ABK KM M Bizi 01 ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Kelurahan Sungai Empat

GAS, detikriau.org – Muhammad Fitri Alias Dodi Bin Jailani (17) ditemukan dalam kondisi tak lagi bernyawa sekira pukul 14.15 Wib diperairan Kelurahan Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir, sabtu (14/7/2018).

Anak Buah Kapal (ABK) KM M Bizi 01 warga Parit Veteran Dusun Rambaian Desa Rambaian Kec GAS itu sebelumnya sekira pukul 08.30 Wib diketahui sedang berupaya membersihkan sampah yang menyangkut dibaling-baling Kapal Motor.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P Sik MH melalui Perwira Humas Ipda Heriman Putra, kronologis bermula saat KM M Bizi 01 yang dinakhodai Arifin berangkat dari Pelabuhan Sungai Empat menuju ke Desa Rambaian. Setelah KM bergerak sekira 500 meter, baling-baling KM tersangkut sampah, kemudian Korban bersama nakhoda terjun ke sungai untuk membersihkan sampah yang tersangkut. Setelah merasa bersih, keduanya kembali naik keatas KM.

Namun ternyata saat kembali akan berlayar, ternyata baling-baling masih belum bersih dari sampah. Kemudian nakhoda menambatkan KM ke batang pohon rumbia dipinggiran sungai, tetapi tanpa sepengetahuan nakhoda dan ABK lain, korban kembali terjun kesungai.

Setelah mengetahui korban terjun dan tidak kunjung muncul kepermukaan air, nakhoda dan ABK lainnya berupaya melakukan pencarian namun tak membuahkan hasil. Selanjutnya bersama masyarakat sekitar pencarian kembali dilakukan dan akhirnya korban baru berhasil ditemukan setelah hampir 6 jam setelah diketahui hilang.

““korban baru berhasil ditemukan sekira pukul 14.15 Wib tapi sudah dalam kondisi tak lagi bernyawa,” Akhiri Ipda Heriman Putra./ Am




Tergencet Ponton, Satu Nelayan di Gaung Meninggal Dunia, Satu Kritis

Gaung, detikriau.org – Dua orang nelayan di Desa Belantaraya Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir alami nasib naas tergencet ponton, Bintan Masindo III dan Comfor Marino 2102. Akibat kejadian tragis ini, seorang nelayan, syahrul gunawan tewas di TKP dan rekannya Hermanto kritis.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P Sik MH melalui Kapolsek Gaung Iptu Walsum, peristiwa naas itu terjadi sekira pukul 11.45 Wib, kamis (12/7/2018).

Saat itu kedua korban sedang sedang mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap sondong menggunakan sampan dayung di Dermaga PT BDL, Desa Belantaraya. Dimana posisi korban berada di antara kedua ponton yang sedang sandar tambat di dermaga. Namun naas, saat air mulai pasang, kedua badan ponton saling merapat dan menyebabkan perahu yang ditumpangi korban tergencet dan seketika hancur berkeping-keping.

“korban syahrul gunawan tewas di TKP sedangkan rekannya Hermanto kritis dan terpaksa dirujuk ke klinik 3M di Tembilahan,” Sampaikan Kapolsek./ Am




Perangkat Desa Kecamatan Gaung Ikuti Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial

Gaung, detikriau.org — Sejumlah Perangkat Desa Kecamatan Gaung mengikuti Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial, Rabu (11/7/2018).

Menurut Yandri, perangkat desa Simpang Gaung, kegiatan sosialisasi tersebut telah memberikan banyak manfaat bagi Dirinya, terutama dalam memahami tentang hal – hal seputar perhutanan sosial.

“Kami mendapatkan ilmu dari kegiatan sosialisasi ini. Kami tahu apa yang dimaksud dengan perhutanan sosial,” ungkap Yandri.

Yandri berjanji, akan menyalurkan ilmu  pengetahuan serta pengalaman yang diperolehnya dari kegiatan sosialisasi tersebut kepada segenap masyarakat Desa Simpang Gaung.

“Ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan hari ini akan saya informasikan kepada masyarakat. Ya, paling tidak masyarakat yang berada di sekitar Saya,” pungkas Yandri.

Untuk diketahui, terdapat 5 Desa di Kecamatan Gaung yang memperoleh ilmu dan pengetahuan dari penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial ini.

Kedepan, Lili, salah satu perangkat desa yang turut menjadi peserta berharap, agar sosialisasi tidak hanya dilaksanakan bagi 5 Desa di Kecamatan Gaung saja, melainkan dapat diperluas ke Desa – Desa lainnya di Kabupaten Inhil.

