Pompong Milik Warga Mandah Hilang di Pelabuhan Depan Rumah

Foto Arsip Faisal Alwie/detikriau.org
Foto Arsip Faisal Alwie/detikriau.org

MANDAH (detikriau.org) – Satu unit motor pompong milik Panji Asmara (32) warga RT 006 RW 005 Kelurahan Khairiah Mandah raib dicuri di pelabuhan depan rumahnya, Kamis (3/3/2016) kemarin.

Menurut informasi dari kepolisian, pertama yang mengetahui hilangnya pompong tersebut adalah orang tuanya. Sebab sekitar pukul 05.00 WIB, orang tuanya sibuk membangunkan korban dari tidur untuk memberitahukan bahwa pompong sudah tidak ada lagi.

“Aksi pecurian terjadi ketika korban dan beberapa orang sekitarnya sedang tertidur lelap, saat itu kondisi pompong dalam keadaan ditambat di sungai Tabuan depan rumah korban,” sampaikan PAUR Humas Polres Inhil, Iptu Warno Akman, Jum’at (4/3/2016).

Sebelum melaporkan ke petugas Polsek Mandah lanjut Warno, korban bersama beberapa saksi sudah berupaya mencari keberadaan pompong namun tetap tidak ditemukan. Dimalam harinya, sekitar pukul 20.00 WIB barulah korban membuat laporan dengan nomor: LP/02/III/2016/Riau/Res Inhil/Sek Mandah tanggal 03 Maret 2016 tentang tindak pidana pencurian.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp 15 juta,” tutupnya./ Mirwan

 




Pompong Bermuatan 6 Ton Sembako Tenggelam Diterjang Ombak, 1 Orang Tewas

KATEMAN (detikriau.org) – Perahu Motor Kintan GT 3 bermuatan 6 ton tenggelam akibat diterjang gelombak di perairan Tanjung Jungkir Sungai Guntung Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (25/2/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

Perahu Motor kecil yang lajim disebut Pompong oleh warga Inhil itu berisikan 2 orang penumpang, Fikri (47) warga jalan Gerilya Gang Sepakat Jaya Tembilahan dan Marzuki alias Kutat (36) warga parit 5 Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman

“Nyawa Fikri tidak tertolong lagi karena kehabisan pernafasan ketika mengapung di perairan,” kata PAUR Humas Polres Inhil, Iptu Warno Akman.

Dijelaskan, awal kejadian bermula ketika pompong bermuatan sembako tersebut sedang dalam perjalanan dari pulau Batam menuju Sungai Guntung. Setibanya di TKP, pompong dihantam gelombang dan mengakibatkan mesin tidak stabil.

Saat itu lanjut Warno, Kutat sempat menghubungi keluarganya di Moro Provinsi Kepri untuk meminta pertolongan. Mendapat kabar, keluarga korban segera ke laut dengan menggunakan Speedboat, namun speedboat yang digunakannya juga mengalami gangguan.

Merasa tak mampu memberikan pertolongan, keluarga korban segera menghubungi rekannya yang sedang melaut untuk memberikan bantuan ke sekitaran TKP.

Sekitar pukul 11.00 WIB Kutat berhasil diselamatkan. Namun tak lama berselang, rekan korban Fikri ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi mengapung.

“Korban ditemukan, namun pompong sampai saat ini belum ditemukan. Kerugian materil hingga saat ini belum dapat ditaksir,” tutupnya. Mirwan




Kebakaran, Rumah Beratap Daun di Pulau Burung Ini Ludes Jadi Abu

PULAU BURUNG (detikriau.org) – 1 unit rumah beratap daun ludes dilalap api di Parit 03 Tengah Dusun Tanjung Harapan Desa Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung, Senin (22/02/2016) kemarin sekitar 14.00 WIB.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, asal mula kebakaran di rumah milik pasangan suami istri Mawar Ardiansyah (34) dan Darmisysah (33) tersebut berasal dari tempat masak, tungku atau anglo yang disampingnya ada botol yang berisikan minyak tanah.

“Dugaan penyebab kebakaran, api berasal dari tempat masak di dapur rumah,” sampaikan PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil) Iptu Warno Akman kepada detikriau.org, Selasa (23/2/2016).

Karena dipelosok desa, upaya pemadaman pun dilakukan secara dengan alat seadanya oleh masyarakat setempat. Satu jam sejak mulai kebakaran, api pun berhasil dipadamkan.

“Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian materi diperkirakan lebih kurang Rp 20 juta,” tutup Warno. Mirwan




Wisatawan Kesulitan Dapatkan Jaringan Selular di Pantai Solop

Mandah, detikriau.org – Keindahan Pantai Solop dan Hutan Mangrove di Pulau Cawan Kecamatan Mandah ini masih terdapat ketidak puasan yang signifikan dari kalangan wisatawan. Bagaimana tidak, objek wisata tersebut sulit mendapatkan jaringan selular.

