Polisi Amankan Pelaku Pembacokan 3 Siswi SMAN 1 Pelangiran

Keterangan foto: pelaku utama Pa yang berhasil diamankan kepolisian
Keterangan foto: pelaku utama Pa yang berhasil diamankan kepolisian

PELANGIRAN (detikriau.org) – Pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap 3 siswa kelas II SMA Negeri 1 Pelangiran kemarin berhasil diamankan oleh petugas kepolisian, Selasa (2/2/2016).

Pelaku berinisial Pa (17) dan Ir. Keduanya merupakan warga kecamatan Pelangiran dan usia keduanya masih dibawah umur serta tidak berpendidikan.

Penangkapan kedua pelaku dilakukan di kediaman Pa di Dusun Tengkorak Kecamatan Pelangiran sekitar pukul 13.00 WIB.

“Pengamanan ini berjalan dengan lancar tanpa ada perlawanan dari pelaku,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kapolsek Pelangiran, Iptu Ali M Siregar kepada detikriau.org.

Dijelaskan, pelaku utama dari kasus itu adalah Pa. Namun sampai saat ini, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan resmi motif kejadian tersebut.

“Baru mau dilidik, kalau sudah dilakukan penyidikkan lebih lanjut nantinya baru kita tau apa motif yang sebenarnya,” tandasnya. Mirwan




Diduga Hendak Diperkosa, 3 Siswi SMAN 1 Pelangiran Dibacok Hingga Berlumuran Darah

Salah seorang korban yang ditemui dalam kondisi berlumuran darah
Salah seorang korban yang ditemui dalam kondisi berlumuran darah

PELANGIRAN (detikriau.org) – Peristiwa naas menimpa 3 siswi kelas II SMA Negeri 1 Pelangiran. Bagaimana tidak, ketiganya dibacok OTK hingga berlumuran darah di dalam kos jalan H Sirajuddin Kelurahan Pelangiran Besar, Senin (1/2/2016) dini hari.

Identitas korban adalah Yuna Farma (17) warga Desa Teluk Bunian kecamatan Pelangiran, Sugiyarti (17) warga Desa Terusan Beringin Jaya Kecamatan Pelangiran dan Ade Hartini (17) warga Kecamatan Mandah.

Menurut informasi dari tetangga kos korban, Fendy kepada detikriau.org, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, namun waktu itu ia mengaku sedang tertidur lelap. Tak lama kemudian salah satu korban datang mengetuk rumahnya meminta pertolongan dengan kondisi berlumuran darah.

“Jam 2 lewat korban mengetuk rumah saya. Saya kaget kondisinya sangat mengenaskan, saat itu juga saya hibungi pak Kapolsek untuk membantu membawa ketiganya sekaligus ke Puskesmas,” ceritanya.

Ia menduga kalau insiden tersebut bermotif hendak melakukan tindakan pemerkosaan. Sebab belakangan terakhir, kos tersebut sering diintai oleh sejumlah anak muda.

Selain itu, dalam peristiwa ini tidak ada harta benda milik korban yang hilang.

Sementara itu, teman sekolah korban, Adi (18) menyampaikan, selama korban menjalankan proses belajar-mengajat di SMA tersebut belum pernah memiliki musuh. Bahkan menurutnya, ketiga korban ini dikenal baik berkomunikasi di sekolah.

Saat ini, ketiga korban sedang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Adapun luka-lukanya, Yuni mengalami 2 buah luka bacokan di kepala bagian depan sebelah kiri serta jari manis dan jari tengah tangan sebelah kiri putus akibat sabetan benda tajam. Sugiyarti mengalami luka bacok atau sabetan senjata tajam pada bagian kening sebelah kiri korban. Sedangkan Ade Hartini mengalami luka di bagian atas kepala korban dan luka di kepala bagian kiri atau di atas telinga akibat Sajam.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik membenarkan adanya peristiwa itu. Saat ini petugasnya sedang melakukan penyelidikan dan sedang mengejar pelaku.

