Ratusan Petasan Tanpa Ijin Diamankan Polsek Kateman

petasanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ratusan petasan berbagai merek berhasil diamankan oleh Jajaran Polsek Kateman dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Siak jelang bulan suci Ramadhan 1434.

Menurut Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si  melalui Kapolsek Kateman Kompol Hotasi Purba SH Rabu (10/7) menuturkan bahwa sesuai dengan intruksi Kapolres Inhil, tujuan digelarnya Operasi Pekat Siak ialah untuk memberikan rasa kenyamanan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan khususnya di Sungai Guntung Kecamatan Kateman

“Jangan sampai warga merasa resah dan terganggu pada saat menjalankan sholat terawih dengan adanya suara petasan, serta bahaya lain yang ditimbulkan seperti terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh mercon, makanya kita gelar Operasi Pekat ” kata Kompol Hotasi Purba SH.

Adapun dari hasil Operasi Pekat Siang yang sudah digelar di Sungai Guntung pada pekan ini, tim gabungan anggota Polsek Kateman berhasil mengamankan  ratusan petasan tanpa ijin, diduga dibawa dari Batam .

“Karena saat digeladah petugas ternyata penjual menyimpan petasan tanpa ijin, maka petasan kita amankan, lalu untuk pemilaknya harus membuat surat penyataan untuk tidak menjual kembali petasan serupa tanpa dokumen yang sah” tegas Kapolsek Kateman.

Kompol Hotasi Purba SH, juga menambahkan pihaknya akan terus melakukan Operasi Pekat Siak selama bulan suci Ramadhan di wilayahnya, termasuk melakukan razia di seluruh Hotel maupun Penginapan yang ada di Sungai Guntung, dan senjata tajam.

Dalam kesempatan ini, salah satu tokoh masayarakat Sungai Guntung H.Aziz (55) memberikan apresiasi dan mendukung atas kinerja Polsek Kateman, yang sudah melakukan Razia Pekat, khususnya memberantas petasan. Menurutnya suara petasan yang ditimbulkan sangat menganggu ketentraman menjalankan ibadah puasa.

‘Kita sangat mendukung langkah tepat Polsek Kateman, untuk melarang beredarnya petasan. Mengingat suara petasan sangat menganggu warga yang sedang berpuasa atau saat sholat terawih,”katanya.(dro/*e)




Bibir Sungai Desa Teluk Lanjut Rawan Abrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hutan mangrove (bakau) di Kabupaten Indragiri Hilir, kondisinya kini semakin mengkhawatirkan. Hal itu dikarenakan masih belum adanya upaya rehabilitasi yang dilakukan oleh Pemerintah secara maksimal, serta adanya ekploitasi yang dilakukan oleh warga atau perusahaan.

Akibat perihal tersebut diatas, akhirnya memberikan dampak negatif yang cukup signifikan, mulai dari rusaknya ekosistem mangrove dan fauna yang hidup di dalamnya, lebih-lebih lagi kerusakan mangrove tentunya makin mempercepat abrasi daratan untuk daerah pesisir.

Seperti dikatakan oleh Nurbaini (45) seorang pemerhati hutan warga Kecamatan Pelangiran mengungkapkan, makin cepatnya proses abrasi dikawasan tepi sungai seperti yang terjadi di perairan Mandah hingga menuju Desa Teluk Lanjut akibat hutan mangrove makin berkurang.

“Jika hutan mangrove terus di eksploitasi seperti sekarang ini, tanpa memikirkan pelestariannya, kedepan sudah barang tentu banyak daratan yang tenggelam oleh terjangan abrasi.”katanya.

Saat ini dikatakan Nurbaini bahwa untuk mangrove yang masih tersedia hampir di sepanjang bibir pantai dan sungai, paling hanya ada berkisar antara 30-50 meter. Sedangkan bagian dalamnya hampir semuanya sudah tidak ada lagi.

