Sarana Jalan Menuju Pelabuhan HK, Guntung, Rusak. Pemerintah disebut Cuek

KATEMAN (detikriau.org) – Pelabuhan HK Sungai Guntung Kecamatan Kateman dinilai tidak mengandung keistimewaan. Bagaimana tidak, jangankan pengembangan secara khusus, pemeliharaan pun terbilang sangat minim.

Salah satu warga setempat, Ridho kepada detikriau.org mengatakan bahwa saat ini kondisi infrastruktur jalan menuju pelabuhan sudah sangat memprihatinkan. Ia menilai tidak ada perhatian serius dari pemerintah.

“Khususnya jalan menuju pelabuhan, kondisinya sudah cukup parah. Pemerintah tidak serius memelihara pelabuhan Internasional itu,” katanya, Kamis (14/1/2016).

Sementara itu, Kepala lapangan KPLP Pelabuhan HK, Safrudin juga menyatakan hal yang serupa. Dinilainya, kondisi terkini tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan.

Bahkan menurutnya, pihak terkait saat ini hanya melontarkan janji belaka tanpa kerja nyata.

“Harusnya minimal ada pemeliharaan khusus supaya keistimewaan pelabuhan dapat tampak indah dan dinikmati masyarakat luas.”Pendapatnya. – Mirwan




Daripada Kehilangan Nyawa, Warso Harus Relakan Sebelah Kakinya Jadi Santapan Buaya

TELUK BELENGKONG (detikriau.org) – Peristiwa naas menimpa Suwarso (46), warga dusun II desa Hibrida Jaya RT 008 RW 005 Kecamatan Teluk Belengkong. Bagaimana tidak, kakinya putus akibat terkaman buaya di SP3 GHS Teluk Belengkong, Jum’at (8/1/2016) sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, pria malang ini disambar buaya saat ia sedang memotong rumput di pinggir kanal.

Waktu itu kaki korban belum putus namun kondisinya sudah patah. Takut diseret ke sungai, spontan saja si korban memotong daging pegelangan kakinya hingga putus.

Setelah itu, buaya itupun langsung hilang dari permukaan air. Tak lama kemudian korban pun dibantu masyarakat setempat dan dilarikan ke Puskesmas Teluk Belengkong. Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB, korban dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Ini merupakan korban yang kesekian kalinya. Baru-baru ini, pada bulan akhir 2015 kemarin juga ada warga Teluk Belengkong diterkam buaya hingga tewas,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Menurut keterangan warga setempat, Mahyubi melalui sambungan selularnya menjelaskan, kanal tersebut banyak dihuni Buaya. Bahkan menurutnya lagi, binatang buas tersebut mulai berkeliaran di sungai Teluk Belengkong.

“Solusinya, kami harus waspada bepergian melalui kanal. Namun untuk sementara kanal itu masih sering dilewati masyarakat karena kondisi jalan aspal masih parah,” pungkasnya. –Mirwan-




Salah Sasaran, ABK Speedboad Tewas Bersimbah Darah

KATEMAN (detikriau.org) – M Yusuf (40), ABK Speedboat Karya Budi ditemukan bersimbah darah di dalam Cafe Rajawali kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (7/1/2016) dini hari.

Peristiwa naas ini tidak dilihat seorang saksipun. Meski begitu, kepolisian berhasil menyidik keberadaan pelaku yakni berinisial AS (21) seorang karyawan warga Kateman, ia diamankan petugas ketika sedang berada di kediamannya. Saat ini pelaku telah dibawa ke Mapolres Inhil untuk dilakukan penyelidikan lebib lanjut.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, M Yusuf adalah korban salah sasaran karena mirip dengan salah seorang pria yang didendamnya,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Kronologis peristiwa, dijelaskan Warno, berawal ketika salah seorang saksi, Metha sedang duduk di dalam Cafe sekira pukul 00.30 WIB. Saat itu, korban dan saksi telah ada janji untuk bertemu dikamar cafe, dimana kamar tersebut adalah kamar kos Metha itu sendiri.

