Santap Pecel di Acara Yasinan, 21 Warga Dusun Lintas Jalai “Kelenger”

Kemuning, detikriau.org – 21 warga Dusun Lintas Jalai Desa Keritang Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir diboyong kepusat pelayanan kesehatan diduga keracunan setelah menyantap hidangan pecel diacara yasinan remaja.

Selesai menyantap panganan tradisional yang terbuat dari campuran daun ubi, kacang panjang, genjer, kecambah dan lontong dengan bumbu yang dibeli dari pasar Keritang itu, satu persatu korban mulai merasa mual, muntah-muntah, badan panas dan kepala pusing.

“kejadiannya pada selasa (17/7/2018) kemaren. Saat ini kondisi sebagian korban sudah membaik,” sampaikan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Kapolsek Kemuning Kompol Lilik Surianto S.ST,SH, jum’at (20/7/2018)

Diterangkan Kapolsek, kejadian berawal saat dilaksanakan acara yasinan mingguan remaja di rumah kediaman Sujari, RT 04 Dusun Lintas Jalai.

Selesai membaca surat yasin, tuan rumah menyajikan hidangan alakadarnya  berupa pecel yang terbuat dari campuran daun ubi, kacang panjang, genjer, kecambah dan lontong dengan bumbu yang dibeli dari pasar Keritang.

Habis bersantap dan seluruh rangkaian acara selesai, peserta pulang kerumah masing-masing. Namun tidak lama berselang, satu persatu korban mulai merasa mual, muntah-muntah, badan panas dan kepala pusing. Karena hal tersebut dialami oleh mereka yang mengikuti  yasinan, maka mereka menduga keracunan makan pecel di rumah Sujari

“korban kemudian dibawa ke puskesmas yang mudah jangkauannya yakni ke puskesmas Siberida Kec. Batang Gangsal Kab. Inhu.” Sampaikan Kapolsek

Mendapat laporan, Selanjutnya empat personil unit Reskrim  Polsek Kemuning dan Kanit Intelkam IPDA Taat Priyanto, menuju puskesmas Siberida untuk melakukan pengecekan dan intrograsi kepada korban dan tuan rumah pelaksana yasinan yang kebetulan tidak keracunan.

“Saat ini sebagian korban sudah  membaik dan sudah kembali ke rumah masing-masing,” Akhiri Kapolsek./ Am




PMI Cabang Inhil Serahkan Bantuan Bagi Korban Musibah Kebakaran di Pasar Kotabaru Siberida

Kotabaru, detikriau.org — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj. Zulaikhah Wardan sampaikan keprihatinan atas duka yang dialami korban musibah kebakaran di Pasar Kotabaru Siberida Desa Kotabaru, Kecamatan Keritang. Perhatian itu di sampaikan Zulaikhah Melalui Penyaluran bantuan berupa paket Sembako dan uang tunai untuk Anak yang terkena musibah. Sabtu (23/6/2018)

“Musibah ini jadikan pelajaran, terutama untuk diri sendiri agar kedepannya bisa lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari hari, baik hubungan dengan sesama manusia terutama  kepada allah”pesan Zulaikhah saat menyerahkan bantuan.

Zulaikhah mengatakan, penyaluran bantuan yang dilakukan PMI Inhil ini merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan selama ini. Ia juga berpesan, dengan adanya bantuan tersebut diharapkan beban yang ditanggung oleh korban kebakaran bisa sedikit berkurang.

“saya mengharapkan kepada warga yang menerima bantuan ini dapat menerimanya dengan rasa syukur dan mudah mudahan dengan  syukur itu Allah akan menambahkan berkahnya”pesankan zulaikhah sembari juga mengabarkan bahwa dua diantara korban merupakan anggota PMI Kecamatan Keritang.

Kepada anak anak-anak korban musibah kebakaran, Zulaikha berpesan untuk dapat memotivasi diri agar tetap semangat dan terus melanjutkan sekolahnya.

“kepada anak anak jangan sampai tergangu pendidikannya atas terjadinya musibah ini”Akhirinya.

Disamping kehadiran Ketua PMI Inhil, Hj. Zulaikhah Wardan,S.Sos,M.E, penyerahan bantuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris PMI Inhil, Drs. H. Mukthar. T,  MH, anggota pengurus PMI, Drs. HM Thaher MM dan kepala markas PMI Cabang Inhil Subowo Radiyanto serta Kepala Desa Kota Baru Seberida dan Ibu Camat Keritang./ rul




Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Api Hanguskan 57 Unit Ruko di Pasar Kotabaru Keritang

Keritang, detikriau.org – 57 unit bangunan rumah toko (ruko) dipusat perdagangan terbesar di Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir ludes diamuk jago merah. Jum’at (15/6/2018) sekira pukul 04.30 Wib.

“Tidak ada korban jiwa, namun amukan api ini membakar habis sebanyak 57 unit ruko, “Sampaikan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Keritang AKP Lassarus Sinaga, S.H.