“Harusnya mulai dari sekarang harus ada upaya menyeluruh dari seluruh elemen, hal ini untuk menyelamatkan hutan mangrove. Kalau tidak, kedepan nanti jangan sampai kita menyesali buah dari perbuatan akibat pembalakan liar,”jelasnya.

Pantauan lapangan, kondisi hutan mangrove Inhil semakin hari semakin  sangat mengkawatirkan. Meski sudah ada upaya dari Dinas Kehutan untuk melakukan kegiatan reboisasi, namun jika tidak diperhatikan secara serius, bukan tidak mungkin nantinya akan terjadi abrasi terutama untuk kawasan yang ada di bibir sungai.(dro/*e)




FKPPIU Agendakan Pertemuan Dengan Seluruh Pasangan Balon Bupati

“pemekaran Inhil Utara dengan ibukotanya Sungai Guntung adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ini sudah menjadi keputusan bersama dan harus diperjuangkan hingga titik darah terkahir”

— TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Forum Komitmen Percepatan Pemekaran Inhil Utara (FKPPIU) mengagendakan pertemuan dengan seluruh pasangan bakal calon (Balon) Bupati Inhil dan Wakil Bupati Inhil priode 2013-2018.

Dalam pertemuan nanti, FKPPIU yang diketuai oleh H Sarifek ingin mendengarkan pernyataan maupun komitmen dari masing-masing pasangan terhadap pemekaran Kabupaten Inhil Utara yang terdiri dari Kecamatan Kateman, Teluk Belengkong, Pulau Burung, Pelanggiran dan Kecamatan Mandah.

Menurut Sarifek, hasil mubes masyarakat Inhil Utara pada 18 Mei 2004 silam telah disepakati ibukota Inhil Utara adalah Kota Sungai Guntung, Kateman. Sebagaimana diketahui ujar Sarifek Bupati Inhil telah melakukan penelitian tentang pemekaran dan menetapkan ibukota Inhil Utara adalah Kecamatan Madah.

“Kami tidak melawan keputusan yang sudah dibuat oleh Bupati. Namun kami hanya menilai penelitian yang dilakukan oleh Unisi Tembilahan tidak tepat. Sebab, banyak data dan fakta yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi dilapangan,” tutur Sarifek, Ahad (7/7).

Untuk itu dalam waktu dekat FKPPIU akan melakukan pertemuan dengan seluruh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Pada prinsipnya Sarifek menegaskan sangat mendukung calon Bupati dan Wakil Bupati yang ada, tapi tentunya lebih kepada mereka yang memiliki komitmen untuk mewujudkan pemekaran Inhil Utara sesuai dengan Mubes tersebut.

“Bagi kawan-kawan pemekaran Inhil Utara dengan ibukotanya Sungai Guntung adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ini sudah menjadi keputusan bersama dan harus diperjuangkan hingga titik darah terkahir,” tegas Sarifek.(dro/*1)




Masjid Nurul Jalal Kuala Enok Diterjang Puting Beliung

Terlihat atap Masjid Nurul Jalil rusak diterjang angin puting beliung
Terlihat atap Masjid Nurul Jalil rusak diterjang angin puting beliung

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kembali, bencana alam angin puting beliung melanda Kecamatan Kuala Enok pada Selasa (2/7) dini hari sekitar pukul 00.30 Wib. Kali ini, sebuah Masjid Nurul Jalal berlokasi di Kelurahan Kuala Enok mendapatkan giliran.

Meski tidak ada korban jiwa akibat diterjang bencana alam angin puting beliung tersebut, kondisi masjid bagian atap tepatnya didekat kubah dari arah timur mengalami kerusakan. Sehingga untuk kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Hingga berita ditulis, warga masyarakat kelurahan Kuala Enok bersama Upika setempat serta sejumlah tokoh masyarakat terus bergotong royong melakukan perbaikan agar tempat ibadah tersebut, bisa dipergunakan sebagaimana mestinya seperti semula.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Tanah Merah AKP Bambang Heriyanto SH mengatakan bahwa kejadian bancana puting beliung terjadi pada dini hari, ketika warga sedang tertidur lelap.

