Sadis, Rampas Harta, Pelaku Curas Tega Habisi Nyawa Korban

Foto ilustrasi. net
Foto ilustrasi. net

MANDAH (detikriau.org) – Tindak Pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) terjadi di Kecamatan Mandah, tepatnya di jalan Tembok Desa Cahaya Baru RT 04 RW 02 Dusun Parit Baru Desa Cahaya Baru, Rabu (27/7/2016) kemarin.

Korbannya Bj (43) warga Dusun Parit Baru Desa Cahaya Baru Kecamatan Mandah dirampok dalam perjalanan selepas menerima uang hasil penjualan kopra dari “toke”nya di dusun setempat.

Dalam perjalanan, korban dihadang 2 orang Tsk berinisial S (26) dan W (16), keduanya sama-sama warga Desa Desa Cahaya Baru Kecamatan Mandah.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Kamis (28/7/2016) menjelaskan, insiden tersebut mula diketahui oleh salah seorang saksi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban sudah tak bernyawa dengan kondisi penuh luka dan berlumuran darah.

“Waktu itu, korban menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z dengan nomor polisi BP 4878 GQ dan membawa uang tunai Rp 15 juta lebih,” kata Heriman Putra.

Namun saat itu, hanya sepeda motor yang dibawa oleh Tsk. Sedangkan uang tunai, masih ditemukan di TKP beserta barang bukti lainnya seperti cairan darah di pakaian korban.

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP/05/VII/2016/Res Inhil/Sek Mandah, lanjut Paur Humas, jajaran Polsek Mandah berhasil membekuk kedua Tsk sekitar pukul 09.30 WIB di kediaman salah seorang Tsk.

Pembekukan tersebut bermula atas dasar hasil penyelidikan petugas. Dan pada saat itu juga, kepolisian berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa sebilah badik berhulu dan bersarung kayu dengan panjang sekitar 28 cm, 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z milik korban serta 1 unit Sepeda motor Yamaha Vixion milik Tsk yang digunakannya untuk menuju ke TKP.

“Kini, kedua Tsk beserta barang bukti masih diamankan di Mapolsek Mandah untuk penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya./ Mirwan




Plh Kepala SDN 010 Tak Dilantik, Kantor UPTD Pulau Burung Diserbu Warga

Pulau Burung, detikriau.org  – Sejumlah warga Desa Manunggal Jaya mendatangi kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Pulau Burung, Senin (25/7/2016) kemarin.

Kedatangan warga tersebut untuk mempertanyakan dan mengklarifikasi Kepala UPTD Pendidikan Kecamatab Pulau Burung terkait alasan Plh Kepala SDN 010 Desa Manunggal Jaya, Saudur Pasariba tidak didefinitifkan

Sebelumnya, Kepala UPTD Pendidikan, Hamdi sempat berstatmen bahwa alasan tak diusulkannya Plh Kepsek, Saudur Pasaribu atas dasar permintaan masyarakat.

“Sekarang ini, masyarakat yang mana yang meminta ibu Saudur Pasaribu jangan diusulkan,” kata salah seorang warga desa setempat, Gampang kepada detikriau.org, Rabu (27/7/2016).

Menurut Gampang, warga Manunggal Jaya dan guru SD seolah-olah diadu domba oleh kepala UPTD. Pasalnya, hubungan baik antar kedua belah pihak dipecahkan oleh Hamdi dalam ungkapannya di media.

“Kami tidak pernah mempermasalahkan siapapun Kepsek terpilih, namun jangan bawa-bawa nama warga, apalagi hubungan warga dengan guru itu (Saudur Pasaribu, red) sangat baik, ia juga merupakan asli berdomisi Desa Manunggal Jaya,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, diakuinya, pihak UPTD belum memberikan alasan dan klarifikasi yang memuaskan. Dalam waktu dekat, pihaknya kembali melakukan pertemuan dan berkemungkinan berlangsung di desa Manunggal Jaya.

Sekedar mengingatkan, Saudur Pasaribu hampir 2 tahun menjalani jabatannya sebagai Plh Kepala SDN 010 Desa Manunggal Jaya. Pada pelantikan dan mutasi sejumlah Kepsek di Disdik beberapa waktu lalu, nama Saudur Pasaribu tidak diusulkan dan endingnya, Tamrin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SDN 16 Binangun Jaya Kecamatan Pulau Burung dimutasikan secara resmi ke SDN 010 Desa Manunggal Jaya.

Saat itu Saudur Pasaribu tidak menerima, Kepala UPTD Pendidikan Pulau Burung bahkan beralasan kalau keputusan itu atas dasar usulan masyarakat yang diteruskan ke dinas terkait.

Terkait kedatangan sejumlah warga kemarin, hingga berita ini dirilis, yang bersangkutan belum berhasil dihubungi./ Mirwan




Diduga Persoalan Hutang, Nasabah BRI di Pulau Burung Ini Pilih Bergantung Diri

PULAU BURUNG (detikriau.org) – Dasar (53), warga Desa Bangun Harjo Jaya Kecamatan Pulau Burung ditemukan tewas gantung diri, Rabu (20/7/2016) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini ditemukan bergantung diri di Lokasi Tanah R Jalur 10 Desa Bangun Harjo Jaya dengan menggunakan sehelai kain warna hijau atau tali sabuk pengganti ikat pinggang.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra menjelaskan, tubuh kaku Dasar pertamakali diketahui saat istri korban, Samini (49) mencari suaminya yang sudah tidak tampak sejak ia bangun tidur sekitar pukul 06.00 WIB. Mencari keberadaan sang suami, Samini-pun akhirnya keluar rumah dan meminta bantuan kepada salah seorang rekannya, Ani Khoiriah (36) untuk menelusuri keberadaan korban.

