Pencuri Gitar dan Gas LPG di Tembilahan Ditangkap

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang pelaku pencurian sebuah alat musik gitar berhasil diamankan pihak kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil), Jum’at (8/7/2022) dinihari.

Pelaku inisial A (21) ini juga mengaku mencuri gas elpiji diberbagai TKP daerah Tembilahan, diantaranya, Jalan H. Said, Jalan Sungai Beringin, Jalan M Boya dan Jalan Sederhana.

Pencurian dengan pemberatan ini dipaparkan Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah terjadi pada Kamis ( 7/72022) malam, di sebuah cafe.

“Saat itu, korban mencari gitar yang sebelumnya berada di atas sofa, setelah tidak menemukan, Ia lalu mengecek CCTV, dari kamera pemantau itu diketahui ada seseorang yang masuk ke dalam Cafe dan mengambil gitar,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, korban sempat memposting rekaman CCTV tersebut ke akun Media Sosial, berharap pelaku dan gitarnya dapat ditemukan.

“Setelah Cafe tutup, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut. Korban mengalami kerugian kurang lebih Rp. 3.200.000,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan oleh Tim Resmob, pelaku pencurian diketahui berinisial A. Tak membuang-buang waktu, tim RESMOB menangkap pelaku.

“Selain gitar, dari interogasi inilah pelaku juga mengakui perbuatannya melakukan pencurian tabung gas elpiji di berbagai TKP yaitu diantaranya di Jalan H. Said, Sungai Beringin, M. Boya dan Sederhana,” papar AKP Amru.

Pelaku dan barang bukti dibawa ke MaPolres Inhil untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku dikenai pasal 363 KUHPidana dan terancam pidana maksimal 7 atau 9 tahun penjara,” imbuhnya. ***




‘Si Anak Parit’ Putra Gaung Raih Gelar Doktor Pertama

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Siapa sangka seorang putra kelahiran Gaung berjuluk ‘Si Anak Paret’ berhasil menempuh pendidikan Strata Tiga (S3) yang akan menyandang gelar Doktor.

Si Anak Parit itu ialah Dr. Irjus Indrawan, S. Pd.I,. M. Pd.I lahir di Paret Nibung, Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Si Anak Parit dari keluarga tidak mampu, namun berkat kegigihan dan doanya, ia berhasil menyelesaikan studi di UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi dengan biaya gratis.

“Alhamdulillah kuliah S3 secara gratis, karena 2018 berhasil lolos seleksi beasiswa yang diselenggarakan Kemenag RI dalam program 5000 Doktor,” kata Si Anak Parit itu, Senin (4/7).

Bukan hanya itu, diceritakan Irjus Indrawan, S1 dan S2 nya pun menggunakan uang sendiri hasil kerja sampingan di kota Pekanbaru. Mulai dari kerja tambal ban, cuci motor, ngamen, dan jadi stoker oplet.

“Sewaktu S1 dan S2 saye kuliah dengan biaya mandiri, karena orang tua ekonominya sulit, sehingga tidak cukup untuk biaya kuliah saye di Pekanbaru,”

“Dulu saye sering makan apa adanya, jauh dari kata 4 sehat 5 sempurna. Saye sambil kuliah sambil kerja, kerja serabutan, tambal ban, cuci motor, ngamen,”

“Selain ngamen, saye sering jadi stoker oplet untuk ke kampus. Dapat uang, juga gratis ke kampus Hehehe,” cerita si Anak Paret itu diiringi gelak tawa (menggambarkan rasa gembiranya).

Pada intinya, kata Anak Paret itu, jangan malu untuk bekerja selagi halal. Karena tujuan kita kuliah untuk merintis masa depan yang lebih baik dan membahagiakan orang tua bukan untuk kuliah bergaya.

Si Anak Parit itu saat ini mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar (dosen) di Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan.

Ia mengaku cerita perjalanan hidupnya dalam menempuh pendidikan ini hanya sebagai motivasi para generasi putra putri asal Kecamatan Gaung untuk optimis dalam menggapai cita-cita.

“Ini sebagai motivasi kepada adek-adek ku di Kecamatan Gaung. Raihlah mimpimu setinggi langit. Tidak ada yang tidak mungkin,” ungkapnya.

Pendidikan itu merupakan senjata paling ampuh untuk mendobrak kebodohan dan kemiskinan. Maka dari itu si Anak Paret bertekad mematahkan stigma negatif tentang anak parit atau anak kampung sulit mendapatkan pendidikan tinggi.

“Alhamdulillah saye mampu mematahkan pandangan negatif tentang anak paret sulit untuk sekolah tinggi. Anak paret adalah anak yang terkebelakangan akan pendidikan,” sebutnya.

