Kurang Dana, Kata Camat, Pengaspalan jalan Jadi Tidak Tuntas

Jalan H Hasan ini salah satu titik badan jalan yang terabaikan dalam perbaikan pembanguna jalan Pelangiran Besar
Jalan H Hasan ini salah satu titik badan jalan yang terabaikan dalam perbaikan pembanguna jalan Pelangiran Besar

PELANGIRAN (detikriau.org) – Perbaikan badan jalan yang telah dibangun di pusat ibu kota kecamatan Pelangiran dinilai masih belum maksimal. Hal ini disebabkan masih terdapat beberapa titik ruas jalan yang belum tuntas dikerjakan.

“Saya pikir bangunan jalan di Pelangiran Besar ini belum bisa dikatakan maksimal, masak tidak keseluruhannya diperbaiki,” keluh Supri, salah seorang warga setempat, Jum’at (30/1/2015).

Mirisnya lagi, diantara beberapa titik badan jalan yang tidak disemenisasi tersebut tepat pada badan jalan yang rusak parah seperti jalan H Hasan parit 3. atas persoalan itu sangat diharapkannya kepada Pemerintah untuk benar-benar serius memperhatikan kondisi bangunan yang akan dinikmati bersama.

“Kita berharap Pemerintah Daerah melalui dinas terkait maupun Pemerintah Kecamatan tidak sekedar membangun, tapi perhatikan hasil dari bangunan itu bisa memuaskan,” pintanya.

Sementara itu, Camat Pelangiran Sutarno Wandoyo S Sos MH saat dikonfirmasi menerangkan bahwa setelah pekerjaan pembangunan perbaikan badan jalan Pelangiran Besar beberapa waktu lalu itu terdapat permasalah. Sebab, para pekerja tidak menyelesaikan secara tuntas.

Permasalahan tersebut dikatakannya bahwa para pekerja tidak melakukan pengaspalan secara menyeluruh, masih ada sekitar 40 meter yang tidak terselesaikan. Meski begitu, ia telah mendapat pernyataan nantinya akan diselesaikan.

“Memang tidak semua disemenisasi karena keterbatasan dana, karena dana yang disediakan dari APBD Kabupaten Inhil kurang sedikit dari jumlah Rp 1 Miliyar. Pengaspalan jalan itupun masih ada sekitar 40 meter, tapi persoalan tersebut sudah kami bicarakan,” kata Sutarno.(mirwan)




Siswa SMA di Mandah-Inhil Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar

gantung diri Mandah (detikriau.org) – Seorang siswa SMA di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya di RT 23 RW 02 Desa Pancur, Sabtu (17/1/2015).

Camat Mandah, Nursal mengatakan, kematian korban diketahui pertama kali oleh ibunya sekitar pukul 06.30 WIB. Dimana saat itu sang ibu berencana membangunkan anak gadis usia 17 tahunan yang tengah duduk di kelas 2 SMA tersebut.

“Orang tuanya heran karena biasanya jam segitu anaknya sudah siap-siap berangkat ke sekolah, namun karena tak kunjung bangun, ia pun mendatangi kamar anaknya dan alangkah terkejutnya ia menemukan anaknya sudah tewas tergantung,” ujar mantan Camat Gaung ini.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Mandah, AKP Hendri Suparto saat dimintai keterangan terkait kasus ini menjelaskan bahwa setelah mendapatkan laporan pihaknya kemudian mendatangi rumah korban.

“Kita kesana dengan membawa dokter untuk melakukan visum, dari hasil visum diketahui ini murni kasus bunuh diri karena tidak ditemukan bentuk kekerasan di tubuhnya,” terang Hendri.

Sementara itu, mengenai apa penyebab sehingga anak pertama dari 3 bersaudara ini rela mengakhiri hidupnya dikatakan Hendri masih belum diketahui.

“Kita belum tahu apa penyebabnya, yang jelas dari hasil visum ini murni kasus bunuh diri,” imbuhnya.(adi)

 




2015, 8 Desa di Mandah Akan Laksanakan Pilkades

pilkadesMandah (detikriau.org) – Sebanyak 8 dari 17 Desa di Kecamatan Mandah akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2015 ini. Kedelapan Desa itu adalah Desa Bakau Aceh, Batang Tumu, Pulau Cawan, Bolak Raya, Bente, Belaras, Batang Sari dan Desa Bantain.

“Mudah-mudahan nanti pelaksananya bisa terlaksana dengan baik dan melahirkan pemimpinan yang amanah bagi masyarakat setempat,” Ujar Sekretaris Camat (Sekcam) Mandah Umar Hamdi, kamis (1/1/2015)

Sebelum dilaksanakanya Pilkades, lanjut Umar ada beberapa tahapan yang meski laksanakan. Salah satunya, pemilihan Badan Permsyawaratan Desa (BPD). Setelah itu baru dibentuk panitia pemilihan Kepala Desa.

“Rata-rata 8 Kades tersebut sudah habis masa jabatanya. Berdasarkan undang-undang wajib untuk dilakukan pemilihan kembali. Kades yang terpilih akan dilantik oleh Bupati atau yang mewakili,”Tandasnya. (dro/*1)




KM Bermuatan Sembako Terbakar di Guntung

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

Kateman (detikriau.org) –KM Mira berbobot 27 GT bermuatan sembako asal Tanjung Batu, Kepulaun Riau (Kepri)  ludes terbakar di Pelabuhan Jalan Yos Sudarso, Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Selasa (30/12) sekitar pukul 00.45 dini hari kemaren.

