Inhut Layak Direkomendasikan Untuk Dimekarkan, Warga Sambut Gembira

Tembilahan (www.detikriau.org) — Seminar hasil kajian rencana pemekaran Kabupaten Indragiri Hilir Utara (INHUT) dengan hasil layak direkomedasikan untuk dimekarkan mendapatkan sambutan gembira dari masyarakat khususnya masyarakat di Lima Kecamatan Kab Inhil bagian utara. mereka berharap agar Pemkab Inhil segera menyikapi dan melanjutkan hingga rencana pembentukan Kabupaten baru yang sudah sangat lama mereka impikan ini segera terwujud.
“Kajian ini tentu merupakan sebuah hasil kajian akademik yang didasari data dan fakta konkrit. Hasilnya, Inhut layak dimekarkan. Kita berharap Pemkab Inhil dapat segera dan serius membantu untuk mewujudkan apa yang sudah sekian lama diimpikan masyarakat,” Pinta Acok, warga Guntung, Kelurahan taga Raja kecamatan Kateman kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, selasa (11/2)
Selama ini ditambahkan Acok, lima wilayah Kecamatan (Kecamatan Mandah, Palangiran, Telok Belengkong, Pulau Burung dan Kecamatan Kateman. red) yang tergabung pada rencana pembentukan kabupaten Inhut didominasi dengan wilayah perairan ditambah lagi jarak tempuh menuju Ibukota kabupaten Inhil, Tembilahan yang sangat jauh. Kondisi ini menurutnya akan memperlambat dan menyebabkan timbulnya biaya yang relatif besar dalam hal penyelesaian urusan birokrasi kepemerintahan. Jikalau nantinya Kab Inhut bisa terwujud, persoalan rentang kendali ini dinilainya akan dapat teratasi.
‘Kami berkeyakinan jika impian kabupaten ini bisa terealisasi, pelayanan kepemerintahan untuk warga Inhut akan semakin mudah. termasuk tentunya untuk mempercepat pemerataan pembangunan,” harap Acok.
Sebelumnya, senin 910/2) yang lalu bertempat di balai Utama Kantor Bupati Inhil dilaksanakan seminar kajian rencana pemekaran kab inhut yang dilakukan oleh Universitas Indonesia (UI).
berdasarkan penilaian indikator-indikator sebagaimana yang diamanatkan apda PP 78 tahun 2007, pembentukan Kabupaten Inhil utara dapat dikatakan mampu sebagai daerah otonom dan dapat direkomendasikan untuk dilakukan pemekaran karena: total skor untuk calon kab inhil utara mencapai skor 365 yang masuk dalam kategori mampu. dan direkomendasikan sedangkan total skor untuk kabupaten induk yaitu kab inhil setelah pemekaran mencapai skor 435 dengan keterangan sangat mampu dan direkomendasikan.
Dalam pemaparan Dr Widiono Sucipto mengatakan bahwa Kajian Pemekaran Inhut ini dilakukan pada akhir 2013 lalu. Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan hingga saat ini kelima kecamatan yang nantinya direncanakan akan tergabung dalam wilayah Kab Inhut masih kekurangan insfrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” tandasnya.(dro)




Jaga Kebersihan dan Keindahan Kota, Pejabat Kecamatan tanah Merah Gelar Goro.

goroTANAH MERAH (www.detikriau.org) – Pejabat dilingkungan Pemeritnahan Kecamatan Tanah Merah bersama ratusan masyarakat dan para pelajar, Jum’at (27/9)  kemaren menggelar aksi bersih-bersih dengan turun kejalan. Gotong Royong (Goro) pembersihan drainaise spanjang Jalan M.Boya dan Merdela itu dilakukan dalam rangka menjaga Ibu Kota Kecamatan, Kuala Enok tetap bersih, indah, nyaman, asri dan terbebas dari banjir.

Aksi gotong royong  bersih-bersih jalan ini dilakukan seluruh unsur Kecamatan Tanah Merah, dimulai pukul 07.00 WIB. Hadir pada kesempatan tersebut Camat Tanah Merah Normansyah, Danramil 02 Tanah Merah Kapten Tarmizi, Kapolsek Tanah Merah AKP Bambang Hariyanto SH, serta unsur PNS dan masyarakat serta pelajar.

Danramil 02 Tanah Merah Kapten Tarmizi mengatakan, kegiatan gotong royong yang mereka lakukan merupakan agenda rutin untuk membangun kebersamaan antara pejabat unsur Kecamatan dengan warga. Dengan begitu selahturahmi bisa terjalin dan lingkungan yang bersih bisa tercipta.

“Melalui  kegiatan gotong-royong bersama ini, kita berharap bahwa lingkungan Ibu Kota Kecamatan Tanah Merah, akan semakin bersih  tidak lagi menjadi rawan banjir. Selain itu kesadaran  warga untuk tidak membuang sampah di dalam drainase perlu dilakukan,”kata Kapten Tarmizi.

Camat Tanah Merah, Normansyah menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah disembarang tempat sangat diperlukan. Demgan begitu secara tidak langsung warga sudah membantu menjaga kebersihan dan keindahan kota.