Saat bertemu, korban menyuruh si saksi masuk duluan ke dalam kamar. Tak berselang lama setelah berada di kamar, saksi mendengar suara gaduh di luar. Merasa penasaran, ia pun keluar dan saat itulah ia menyaksikan korban sudah bersimbah darah.

“Saksi ini langsung berteriak. Korban kemudian dilarikan untuk mendapat pertolongan tim medis RSUD Raja Musa Sungai Guntung. Ditubuh korban ditemukan 4 buah luka diduga terkena benda tajam yakni 1 luka tusukan pada bagian perut, 2 luka sayat bagian leher dan 1 luka sayat pada bagian mata,” paparnya.

Karena luka yang cukup parah, Korban rencananya akan dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Namun didalam perjalanan menuju Tembilahan korban menghembuskan nafas terakhir.

“Jasad kemudian dibawa kembali ke RSUD Raja Musa Sungai Guntung.” Pungkas Paur Humas. – Mirwan-




Cuex Bro, Kades Baru Ini Dengarkan Sambutan Bupati Sambil Merokok

PELANGIRAN (detikriau.org) – Mungkin candu sudah diubun-ubun, kades yang baru saja mengikuti prosesi pelantikan ini dengan santainya menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dengan dalam. Padahal saat itu, Bupati Inhil, HM Wardan masih menyampaikan wejangan, Selasa (5/1/2016).

“Kok bapak itu merokok, tak sopan dia tu. Pak Bupati sedang menyampaikan kata sambutan,” ungkap salah seorang tamu undangan.

Pantauan detikriau.org, Kades tersebut duduk di kursi dideretan keempat dari sebelah kanan. Jika secara keseluruhan, para Kades ini duduk tepat di sebelah kiri Pendopo.

Bupati Inhil dalam sambutannya mengingatkan, para Kades yang baru dilantik harus mempelajari perundang-undangan desa hingga peraturan lainnya terkait desa dengan harapan para Kades ini tidak salah dalam mengambil kebijakan.

“Dana yang dikucurkan ke desa itu lumayan besar, mulai dari ratusan juta sampai miliyaran. Oleh sebab itu, Kades yang baru dilantik jangan sampai tidak tahu kebijakan apa yang mesti diambil,” tandasnya.

Prosesi pelantikan 11 kades terpilih di Kecamatan pelangiran ini diselaraskan dengan acara peresmian PATEN kecamatan Pelangiran, peresmian SMA Negeri 1 Pelangiran, pengukuhan Kamabiran dan Kwaran Kecamatan Pelangiran, Pengukuhan LAMR kecamatan Pelangiran serta pengukuhan pengurus Koni desa/kelurahan se-Pelangiran.

Sekedar diketahui, nama-nama kepala desa tersebut adalah Fauzuri kades Simpang Kateman, Abu Nawas kades Tanjung Simpang, Heri Suherman kades Tagagiri Tama Jaya, Abdullah kades Pinang Jaya, Alip Fauzi kades Wonosari, Syahrial kades Tegal Rajo Jaya, Sumaji kades Intan Mulya Jaya, Mursalim kades Saka Palas Jaya, Jamilus kades Catur Karya dan Herman Ismanto kades Bagan Jaya–mirwan-




Ratusan Masyarakat Teluk Belengkong Saksikan Pelantikan Kades

IMG_20160105_153733TELUK BELENGKONG (detikriau.org) – Ratusan masyarakat kecamatan Teluk belengkong manyaksikan secara langsung proses pelantikan kepala desa terpilih di Pendopo Saka Rotan Kecamatan Teluk Belengkong, Selasa (5/1/2016) sore.