Tak hanya itu, satu unit KM Mekar 3 GT yang bertambat bersebelahan serta I buah bangunan Pos SPSPTI juga ikut terbakar. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi melalui KasatPolair AKP Supandi menerangkan bahwa kejadian itu bermula saat KM Mira 27 GT bersandar di pelabuhan setempat. Tiba-tiba timbul percikan api dari salah satu bagian kapal yang penuh dengan muatan itu.

Ke dua kapal itu diketahui sama-sama berasal dari Tanjung Batu, Kepri. Menghindari kejadian lebih buruk, warga setempat ikut membantu memindahkan kapal-kapal yang ada disekitar kapal tersebut.

“Dalam waktu singkat ke dua kapal dan satu pelabuhan ludes. Kasus ini masih dalam penyeldikan pihak keamanan,” tambahnya.

Masih menurut Kasat Polair, hingga saat ini pihaknya sudah mengamankan beberapa pihak yang bertanggung jawab, baik kapten mapun ABK-nya. Polisi sedang berusaha menggali informasi terkait musibah ini.

“Kami sudah mengamankan ke 2 ABK dan Kapten Kapal Motor yang terbakar. Beberapa orang saksi mata juga sedang kita mintai keterangan terkait musibah ini,”Tandasnya.(dro/*1)




Sekcam Pelangiran Apresiasi Semangat HIPPMAPEL Tembilahan

pelangiranPELANGIRAN (detikriau.org) – Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pelangiran mengapresiasi semangat kerja Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pelangiran (HIPPMAPEL) Tembilahan untuk ikut andil dalam memajukan kecamatan tanah kelahiran mereka.

 

“Kita mengapresiasi dan berterima kasih banyak kepada HIPPMAPEL Tembilahan yang begitu semangat membantu kami dalam membangun kecamatan ini untuk lebih baik lagi,” kata Sekcam Pelangiran, Abdul Fani S.Sos dalam sambutannya pada penutupan lomba Hafsyi se-Kecamatan Pelangiran yang digelar HIPPMAPEL Tembilahan di Gedung Serba Guna Pelangiran Besar, Sabtu (27/12/2014) malam.

Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa pihak Kepemerintahan Kecamatan Pelangiran sangat mengharapkan ada upaya dan dukungan penuh dari mahasiswa yang berasal dari Kecamatan itu sendiri untuk meningkatkan kemajuan kecamatan dari segi pembangunan dan lainnya.

Saat ini, ia mulai merasakan berbagai bentuk kinerja dan upaya dari HIPPMAPEL Tembilahan dalam membantu memudahkan jalannya roda kepemerintahan Kecamatan dalam menghidupkan semangat masyarakat untuk lebih aktif lagi.

“Yang dulunya belum pernah menggelar lomba hafsyi, kini HIPPMAPEL Tembilahan mengadakan lomba perdana di ibu kota kecamatan, meski tidak sepenuhnya diikuti setiap desa, namun tahun-tahun berikutnya masih bisa kita lombakan lagi,” sebut Fani.

Sementara itu, Ketua HIPPMAPEL Tembilahan Mistar Juyo saat dikonfirmasi mengatakan hingga saat ini Paguyuban yang dipimpinnya itu kedepan akan terus diupayakan untuk menjelma menjadi organisasi kebanggaan masyarakat Pelangiran, khususnya bagi orang tua yang meneruskan pendidikan anaknya di kota Tembilahan.(mirwan)




Perahu Ditabrak Speedboat, Nalayan Ditemukan Tewas Mengapung

tenggelamPelangiran (detikriau.org) – Malang. Kalimat inilah yang mungkin tepat untuk Sali (45) seorang nelayan warga Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran. Bermaksud mencari ikan, perahu yang ditumpangi tertabrak speedboat. Enam jam berselang, warga temukan Sali sudah tewas mengapung.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, MSi melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, selasa (2/12), tertabraknya perahu nelayan oleh speedboat yang dinakhodai SU (39) itu terjadi pada senin (1/12) sekira pukul 16.15 Wib kemaren.

Sebelum kejadian dikabarkan, korban mengayuh sampan untuk mencari ikan. Tak lama setelah itu sampan yang dibawanya bertabrakan dengan speedboat Semoga Bahagia.

“Saat itu pula sampan malang itu terbalik dan korban langsung terjatuh ke air,” Sampaikan Paur Humas.

Diceritakan Warno, kejadian itu bermula saat speedboad melintas dari Hilir menuju ke Hulu Sungai Desa setempat. Sesampainya di lokasi tabrakanpun tak bisa terelakan.

Setelah kejadian itu warga sekitar berusaha mencari korban dengan peralatan seadaanya. 6 jam berselang akhirnya korban ditemukan mengapung dalam kondisi sudah tidak bernyawa’.

“Petugas yang dibantu warga melakukan pencarian dari berbagai arah. Sekitar pukul 22.30 WIB, korban  di temukan dalam keadaan sudah meninggal dunia tak jauh dari tempat kejadian awal,” ditambahkan Warno menerangkan.

Kemudian korban dibawa kerumah duka di Simpang Kiri Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran dan serahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan sebagai mana meskinya. Sementara itu nakhoda sepeedboad masih menjalani pemeriksaaan.

“Kami sedang melakukan pemeriksaaan terhadap beberapa orang saksi dan nakhoda speedboad ini. Sedankan barang bukti sudah diamankan di Polsek setempat,”pungkasnya.(dro/*1)