‘Jika sampah masih saja dibuang dalam drainase, aliran air akan terhambat dan akibatnya banjir akan susah dituntaskan. Warga harus membuang sampah pada wadah yang telah disediakan pihak kecamatan, kelurahan ataupun di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Kapolsek Tanah Merah AKP. Bambang Hariyanto SH,juga mengatakan bahwa yang harus dilakukan warga adalah membuang sampah rumah tangga, sesuai dengan jadwal yang telah disampaikan pihak kecamatan, kelurahan ataupun kepala lingkungan yang dimulai pukul 08.00 WIB.

“Jangan pula membuang sampah di siang hari. Tentunya sampah yang dibuang di siang hari di depan rumah nantinya akan berserakan di makan ternak dan menjadikan pemandangan tidak indah,”katanya.(dro/tok)




Duda Bejat, Bocah 9 Tahun pun digagahi

ilustrasiEnok (www.detikriau.org) – Entah setan mana yang sudah merasuki tubuh Junaidi alias Sodi (42) seorang duda asal Kampung Tengah Desa Pengalihan Enok Kecamatan Enok. Pasalnya pada Ahad (8/9) yang lalu, ia tega melakukan tindakan tidak senonoh, layaknya suami istri  terhadap korban SA yang masih berusia 9 tahun dan duduk dibangku kelas III SD.

Kronologi, perbuatan biadab yang dilakukan pelaku yang juga tetangga dekat korban berawal pada saat itu korban SA sedang bermain dengan teman mainnya di kebun kelapa tidak jauh dari rumahnya, sekitar pukul 10.00 Wib.

Ketika kedua bocah itu sedang asyik bermain, tiba-tiba pelaku melintas di TKP dan langsung menghampiri korban. Kemudian untuk mewujudkan rencana busuknya, teman korban disuruh pergi meninggalkan TKP untuk mengambil jambu, sehingga hanya tinggal berdua antara korban dengan pelaku.

Pelaku mengeluarkan sejuta jurus mautnya untuk merayu agar korban tertipu daya untuk melayani nafsu birahinya. Akhirnya korbanpun terlena lalu dibawa ke sebuah gubuk yang ada di kebun kelapa dan sepi, tidak ada warga yang melintas.

Singkat cerita, di gubuk kecil beratap daun alang-alang itulah bocah bau kencur yang baru berumur 9 tahun ini digagahi dan dipaksa untuk berhubungan layaknya suami istri. Bahkan ironisnya setelah dicabuli korban diancam akan dibunuh jika berani menceritakan perbuatan bejat ini kepada orang lain.

Tabir hitam hilangnya mahkota korban, baru terkuak setelah ibu kandung korban merasa curiga melihat perilaku anaknya. Kalau sedang berjalan, ia seperti menahan sakit. Bahkan kecurigaan Ibu korban semakin penasaran, setelah menemukan celana dalam korban juga terdapat lendir yang mengental.

Namun saat ditanyai, korban tidak mau mengaku diduga akibat takut dengan ancaman pelaku.

Barulah setelah dipaksa, korban mengaku kemudian menceritakan semua yang sudah dialami.  Mendengar pengakuan korban, Ibu kandung korban bagaikan tersambar geledek, seketika bergegas untuk melapor ke Polsek Enok atas perlakuan biadap pelaku.

“Saya berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya bila perlu dihukum mati. Karena Ia sudah tega menghancurkan buah hatiku masih dibawah umur,”Pinta Ibu kandung korban sambil menangis dihadapan petugas Polisi.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Enok AKP Suhariyono menjelaskan begitu mendapat laporan pengaduan dari orang tua korban, beberapa anggota langsung meluncur ke TKP, untuk mengamankan pelaku sesuai dengan identitas yang diberikan pelapor.

Memang naas nasib pelaku, sebab sebelum petugas Polsek Enok sampai di TKP. Ternyata ditengah jalan berjumpa dengan pelaku sedang melintas, tanpa perlawanan akhirnya pelaku langsung diringkus dan dibawa ke Mapolsek Enok, untuk dimintai keterangan atas perbuatan yang sudah dilakukan.

“Saat dimintai keterangan, pelaku juga mengakui telah melakukan perbuatan pencabulan terhadap korban, akibat lama berstatus duda sehingga tidak pernah bertemu lagi dengan istrinya,”ujar Kapolsek Enok. (dro/tok)




Setelah Enok, Api Kembali Hanguskan 3 Rumah Warga di Guntung

gambar ilustrasi kebakaran rumah
gambar ilustrasi kebakaran rumah

Tembilahan (www.detikriau.org) – Baru berselang satu hari setelah amukan api menghanguskan 5 unit rumah warga di Kelurahan Enok, dinihari, kamis (29/8) sekira pukul 02.00 Wib, api kembali melalap 3 unit perumahan warga Jalan Hasanuddin, Guntung, Kecamatan Kateman.

