Panan Sawit Bersama 2 Karyawan, Warga Aceh Timur Kehilangan Nyawa Beserta 4 Ton Buah Sawit dan Dump Truk

Kemuning, detikriau.org – Dilaporkan hilang sejak rabu (16/8/2017), David (35) warga Jalan Teuku Umar Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tidak lagi bernyawa di kilometer 90 Dusun Pendowo Desa Keritang Kecamatan Kemunig.  Sabtu (19/8/2017) sekira pukul 16.00 Wib

Menurut keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung, S.IK, melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Taufik Suardi, SH, sebelum ditemukan telah menjadi mayat,  korban tersebut dilaporkan hilang oleh karyawannya Sugito (50 tahun) ke Polsek Kemuning, Sabtu, 19/8/2017.

Menurut penuturan Sugito, Rabu, 16/8/2017, sekira pukul 14.00 WIB, korban bersama dua orang karyawannya yang berinisial J dan S, pergi meninggalkan kebun milik korban yang terletak di Dusun Pendowo Desa Keritang setelah selesai mengambil buah sawit dengan menggunakan kendaraan Dump Truck milik korban bermuatan sawit sebanyak 4 ton.

Sejak saat itu korban dan kedua pekerjanya tidak diketahui lagi keberadaannya hingga akhirnya korban ditemukan telah menjadi mayat.

“Hasil pemeriksaan medis terhadap jasad korban didapati beberapa luka di bagian kepala dan bibir.”

“Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kemuning.” Akhiri Kapolsek./Am




Ancam Dengan Todongan Sajam, Kawanan Begal Sikat Belasan Juta Harta Petani di Enok

Petugas kepolisian memperlihatkan lubang dilantai rumah korban yang diduga menjadi tempat kawanan begal masuk dan menyantroni penghuni rumah.

Enok, detikriau.org – Rumah seorang petani di Desa Sungai Rukam Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir disantroni kawanan begal. Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Dari keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung, S.IK melalui Kapolsek Enok AKP Peris Siregar, SH, peristiwa tindak pencurian dengan kekerasan itu terjadi saat menjelang azan subuh, kamis (10/8/2017).

Saat korban dan keluarga masih tertidur pulas, tiba-tiba dibangunkan dengan todongan senjata tajam oleh 4 orang pelaku yang tidak dikenal. Korban kemudian diikat dengan mempergunakan pakaian anak-anak sembari mengancam dan menanyakan tempat penyimpanan uang korban. Karena ketakutan korbanpun memberitahukan.

Setelah menggasak habis uang korban, ke 4 pelaku ternyata belum puas dan selanjutnya mempreteli seluruh perhiasan yang dikenakan istri korban berupa kalung dan anting yang terbuat dari emas.

“Korban mengalami kerugian sekira Rp 12 Juta dan baru berani melaporkan peristiwa tersebut pada senin 14/8/2017),” Sampaikan Kapolsek.

Menurut Kapolsek, para pelaku diduga masuk kerumah korban dengan cara membobol lantai rumah korban yang terbuat dari kayu.

“Peristiwa curas ini masih dalam penyelidikan Polsek Enok,” Akhiri Kapolsek./Am

Save




Geram Kepemilikan Kebunnya Dipersoalkan, Ha “Hadiahi” Jum Sabetan Parang

Sungai Batang, detikriau.org – Tak terima lahan kebun miliknya dipersoalkan, Ha (54) warga Jalan Pendidikan Desa Pasenggrahan Kecamatan Sungai Batang Kabupaten Indragiri Hilir “selesaikan” dengan sabetan parang.

Akibatnya, Jum alias PD (51) Warga Parit Sekara Desa Pasenggrahan Kecamatan Sungai Batang mengalami luka bacok di bagian tangan serta punggung dan harus dirujuk ke Puskesmas Pulau Kijang. Senin (31/7/2017)

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Sungai Batang IPTU H Harison, peristiwa berdarah itu bermula saat tersangka Ah dan anaknya bekerja membersihkan area kebun miliknya di jalan penunjang Desa Pasenggarahan.

Sekira pukul 10.00 WIB saat tersangka sedang istirahat, korban datang dan langsung menpermasalah kepemilikan kebun. Menurut korban, selama ini dialah yang menanam dan membersihkan kebun tersebut.

Mendengar hal tersebut, tersangka menjadi emosi dan merasa tidak senang dengan sikap korban. Tersangka langsung mengayunkan parang yang ada di tangannya sebanyak 2 kali ke arah tangan kiri dan punggung kiri bagian belakang sehingga mengakibatkan korban mengalami luka berdarah pada bagian tersebut.

Menyaksikan kejadian, anak korban-pun melerai dan membawa tersangka pulang kerumah, sementara korban dibawa ke Puskesmas Kelurahan Benteng untuk mendapatkan pertolongan.

Korban kemudian dirujuk ke Puskesmas Pulau Kijang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Mendapatkan laporan, Kapolsek bersama Personel Polsek Sungai Batang segera mendatangi TKP dan kemudian mengamankan tersangka.