“Dalam prosesnya, Saya juga mengharapkan, baik pria maupun wanita peserta sosialisasi dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan yang berimbang dari kegiatan ini,” tukas Lili.

*Perhutanan Sosial*

Sebagaimana diketahui, Perhutanan Sosial merupakan sebuah program nasional yang bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan ekonomi melalui tiga pilar, yaitu: lahan, kesempatan usaha dan sumberdaya manusia.

Perhutanan Sosial juga menjadi benda legal bagi masyarakat disekitar kawasan hutan untuk mengelola kawasan hutan negara. Program Perhutanan Sosial sendiri telah mulai didengungkan sejak tahun 1999.

Akses legal pengelolaan kawasan hutan ini, dibuat dalam lima skema pengelolaan, yaitu Skema Hutan Desa (HD) hutan negara yang hak pengelolaannya diberikan kepada lembaga desa untuk kesejahteraan desa. Hutan Kemasyarakatan (HKm), yaitu hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat.

Hutan Tanaman Rakyat (HTR/IPHPS) sendiri adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalm rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan. Hutan Adat (HA), dimana hutan ini adalah hutan yang berada di dalam wilayah masyarakat hutan adat.

Skema terakhir adalah Kemitraan Kehutanan, dimana adanya kerjasama antara masyarakat setempat dengan pengelola hutan, pemegang Izin Usaha Pemanfaatan (IUP) hutan, jasa hutan, izin pinjam pakai kawasan hutan atau pemegang izin usaha industri primer hasil hutan.

Menurut pengakuan Syamsul, Kepala Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, pada sejumlah Desa di Kecamatan Gaung, terdapat beberapa hektare kawasan hutan yang berstatus ditinggalkan oleh pengelola hutan atau pemegang izin usaha pemanfaatan hutan sejak tahun 2006.

Maka itu, diungkapkan Syamsul, demi menghindari adanya lahan yang ‘nganggur’, masyarakat sekitar kawasan hutan pun berinisiatif untuk merambah kawasan hutan yang ditinggalkan oleh pemegang IUP Hutan tersebut.

“Kawasan hutan yang kembali dikelola masyarakat ini, dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan. Hasil – hasil hutan juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” jelas Syamsul.

Pemanfaatan kawasan hutan sebagai lahan perkebunan oleh masyarakat ini, dikatakan Syamsul sudah mencapai 40 persen dari total luas kepemilikan lahan perkebunan di Desa Simpang Gaung.

Melalui program perhutanan sosial, Syamsul berharap, solusi terkait legalitas kepemilikan lahan ini dapat ditemukan dengan adanya pola kemitraan antara masyarakat dengan perusahaan pemegang IUP Hutan yang sah di ‘mata’ hukum.

“Ketika perusahaan pemegang IUP Hutan kembali untuk memanfaatkan kawasan hutan yang telah dipegang izinnya, maka masyarakat yang menggarap kawasan tersebut sejak beberapa tahun lalu dapat menjalin kemitraan dan tidak mengalami kerugian serta menghilangkan potensi munculnya konflik,” tandas Syamsul./Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)/rls




“Tepung Tawar” JCH Asal Desa Batang Tumu, Syamsuddin Uti Pesankan untuk Selalu Jaga Kesehatan

Mandah, detikriau.org – Jamaah calon haji diimbau untuk selalu menjaga kesehatan, baik sebelum keberangkatan maupun saat berada di tanah suci Mekkah Al – Mukarromah.

Imbauan ini disampaikan oleh Tokoh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Syamsuddin Uti dalam sambutannya pada acara “tepung tawar” di kantin los pasar desa Batang Tumu Kecamatan Mandah, senin (9/7/2018).

“Saya juga berharap, saudara – saudara di tanah suci nanti jangan sombong, jangan bertengkar dan senantiasa menjaga kesehatan,” pesankan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Inhil periode 2018 – 2023 ini.

Kepada JCH, H Syamsuddin Uti juga mengimbau agar dapat mengelola waktu dan kegiatan sebaik mungkin saat menunaikan ibadah haji. Hal ini menurutnya sangat penting, terlebih ketika rangkaian ibadah haji dilaksanakan.

“Dengan kesehatan yang terjaga dan mental yang prima, rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan baik sampai pada puncaknya secara tertib,” ujar H Syamsuddin Uti.

“Saya ucapkan selamat jalan kepada rombongan jamaah, dan semoga nantinya bisa kembali lagi ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” tandas H Syamsudin Uti.

