TNI Rencanakan Bantu Pembangunan PLTA di Kec Teluk Belengkong

Gbr Ilustrasi PLTA kapasitas kecil
Gbr Ilustrasi PLTA kapasitas kecil

Teluk Belengkong (detikriau.org) – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia berencana akan membantu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kebijakan tersebut karena mengingat tidak semua kecamatan yang ada di Negeri Seribu Parit ini mendapatkan aliran listrik, seperti Kecamatan Teluk Belengkong yang medan dan daerahnya berkanal serta sulit dijangkau.

Untuk mewujudkan rencana itu, ‎Kamis (26/2/2015) Panglima Komando Daerah Militer I ‎Bukit Barisan Mayor Jendral Edy Rahadi didampingi Danrem Wirabima Brigjen Prihadi Agus Irianto mengunjungi langsung kawasan Desa Saka Rotan, Kecamatan Teluk Belengkong.

Di kawasan ini akan dibangun 1 unit kincir air, yang mampu menghasilkan sekitar 40 ribu watt. Dari jumlah itu, diperkirakan mampu memasok kebutuhan listrik bagi 200 Kepala Keluarga (KK).

Pangdam TNI Wilayah I Bukit Barisan Mayjen Edy Rahadi mengatakan, Kecamatan Teluk Belengkong memang membutuhkan perhatian dalam bidang kelistrikan.

“Daerahnya memang memerlukan perhatian, oleh karenanya kami memilih disini untuk membangun PLTA,” katanya.

Pembangunan PLTA ini, diperkirakan akan selesai dalam jangka waktu 1 bulan setengah.

Untuk diketahui, kedatangan Pangdam bersama Dandrem ini menggunakan 2 helikopter dan mendarat sekitar pukul 09.30 WIB di lapangan sepak bola Desa Saka Rotan. Kedatangan petinggi TNI ini disambut langsung Bupati Inhil, HM Wardan beserta jajarannya.(adi)




Diterjang Longsor, 3 Rumah Warga di Tanah Merah Rusak

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (20/2/2015) malam.

Pada musibah yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ini, setidaknya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02 Lorong Perigi, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda daerah tersebut, berawal saat para korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang terlelap dalam tidurnya.

“Tidak berapa lama kemudian, korban terbangun karena mendengar teriakan dari warga, yang menyuruh korban keluar dari rumah,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Bahtiar.

Sesampainya di luar rumah, lanjut Bahtiar, korban baru mengetahui bahwa rumahnya sedang dalam keadaan longsor, sehingga ia pun bergegas meninggalkan rumah tersebut untuk menyelamatkan diri.

“Akibat bencana ini, para korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Sementara itu, untuk seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan, saat ini harus diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni di rumah tetangga dan keluarga dekat korban.

“Kita imbau kepada seluruh masyarakat sekitar, untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” imbuhnya.

Adapun 3 untir rumah warga yang rusak diterjang bencana alam tanah langsor ini, diantaranya rumah milik Samsudin (44) sebanyak dan rumah milik Nurdin (50) 1 unit. (adi)




Anjing Belang Gigit 4 Warga GAS

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

Gaung Anak Serka (detikriau.org) – Sebanyak 4 warga Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menderita luka-luka akibat diserang dan digigit oleh seekor anjing liar, Jum’at (20/2/2015).

Kejadian yang terjadi di sekitar lokasi pasar Kelurahan Teluk Pinang ini, sontak saja membuat heboh warga setempat. Pasalnya, hal tersebut terjadi secara mendadak dan tanpa diketahui penyebabnya.

Menurut informasi yang diperoleh dari sejumlah warga, anjing yang menyerang dan menggigit orang tersebut tidak diketahui darimana asalnya, karena baru pertama kali melihat hewan yang gigitannya bisa menyebabkan penyakit rabies ini berkeliaran di daerah setempat.

“Tadi siang, ada seorang guru yang digigit oleh anjing itu dan sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Tembilahan,” tutur Ison, warga Parit 8 Kelurahan Teluk Pinang.

Selain menyerang dan menggigit seorang guru, lanjut Ison, anjing belang berwarna hitam dan putih ini juga sempat menyerang dan menggigit 3 warga lainnya.

