Rumah ditimpa Pohon Kelapa, Dua Warga Mandah Tewas ditempat

Kondisi rumah korban yang ambruk ditimpa pohon kelapa.
Kondisi rumah korban yang ambruk ditimpa pohon kelapa.

Mandah (detikriau.org) – Nasib naas dialami warga Dusun Pandan Sari, Kelurahan Khairiah Mandah, Kecamatan Mandah. Saat hujan lebat disertai angin kencang, rumah tempat mereka berteduh ambruk ditimpa pohon kelapa. Akibatnya, dua penghuninya meninggal ditempat. Senin (1/12) sekitar pukul 00.30 dini hari.

Berdasarkan keterangan Sekcam Mandah, Umar Hamdi, saat turunya hujan lebat diiringi hembusan angin kencang, beberapa orang warga sempat mendengar suara pohon tumbang. Tak berselang lama tersebar kabar adanya rumah warga tertimpa pohon kelapa. Beramai-ramai merekapumn mendatangi lokasi.

Dilokasi, warga menyaksikan sebuah rumah telah ambruk ditimpa pohon kelapa dan dua penghuninya, Syaiful (55) dan anaknya Afrizal (15) meninggal ditempat.

“Sementara istri korban berhasil selamat setelah sebelumnya sempat melompat keluar rumah,” Sampaikan Sekcam melalui telepon selularnya, senin (1/12)

Dikomfirmasi terpisah, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, membenarkan akan adanya kejadian ini.

“Hasil visum, Saiful mengalami luka remuk pada bagian kepala dan anaknya Afrizal luka remuk pada bagian dada. Hantaman itulah yang diduga kuat menyebabkan ke dua korban kehilangan nyawanya.”Sampaikan Paur Humas. (dro/*1)




Puting Beliung Hantam Belasan Rumah Penduduk di Concong

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

Concong (detikriau.org) –  Puluhan rumah penduduk hancur porak-poranda setelah dihantam angin puting beliung, di Desa Kampung Baru, Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (27/11) sekitar jam 15.20 Wib.

Berdasarkan keterangan warga desa setempat, Gemuk kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, akibat kejadian ini, 5 unit rumah mengalami rusak berat serta belasan lainnya rusak ringan.

“5 unit rusak berat dan belasan lainnya mengalami rusak ringan. Bahkan ada 1 rumah yang baru saja selesai dibangun kini rata dengan tanah disapu angin,” Sampaikan gemuk

Saat kejadian, gemuk mengaku ia beserta beberapa warga desa lainnya sedang berada dilahan melakukan penanaman pohon bakau. Kejadian itu baru diketahuinya sepulang bekerja.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa setempat, Badrun juga membenarkan adanya peristiwa puting beliung ini. Ia menerangkan kejadiannya sekira pukul 15.20 Wib namun untuk jumlah kerusakan rumah penduduk ia mengaku belum mendapatkan data pasti.

“Jumlah pasti kerusakan rumah penduduk belum bisa kita hitung karena sampai sekarang masih turun hujan.” Jawab Kades

Sambil menunggu perbaikan rumah esok harinya ditambahkan Kades, penduduk yang rumahnya rusak untuk saat ini terpaksa menumpang dirumah keluarga.

Amukan puting beliung sudah beberapa kali terjadi diwilayah Inhil, akibat peristiwa alam ini, sudah tidak sedikit perumahan penduduk porak-poranda dan menimbulkan kerugian material. Warga menduga kerap terjadinya amukan angin ini disebabkan semakin gundulnya kawasan hutan.

“Hutan di Kecamatan concong boleh dikatakan sudah hampir habis akibat ulah penebangan liar. Peluluhlantakan kawasan hutan belakangan ini semakin diperparah dengan pemukaan lahan oleh perusahan perkebunan sawit. Kita berharap hal ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah agar peristiwa serupa tidak terus merugikan masyarakat,” Pendapat salah seorang warga Concong sambiol meminta namanaya untuk tidak dipublikasikan. (dro)




Wakili Bupati Inhil, H Sar’i Hadiri Pengajian Akbar di Pulau Burung

Satff Ahli Bupati, H Sar'i (dua dari kanan) dan Camat Pulau Burung, M Nazar (tiga dari kanan) didampingi tokoh agama dan masyarakat setempat. Foto: Humas Pemkab inhil/ Way
Satff Ahli Bupati, H Sar’i (dua dari kanan) dan Camat Pulau Burung, M Nazar (tiga dari kanan) didampingi tokoh agama dan masyarakat setempat. Foto: Humas Pemkab inhil/ Way

Pulau Burung (detikriau.org) – Bupati Inhil diwakili Staff Ahli Bupati Bidang Pembangunan, H Sari menghadiri kegiatan pengajian akbar di Desa Keramat jaya Kecamatan Pulang Burung. Kegiatan yang dihadiri Camat setempat beserta Upika, tokoh agama, kelompok majelis taklim dan masyarakat ini menghadirkan penceramah Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung Semanding, Tuban, Provinsi Jawa Timur, KH. Abdul Mathin Djawahir. Ahad (23/11) kemaren

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan H Sar’i, Atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Bupati menyatakan sambutan baik dengan diadakannya kegiatan serupa ini serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Pulau Burung dan gabungan pengajian serta seluruh komponen masyarakat Kecamatan Pulau Burung terutama masyarakat Desa Keramat Jaya yang telah menggelar Pengajian Akbar ini.