Sementara itu Camat Mandah H. Junaidi, S. Sos, M.Si menerangkan bahwa acara tepung tawar ini adalah budaya turun temurun yang dilaksanakan oleh masyakat mandah khususnya kabupaten indragiri hilir pada umumnya.

Camat mengimbau agar kegiatan tepung tawar untuk calon jamaah haji ini tetap dilaksanakan karena kegiatan ini sedikit banyaknya mengajak masyarakat yang mampu untuk melaksanakan Rukun islam Ke lima.

“semoga Calon jamaah haji yg ditepung tawari hari ini selalu dalam keadaan sehat dan selamat pergi dan pulang mendapat haji yang mabrur,” Panjat doa Camat.

Untuk diketahui, calon jemaah haji yang berasal dari Desa Batang Tumu adalah sebanyak 11 orang dari total 30 orang calon jemaah haji yang berasal dari kecamatan Mandah yang rencananya akan diberangkatkan pada minggu ke – 4 bulan Juli 2018 nanti./ rul




Masyarakat Bekawan Terima Bantuan dari NGO Prancis

Bekawan, detikriau.org — Masyarakat Desa Bekawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau mendapatkan bantuan dari Non Government Organisatio (NGO) Objektif Monde, Prancis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Camat Mandah, Junaidi kepada awak media, Minggu (1/7/2018) malam.

“Alhamdulillah, kami tadi siang mengadakan pertemuan dengan dua orang warga Prancis Francine Abbry dan Soler Annie,” kata Jhon.

Dia juga mengatakan bahwa pertemuan yang didampingi Kades Bekawan, Ganda Putra disalah satu hotel di Tembilahan ini untuk membahas bantuan-bantuan yang akan Organisasi Non Goverment, Objektif Monde berikan kepada masyarakat.

“Nantinya mereka akan menyerahkan pakaian lengkap anak-anak sekolah 50 stel, papan menongkah (untuk mencari kerang, red) 50 unit dan jaring sebanyak 60 pis,” tutur Ketua Komunitas Pencinta Sedekah Inhil (KPSI) ini.

Selain itu, pria yang akrab disapa Jhon Inhil mengungkapkan tujuan bantuan seragam sekolah tersebut agar masyarakat Suku Duanu terbantu khususnya dalam dunia pendidikan.

Sedangkan untuk Papan Menongkah dan jaring bertujuan untuk meningkatkan mata pencarian sebagai nelayan.

“Dengan bantuan tersebut akan berdampak meningkatnya tarap hidup masyarakat khususnya Suku Duanu di Desa Bekawan dan umumnya masyarakat KecMatan Mandah,” ujarnya.

Terakhir, pria yang akrab disapa Jhon Inhil ini menuturkan bahwa bantuan tersebut akan diserahkan secara langsung kepada masyarakat pada Rabu ( 4/7/2018) mendatang./rls




Diduga Bunuh Diri, Pelajar di Pelangiran ditemukan “Menggantung”

Jasad korban saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis.

Pelangiran, detikriau.org – Imi (17), warga Kelurahan Pelangiran Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir ditemukan dalam kondisi tergantung didepan pintu kamar tidurnya, Jum’at (1/6/2017) sekira pukul 18.00 Wib kemaren.

Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Kuat dugaan, tewasnya pelajar ini disebabkan bunuh diri.

“Diperkirakan korban sudah meninggal dunia lebih kurang 3 Jam sebelum ditemukan dan diduga akibat bunuh diri, karena setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sperma korban keluar dan lidah dalam keadaan terjulur/tergigit.” Ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Perwira Humas Ipda Heriman Putra, sabtu (2/6/2018)

Diterangkan Paur Humas, penemuan jasad korban bermula saat saksi Asnawi alias Acil yang merupakan abang ipar korban bermaksud mencari korban ke rumah orang tuanya di TKP  dengan maksud untuk mengajaknya berbuka puasa dirumah saksi. Korban tinggal sendiri di rumah orang tuanya, karena orang tua korban bekerja di PT.BNS Desa Rotan Semelur.

Sesampainya di TKP, karena pintu dalam keadaan tertutup, Acil berusaha menggedor-gedor pintu rumah sambil memanggil-manggil nama korban, namun tidak ada jawaban. Karena penasaran, kemudian saksi mencoba melihat ke dalam rumah melalui ventilasi dan pemandanngan yang dilihatnya sungguh mengejutkan, korban sudah dalam keadaan tergantung di depan pintu kamarnya.

Menyaksikan hal mengejutkan ini, saksi langsung berteriak untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar.

“kemudian saksi juga melaporkan kepada pihak Kepolisian setempat.” Akhiri Paur Humas Polres Inhil, Ipda Heriman Putra./ Am