Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Nelayan Pencari Siput, Gino di Parit Sungai Lawik

“Jasad Sang Istri Sumiati Sebelumnya ditemukan di Parit Selamat Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh”

Proses evakuasi jenajah korban

Reteh, detikriau.org – Gino (56), warga Desa Sungai Ruku Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir ditemukan Tim SAR Gabungan Polsek Reteh, BPBD Inhil, TNI dan Masyarakat di Parit Sungai Lawik Desa Sungai Ruku Kec. Reteh, Kamis (29/6/2017) sekira pukul 21.20 WIB

Penemuan nelayan pencari siput ini hanya berselang beberapa jam setelah ditemukan jasad istrinya Sumiati (54) di Parit Selamat Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh, sekira pukul 17.30 Wib dihari yang sama.

“ Jasad Gino berhasil ditemukan Tim di Sungai Kerang tepatnya di Parit Sungai Lawik Desa Sungai Ruku Kec. Reteh, sekira pukul 21.20 WIB Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, S.IK, melalui Kapolsek Reteh AKP Suharyono melalui pesan WA

Ditambahkan Kapolsek, setelah ditemukan Korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Sungai Ruku.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, korban dilaporkan oleh anak kandungnya Yanto (38) hilang saat mencari siput di perairan sungai kuala kerang. Korban meninggalkan rumah bersama istrinya Sumiati pada rabu (28/6/2017) sekira pukul 10.00 Wib.

Hingga berita ini dirilis belum didapat keterangan resmi dari pihak kepolisian penyebab meninggalnya kedua nelayan pasangan suami istri ini./ Am




Pasutri Nelayan Pencari Siput Hilang di Perairan Kuala Kerang, 1 Ditemukan Sudah Menjadi Mayat

Reteh, detikriau.org – Sumiati (54) warga Desa Sungai Ruku Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir ditemukan terapung tak bernyawa di Parit Selamat Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh, Kamis (29/6/2017) sekira pukul 17.30 Wib

Korban dilaporkan berangkat mempergunakan perahu dayung bersama sang suami Gino (56) untuk mencari siput diperairan sungai Kuala Kerang.

“Menurut anak korban Yanto (38), orang tuanya berangkat dari rumah untuk mencari siput pada rabu (28/6/2017) sekira pukul 10.00 Wib. Namun hingga pukul 19.00 Wib, tak kunjung pulang. Khawatir dengan keselamatan kedua orangtuanya Yanto, memberitahukan kepada masyarakat dan Polsek Reteh, perihal hilangnya orang tuanya itu.” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, S.IK, melalui Kapolsek Reteh AKP Suharyono

Mendapat laporan, masyarakat bersama Personil Polsek Reteh segera melakukan pencarian dan berhasil menemukan sampan yang dipakai keduanya beserta 1 buah kampak dan bekal makanan namun kedua pasutri itu tidak lagi ditemukan diatas perahu dayung tersebut.

Akhirnya sekira pukul 17.30 WIB tim pencari baru berhasil menemukan Sumiati sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Pulau Ruku.

“Sampai saat ini, suami Sumiati, Gino masih dalam pencaharian Personel Polsek Reteh dan masyarakat. Pencarian selanjutnya akan diperkuat oleh Tim dari BPBD Kab. Inhil, yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi.” Akhiri Kapolsek./Am




Berang di Palak, Sap Habisi Hendri Dengan Tusukan Obeng

Kemuning, detikriau.org – Sap (19) warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir mengamuk dan secara membabi buta menusuk Hendri (23) warga Kelurahan Selensen dengan mempergunakan sebuah obeng di TKP Tugu Batas Provinsi Riau – Jambi, Jalan Lintas Timur Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning, Rabu (28/6/2017) sekira pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung S.IK, melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Taufik Suardi, S.H, kronologis kejadian bermula saat tersangka Sap duduk – duduk di sekitar TKP. Saat sedang menikmati suasana sore di tugu itu, tiba-tiba dirinya dihampiri 2 orang laki – laki yang tidak dikenal, dan meminta uang.

Tidak ingin timbul keributan, Sap lantas memberikan uang sejumlah Rp. 20 ribu. Namun bukannya ucapan terima kasih yang didapat, Sap justru dihajar.

Merasa tidak berdaya untuk memberikan perlawanan, Sap bergegas meninggalkan tugu dan pulang kerumahnya. Namun kemudian Sap kembali lagi ke tugu batas, kali ini dengan mengajak saudaranya, Ram (23).

“Sesampainya di TKP, kedua bersaudara itu langsung mengamuk dan menyerang korban Hendri, yang saat itu sedang duduk – duduk dengan beberapa orang rekannya. Secara membabi buta, Sap menikam korban dengan sebuah obeng, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka tusuk di bagian belakang kepala.” Terang Kapolsek

Usai mengamuk lanjut Kapolsek, kedua tersangka kemudian meninggalkan TKP dan menyerahkan diri kepada Petugas Kepolisian di Daerah Jambi dan selanjutnya diserahkan ke Polsek Kemuning.

