Cekcok Mulut, Warga Sungai Guntung di Hujam Belati

ilustrasi-pisau-berdarah1KATEMAN (detikriau.org) – Warga Sungai Guntung Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman, Mahyudi (31) mengalami luka sayat yang cukup parah dibagian dada disebabkan hujaman senjata tajam Pian (30) warga kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman di pasar Sungai Guntung jalan Yos Sudarso, Minggu (10/5/2015).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, tindak pidana penganiayaan berat ini terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Dimana waktu itu, 15 menit sebelumnya antara pelaku dengan korban sedang bertengkar hebat di TKP. Merasa emosi, si korban sempat mengeluarkan sebilah badik.

“Waktu korban mengeluarkan badik, langsung dilerai oleh saksi dan meminta kepada korban untuk pergi meninggalkan TKP,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Minggu (10/5/2015).

Lanjut Warno memberi keterangan, setelah dilerai oleh saksi dan menyuruh korban pergi, ternyata si pelaku langsung berlari mengambil sebilah pisau di tempat pedagang buah terdekat dan langsung mengejar korban, hingga korbang mengalami luka yang cukup parah dibagian dada.

Karena pelaku berhasil menikam korban, saat itu juga pelaku melarikan diri dan korban langsung dilarikan ke Puskesmas setempat. Untuk hasil VER oleh dokter, panjang luka korban sepanjang 14 cm, lebar 3,5 cm dan kedalaman luka 2 cm.

“Karena luka korban mengalami pendarahan yang banyak, korban terpaksa dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk diminta pertolongan medis. Dan saat ini, barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kateman sedangkan pelaku penganiaan masih dalam pengejaran Polsek Kateman,” tutupnya.(mirwan)




Tampar Perempuan, Seorang Lelaki Diamankan Polisi

Gbr ilustrasi. Net
Gbr ilustrasi. Net

GAUNG (detikriau.org) – Seorang laki-laki HR (26) warga Kuala Lahang Kecamatan Gaung diamankan pihak kepolisian karena terbukti telah melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan Jumiati (20) yang juga merupakan warga kuala Lahang, Rabu (29/4/2015) kemaren.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Jum’at (1/5/2015). Kejadian tersebut merupakan penganiayaan berupa tamparan tangan oleh pelaku terhadap korban.

Waktu itu, sekitar pukul 17.00 WIB korban sedang berada disebuah warung karena ingin membeli gorengan. Tak lama kemudian, pelaku datang menghampiri dan langsung memegang tangan korban. Sebelumnya kata Warno, korban mengaku si pelaku suka mengungkapkan ucapan tak sedap terhadap korban.

“Saat itu korban menepis tangan pelaku yang ingin memegang tangan si korban dan langsung menunjuk pelaku dengan jari seraya mengatakan jangan suka bilang cewek suka main ke Tembilahan,” terangnya.

Terpancing emosi, pelaku langsung menampar korban dengan tangan kirinya hingga terjatuh dan terjepit ke meja disekitarnya. Atas kejadian tersebut korban mengalami pendarahan di mata sebelah kanan, memar di lengan kanan dan luka lecet serta memar di kaki sebelah kiri.

“Atas kejadian ini si korban merasa tidak senang langsung melaporkan ke petugas kepolisian minta diusut lebih lanjut. Dan saat ini, pelaku sudah kita amankan,” kata Warno.(mirwan)




Warga GAS Lakukan Perbaiki Sementara Jalan Penghubung Kecamatan Secara Swadaya

Aksi warga sebagai bentuk protes tidak kunjung diperbaikinya kerusakan jalan penghubung kecamatan GAS menuju Batang Tuaka belum lama ini
Aksi warga sebagai bentuk protes tidak kunjung diperbaikinya kerusakan jalan penghubung kecamatan GAS menuju Batang Tuaka belum lama ini

GAS (detikriau.org) – Seluruh masyarakat diajak untuk ikut berpartisipaspi memperbaiki kerusakan jalan penghubung Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) menuju Kecamatan Batang Tuaka secara swadaya.

Ajakan tersebut terkait dengan kondisi ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Teluk Pinang dengan Kelurahan Sungai Piring yang saat ini mengalami kerusakan sangat parah sehingga sulit dilalui oleh pengguna jalan, baik para pejalan kaki maupun pengendara.

Camat GAS, H Abdul Rasyid MH mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah yang diikuti pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW disepakati bahwa akan dilakukan pungutan secara sukarela kepada masyarakat setempat, khususnya bagi mereka yang memiliki kendaraan.

“Pada pertemuan tadi kita sudah sepakat untuk memungut sumbangan dari masyarakat. Dimana untuk pemilik mobil sebesar Rp 100 ribu dan sepeda motor Rp 10 ribu,” tutur Rasyid saat ditemui detikriau.org di rumah dinasnya, di Jalan Merdeka Teluk Pinang, Sabtu (25/4/2015).