“Memang betul, pada dini hari tadi hujan cukup lebat disertai dengan angin yang cukup kuat. Sehingga menerjang bagian atap Masjid Nurul Jalal didekat kubah dan mengalami kerusakan cukup serius,”kata Kapolsek Tanah Merah.

Dalam kesempatan ini, ia juga menghimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana alam seperti longsor dan angin putting beliung. Mengingat sesuai dengan data yang ada pada bulan Juni dan memasuki awal Juli ini sudah terjadi 3 kali bencana longsor dan 2 kali bencana angin puting beliung.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama yang tinggal ditepi sungai, hendaknya tetap selalu waspada sebab bencana alam bisa terjadi setiap saat dan bisa mengancam keselamatan warga,”pinta Kapolsek Tanah Merah.

Sesuai dengan data yang ada untuk di Kuala Enok bencana alam terjadi pada beberapa kali, pada Rabu (12/6) sekitar pukul 12.30 Wib sebanyak 10 unit rumah juga hanyut kelaut. Bencana berikutnya Bencana alam longsor juga terjadi pada Rabu (26/6) sekitar pukul 11.30 Wib dengan korban 7 unit rumah terkena longsor. (dro/*e)




Peminat Olahraga Futsal di Kateman Semakin Menjamur

futsalKateman (www.detikriau.org) – Greget olahraga Futsal semakin hari semakin mendapatkan minat masyarakat Kecamatan Kateman. Memanfaatkan fasilitas sebahagian luasan lapangan bola kaki yang kini terkesan semakin tak terawat, peminat olahraga futsal kian menjamur.

“olahraga ini sepertinya lagi trend apalagi dapat dinikmati oleh semua kalangan. Pertandingan futsal putri dan ibu-ibu rumah tangga ini sangat menghibur, ”Komentar salah seorang warga, Indra  disela kegiatan salah satu event futsal baru-baru ini di Guntung.

Warga Guntung lainnya, Reza berpendapat bahwa tingginya minat masyarakat terhadap olahraga futsal dikarenakan cost yang relative kecil jika dibandingkan dengan jenis olahraga lainnya yang juga cukup banyak peminat seperti olahraga Badminton.  “Badminton hanya kalangan menengah saja yang bisa menikmati, karena biayanya relatif mahal”. Nilai Reza.

Selain itu faktor penyebab semakin menjamurnya futsal diguntung menurut Reza juga disebabkan fasilitas lapangan bola kaki di Ibu Kota Kecamatan ini sudah beberapa tahun terakhir tidak terurus dan bisa dimanfaatkan sebagai lapangan Futsal.

Masih menurutnya,  peminat olahraga bola kaki selama ini cukup banyak apalagi selama ini anak-anak guntung banyak yang tercatat telah mengharumkan nama-nama klub lain di tingkat kejuaraan diluar Kecamatan kateman.

Di era 80-an, Klub bola kaki Kecamatan Kateman atas nama PSGP club pernah 4 kali berturut-turut menjuarai piala kabupaten di tembilahan. Kegemilangan bola kaki kateman ini sampai diawal tahun 1990. Semenjak itu sampai sekarang nama Kateman diajang bola kaki tak terdengar lagi.

“kita berharap pemerintah Kecamatan maupun pihak-pihak yang berkompeten bisa mencarikan solusi agar bola kaki kateman bisa bangkit lagi, begitu juga dengan futsal,” Ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kecamatan Kateman, Khairudin menilai diminatinya futsal oleh masyarakat lebih dikarenakan olahraga jenis ini cukup simpel karena tidak memerlukan jumlah pemain yang banyak dan luasan arena tidak sebesar lapangan bola kaki.

“Cukup dengan 5 pemain, 2 cadangan dan dalam sebuah event, per club boleh didaftarkan 10 pemain. Disamping simpel, menurut saya olahraga futsal juga memiliki nilai wisata seperti halnya olahraga volley pantai, ” Kata Khairudin.