“Saya berharap agar kita semua bisa terus menciptakan persatuan dan kesatuan dalam bermasyarakat dan beragama, karena pengajian merupakan salah satu wadah yang paling baik untuk menciptakan persatuan tersebut.”Pesan bupati.

Dalam kesempatan ini Bupati juga berkesempatan menyampaikan bahwa pada bulan Desember 2014 ini, Kabupaten Indragiri Hilir dipercaya sebagai Tuan Rumah pelaksanaan MTQ ke-33 Provinsi Riau.

Oleh karena itu Bupati mengajak segenap komponen masyarakat Kecamatan Pulau Burung untuk berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ tersebut.

Sementara itu Camat. Pulau Burung M. Nazar, S.sos Msi memberikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia dan kelompok pengajian yang sudah dapat mengkondisikan acara ini dengan baik. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan silaturahmi dapat ditingkat baik itu sesama kepala desa maupun masyarakat.

” koordinasi masyarakat dan kepala desa se Kecamatan Pulau Burung diharapkan akan dapat terus berlanjut tidak putus sampai disini saja, karena dengan silaturahmi dan koordinasi yang baik ada banyak pembangunan yang dapat kita laksnakaan bersama,” Imbuh Camat.

Abdul Mathin Djawahir dalam tausiyahnya menyampaikan jika ingin bahagia di dunia dan tenteram di akhirat haruslah Pakai “DUIT” Yaitu. Doa, Usaha, Iman dan Tawakkal. (dro/adv pemkab inhil)




Jalan Pangeran H Isa Rusak, Warga Berharap dilakukan Perbaikan

PELANGIRAN (detikriau.org) – Ruas badan jalan Pangeran H. Isa Pelangiran Besar kecamatan Pelangiran dinilai masyarakat sudah tidak layak lagi disebut jalan. Sebab, kondisi sarana tranportasi darta tersebut sudah sangat parah dan tidak bisa dilalui lagi dengan kendaraan.

Disampaikan oleh Dewan Penasehat Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pelangiran (Hippmapel) di Pekanbaru, Hamsan melalui telpon seluler kepada detikriau, Rabu (19/11/2014), bahwa jalan itu tidak dapat digunakan lagi oleh masyarakat sekitar, padahal ruas jalan tersebut merupakan infrastruktur penting bagi penggunanya.

“Ditempat lain lumayan bagus, tapi ruas jalan ini ini seperti tidak dibutuhkan lagi. warga sekitar kalau mau pergi, harus keliling dari dalam, karena jalan itu tidak dapat digunakan lagi,” cerita Hamsan.

Ia sangat mengharapkan kepada Pemerintah agar bisa mengalokasikan dana untuk memperbaiki ruas jalan yang terbilang tidak begitu panjang. Karena katanya, kalau ini terus dibiarkan, maka akan terancam rumah warga sekitar.

Menurut, Hamsan, kerusakan itu sudah beberapa kali disampaikan kepada wakil mereka di DPRD namun belum juga ada respon. “Kami masih menunggu respon dari pihak-pihak yang telah kami sampaikan tentang kondisi jalan ini, salah satunya anggota Dewan dari dapil setempat,” katanya. (Mirwan)




Jalan Pangeran H Isa Rusak, Warga harapkan Perbaikan

PELANGIRAN (detikriau.org) – Ruas badan jalan Pangeran H. Isa Pelangiran Besar kecamatan Pelangiran dinilai masyarakat sudah tidak layak lagi disebut jalan. Sebab, kondisi sarana tranportasi darta tersebut sudah sangat parah dan tidak bisa dilalui lagi dengan kendaraan.

Disampaikan oleh Dewan Penasehat Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pelangiran (Hippmapel) di Pekanbaru, Hamsan melalui telpon seluler kepada detikriau, Rabu (19/11/2014), bahwa jalan itu tidak dapat digunakan lagi oleh masyarakat sekitar, padahal ruas jalan tersebut merupakan infrastruktur penting bagi penggunanya.

“Ditempat lain lumayan bagus, tapi ruas jalan ini ini seperti tidak dibutuhkan lagi. warga sekitar kalau mau pergi, harus keliling dari dalam, karena jalan itu tidak dapat digunakan lagi,” cerita Hamsan.

Ia sangat mengharapkan kepada Pemerintah agar bisa mengalokasikan dana untuk memperbaiki ruas jalan yang terbilang tidak begitu panjang. Karena katanya, kalau ini terus dibiarkan, maka akan terancam rumah warga sekitar.

Menurut, Hamsan, kerusakan itu sudah beberapa kali disampaikan kepada wakil mereka di DPRD namun belum juga ada respon. “Kami masih menunggu respon dari pihak-pihak yang telah kami sampaikan tentang kondisi jalan ini, salah satunya anggota Dewan dari dapil setempat,” katanya. (Mirwan)




Sopir Pompong ditemukan Tewas Tergantung

imagesPelangiran (detikriau.org) – Belum jelas sebabnya, MM (16) ditemukan tergantung kaku dengan leher terlilit tali nilon dan lidah menjulur disisi parit Sungai Nyiur Desa Gembaran Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), senin (10/11) kemaren sekira pukul 14.00 Wib.

Berdasarkan keterangan kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik melalui kapolsek Teluk Belengkong, Ali M Siregar, saat ditemukan, sopir pompong ini sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Kita temukan korban sudah tidak bernyawa. Ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.” terang Ali.

Ditambahkan Kapolsek, apa motif dibalik tindakan yang diduga bunuh diri ini belum diketahui, apalagi keluarga korban juga belum bisa dimintai keterangan.

“jenajah korban kini sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya.” Tandas Kapolsek. (dro)