Dijelaskan mantan Camat Kuala Indragiri (Kuindra) ini, dana dari sumbangan masyarakat yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk memperbaiki kerusakan ruas jalan penghubung Kecamatan GAS-Batang Tuaka, dengan membuat jalur alternatif yang bisa dilewati para pengendara.

“Dana itu akan kita belikan batang kelapa. Untuk kemudian, dibelah dua dan disusun dua jalur di atas jalan yang rusak tersebut,” terang Rasyid seraya menyebutkan, ada sekitar 5 titik kerusakan jalan yang ingin diperbaiki.

Langkah tersebut, lanjut Camat GAS yang baru dilantik tanggal 7 April 2015 lalu ini dimaksudkan untuk menanggulangi sementara waktu kerusakan jalan yang sudah cukup lama itu.

“Jika kita menunggu perbaikan dari Pemda tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena masih harus menunggu proses lelang dan lain sebagainya. Jadi, inilah keputusan yang kita ambil bersama tadi,” tambahnya.

Menanggapi hasil musyawarah tersebut sejumlah masyarakat Kelurahan Teluk Pinang ada yang menyambut baik dan ada juga yang merasa keberatan dengan berbagai alasan yang mereka utarakan.

Kendati demikian, asalkan kesepakatan itu dijalankan dengan baik dan transparan, serta tidak hanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi atau golongan saja tentu akan didukung juga oleh masyarakat, demi perbaikan dan kemajuan daerah setempat.(adi)




Giliran Padam 24 Jam, Warga Datangi PLN Teluk Pinang

imagesGAS (detikriau.org) – Sejumlah masyarakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mendatangi PLN Sub Ranting Teluk Pinang, Minggu (19/4/2015) malam.

Kedatangan masyarakat ini, untuk mempertanyakan kondisi pemadaman listrik bergilir yang sudah melanda daerah itu selama 11 hari terakhir.

Tidak tanggung-tanggung, durasi pemadaman listrik bergilir yang diterapkan oleh PLN Sub Ranting Teluk Pinang saat ini ada 12 jam hidup dan 24 jam padam.

Kondisi itu tentunya menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, apalagi hingga kini pihak PLN Sub Ranting Teluk Pinang belum bisa memberi kejelasan dan memastikan kapan pemadaman listrik bergilir ini akan berakhir.

Padahal, masyarakat sudah menanti-nanti realisasi dan pengoperasionalan mesin baru yang sudah lama datang serta telah pula dipasang dan siap untuk digunakan.

“Kita heran, kenapa sampai sekarang masih ada pemadaman bergilir. Sepengetahuan kita, mesin baru sudah siap dipasang dan bisa digunakan,” tutur Anto, salah seorang masyarakat Parit 8, Kelurahan Teluk Pinang yang ditemui detikriau.org di lokasi.

Oleh karena itu, lanjut Anto, kedatangannya beserta rombongan ke PLN Sub Ranting Teluk Pinang, bertujuan untuk melihat apakah kerusakan mesin ini diperbaiki oleh pihak terkait atau tidak, karena sudah cukup lama masyarakat menunggu dan bersabar dengan kondisi pemadaman listrik bergilir tersebut.

“Jujur saja, kita tidak puas dengan pelayanan PLN saat ini. Sepertinya kondisi ini dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya dari pihak PLN untuk segera menyelesaikannya,” kata masyarakat lainnya.

Seharusnya, pemadaman listrik bergilir ini tidak lagi diberlakukan oleh PLN Sub Ranting Teluk Pinang, karena mesin baru sudah terpasang dan siap untuk digunakan.

“Paling tidak ada perubahan lah, masa mesin baru sudah ada, tapi pemadamannya masih menggunakan durasi yang lama,” keluh masyarakat.

Setelah cukup lama berkumpul dan tidak kunjung ada keputusan dari pihak PLN Sub Ranting Teluk Pinang, akhirnya masyarakat dengan dimediasi oleh Kapolsek GAS, AKP Supriadi bersedia membubarkan diri, dengan persyaratan pihak kecamatan, PLN dan pihak terkait lainnya bersedia melakukan pertemuan dan pembicaraan terbuka bersama masyarakat pada Senin (20/4/2015).

“Kami minta besok lakukan pertemuan dengan masyarakat, untuk membicarakan permasalahan ini secara terbuka, sehingga akar permasalahannya bisa diketahui dan dicari jalan keluarnya, serta tidak lagi ada prasangka buruk di masyarakat,” tegasnya.

Kapolsek GAS, AKP Supriadi juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam menyikapi permasalahan ini, dengan duduk bersama dan mencari solusinya, agar tidak menimbulkan keresahan dan hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat.