Ditambahkan Khairudi, sebagai induk organisasi olahraga Kecamatan Kateman, KONI akan terus berupaya untuk menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat. Dengan segala upaya, dia berharap kedepannya akan lahir atlit-atlit terbaik yang diharapkan akan mampu mengharumkan nama daerah.

Dari pantauan, setiap harinya hampir disetiap sudut kota Guntung cukup mudah ditemui kelompok-kelompok remaja dan pemuda melakukan kegiatan olahraga futsal. Olahraga jenis ini juga cukup banyak digandrungi oleh kelompok pegawai negri, pengusaha, pelajar dan bahkan yang tidak kalah ada juga klub remaja putri dan klub ibu-ibu rumah tangga.(dro/*Gus)




Musibah Tanah Longsor di Kuala Enok Kembali Terjadi, 7 Unit Rumah Warga Ambruk

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – lagi, musibah tanah longsor terjadi di Kecamatan Tanah Merah. Kali ini, sedikitnya 7 unit di Jalan M.Boya kawasan tepi laut Kuala Enok hanyut ke sungai. Meski tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Bencana alam longsor yang melanda di Kecamatan Tanah Merah tersebut terjadi pada Rabu (26/6) sekitar pukul 11.30 Wib.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Tanah Merah AKP. Bambang Hariyanto SH, Kamis (27/6) mengatakan dalam bencana longsor ini terjadi begitu mendadak.

“Warga bisa menyelematkan diri ketika bencana longsor sedang berlangsung sehingga tidak ada korban jiwa, namun untuk kerugian yang dialami warga sekitar Rp. 50juta lebih,” kata Kapolsek.

Sementara itu, Camat Tanah Merah H.Normansyah saat di hubungi juga membenarkan terjadinya bencana longsor. Namun masih beruntung sebab pemilik rumah sebelum kejadian sudah merasakan getaran bakal terjadi longsor, makanya mereka sempat mengungsi dan mengamankan barang-barang berharga miliknya

“Memang betul telah terjadi bencana longsor yang melanda 7 unit rumah, mengingat kawasan tersebut merupakan daerah rawan longsor makanya kita selalu menghimbau warga untuk selalu waspada,”kata Camat.

Terkait dengan kejadian tersebut, lanjut Camat, pihaknya sudah melaporkan ke Pemkab Inhil. Kemudian sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Inhil melalui Dinas Sosial akan diserahkan bantuan tangap darurat seperti sembako serta alat dapur bagi mereka yang menjadi korban.

“Saya berharap kepada korban longsor yang sudah mendapat bantuan, untuk tidak menilai besarnya bantuan yang di berikan akan tetapi hendaknya di lihat dari kepedulian Pemerintah terhadap warganya yang terkena musibah,”tambahnya.

Adapun untuk 7 unit rumah yang terkena musibah longsor dalam kondisi rusak berat, tercatat rumah milik Asmi (72) dan Dahlan (45). Sedangkan yang mengalami rusak ringan yakni rumah milik Hj.Irat (55), M.Amin (50),  Yusuf (45), kemudian Mansur (35), dan Rosmani (50).

Sebelum musibah ini, setidaknya tiga kejadian serupa terjadi. Yang pertama kejadian tanah longsor jalan Yos Sudarso pada tanggal 9 Mei 2013 yang lalu. Dalam musibah ini, 6 unit rumah penduduk RT 01/RW 01 hanyut kesungai dan 45 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Musibah kedua terjadi hanya berselang 18 hari, tepatnya pada tanggal 27 Mei 2013. Dalam peristiwa itu, 6 unit rumah penduduk jalan AEC Gang Berkat RT 01/RW 13 juga ambruk dan 15 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Selanjutnya kejadian di tahun 2012, dilokasi yang tidak berjauhan, tepatnya pada tanggal 29 November 2012, 10 unit perumahan penduduk hanyut kesungai dan 36 jiwa kehilangan tempat tinggal. (dro/*e)