Tak Hanya Insel, Warga INHUT Juga Tak Bosan Dengungkan Impian Untuk Mekar

salah satu wajah sudut kota guntung Kecamatan Kateman, satu dari lima Kecamatan di Kabupaten Inhil yang akan bergabung kedalam daerah otonomi baru, Kabupaten Inhil Utara
salah satu wajah sudut kota guntung Kecamatan Kateman, satu dari lima Kecamatan di Kabupaten Inhil yang akan bergabung kedalam daerah otonomi baru, Kabupaten Inhil Utara

Guntung (detikriau.org) – Tidak hanya masyarakat Inhil dari bagian Selatan, masyarakat Inhil bagian Utara juga tidak henti-hentinya mendengungkan impian untuk secepatnya dimekarkan. Untuk itu, mereka juga mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi maupun Pusat untuk serius membantu mempercepat proses pemekaran INHUT sebagai wilayah otonomi baru.

Menurut warga Inhut, sejauh ini geliat pembangunan di Inhu masih sangat tertinggal dibandingkan dengan berbagai daerah-daerah lainnya.

McDavid-colour_banner-rev Mustafa Kamal, salah seorang tokoh masyarakat setempat juga berharap agar impian sejak lama masyarakat Inhut dapat segera terealisasi. Dengan mekarnya inhil utara sebagai wilayah otonom baru, ia meyakini akan dapat mempercepat upaya pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan yang lebih merata.

“ warga kita yang ada di lima kecamatan dibagian inhil utara ini sudah sangat lama merindukan terwujudnya pemekaran” Sampaikannya belum lama ini di Kateman.

Sementara itu, Camat Kateman, Marlis Syarif menyatakan bahwa untuk mewujudkan impian itu masyarakat Inhut sudah melakukan berbagai upaya sesuai jenjang aturan termasuk melakukan koordinasi dengan pidak DPR RI. Ia  juga berkeyakinan dengan mekar, percepatan pemabngunan akan lebih focus untuk disegerakan.

“Selain dapat mempercepat pembangunan di berbagai sektor, pemekaran Inhut pastinya akan dapat berpengaruh baik pada perekonomian warga.” Ujar Marlis.(fa)




Hanya Karena Omelan, Bapak Ini Hajar Tetangganya Hingga Luka-Luka

PELANGIRAN (detikriau.org) – Siti Aimah alias Iti (38) warga Parit Rambai Desa Simpang Kateman Kecamatan Pelangiran terpaksa dilarikan ke Puskesmas, karena mengalami luka-luka pada bagian kepala dan telinga sebelah kiri akibat pukulan gelas oleh tetangganya sendiri, S (40) di depan rumah pelaku, Sabtu (17/10/2015) kemarin.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden itu bermotif ketika korban pulang dari pasar sekitar pukul 14.00 WIB. Waktu itu ia membawa sejumlah barang belanjaannya dengan cara menjunjung. Ketika korban sampai di TKP, tiba-tiba barang belanjaannya tersangkut kabel lampu milik pelaku hingga barang belanjaannya terjatuh.

“Saat itu korban ini sempat emosi sembari mengomel karena keberadaan kabel lampu itu menyebabkan barang belanjaannya terjatuh. Omelannya didengar oleh pelaku hingga membuat pelaku emosi,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Minggu (18/10/2015).

D2-Pesta-diskon-DSLRLebih lanjut PAUR Humas menerangkan, selang beberapa saat pelaku langsung mengejar korban dan menarik rambutnya dengan membawa satu gelas kaca.

Waktu itu sempat dilerai oleh seorang saksi, Inah (22) yang sedang berada di TKP. Namun leraian itu tidak membuahkan hasil karena pelaku menendang si saksi ini hingga terjatuh.

Pelakupun kembali mengampiri korban dan langsung memukulkan gelas kaca tersebut ke kepala korban bagian sebelah kiri dan mengakibatkan luka-luka dengan terpaksa dirawat di Puskesmas Kecamatan Pelangiran.

“Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas Pelangiran dengan luka robek di bagian sebelah kiri dengan 7 jahitan dan daun telinga sebelah kiri korban sebanyak 5 jahitan,” kata Warno.

Sedangkan pelaku, kini telah diamankan polisi tanpa perlawanan di Mapolsek Pelangiran untuk diminta keterangan lebih lanjut. (mirwan)




Semburan Lumpur Bercampur Gas Hebohkan Warga Pelangiran

PELANGIRAN (detikriau.org) – Warga Kecamatan Pelangiran dihebohkan dengan adanya semburan lumpur yang menyerupai dengan adukan semen cair berwarna abu-abu hingga ketinggian 15 meter dari permukaan tanah di belakang rumah kediaman salah seorang warga Dusun Teluk Lanjut, Desa Terusan Beringin Jaya Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hendra alias Een (40), Sabtu (3/10/2015) kemarin, sore.

Anehnya lagi, peristiwa alam itu juga memunculkan semburan gas yang bisa menyambar api layaknya gas pada umumnya. “Heran kami, kok di Teluk Lanjut ada lapindo,” sebut salah satu warga kecamatan Pelangiran, Udi (24).

Senada dikatakan Hamsan, warga ibu kota Kecamatan Pelangiran. Hanya dalam hitungan menit peristiwa itu langsung menyebar luas ke sejumlah pelosok kecamatan Pelangiran.

“Saya juga kaget, entah dari mana munculnya gas itu. Selama hidup di sini, peristiwa itu adalah peristiwa pertama yang saya temukan di kecamatan ini,” ujar Hamsan.

Bhabinkamtibmas Desa Terusan beringin jaya, Ibrahim Harahap saat dikonfirmasi .detikriau.org Ahad (4/10/2015) membenarkan adanya peristiwa alam itu. Ia menjelaskan munculnya lumpur dan gas tersebut dari satu tempat pengeboran sumur.

Kronologisnya bermula ketika warga setempat, Een membuat sumur bor di belakang rumahnya kemarin sektar pukul 12.30 WIB. Pembuatan sumur itu menggunakan pipa paralon dengan kedalaman 28 meter, kemudian sekitar pukul 15.30 WIB secara tiba-tiba muncul semburan lumpur itu.

Menghindari serakan lumpur, Een langsung menyambungkan selang besar plastik ke dalam pipa tersebut. Namun upaya itu malah memunculkan semburan cairan dari selang yakni cairan gas.

Adapun sebab munculnya api, dikatakan Bhabinkamtibmas bahwa ada salah seorang warga yang menghidupkan korek api di area itu sehingga dengan cepat gas menyambar. Hidupnya api cukup lama, mulai dari pukul 17.30 sampai 00.30 WIB dini hari.

“Api telah kita padamkan, sekarang ini tinggal mengevakuasi warga dan membersihkan benda-benda di area semburan gas,” ungkap Ibrahim Harahap.(mirwan)




Adu Badik, Tomi Terpaksa Dilarikan ke Rumah Sakit

Foto ilustrasi adu badik
Foto ilustrasi adu badik

Kateman (detikriau.org) – Tomi (18) warga Kelurahan Taga Raja Kecamatan Kateman terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena mengalami luka tusuk yang dilakukan oleh DA (31) warga satu kelurahan dengan korban. Peristiwa itu terjadi di lapangan Badminton jalan Tunas Muda Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman, Minggu (30/8/2015) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, sesuai laporan Polisi dengan nomor: LP/13/VIII/2015/Reskrim/Res Inhil/Polsek Kateman tanggal 30 Agustus 2015 bahwa saat itu pelaku datang ke kediaman salah seorang warga atas nama Andi bermaksud mencari si korban.

Pencarian pelaku terhadap korban tersebut karena merasa tidak senang dengan korban. Sebab sebelumnya, pelaku mengaku pernah dipukul oleh korban, namun sampai dirilisnya berita ini, pihak kepolisian belum memberi keterangan apa motifnya korban memukul pelaku itu.