“Saat ini tersangka dan barang bukti berupa 1 bilah parang panjang telah diamankan di Mapolsek Sungai Batang untuk proses penyidikan lebih lanjut.” Akhiri Kapolsek./dro

Save




Longsor, Jalan Beton Sepanjang 70 Meter dan 3 Unit Gudang Ambruk ke Lumpur di Kuala Enok

TANAH MERAH, detikriau.org – Musibah longsor kembali terjadi di RT 001/RW 001 Jalan Makmur Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (24/7/17) sekira pukul 10.20 WIB.

Menurut keterangan Lurah Kuala Enok, Teuku Muhammad, musibah longsor ini menyebabkan jalan semenisasi sepanjang 70 meter ambruk ke pantai (lumpur).

“Kejadian longsor sekira pukul 10.20 WIB tadi, akibatnya jalan semenisasi sepanjang 70 meter dan 3 unit gudang ambruk ke lumpur,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, Senin (24/7/17).

Untungnya, dalam musibah longsor ini tidak jatuh korban jiwa, karena masyarakat sekitar longsor sudah mengetahui akan terjadinya longsor ini.

“Kemungkinan bisa saja terjadi longsor susulan, karena ada sebagian rumah yang sudah miring, karena biasanya longsor terjadi saat air laut sedang surut seperti saat ini,” ujarnya.

Pihaknya sudah mengingatkan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan rawan longsor, agar selalu waspada dan siap dengan segala kemungkinan terjadinya longsor susulan.

“Karena dalam rentang 3 bulan terakhir, di kawasan ini sudah empat kali terjadi longsor,” imbuhhya./Diskominfo-inhil/rls




Bekuk Tsk Penyalahgunaan Narkoba, Polsek Reteh Amankan 9 Paket Sabu-Sabu

Reteh, detikriau.org – Edarkan Narkoba, Am (34) warga Jalan Penunjang Parit 5 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir diamankan Unit Opsnal Polsek Reteh bersama barang bukti berupa 9 paket kecil narkoba diduga jenis sabu – sabu yang disimpan didalam kotak rokok merk Horis.

Pria berusia 34 tahun yang juga kerap disapa Ap ini dibekuk di Parit 4 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh saat akan melakukan transaksi barang haram tersebut, minggu (9/7/2017) sekira pukul 01.00 Wib dinihari.

“petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit HP merk Samsung beserta sebuah  dompet merk Dovis yang berisikan uang sebanyak Rp. 1,165 Juta,” Terang Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, S.IK, melalui Kapolsek Reteh AKP Suharyono.

Menurut Suharyono, penangkapan tersangka berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat.

Mendapat informasi Suharyono memerintahkan Personel Polsek Reteh dibawah pimpinan Kanit Reskrim IPDA Andi Sofyan untuk mendatangi tempat yang disebutkan dalam informasi tersebut. Benar saja, ditemukan seorang laki – laki, sedang duduk – duduk di TKP dimaksud. Laki – laki itu kemudian diamankan.

Saat diinterogasi, tersangka mengaku bahwa sabu – sabu miliknya disimpan di suatu tempat di pinggir jalan Sungai Payung Parit Jawa Desa Seberang PulauKijang.

“Am lalu kita bawa ke tempat penyimpanan narkobanya. Bersama beberapa orang saksi, di tempat yang ditunjuk tersangka, ditemukan barang bukti seperti tersebut di atas.” Tambahkan Suharyono

Setelah penemuan barang bukti, tersangka selanjutnya di bawa ke Mapolsek Reteh untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Terpisah, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung, S.IK, menyatakan apresiasi dan rasa bangganya, pada Personel Polsek Reteh, yang berhasil mengungkap peredaran narkotika, yang sudah merasuk jauh sampai ke desa – desa, di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Ini sebagai bukti bahwa Polres Inhil tidak pernah berhenti bekerja memberantas peredaran barang haram tersebut. Diharapkan, Polsek – Polsek lain dalam jajaran Polres Inhil juga dapat melakukan hal tersebut, sebagaimana yang sudah ditunjukan oleh Polsek Reteh.” Pesan Kapolres./Amrul




Ditinggal Pulang Kampung, Warung Nasi di Selensen Ludes Terbakar

KEMUNING (detikriau.org) – 1 unit warung nasi milik Ramli di Jalan Lintas Timur, Kilometer 295 Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning ludes dilalap api, Senin (3/7/2017) malam, sekitar pukul 22.45 WIB.

Kala itu, warung ditinggal pulang kampung ke Sumatera Barat (Sumbar). Meskipun saat itu, tempat usahanya dihuni 3 karyawan atas nama Isna (18), Dewi (17) dan Riyan (19).

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Kemuning, KOMPOL Taufik Suardi menerangkan, bermula saat tiga orang karyawan sedang menonton televisi di ruang depan.

Tiba-tiba Isna melihat api sudah membumbung tinggi di bagian belakang rumah. Ketiga orang tersebut mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Karena kewalahan, mereka pun berteriak minta tolong.

Warga dan Personel Polsek Kemuning yang berdatangan, mencoba membantu memadamkan api, namun karena bangunan terbuat dari kayu dan berdaun atap, dalam tempo yang tidak lama, bangunan berukuran 8 x 10 meter tersebut, habis dimakan api.

“Kebakaran tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa, tapi kerugian ditaksir mencapai lebih kurang Rp 60 juta. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek,” kata Kapolsek, Selasa (4/7/2017)./Mirwan