“Kami tindak lanjuti, dalam waktu dekat akan kami temukan keberadaan pelaku,” pungkas Kapolres. –Mirwan




Pria Gangguan Jiwa Ini Ditemukan Dalam Kondisi Tergantung Tak Bernyawa

IMG_20160130_1244100KATEMAN (detikriau.org) – Marwin (28), warga Suak Paminah Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung dengan ikatan tali di leher serta lidah terjulur keluar, Jumat (29/12016) sore kemarin sekira pukul 17.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh Kakak korban, Rahmita alias Ita (30). Saat itu Ita pulang ke rumah dan memanggil korban namun tidak ada jawaban. Kemudian si saksi inipun langsung masuk kedalam dan sontak saja ia melihat adiknya sudah tergantung di ruang belakang atau dapur rumah.

Melihat itu, Ita langsung berlari keluar rumah dan berteriak minta bantuan warga setempat. Tak lama kemudian wargapun berdatangan serta mencoba memutuskan gantungan leher korban namun nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

“Saat itu juga korban langsung dibawa ke RSUD Raja Musa Kateman untuk dilakukan VER,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Sabtu (30/1/2016).

Setelah dilakukan VER oleh tim medis lanjutnya, maka diperoleh keterangan bahwa pada tubuh korban terdapat luka bekas jeratan dileher korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia, di tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan lainnya, Lidah korban dalam keadaan menjulur dan adanya cairan yang keluar dari kemaluan korban yang diduga cairan sperma.

Sedangkan barang bukti yang ditemukan petugas berupa selembar kain sarung yang telah dipotong yang dijadikan korban sebagai tali untuk menggantungkan lehernya ke plafon rumah dan 1 ember bekas warna putih yang diduga tempat pijakan korban sebelum meloncat dan menggantungkan diri.

“Hasil interogasi terhadap kakak kandung korban, Ita menerangkan bahwa si Marwin selama ini mengalami gangguan jiwa,” tandas Warno. Mirwan




1 Unit Rumah Karyawan PT BNS Pelangiran Terbakar

PELANGIRAN (detikriau.org) – Ada 1 unit rumah milik karyawan PT BNS desa Rotan Semelur Kecamatan Pelangiran atas nama Budiarta (28) ludes dilalap api, Senin (18/1/2016) sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurut informasi dari kepolisian, peristiwa itu bermula diketahui salah seorang saksi atas nama Ahmad Ridho (34) yang juga merupakan karyawan perusahaan setempat. Kala itu, si saksi ini spontas saja berteriak dengan ucapan kebakaran.

Teriakan tersebut didengar langsung oleh korban dan korban pun langsung turun dari rumah serta mengupayakan pemadaman kobaran api.

“Korban juga berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar, wargapun berupaya membantu dan langsung melaporkan kepada Tim Damkar PT BNS Desa Rotan Semelur,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Tak lama kemudian, lanjutnya, apipun berhasil dipadamkan dengan menggunakan 1 unit mesin pompa air Robin oleh Tim Damkar serta dibantu warga sekitar.

Adapun penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Sedangkan kerugian materil mencapai kurang lebih Rp 250 juta. – mirwan




Setiap Tahunnya Lima Meter Bibir Pantai Solop Terkikis diterjang Abrasi

MANDAH (detikriau.org) – Pantai Solop di Pulau Cawan Kecamatan Mandah diambang kehancuran. Bagaimana tidak, ekowisata tersebut diterjang abrasi hingga 5 meter pertahunnya.

Sopyan (40), warga Pulau Cawan kepada detikriau.org menerangkan, dahulunya pantai tersebut jauh ketengah laut dan pohon bakau masih subur di bibir pantai. Karena ombak, secara perlahan runtuh sedangkan pepohonan pada tumbang.

“Sekitar 5 meter setiap tahunnya pantai ini abrasi akibat ombak. Saran kami kepada pemerintah, buatlah semacam alat pemecah ombak agar pantai ini tidak rusak,” kata Sopyan, kemarin.