“Yang saat itu, pelaku datang ribut-ribut dan saudara Andi mengatakan dari pada ribu-ribut, lebih baik menunggu di lapangan Badminton,” sebut Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (31/8/2015).

Setiba di lapangan Badminton, lanjut Warno, korban langsung mencabut badik dari pinggangnya dan menyerang pelaku dengan sebilah badik terhunus, namun humanan baadik korban tidak mengenai pelaku. Merasa nyawanya terancam, pelaku balas mencabut badik dan menyerang balik, Serangan balasan ini mengenai korban, tepat di bagian rusuk sebelah kiri dengan 1 kali tusukan.

“Saat ini korban dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan petugas kepolisian,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




Kesal Dimaki Anak, Ayah Ini Cabut Nyawa Darah Dagingnya Sendiri

PULAU BURUNG (detikriau.org) – Peristiwa naas menimpa Saini Rahmat (27) warga Dusun Permai Desa Sei Danai Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Bagaimana tidak, pria berprofesi sebagai buruh harian panen kampung ini diakhiri nafasnya oleh ayahnya sendiri, Sulaiman (57), Jum’at (28/8/2015).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa tindak pidanan pembunuhan itu terjadi di Line S Kampung 27 Wilayah IV RSUP PKB Desa Sei Danai Kecamatan Pulau Burung sekitar pukul 15.00 WIB. Belum diketahui secara persis motifnya, yang jelas sebelumnya, antara ayah dengan anak sempat terjadi pertengkaran hebat.

“Pada saat itu korban (anak pelaku, red) emosi dan marah-marah sembari memaki ayahnya sendiri, kemudian korban berusaha mengambil sebilah parang sambil melayangkan pukulan kea rah ayahnya,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Sabtu (29/8/2015).

Lebih lanjut ia menerangkan, upaya sang anak untuk meraih parang sempat didahului sang ayah dan secara spontan, pelaku mengayunkan parang itu berulang kali ke tubuh anaknya hingga korban rubuh dan meninggal dunia.

Tak berselang lama, lanjut Warno, pelaku memberitahukan kepada beberapa rekannya atas perbuatannya dan langsung membawa korban ke RSUD PKB untuk dilakukan VER oleh Tenaga Kesehatan Klinik.

Hasil visum, ditubuh korban terdapat beberapa luka diantaranya luka bacok di kepala sebelah kiri dengan panjang 13 cm dan lebar 5 cm, kemudian juga terdapat luka bacok pada leher dengan panjang 14 cm dan lebar 5 cm, selain itu terdapat luka pada lengan dengan panjang 11 cm dan lebar 7 cm, luka pada siku lengan dengan panjang 4 cm lebar 3 cm, dan terakhir ditemukan luka pada punggung dengan panjang 27 cm dan lebar 7 cm serta dalam luka 10 cm.

“Saat ini pelaku dan barang bukti berupa sebilah parang telah diamankan di Mapolsek Pulau Burung untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sedangkan mayat korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




Di Desa Bagan Jaya, Masyarakat Antusias Ikuti Upacara HUT RI

IMG_20150819_174219PELANGIRAN (detikriau.org) – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-70 tahun 2015, di desa Bagan Jaya Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diikuti seluruh masyarakat desa setempat.

Menurut Penjabat Kepala Desa Bagan Jaya, Zulkifli, Rabu (19/8/2015) pelaksanaan upacara tanggal 17 Agustus itu memang haarus dilaksanakan, namun hebatnya desa tersebut tampak antusias masyarakat mengikutinya, pasalnya tanpa dipaksa, masyarakat turut menyaksikan berkibarnya bendera merah putih.

“Meski desa ini jauh dari ibu kota Kecamatan, namun mereka (masyarakat, red) rela melepaskan aktivitasnya pada tanggal 17 itu, demi mengikuti upacara bersama,” katanya.

Semoga katanya, antusias masyarakat tersebut merupakan simbol dukungan dalam membangun desa untuk lebih maju lagi kedepannya. (mirwan)