Supri misalnya, wisatawan asal kota Tembilahan ini mengaku kesulitan melakukan komunikasi melalui telpon genggamnya. Daerah wisata tanpa kemudahan komunikasi menurutnya akan sangat mengganggu.

“Dari berbagai macam merek kartu, hanya kartu jaringan Telkomsel yang terjangkau, itupun sebatas jaringan serpihan dari daerah lain, bukan jaringan yang dipusatkan di objek wisata ini sehingga penggunaannya pun tidak selancar yang diharapkan,” katanya, Minggu (14/2/2016).

Senada, Suib (27) wisatawan dari Tempuling juga menyatakan hal yang serupa. Seharusnya katanya, sebagai objek wisata harus difasilitasi jangkauan jaringan selular secara khusus, sebab pengunjung tidak akan merasa puas jika jaringan selularnya sulit dijangkau.

“Kebanyakan wisatawan itukan jika berkunjung ke lokasi wisata pasti update status sekaligus upload foto, kebanyakannya seperti itu karena zaman sekarang upload foto-foto terkini hampir jadi kebutuhan para wisatawan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Junaidi saat dikonfirmasi mengaku kalau di sekitar wisata pantai solop dan mangrove sulit mendapatkan jaringan selular.

Namun dalam waktu dekat, ia akan melakukan titik koordinasi kepada pihak terkait untuk pengadaan Tower pemancar.

“Pertama Tower Telkomsel dahulu, jika sudah dibangunkan baru kami mintakan lagi beberapa jaringan lainnya sesuai kebanyakan pengguna masyarakat Inhil hingga para wisatawan luar daerah pada umum,” paparnya. Mirwan




Pamit Menangkap Ikan, Pulang Dalam Kondisi Sudah Menjadi Tengkorak

KATEMAN (detikriau.org) – Yanto (18), warga Suak Patut Kelurahan Amal Bhakti Kecamatan Kateman ditemukan mengapung dalam kondisi sudah menjadi tengkorak di perairan Sungai Guntung, tepatnya perairan depan pelabuhan bongkar muat kelapa jalan Gadjah Mada ujung kelurahan Tagaraja, Kamis (11/2/2016) sekitar pukul 02.00 WIB.

Mayat pria yang berprofesi sebagai nelayan itu pertama kali ditemukan oleh ABK Kapal Bakri (20), saat itu Bakri sedang memandu Kapten Kapalnya untuk menambatkan Kapal di dermaga tersebut, saat itulah ia menyaksikan ada sesosok mayat di perairan dengan kondisi tertelungkup.

Kala itu juga ia bersama teman kerjanya memeriksa dengan jelas dan tampak kondisi mayat telah membusuk serta beberapa bagian tubuh korban sudah tidak utuh lagi akibat gigitan hewan laut.

“Selanjutnya jenazah dibawa ke UGD RSUD Raja Musa untuk dilakukan pemeriksaan atau VER terhadap korban. Alhasil, tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, meskipun wajah, perut dan kaki sudah tidak utuh lagi,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Jum’at (12/2/2016).

Hasil interogasi dari keluarga korban lanjut Warno, korban minta izin kepada pihak keluarga turun dari rumah beberapa waktu lalu untuk pergi mencari ikan, namun korban tidak pulang hingga akhirnya korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Disamping itu, meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun sampai saat ini penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan Polsek Kateman. (Mirwan)




Transaksi Daun Ganja, ABK Speedboat dan Pelajar SMP Digari Polisi

IMG_20160208_144352PELANGIRAN (detikriau.org) – Dua pria terpaksa diamankan petugas karena terbukti terlibat tindak pidana narkotika. Pembekukan dilakukan di pelabuhan pasar ikan Pelangiran, Minggu (7/2/2016) malam sekitar pukul 21.30 WIB pecan kemaren.

Tersangkanya adalah ABK Speedboat berinisial La Alias Udin (23) warga Kampung Baru Seberang Tembilahan dan seorang pelajar SMP berinisial Sa alias Ehen (16) warga jalan Sirajuddin Kelurahan Pelangiran Besar.

“Disaat petugas mendatangi TKP, kedua Tsk itu sedang melakukan transaksi daun ganja kering,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (8/2/2016).

Saat itu juga petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 2 paket sedang yang berisi daun ganja kering yang terbungkus dengan kertas, uang tunai sebesar Rp 40 ribu, kerta paper merk grand master daa 2 unit Handphone.

“Saat ini kedua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Pelangiran guna dilakukan proses lebih lanjut,” tutup Warno. Mirwan