Dimana, jumlah Kades yang dilantik itu sebanyak 11 orang yakni Kades Sakarotan, Kades Gembaran, Kades Hibrida mulya, Kades Indrasari Jaya, Kades Griya Mukti Jaya, Kades Hibrida Mukti Jaya, Kades Sumber Jaya, Kades Sumber Makmur Jaya, Kades Sapta Makmur Jaya, Kades Sumber Sari Jaya dan Kades Kelapa Patih Jaya.

Sejumlah kades tersebut dilantik langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan dan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, Kepala BPMPD Inhil Yulizal serta beberapa pejabat lainnya. Selain itu, juga disaksikan langsung oleh Camat Teluk Belengkong serta jajarannya.

Selain melantik, Bupati juga menandatangani prasasti Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) sebagai tanda tuntasnya pekerjaan selama tahun 2015.

“Setelah ditanda tangani prasasti ini, maka para Kades kembali ditugaskan menyukseskan program DMIJ tahun 2016 beserta program-program lainnya,” kata Wardan.

Ia berharap, Kades yang baru itu bisa bekerja secara profesional sehingga mengambil kebijakan tanpa menyalahi aturan. Disamping itu, kepada SKPD terkait juga diharapkannya untuk tetap mengawasi serta mengevaluasi setiap kinerja pemerintahan desa. -mirwan-




SMAN 1 Kateman Dikabarkan Sembelih Dana BSM 120 Siswa

“Dari Total Bantuan Rp 1 Jt per Siswa, Sekolah potong Rp 950 Ribu. Katanya untuk pembayaran tunggakan SPP”

Tembilahan, detikriau.org – Sejumlah orang tua siswa SMA 1 Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil mengeluhkan pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dilakukan pihak sekolah. Tidak pula tanggung-tanggung, dari total dana Rp 1 juta per siswa, pihak sekolah hanya menyisakan sebesar Rp. 50 ribu pada masing-masing rekening tabungan 120 siswa penerima.

Disampaikan salah seorang orang tua siswa yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan, tiga hari yang lalu, anaknya bersama dua orang teman satu sekolahnya bermaksud untuk menarik dana BSM pada sebuah Bank di ibukota Kecamatan Kateman, Guntung. Namun ternyata saldo dana ditiga siswa ini hanya tersisa Rp 50 ribu.

“menurut keterangan pihak Bank, dana itu sudah diambil oleh pihak sekolah,” Sampaikannya kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, rabu (9/12/2015)

Ditambahkannya, berkurangnya dana bantuan pemerintah sebesar Rp 950 ribu persiswa ini ternyata bukan hanya dialami anak dan dua orang temannya. Dari keterangan berbagai pihak menurutnya, 120 siswa penerima BSM di SMAN 1 Kateman ini-pun bernasib sama.

Menurut keterangan pihak sekolah, katanya lagi, pemotongan dana ini telah mendapat persetujuan komite dan dimanfaatkan untuk pelunasan tunggakan biaya SPP. “Dana BSM bukankah tidak bisa dimanfaatkan untuk pembayaran SPP terkecuali untuk kebutuhan buku dan perangkat belajar lainnya”perntanyakannya

Diwaktu dan melalui sambungan selular yang sama, orang tua siswa lainnya yang juga menolak mempublikasikan namanya juga mengkritisi kebijakan yang disebutnya sebagai kebijakan sepihak dari pihak sekolah dan komite ini. Menurutnya juga, sebelum mengambil keputusan sewajarnya dikomunikasikan dulu kepada siswa ataupun orang tua siswa.

“yang jelas apa dasar hukumnya sekolah bisa memotong dana BSM ini tanpa sepengetahuan siswa penerima,”Tutupnya.

Sayangnya komfirmasi yang coba dilakukan detikriau.org kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Kateman, Arbain, tidak mebuahkan hasil. Meski nomor tujuan dalam keadaan aktif, kasek enggan untuk menjawab bahkan komfirmasi melalui pesan singkat hingga berita ini dirilis juga tidak mendapatkan balasan. (dro/mirwan)