Kesehatan di Tembilahan, senin (7/1/2019)

Kedatangan masa aksi sekira pukul 10.44 Wib di kantor Dinkes Inhil dikawal sejumlah petugas pengamanan dari Polres Inhil.

Tuntutan disampaikan orator massa melalui pengeras suara dipintu masuk gerbang kantor Dinkes. Sejumlah kalimat kritikan juga disertakan dalam bentuk tulisan diatas sejumlah kertas karton.

Pekik orator aksi taklama berselang mereda setelah pihak Dinas Kesehatan mempersilahkan massa aksi untuk melakukan dialog di Aula Wijaya Kesuma Dinkes Inhil.

Hadir saat itu Kepala Dinkes Inhil Zainal Arifin, Sekretaris Dinkes, Rahmi, Kabid Pelayanan Kesehatan Matzen serta sejumlah pejabat Dinkes lainnya.

Perwakilan massa aksi yang berasal dari dua Universitas di Inhil, UNISI dan STAI Auliaurasyidin megaku aksi yang mereka lakukan saat ini sebagai bentuk kritik langsung atas buruknya penilaian mereka akan pelayanan kesehatan di Inhil.

Catatan buruknya pelayanan kesehatan menurut perwakilan massa, Indra dan Agung Prayogi disampaikannya dalam bentuk “kasus” yang menurut mereka terjadi di Puskesmas Tembilahan Hulu.

Berdasarkan informasi yang kata Indra dan Yogi diterima dari salah seorang pasien keluarga Najamudin, diduga telah terjadinya kelalaian prosedur. Diagnosa awal yang harusnya dilakukan terhadap pasien dikesampingkan sehingga berakibat terjadinya kesalahan pemberian obat dan dosis kepada pasien.

Dugaan terjadinya malapraktik ini dikatakan mereka diketahui setelah pasien mendapatkan tindakan medis di UPT Puskesmas Gadjah Mada Tembilahan.

“Kami memiliki bukti otentitik. Pemberian pelayanan kesehatan kami nilai ngawur dan sangat tidak professional. Buktinya, golongan darah pasien saja salah apalagi penyakitnya, akibatnya obat dan dosis yang diberikan pada pasien tentu juga tidak benar,” sampaikan mereka

Tidak hanya sebatas itu, setelah diyakini adanya dugaan malapraktik, mereka menyebut pihak UPT Puskesmas Tembilahan melakukan upaya untuk meredam agar kasus ini tidak diperpanjang.

“Ini sangat kami sayangkan, UPT Puskesmas Tembilahan Hulu merupakan UPT terbaik di Inhil tapi ternyata pelayanan sangat mengecewakan,” kata mereka lagi.

Dalam pertemua itu, massa aksi menyampaikan tiga tuntutan utama yakni menuntut Dinkes Inhil untuk memberhentikan tenaga medis yang tidak professional, memperbaiki layanan kesehatan rakyat, serta menerapkan kontroling oleh pemerintah daerah terhadap pelayanan di UPT di seluruh Kecamatan di Inhil.

“yang jelas kami menuntut tindakan tegas atas dugaan malapraktik di UPT Pusekesmas Tembilahan Hulu. Dalam 15 hari jika tidak ada kejelasan, kami akan bawa persoalan ini melalui ranah hukum,” Ancam massa aksi mengakhiri.

Laporan: Ari Permana     Editor: Faisal