“Anjing itu sudah dibunuh oleh warga untuk menghindari terjadinya hal-hal lain yang tidak diinginkan,” imbuhnya.(adi)




Sedang Diperjalanan, Speedboad Terbakar di Perairan Guntung-Inhil

imageKATEMAN (detikriau.org) – Belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya secara pasti, sehingga membuat sebuah speedboad terbakar ketika berada di perairan Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (14/2/2015).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang warga Guntung yang mengetahui kejadian tersebut, api yang membakar speedboad itu muncul karena kondisi mesin yang panas dan kebetulan terdapat jerijen minyak di dekat mesin, sehingga api langsung menyambar.

“Penumpang langsung melompat ke air dan diselamatkan oleh speedboat lainnya yang kebetulan berada dekat lokasi,” kata Ijunk.

Informasi sementara yang didapat dari pihak kepolisian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kasatpol Air Polres Inhil, AKP Supandi mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan data dan keterangan terkait kejadian yang baru saja terjadi ini, sehingga pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut.

“Masih dalam pengumpulan data. Tapi untuk sementara korban jiwa tidak ada, hanya yang menderita luka bakar,” terangnya.(adi)




Jago Merah Lalap 10 Unit Rumah Penduduk di Kateman

KATEMAN – 10 Unit rumah pemukiman penduduk jalan Kelabang Sakti dan Teuku Umar Kelurahan Tagaraja Kecamatan kateman ludes dilalap si jago merah dan 1 rumah mengalami rusak berat. Kamis (12/10)

Berdasarkan keterangan warga setempat, Amir melalui sambungan selularnya, api pertama kali terlihat sekitar pukul 08.00 Wib dibelakang rumah salah seorang warga. Tidak berselang lama apipun membesar dan semakin sulit untuk dikendalikan.

“Kami tidak tau pasti apa penyebabnya. Tapi yang jelas api begitu cepat merembet dan menghanguskan rumah penduduk berhampiran,” Akuinya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, setidaknya 10 unit rumah warga habis dilalap si jago merah, sedangkan 1 unit rumah lainnya mengalami rusak berat.

“Informasi dari masyarakat setempat, api diduga muncul dan terlihat dari bagian belakang rumah salah satu warga,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, IPTU Warno Akman.

Sementra itu, terkait dengan penyebab timbulnya api yang menyebabkan kebakaran, kata Warno masih dalam penyelidikan Polsek Kateman.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini dan kerugian materil juga belum dapat ditaksirkan,” terangnya.

Adapun 10 unit rumah warga yang terbakar saat itu, diantaranya rumah milik Gogo (40), Bustami (45), Eko (30), H Jamaludin (55), Ahmad Sopian (40), Iwan (30), Eko (30), Lukman (40), H Rapik (70) dan Hj Minah (68).

Sedangkan satu unit rumah warga yang mengalami rusak berat, yakni rumah milik H Gafar (50). (adi)




Sekdes Dinilai Kerap lalai, Camat Pelangiran Lakukan Evaluasi Setiap Bulan

Suasana saat Sekdes dikumpulkan Pemerintah Kecamatan PelangiranPELANGIRAN (detikriau.org) – Setiap bulannya, Pemerintah Kecamatan Pelangiran mengumpulkan seluruh Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kecamatan Pelangiran di aula Kantor Camat setempat. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus memberikan masukan yang dapat dipergunakan dalam menjalankan tugas-tugas Sekdes kedepannya.

Hal tersebut disampaikan Camat Pelangiran Sutarno Wandoyo S Sos MH melalui sambungan selularnya, Rabu (11/2/2015). Menurutnya, jika ini tidak dilakukan bisa menimbulkan kelalaian dalam bekerja.

“Sekdes itu penting keaktipannya dikepemerintahan desa. Jika tidak dilakukan evaluasi, mereka bisa lalai. Biasanya yang kita temui yang kerap lalai bekerja itu ada pada Sekdes. Namun hal ini juga tidak mengurangi perhatian kami terhadap kinerja para Kadesnya,” kata Camat.

Dengan melakukan evaluasi secara berkala ia berharap akan dapat lebih memicu para sekdes untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinyansecara lebih maksimal. Jika tidak, dikhawatrikan akan menghambat misi Pemerintah Kecamatan dalam membangun daerah.

“Itu salah satu upaya kita untuk membangun Kecamatan Pelangiran,” tutupnya. (mirwan)