Sebelumnya, warga setempat sempat mencarikan solusi untuk mengatasi agar kondisi pantai tetap aman dengan cara menanam mangrove. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kalau bisa, pemerintah mencarikan bebatuan dan disusun di bibir pantai, saya fikir itu akan mampu memecah ombak,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Inhil dapil Kecamatan Mandah, Wisnaria berjanji bersama pemerintah akan melakukan terobosan untuk kebaikan pantai tersebut. Sebab menurutnya, keberadaan pantai solop sangat menjanjikan terhadap kemajuan daerah Inhil.

Senada, Bupati Inhil HM Wardan juga menyataan demikian. Pada intinya, Pemkab dan DPRD Inhil siap meningkatkan serta melakukan pemeliharaan pantai solop kedepannya.

“Untuk sementara, saya titipkan kepada masyarakat sini untuk menjaga keindahan pantai. Kedepan, wisata di Pulau Cawan ini kita kembangkan secara bersama-sama,” kata Bupati Wardan. –mirwan-




Konon, Raja Bujang Masih Berkuasa di Pantai Solop

MANDAH (detikriau.org) – Kisah mistis “Raja Bujang” penguasa pantai Solop desa Pulau Cawan kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih melekat dalam kepercayaan masyarakat. Konon, Raja Bujang ini bukan hanya menguasai kawasan pantai namun juga menguasai satu pulau.

Asran (65), warga asli kecamatan Mandah menceritakan, pada zaman dahulu sebelum kemerdekaan ada seorang pria bernama Bujang, warga Kuala Gaung yang datang ke Pulau Cawan. Kala itu, si Bujang tersesat dan hilang tanpa jejak.

Alkisah, si Bujang ini dibawa oleh orang Bunian ke alam ghaib dan dinikahkan dengan keturunan Bunian.

Dari hubungan resmi itu, pria ini mendapat kekuasaan di alam tersebut untuk memimpin makhluk ghaib yang ianya kini dikenal dengan sebutan Raja Bujang.

“Entah gimana dia dapat kekuasaan, yang jelas si Bujang menjadi raja di alam Bunian sampai sekarang,” kata Asran kepada detikriau.org, Sabtu (16/1/2016) di Pantai Solop Pulau Cawan.

Menurutnya, sekali-kali raja asli dari bangsa manusia ini menampakkan diri di alam nyata, namun sebatas penampakan remang-remang. Bahkan, kapal milik Raja Bujang pun juga kerap tampak secara kasat mata oleh warga setempat di perairan Pulau Cawan.

“Jika ada melihat kapal semacam bayang-bayang dan bening, itulah kapal Raja Bujang,” ujarnya.

Sejauh pengetahuannya, Raja Bujang tersebut membela manusia, terbukti dengan keamanan warga setempat, meski pulau itu dikenal angker karena sebagai pulaunya dihuni warga Bunian.

Namun yang harus diingat, jika manusia berlaku jahil atau membuat onar di lokasi, khusus bagi para pengunjung, ada hukuman secara langsung yang dihadiahi penghuni pulau.

“Terkadang demam, bisa juga berakibat gangguan jiwa bahkan bisa sampai hilang dari alam kita,” yakini-nya.

Senada, salah seorang ibu lanjut usia dari warga desa Belaras Kecamatan Mandah juga menceritakan hal yang serupa. Belakangan menurutnya, bukan satu atau dua kali saja anak-anak hilang di Pulau tersebut, namun sudah beberapa kali.

“Itu adalah anak-anak yang mengganggu keariban Pulau, kita ke sini jangan berbuat tidak senonoh saja insya Allah aman,” kata Ibu yang enggan menyebutkan namanya.

Untuk diketahui, pulau tersebut, khususnya kawasan pantai solop selalu dihampiri wisatawan dari berbagai daerah untuk menikmati keindahan wisata alamnya. Biasanya para wisatawan berkunjung pada saat moment lebaran idul fitri dan idul adha. Wallahu a’lam bish-shawab. –mirwan