“Jika ada niat, insyallah dari terbatas akan melewati batas,” kata Irjus yang merupakan putra dari Bapak Jasman (Alm) dan ibu Salimah, memotivasi generasi asal Gaung.

Diceritakannya lagi, ia pernah berpikir tidak akan mampu mencapai jenjang pendidikan srata, karena keterbatasan ekonomi. Namun berkat dorongan dan doa orang tuan, si Anak Paret berhasil meraih S3 nya.

“Dulu saye tidak pernah terpikirkan akan mampu mencapai jenjang srata pendidikan tertinggi ini, karena kondisi ekonomi orang tua, dan susahnya akses pendidikan pada waktu itu,” bebernya.

Namun semangat dan dorongan itu, Ia dapat sekolah tinggi paling tidak dapat melebihi pendidikan orangtuanya, karena orangtuanya hanya tamatan SR (SD). Sedangkan Abang kandungnya Jauhari, S. Pd. I., MM tamatan S2.

“Mudah mudahan keberhasilan saye ini mampu memberikan motivasi kepada khalayak ramai khususnya anak anak paret. Jangan takut untuk bermimpi besar, kalaupun kita jatuh, kita jatuhnya diantara para bintang,” sebutnya lagi.

Diakui Anak Parit, selain dorongan orang tuanya, Dr. H. Indra Muklis Adnan yang merupakan mantan bupati Inhil juga memberikan motivasi dan semangat. Sehingga si Anak Parit terpanggil untuk menyelesaikan pendidikannya.

“Walaupun beliau sudah tua, tapi semangat beliau untuk pendidikan sangat tinggi. Beliau banyak mendirikan lembaga pendidikan, beliau juga terus kuliah, sehingga saye merasa terpanggil untuk dapat gelar akademik seperti beliau juga. Alhamdulillah, akhirnya saye dapat juga gelar akademik (S3) seperti beliau,” tutupnya. (M.Dd)




Negara Luar Batasi Import Kelapa dan Turunannya, ini Dampaknya Bagi Perusahaan di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tak kunjung henti diterpa goncangan ekonomi terhadap perusahaan yang bergerak di pengolahan turunan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Setelah mampu melewati masa krisis ekonomi  akibat pandemi Covid-19, kini perusahan ternama (Sambu Grub) kembali dihadapkan dengan dampak yang cukup hebat dari krisis ekonomi global, hingga membuat perusahaan yang berusia 54 tahun itu mulai ‘goyang’.

Negara Luar Membatasi Import Kelapa dan Turunannya

Dilansir dari kontan.co.id, menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (15/06/2022), seperti yang diungkapkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Setianto mengatakan bahwa krisis pangan dan energi (karena perang antara Rusia dan Ukraina) yang terjadi telah memicu inflasi dan perlambatan ekonomi di beberapa negara.

“Kabar buruknya, kondisi krisis pangan dan energi ini berimbas kepada Indonesia. Sebab negara-negara yang mengalami kondisi itu merupakan mitra dagang Indonesia, yang merupakan negara tujuan ekspor produk kita,” tuturnya.

Hal ini berdampak menurunnya permintaan produk dari Indonesia. Tercatat oleh BPS, angka ekspor Indonesia bulan Mei 2022 menurun 21, 29% dibanding bulan April 2022. Salah satu yang terkena imbasnya adalah kelapa dan produk turunannya (santan, minyak goreng, minuman air kelapa, kelapa parut, dan sebagainya). 

Amerika, Tiongkok, Korea Selatan, India, Thailand dan Malaysia, menurut data Badan Karantina Kementerian Pertanian Indonesia (Maret 2022), merupakan negara tujuan ekspor kelapa dan produk turunannya. Negara-negara tersebut mengurangi impor karena sedang krisis ekonomi, secara otomatis berkontribusi  mengurangi ekspor produk kelapa Indonesia. 

Tidak seperti di Indonesia, produk-produk hasil olahan kelapa bukan merupakan bagian dari konsumsi esensial untuk konsumen negara-negara tujuan ekspor tersebut. Negara terdampak krisis ekonomi akan mengurangi konsumsi produk esensial, dengan demikian produk olahan kelapa akan menjadi satu kelompok produk untuk dikurangi jumlah importasinya.

Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Rudy Handiwidjaja, Indonesia harus waspada mencermati krisis ekonomi global ini. 

“Sebagian negara tujuan ekspor Indonesia untuk kelapa dan produk turunannya sudah mengurangi permintaan. Karena kondisi ekonomi negara mereka yang dilanda krisis ekonomi dan lesunya pasar. Dan ini  berdampak pada industri kelapa Indonesia,” ujar Rudy dalam keterangannya, Selasa (28/6). 

Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Industri Kelapa Sambu Group

Atas hal itu, Sambu Group saat ini tengah  mengalami goncangan nyata dan cukup hebat atas dampak krisis ekonomi tersebut.

“Produk olahan kelapa seperti santan, olahan air kelapa dan lainnya juga mengalami penurunan pada permintaan pasar, baik pasar dalam negeri maupun ekspor. Hal itu merupakan dampak dari krisis ekonomi global” ungkap A Ginting kepada Arbindonesia.com, Rabu (29/6/2022).

“Tentunya ini juga berdampak pada banyaknya jumlah stok produk yang tidak terjual,” tambahnya.

Selain itu, beberapa negara yang selama ini membeli kelapa dari Indonesia termasuk dari Indragiri Hilir sudah mengurangi pembeliannya, bahkan ada yang menghentikan pembelian kelapa bulat. Hal ini berdampak sebagian besar penjualan kelapa bertumpu ke Sambu Group.

Industri kelapa akan mengupayakan secara maksimal membeli kelapa dari petani, sesuai daya dan kemampuan yang dimiliki. Namun hal ini juga ada batasnya.

“Jadi harus ada solusi bersama dari seluruh stakeholder kelapa. Tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada industri kelapa yang saat ini juga mengalami kesulitan”, imbuh A Ginting.

Kami juga sadar bahwa harga kelapa yang rendah berdampak pada rendahnya biaya yang dialokasikan untuk pemeliharaan kebun. Hal ini dalam jangka panjang akan mengancam ketersediaan bahan baku untuk industri.

“Jadi kita berharap kondisi ekonomi segera membaik demi kebaikan bersama,” tutupnya. (ARBAIN)




Sambu Grub : Kalau Ada Harga Rp 1.500 Perkilo Itu Harga Pembeli Lain, Bukan Sambu

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –  Ternyata harga beli buah kelapa di perusahan ‘raksasa’ (PT. Pulau Sambu) masih tergolong stabil ditengah maraknya kabar penurunan harga buah kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Hal tersebut diketahui ketika awak media arbindonesia.com melakukan konfirmasi terhadap pihak perusahaan Sambu Grub.

“Saat ini harga kelapa bulat (KB) licin pada pancang di daerah Tembilahan masih Rp 2.300 per kilogramnya atau Rp 2.280 perkilo setelah di potong upah bongkar,” ungkap A Ginting, Humas Sambu Group, Rabu (29/6/2022).

“Kalau kelapa jambul masih di harga Rp 2.000 perkilogramnya,” tambahnya.

Lanjutnya, mengenai harga beli buah kelapa  dengan harga 1.500 perkilogram, A Ginting menyatakan bahwa harga tersebut bukan harga dari Sambu Grub melainkan harga dari pembeli lain.

“Kalau ada info Rp 1.500 per kilo itu harga pembeli lain, bukan Sambu,” tegas A Ginting.

Selian itu, A Ginting juga menjelaskan mengenai pembatasan pembelian buah kelapa milik petani pada masing-masing pancang Sambu tersebut dilakukan untuk lebih mengatur kedatangan buah kelapa ke pabrik.

“Untuk itu mulai Minggu lalu kita berlakukan kuota terima di pancang dengan jumlah yg bervariasi sesuai dengan rata-rata terima selama ini,” tuturnya.

“Tujuannya agar pancang bisa menyerap relasi lokal dan agar petani juga bisa mengatur jarak panen buah kelapa mereka,” tambah Humas Sambu Grub.

Dengan demikian kata A Ginting, buah kelapa tidak terlalu menumpuk di pancang dan tidak juga menumpuk di pabrik. Jika hal itu terjadi, dikhawatirkan mengurangi kwalitas kelapa.

Lanjutnya, saat ini banyak relasi yang jual kelapa ke pancang sambu, karena pembeli lain juga membatasi pembelian kelapa (seperti pembeli yang mengirim langsung ke Malaysia, Batam, Lobam, Jawa, Medan, dan lainnya). Hal itu ditandai dengan tidak adanya kapal pembeli tersebut, dan juga harga pembeliannya juga sangat rendah.

“Dari persoalan tersebut, sehingga penjualan kelapa membanjiri disetiap pancang sambu,” ungkapnya.

Saat ini kata Humas Sambu, antrian di pabrik saja mencapai puluhan juta kelapa tidak dapat terbongkar cepat karena gudang penyimpanan penuh.

“Maka pengaturan kuota di pancang lebih kepada masalah tehnis untuk mencegah penumpukan kelapa dan mengurangi resiko penurunan kwalitas yang juga bisa merugikan semua pihak,” terangnya. (Arbain)




Tak Hanya Harga Turun, Petani di Inhil Juga Kesulitan Menjual Kelapa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tidak hanya harga jual kelapa yang mengalami penurunan, sebagaian petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga kesulitan untuk menjual hasil perkebunannya.