Berdasarkan penjelasan pihak kepolisian, api diduga berasal dari rumah Alimuddin yang ditinggal pemiliknya sejak dua bulan yang lalu untuk mencari pekerjaan di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). “Peristiwan kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa.  sementara jumlah kerugian materil masih belum diketahui.” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK., M.Si melalui paur Humas, Ipda Warno Akman, kamis (29/8)

Tiga warga yang rumahnya hangus terbakar ditambahkan Paur Humas adalah rumah milik Alimuddin (50), Lukman (37) dan H Along (70).(dro)




Camat Teluk Belengkong Lantik Dua Pj Kades

Teluk Belengkong  (www.detikriau.org) –Atas nama Bupati, Camat Teluk Belengkong, Marlis, resmi melantik dua pejabat (Pj) Kepala Desa (Kades). Prosesi pelantikan dihadiri oleh pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Dua Pj Kades yang dilantik tersebut yakni,  Cecep Supriadi, yang menggantikan Kades Indrasari Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong, Musmuliadi. Kemudian Suratna, menggantikan Kades Sumber Makmur, Kecamatan Teluk Belengkong,  Suptiadi.

Kedua Kades yang digantikan tersebut merupakan Kades depinitif, namun mereka harus mundur dari jabatanaya, karena maju sebagai calon legeslatif (Caleg) 2014 mendatang. Dalam amanatnya, Marlis menekankan Pj Kades yang dilantik dapat melanjutkan estavet kepemimpinan Kades sebelumnya.

Meski demikian, Pj Kades tersebut tidak akan mampu tanpa adanya dukungan penuh dari warga setempat. Kebersamaan ungkap Marlis, merupakan hal mutlak untuk menuju pembangunan kearah yang lebih baik. “Berikan dukungan penuh kepada Pj Kepala Desa kita yang dilantik,” kata Marlis, Rabu (31/7).

Sebagai seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang saat ini menjabat Kades, Marlis yakin mereka mampu berkeja sama dan sama-sama bekerja. Karena, pada prinsifnya apa yang menjadi tugas Sekdes tentu sangat erat kaitan dengan tugas seorang kepada desa. Segala partisipasi yang diberikan harus sesuai aturan.

“Tempatkan porsi pembangunan sesuai kebutuhan dan kondisi dilapangan yang pada saat ini. Namun yang tidak kalah penting jagalah persatuan dan kesatuan, sehingga apa yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik,” pesannya.

Karena dalam waktu dekat ini, Kabupaten Inhil akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Dan 2014 akan dilakukan pemilihan legeslatif dan pemiliha presiden, maka sesuai ketentua hingga akhir 2014 tidak ada pemilihan kepala desa. Seluruh kewenangan menjadi tugas Pj kepala desa yang dilantik.

Sementara itu kedua Pj kepala desa yang dilantik mengaku siap menjalankan tugas dengan baik. Karena tugas yang diberikan adalah amanah yang harus dipegang. Keberhasilan dalam memimpin tidak lepas dari adanya dukungan masyarakat. Maka itu mereka sangat membutuhkan masukan dan saran.(dro/*1)




Kakek Warga Mandah ditemukan Tewas Tergantung

Gambar Ilustrasi rimanes.com
Gambar Ilustrasi rimanes.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Masih belum jelas penyebabnya, Sabran alias Awang (65) warga Parit Kitang Dusun Sawa Desa Igal Kecamatan Mandah. Selasa (16/7) kemaren sekira pukul 20.00 Wib, ditemukan tewas gantung diri diatas pohon kayu ara yang terletak dipekarangan rumahnya.

Korban yang sudah berusia sepuh itu akhirnya meninggal dunia akibat jeratan dibagian leher menggunakan seutas akar kayu, lalu tergantung diatas pohon. Kondisinya cukup menggenaskan. lidah korban terjulur dan bola matanya melotot.

Pertama kali, peristiwa bunuh diri yang dialami korban diketahui oleh anak kandung korban. Pada saat itu dirinya sedang pergi kesamping rumahnya dan menemukan bapaknya sudah tewas tergantung di pohon.

Melihat pemandangan itu, seketika anak korban langsung berteriak minta tolong dan memanggil saudaranya yang lain. Tidak berapa lama suasana dirumah korban menjadi gempar, sebab masyarakat yang tinggal di sekitar rumah korban ramai berdatangan. Peristiwa itu selanjutnya segera dilaporkan ke Polsek Mandah.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan tetangga dekat korban, selama ini korban diketahui mengalami sedikit gangguan jiwa. Meski demikian korban tidak pernah mengganggu warga yang ada disekitar rumahnya.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Mandah AKP Asmar mengatakan begitu mendapat informasi dari masyarakat, Dirinya bersama beberapa anggota serta dibantu dengan petugas Medis dari Puskesmas Mandah langsung menuju ke TKP.

di TKP, kondisi korban sudah diturunkan dari atas pohon oleh pihak keluarga dibantu dengan warga lainnya. Namun korban sudah meninggal dunia.

“Dari hasil visum yang sudah dilaksanakan petugas medis, korban meninggal akibat bunuh diri. Sebab pada diri tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,”jelas AKP.Asmar.(dro/*e)