Beberapa waktu mencari saksi akhirnya menemukan korban dalam kondisi tergantung di atas Pohon Mangga. Saat iti juga Ani berteriak meminta bantuan kepada warga lainnya.

“Disaat korban diturunkan, kondisinya sudah meninggal dunia,” ungkap Heriman Putra.

Selanjutnya, korban dibawa dan dilakukan pemeriksaan secara medis. Hasil pemeriksaan medis, sebelum gantung diri, korban diduga meminum Racun Coracron yakni racun hama sayur karena terdapat cairan racun dari mulut korban.

“Namun tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, artinya korban meninggal dunia murni akibat kehabisan oksigen karena jeratan tali di leher,” terangnya.

Adapun motif tindakan tersebut, lanjut Paur Humas, berdasarkan keterangan istri korban bahwa sejak seminggu sebelumnya, korban sering bercerita bahwa tidak lama lagi dia akan mati karena kerap mengeluhkan beban hutang yang belum terlunasi.

“Kata istrinya, korban bingung siapa yang akan membayar pinjamannya di BRI,” tutupnya./ Mirwan




Sepeda Motor Milik PT THIP Raib di Halaman Rumah Karyawan

curanmorPelangiran, detikriau.org – 1 unit sepeda motor milik PT THIP Kecamatan Pelangiran hilang, Jum’at (15/7/2016) malam. Kendaraan bermerk Kawasaki  KLX 150 dengan nomor polisi BM 6472 GP tersebut lenyap saat diparkir di halaman perumahan Karyawan Bintangor Estate Wilayah III Desa Tanjung Simpang.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, pada hari Kamis tanggal 14 Juli sekitar pukul 23.00 WIB, salah seorang karyawan PT THIP ZI (45) pulang bekerja membawa kendaraan dan memarkirkan di halaman kediamannya tanpa dikunci stang dan tidak dilengkapi dengan kunci pengaman ganda.

Kemudian, pelapor masuk ke rumah untuk beristirahat malam, selanjutnya pada hari berikutnya sekitar pukul 05.00 WIB ketika ia hendak pergi bekerja, motor tersebut sudah tidak ada lagi di TKP.

“Saat itu juga, si pelapor ini memberitahukan kepada beberapa rekannya dan bersama-sama mencari namun hasilnya nihil hingga akhirnya ia melaporkan ke Polsek Pelangiran,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra, Senin (18/7/2016).

Akibat peristiwa tersebut, PT THIP menderita kerugian sebesar Rp 27 juta./Mirwan




Tabrak Kayu, KM Mulya Putri Tengelam diperairan Dusun Saka Jalan

Mandah, detikriau.org – Kapal Motor Mulya Putri GT 28 bermuatan pasir tenggelam saat melintasi Kanal di Dusun Saka Jalan Desa Bente Kecamatan Mandah, Senin (23/5/2016) kemarin.

Kendaraan air bermesin  diesel kecil tersebut tenggelam sekitar pukul 15.00 WIB setelah menabrak tunggul kayu yang menyebakan lambung motor bocor.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kapolsek Mandah, Iptu Warno Akman membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta,” kata Kapolsek Mandah, kepada detikriau.org, Selasa (24/5/2016).

Saat itu, lanjutnya, pompong dinahkodai oleh Usdar (57) warga Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Meranti. Awalnya, kondisi kanal sulit untuk dilewati kendaraan air lainnya karena posisi motor tersebut tenggelam melintang.

Dan sekarang, kepolisian beserta masyarakat setempat telah memposisikan badan motor ke tepian kanal agar tidak menggangu arus tranportasi./ Mirwan




Buruh PT STI ditemukan Mengapung Tak Bernyawa di Kanal 14 Desa Saka Rotan

Teluk Belengkong, detikriau.org – Sukirno (45) seorang buruh PT STI GHS desa Saka Rotan Kecamatan Teluk Belengkong ditemukan tidak lagi bernyawa di Blok 29 kanal 14 lahan 700 PT STI GHS II Desa Saka Rotan, Minggu (8/5/2016) sore.

Menurut informasi dari kepolisian, mayat tersebut pertama ditemukan oleh adik ipar korban, Sarmin bersama seorang saksi lainnya.

Kronologis penemuan mayat, pada pukul 14.00 WIB saksi baru selesai bekerja dan mencari korban dengan maksud mengajak pulang bersamaan. Namun korban tak berhasil ditemui dan saksipun sempat mempertanyakan kepada istri korban.

Karena merasa ada yang tidak biasa, saksi bersama beberapa orang warga lainnya melakukan pencarian. Korban baru berhasil ditemukan sekira pukul 17.30 WIB. korban ditemukan mengapung didalam kanal dalam kondisi tertelungkup dan sudah tidak lagi bernyawa.

“Korban langsung dibawa ke layanan kesehatan setempat untuk dilakukan Visum,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik, Senin (9/5/2016).

Hasil Visum, lanjutnya, ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Jenajah sudah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk diurus sebagaimana mestinya./ Mirwan