Hal tersebut dikarenakan perusahaan ‘raksasa’ PT Sambu Grub yang ada di negeri hamparan kelapa dunia ini juga dikabarkan membatasi kuota pembelian.

Kebijakan pembatasan kuota pembongkaran itu membuat masyarakat petani mengeluh karena kesulitan menjual buah kelapanya.

Menurut penuturan seorang petani, Mifprapul Musadikin, saat ini masyarakat hanya bisa membongkar kurang lebih 40 ton di setiap pancang.

“Setiap pancang masing-masing kecamatan, pembongkaran perharinya kurang lebih 40 ton saja,” sebut Mifprapul, Selasa (28/6).

Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat petani untuk menjual kelapanya, sedangkan kelapa yang datang bisa mencapai 100 ton perharinya.

“Kondisi seperti ini sudah hampir berjalan selama beberapa bulanan ini,” terangnya.

Hal ini membuat para petani dan pengepul banyak mengeluh karena harus mengantri 3 hari sampai 4 hari di pompong agar buah kelapa bisa dibongkar.

Bahkan hari Sabtu dan Minggu petani tidak bisa membongkar buah kelapa mereka. Akhirnya kualitas kelapa pun semakin memburuk yang harga jualnya bisa semakin jatuh.

“Kami sebagai petani merasa dengan kebijakan yang ada sekarang ini membuat kami kesulitan untuk panen kelapa,” sambungnya.

Mifprapul berharap kepada Pemerintah Inhil agar hal ini bisa diminimalisir atau di komunikasikan kepada pihak perusahaan untuk mencarikan solusinya.

“Saya harap pemerintah harus memberikan perhatian terhadap perkelapaan di Inhil ini,” sebutnya.

Bukanya hanya pemerintah, Mifprapul juga meminta kepada organisasi-organisasi agar mendiskusikan ini untuk mencarikan jalan keluar demi kesejahteraan petani.

“Tolonglah kepada para asosiasi perkelapaan untuk mencarikan solusinya juga. Hari ini petani menjerit,” tutupnya.

Untuk diketahui, sesuai informasi yang awak media dapat, harga kelapa bulat bervariasi sesuai dengan keinginan pengepul. Saat ini untuk perkilogram Rp Rp1.500.

Bulan lalu kelapa bulat Rp2.300 perkilogram, saat ini sudah turun Rp1.500,” ungkap Madi salah seorang petani, Senin (27/6).

Hingga berita ini disiarkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak perusahaan mengenai hal tersebut. (M.Dd)

Editor : Arbain




Bupati Inhil Buka Kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan SIAP di Yogyakarta

ARB INdonesia, Yogyakarta – Bupati Inhil HM Wardan membuka secara langsung Bimbingan Teknis Penyusunan Standar dan Instrumen Akreditasi Puskesmas (SIAP) Versi 2020, Senin Malam (27/06/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Rich Jogja ini Turut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Direktur PT.Bali Cerdas Indonesia Lilik Astuti Serta beberapa narasumber yang akan mengisi pembekalan pada acara tersebut.

6e3efe4af3d6d1dcc5d1a1cf1ac08245

Bimtek dilaksanakan selama empat hari ini diikuti oleh 94 peserta yang berasal dari 30 Puskesmas yang ada Dikabupaten Indragiri hilir yang meliputi pejabat eselon, Sub koordinator, kepala UPT dan staf Puskesmas.

Pembukaan Bimbingan Teknis Diawali dengan Penyematan tanda peserta bimtek oleh Bupati Inhil kepada perwakilan perseta.

b06d409703e54a7588273c6013a3058a

Pada Sambutannya Bupati Inhil HM WARDAN menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DI Yogyakarta, PT.Bali Cerdas Indonesia serta Nara sumber yang telah memberi sumbangsih dalam kegiatan bimtek tersebut.

8e16f21aec5e41425d24fc408ff37f00

Pada kesempatan itu juga Bupati Inhil HM WARDAN mengenalkan potensi serta keadaan Geografis Kabupaten Indragiri Hilir yang dikenal dengan negeri seribu parit hamparan kelapa dunia.

IMG_20220628_101542

” Saya mengharapkan setelah menjalani Bimtek ini ada laporan dan inovasi yang dibawa untuk peningkatan kemajuan pelayanan Puskesmas di Kabupaten Indragiri hilir, untuk instansi terkait saya juga mengharapkan agar dapat melakukan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harap Bupati Inhil HM WARDAN. (Galeri Foto)