“Semua ini, demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbuhnya.(adi)




Diduga Persoalan Cinta, Pria Ini Nekat Gantung Diri

Riky yang ditemukan saat tergantung pada seuntai taliKATEMAN (detikriau.org) – Diduga berlatarbelakang persoalan cinta, pekerja swasta di Sungai Guntung Kecamatan kateman, M Risky (29) tega mengakhiri hidupnya dengan seutas tali. Pria ini ditemukan sudah tidak bernyawa tergantung diruang gudang pelabuhan Kemuning Jalan Yos Sudarso Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman, Kamis (16/4) malam

Menurut keterangan warga setempat, Abdul Samad, Jum’at (17/4/2015), diduganya tindakan nekat ini dilakukan Risky akibat persoalan cinta. Saat ditemukan sekitar pukul 20.45 WIB di TKP ada satu kado cantik yang berisikan baju seorang perempuan.

“Selain itu, minuman Casbeard 3 kaleng juga tampak di TKP. Sepertinya si Riky ini sedang prustasi,” duga Abdul Samad.

Senada, warga lainnya, Syahbudi juga mengungkapkan dugaan serupa. Menurut Budi, sebelumnya, korban juga sudah pernah mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun nyamuk. Namun kala itu nyawa Riky masih sempat terselamatkan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, kronologis kejadian ini berawal dari sekitar pukul 19.30 si korban menghubungi temannya Suryadi untuk datang ke pelabuhan, dimana waktu itu korban sedang sendiri di TKP.

Sesampainya teman korban ke TKP sekitar pukul 20.45 WIB, korban terlihat sudah tergantung dengan seutas tali di lehernya dalam keadaan sudah tidak berjawa. Dan saat itu juga teman korban ini langsung memberi tau warga sekitar dan melaporkan ke Polsek Kateman.

“Malam itu juga korban diturunkan dari gantungam tali yang disaksikan langsung oleh orang tuanya (Wahab) dan selanjutnya korban dibawa ke UGD RSUD Raja Musa untuk diperiksa,” kata Warno.

Ia menyampaikan, dari hasil VER oleh team dokter bahwa korban meninggal karena kehabisan oksigen akibat jeratan tali di lehernya dan adanya cairan sperma yang keluar dari kemaluan korban. Terlebih, saat itu lidah korban juga terlihat menjulur.

“Yang jelas petugas kita di lapangan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban maupun penganiayaan.,” tutup PAUR Humas Polres Inhil. (mirwan)




Masyarakat Minta Kerusakan Jalan Lintas Batang Tuaka-GAS Segera Diperbaiki

“Kalau Hujan Seperti Kubangan Kerbau”

image-1Gaung Anak Serka (detikriau.org) – Kondisi jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Batang Tuaka dan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sungguh sangat memprihatinkan.

Betapa tidak, disepanjang jalan tersebut banyak ditemukan lubang-lubang besar yang menganga dan dalam. Belum lagi kalau hari hujan, jalan yang berlubang itu akan menjadi sangat licin seperti kubangan.

Kerusakan jalan tersebut mulai terasa dari Desa Gemilang, Kecamatan Batang Tuaka hinga memasuki Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS. Dimana-mana banyak terdapat lubang yang besar dan sulit dilalui oleh para pengendara, sehingga bagi para pengguna jalan harus sangat berhati-hati agar tidak terjatuh dan terperosok di dalam lubang.

“Sekarang sudah tidak bisa lagi memilih jalan mana yang bagus, sebelah kiri lubang dan sebelah kanannya juga berlubang. Jadi terpaksa kita hantam saja, yang penting harus hati-hati karena lubangnya ada yang dalam dan tak kelihatan,” tutur Rahmat saat ditemui detikriau.org ketika melintas di jalan tersebut, kemarin.

Menurutnya, jalan berlubang yang ada disepanjang jalan tersebut sudah banyak memakan korban pengendara yang melintas, baik sepeda motor ataupun mobil angkutan penumpang dan barang. Para pengendara, terutama sepeda motor banyak yang jatuh akibat terperosok ke dalam lubang yang tertutup dan tergenang air, sehingga menyebabkan jalanan tersebut licin.

“Pokoknya kondisi jalan ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan para pengguna jalan. Apalagi kalau hujan turun, jalan yang berlubang akan tertutup genangan air dan menjadi licin, sehingga mirip seperti kubangan saja,” keluhnya.

Keluhan senada juga disampaikan Ramli, warga Kelurahan Teluk Pinang lainnya. Dijelaskannya, ketika melewati jalan tersebut, para pengendara harus ekstra berhati-hati, karena di beberapa titik jalan terdapat kerusakan yang cukup berat.

“Untuk itu, kita berharap kerusakan jalan ini cepat diperbaiki oleh pemerintah, karena keberadaan jalan sebagai sarana transportasi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, baik untuk lalu lintas pengangkutan hasil-hasil pertanian dan perkebunan ataupun kegiatan ekonomi masyarakat lainnya,” imbuhnya. (adi)