Penghuni Emperan Toko di Pulau Kijang Ditemukan Tak Bernyawa

RETEH (detikriau.org) – Sesosok mayat ditemukan terbujur kaku tak bernyawa di emperan ruko Jalan SMP Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Selasa (30/5/2017) sekitar pukul 6.00 WIB.

Identitas jazad tersebur adalah Jamal alias Acok Bin Cilak (50). Ia seorang pengangguran yang tinggal di kaki lima Pertokoan Pasar Kelurahan Pulau Kijang.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Reteh, AKP Suharyono mengatakan bahwa pagi itu salah seorang saksi, Erwin sedang membuka pintu toko.

Ketika melihat di bengkel sepeda motor, ia melihat seseorang dalam posisi tertidur. Setelah didekati, ternyata orang yang disangka tertidur tersebut tidak bergerak dan terlihat tidak bernapas lagi.

“Sosok laki-laki tersebut adalah Jamal alias Acok Bin Cilak, yang selama ini dikenal kurang waras dan selalu tidur di emperan toko,” kata Kapolsek.

Setelah ditemukan, korban langsung dilakukan pemeriksaan dengan hasil bahwa korban diduga meninggal dengan wajar dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Jasad korban selanjutnya diserahkan kepada keluarganya, untuk dikebumikan,” tutup Kapolsek./Mirwan




Tanah Merah Kembali Longsor, 3 Unit Rumah Ambruk

TANAH MERAH (detikriau.org) – Musibah longsor kembali melanda pemukiman warga Kecamatan Tanah Merah. Kali ini terjadi tepat di Jalan Pendidikan Gang Seni RT02 RW 01 Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah, Minggu (28/5/2017).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Akibatnya, 3 unit rumah milik warga mengalami rusak berat.

“3 unit rumah mengalami rusak berat dengan jumlah KK sebanyak 15 jiwa,” kata Camat Tanah Merah, Yuliargo.

Adapun nama 15 KK tersebur adalah KK Husen, Dewi, Amir dan Risky. Kemudian KK Tahang, Wati, Rita, Didi dan Ririn. Terakhir KK Acok, Rini, Tedi, Seli, Maulida dan Alib.

Sementara itu, Kapolsek Tanah Merah, AKP Kadmadi menambahkan, sebelumnya pada hari sabtu (27/5) kemarin, sekira jam 11.00 WIB, ketiga rumah tersebut sudah goyang sebagai petanda akan ada longsor.

Sehingga, para pemilik rumah dibantu masyarakat mengluarkan barang-barangnya untuk diselamatkan.

“Waktu musibah longsong, kondisi rumah sudah kosong. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” tutur Kapolsek./Mirwan




Lakalantas Vario vs Revo di Kemuning Tua Rengut Korban Jiwa

KEMUNING (detikriau.org) – Sinem (50) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Penunjang Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning, Selasa (23/5/2017) kemarin, sekitar pukul 10.30 WIB.

Laka Lantas antara Sepeda Motor Honda Revo Tanpa Nomor Polisi yang dikendarai Lisa Agustiani dan membonceng Cindi (15) dengan Sepeda Motor Honda Vario Nomor Polisi BM 5713 GW dikendarai oleh Sukadi dan membonceng si korban.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Kemuning, KOMPOL Taufik Suardi menuturkan bahwa kronologisnya bermula ketika sepeda motor Honda Revo datang dari arah Kotabaru menuju Selensen. Sesampai di TKP, Lisa hendak menghindari lobang, namun di depannya ada sepeda motor Honda Vario dari arah bersamaan. Sontak saja, Laka Lantas terjadi.

“Akibatnya kecelakaan tersebut, Sinem yang dibonceng Sukadi mengalami pendarahan pada bagian kedua telinga dan kemudian dibawa ke Puskesmas Selensen selanjutnya di rujuk ke Rumah Sakit Indrasari Pematang Rebah Inhu, namun meninggal dunia dalam perjalanan,” kata Kapolsek, Rabu (24/5/2017).

Sementara korban lainnya yakni Lisa Agustiani mengalami luka patah dibagian pergelangan tangan sebelah kanan, luka lecet dibagian lengan sebelah kiri, luka lecet dibagian lutut sebelah kanan dan luka lecet dibagian kaki sebelah kiri dan Cindi mengalami luka lecet di bagian jari sebelah kanan, luka lecet di bagian kaki sebelah kanan dan kiri.