Korban Hendri dievakuasi ke Puskesmas Selensen, namun karena luka tusukan yang dialaminya cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD Jambi, namun dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya.

“Saat ini kedua tersangka sudah diamankan di Polsek Kemuning untuk proses penyidikan lebih lanjut.” Akhiri Kapolsek./Am




Dibacok, 2 Warga Enok Terkapar Bersimbah Darah

Enok, detikriau.org – M. Saidek (29) warga Desa Pengalihan dan Rendra alias Etek (35) warga Parit Guntung Desa Pengalihan Kecamatan Enok menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang lelaki (Rendi Cs) di Jalan Negara Jembatan Sungai Bungur, Desa Sungai Rukam, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat, 9/5/17, pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, S.IK, melalui Kapolsek Enok AKP Peris Siregar, S.H lewat siaran WA-nya, menceritakan bahwa kronologis kejadian berawal pada Jum’at sekira pukul 20.00 WIB.

Saat itu korban M. Saidek ditelpon oleh terduga pelaku Rendi yang  mengatakan bahwa dia akan membayar hutangnya kepada Acok, teman dari korban dan Korban disuruh mengambil di Jembatan Parit Bungur.

Lalu korban M. Saidek bersama korban lainnya, Rendra datang menemui pelaku Rendi.

Setibanya kedua korban sampai di atas Jembatan dimaksud, mereka melihat terduga pelaku Rendi, sudah menunggu bersama kurang lebih 3 ( tiga ) orang temannya.

Pelaku Rendi saat itu bertanya tentang teman korban yang bernama Acok. Belum sempat korban menjawab, Rendi langsung menebaskan sebilah golok kearah  korban M. Saidek secara berulang-ulang kali. Sedangkan 3 orang teman pelaku Rendi, juga menebaskan golok ke arah korban Rendra. Setelah kedua korban terkapar, para pelaku bergegas melarikan diri.

“Kedua korban kemudian dievakuasi oleh masyarakat yang melintas di Jembatan ke Puskesmas Desa Pengalihan Kec. Enok, dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan, untuk perawatan lebih lanjut.” Terang Kapolsek

Sampai saat ini para pelaku ditambahkan Kapolsek masih dalam pengejaran (DPO) , sedangkan korban belum bisa dimintai keterangannya, karena masih menjalani perawatan intensif./Am




Laka Laut di Perairan Kuala Enok, 1 Perahu Terbelah Dua

TANAH MERAH (detikriau.org) – Peristiwa kecalakaan jalur laut terjadi di Perairan Sungai Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah, Kamis (1/6/2017) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut informasi dari kepolisian, kecelakaan tersebut terjadi antara perahu berukuran kecil dengan sebuah pompong berukuran kurang lebih 5 ton.

Saat itu, perahu kecil dibawa oleh Nyameng (52) warga Blok IV Batam Lestari Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah. Sedangkan pompong besar, usai menabrak langsung melarikan diri ke arah Perairan Sungai Desa Tanjung Harapan.

“Akibat tabrakan tersebut, korban menderita kerugian sebesar Rp 700 ribu karena perahu miliknya rusak terbelah dua,” Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Kadmadi, Jum’at (2/5/2017).

Dijelaskan Kapolsek, kronologisnya ketika korban sedang di perjalanan dari Sungai Teruk bermaksud hendak pulang kerumahnya.

Saat korban sedang berkayuh di TKP, tiba-tiba datang pompong ukuran 5 Ton menabrak perahu korban pada bagian tengah, hingga mengakibatkan perahu korban dan terbelah dua.

Dan kala itu, korban sendiri berhasil menyelamatkan diri tanpa terluka, kemudian berenang ke pinggir sungai. Sedangkan pompong yang menabrak perahu korban, langsung melarikan diri ke arah Perairan Sungai Desa Tanjung Harapan.

“Kini, petugas masih dalam penyelidikan terhadap pompong yang menabrak perahu korban,” pungkasnya./Mirwan




Suami Tak Pulang-pulang Mencari Siput, Istri Lapor ke Polisi

Polisi dbantu sejumlah warga saat melakukan upaya pencarian

TANAH MERAH (detikriau.org) – Nurhasanah (40) kebingungan. Pasalnya, suaminya Wandra alias Iwan Bin Taher (41) tak pulang-pulang setelah meninggalkan rumah untuk mencari siput, Selasa (30/5/2017) kemarin.

Menurut informasi dari kepolisian, pria asal Jalan Swadaya Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah ini turun dari rumah sekitar pukul 8.00 WIB mencari siput di sekitar hutan di belakang PT AEC Brother di Kelurahan Kuala Enok.

Namun sampai malam hari, pria itu belum kunjung pulang dan diduga hilang di sekitar lokasi mencari siput.

“Menurut pelapor, setelah mencari siput, biasanya Wandra ini pulang selalu pada pukul 16.00 WIB,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Kadmadi, Rabu (31/5/2017).

Mendapat laporan, Personil Polsek Tanah Merah bersama-sama dengan warga melakukan pencarian di Hutan belakang PT. AEC Brother. Hingga saat ini, proses  pencarian terhadap Wandra masih dilakukan./Mirwan