“Sukadi pengemudi sepeda motor honda Vario  dengan Nomor Polisi BM 5713 GW mengalami luka lecet pada bagian punggung tangan sebelah kanan dan kiri, luka robek pada bagian bibir atas sebelah kiri, luka robek pada bagian sudut mata sebelah kiri, luka lecet pada bahu sebelah kiri,” tambahnya.

Akibat insiden tersebut, kepolisian memperkirakan kerugian materil mencapai sekitar Rp 3 juta./Mirwan

 




Warga Kuala Enok Tangkap Ikan Pari “Super Jumbo”

TANAH MERAH (detikriau.org) – Pak Bedu, warga Gang Seni Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah mendapatkan ikan Pari berukuran raksasa di perairan Tanah Merah, Minggu (21/5/2017).

Ikan berbobot 300 Kg-an itu didapatnya sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu, ia sedang melaut menggunakan motor pompong.

“Iya, warga Gang Seni dapat ikan Pari berurukan besar. Banyak warga menyaksikan ke sana,” kata salah seorang warga Tanah Merah, Budi kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya.

Sementara itu, Babinsa Tanah Merah, Serda Payaman Siregar menerangkan, Pari itu telah dievakuasi pemilik dan dibantu warga lainnya.

Berdasarkan kehendak si nelayan kata Babinsa, daging Pari itu aka dijual di pasar setempat.

“Diperkirakan ikan Pari itu berbobot kurang lebih 300 kilogram. 5 orang saja yang mengangkat tak mampu, terpaksa pakai alat bantu,” ujarnya./Mirwan




Asyik Goncang Klotok, 4 Pria di Kemuning Digerebek Polisi

KEMUNING (detikriau.org) – Jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil membekuk 4 pria tindak pidana perjudian jenis Dadu atau Klotok di Dusun Sempang Desa Keritang Kecamatan Kemuning, Rabu (10/5/2017) kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB.

Keempat pelaku HS (33), He (47), Pa (54) dan Sup (42). Tiga diantaranya merupakan warga Dusun Sempang Desa Keritang Kecamatan Kemuning, sedangkan Sup berasal dari Dusun Balam Jaya Desa Sungai Akar Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Inhu.

“Ketika petugas ke TKP, mereka sedang melakukan perjudian Jenis Dadu atau klotok. Saat itu keempatnya langsung diamankan beserta barang bukti,” kata Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Kemuning, KOMPOL Taufik Suardi, Kamis (11/5/2017).

Adapun barang bukti yang disita berupa 2 alat Pengguncang Dadu, Uang sejumlah Rp 460 ribu, 9 mata dadu, 1 lembar Beberan atau tempat Pemasang angka Dadu, 1 buah meja yg terbuat dari kayu, 1 buah Kursi yang terbuat dari Kayu dan 1 lembar terpal warna biru.

“Saat saat ini 4 orang beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kemuning guna proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya./Mirwan




Kompor Meledak, Kontrakan H Ketak Jadi Abu. 1 Korban Alami Luka Bakar

KATEMAN (detikriau.org) – Peristiwa kebakaran melanda rumah kontrakan milik H Ketak (60) di Pelabuhan Bandar Ega Parit 12 Desa Air Tawar Kecamatan Kateman, Minggu (30/4/2017) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kontrakan itu dihuni 7 orang yakni Haryani alias Mak Iyan (45), M Tarsih (30), M Yusuf (25), Welki Yolanda (21), Hasnawati (33), Nurhasanah (33) dan Lelek (35).

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Kateman, KOMPOL Bainar menerangkan, dari 7 orang penghuni tersebut, satu diantaranya mengalami luka bakar yakni Mak Iyan.

“Awalnya, Mak Iyan ini memasak menggunakan kompor minyak tanah, tiba-tiba kompor meladak dan api menyebar ke lantai dan dinding rumah,” kata Kapolsek.

Pada saat itu, lanjutnya, korban berusaha memadamkan api sehingga tangan kiri korban mengalami luka bakar. Dan dikarenakan bangunan rumah terbuat dari kayu, api dengan cepat menjalar ke plafon dan membakar semua rumah petak sewaan tersebut. Sekitar pukul 12.00 WIB, api berhasil dipadamkan.

“Akibatnya, saudara H Ketak mengalami kerugian 1 blok rumah petak yang terdiri dari 7 pintu. Meski tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian yang ditanggung diperkirakan 250 juta,” imbuhnya./Mirwan