Diterangkan AKP Lassarus, menurut keterangan saksi, api mulai muncul di sebuah ruko di Jalan Pemuda Pasar Kotabaru. Kondisi ruko yang rata – rata terbuat dari kayu, menyebabkan si jago merah dengan cepat membesar dan merembet ke ruko Jalan Keritang, Jalan Perdagangan dan Jalan Pesisir.

Api baru bisa dikuasai sekira pukul 06.40 Wib setelah personel Polsek Keritang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek dan Camat Keritang Hardy Rahman, S.Sos., M.Si., bersama masyarakat dan aparat terkait lainnya berjibaku mengupayakan pemadaman..

“Sampai saat ini petugas Kepolisian masih di lapangan untuk mengamankan lokasi dan menyelidiki penyebab kebakaran. Kerugian materil belum bisa ditaksir.” Akhiri Kapolsek.

Berdasarkan informasi dari pihak Kepolisian, beriut nama-nama korban kebakaran di pasar Kota Baru:

  1. Jalan Pemuda/Jalan Sumatera: M. Husaini/H. Hasnah, H. Aras, Siat, Oni, Lia, Ustadz H Junaidi, H Mariam, H Tamrin, Siam, Manaf dan Buyung Buya.
  2. Jalan Perdagangan: Muslim Purnama, Andi, Eks Kantor BRI Unit Kotabaru, Ice, Fauzan, Susi/Yanti Emi, Madia, Surya, Dede, H Junet, Ica Sandi, Mak Feri, Eka/Siam, Zidam Farfum, Siam, H Marzuki, Sizab, Akzar, Bujang, Acok, Een (2 pintu), Ir, Ari Perak, Siam, Pak Cik, Udin Jambak, dan Inah.
  3. Jalan Keritang: Rifal, Zul, Kamal, Andi Ariati, Surya, Andi Sukaini, dan Niza Ozam
  4. Jalan Pesisir: H Leman, Budi, Acok, H Jamak, H Jumri, H Sulaiman, H Burhanudin, Acok, Roni, Ibet, Feri, dan Dedek. / red

 




Tanah Longsor, Tiga Unit Rumah Warga di Desa Tanjung Baru Ambruk

Tanah Merah, detikriau.org – Tiga unit rumah penduduk yang dihuni Empat Kepala Keluarga dengan Delapan jiwa di Jl. Kenangan RT. 02 RW. 01 Desa Tanjung Baru Kec. Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir ambruk kesungai. Bencana alam yang disebabkan tanah longsor ini terjadi sekira pukul 12.00 Wib, sabtu (2/6/2018).

Menurut keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Pejabat Paur Humas, Ipda Heriman Putra, sebelum terjadinya tanah longsor, saksi, Irwan (38) sedang berada didalam rumah dan mendengar suara papan berderak, seketika ia bergegas keluar rumah. Saat itulah ia menyaksikan tanah disamping rumah tinggalnya mulai bergerak. Sontak saksi berteriak dan memanggil penghuni rumah lainnya untuk segera keluar.

Saksi saat itu juga berupaya menyelamatkan sejumlah hartabendanya sebelum rumah berbahan kayu itu rubuh.

“Dugaan awal, musibah tanah longsor disebabkan oleh abrasi air sungai, hal ini dikarenakan pemukiman rumah masyarakat yang mengalami musibah longsor berada disepanjang pinggir sungai Tanjung Baru dan pada saat terjadinya musibah air dalam keadaan sedang surut kering.” Terang Ipda Heriman

Menurut Ipda Heriman juga, Dalam kejadian musibah tanah longsor tersebut tidak terdapat korban jiwa, kerugian ditaksir sekitar lebih kurang Rp. 60 juta.

Untuk diketahui, tiga unit rumah penduduk yang ambruk akibat tanah longsor adalah milik; Marjohan (70), Irwan (38), dan Barani (60)./ Am




Jerat Babi Memakan Korban di Dusun Air Luit Desa Batu Ampar , Polisi Amankan Tiga Orang Warga

Tiga warga yang diamankan beserta sejumlah barang bukti

Kemuning, detikriau.org – Petugas dari Polsek Kemuning Polres Indragiri Hilir mengamankan tiga orang pria di Dusun Air Luit Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir. Ketiganya diduga telah memasang kabel beraliran listrik, sehingga menyebabkan orang lain mengalami luka berat. Tak hanya itu, saat digeledah, juga ditemukan 2 pucuk senpi rakitan beserta 11 amunisi peluru tajam. Senin,(28/5/2018) sekira pukul 05.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Lilik Surianto, S.S.T., S.H., menerangkan bahwa ketiga orang yang ditahan masing – masing berinisial BG (29) warga Dusun Masad Desa Keritang Kecamatan Kemuning, Am (25) warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning, dan Kus (39) warga Desa Bangko Sempurna Kec Rimbo Melintang Kabupaten Rokan Hilir.

“Korbannya bernama Indra Praja (22) warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning”, terang KOMPOL Lilik.

Menurut Kapolsek, kejadian berawal ketika korban bersama rekannya, Wak Kuncung (55) warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning hendak berburu ayam hutan di sekitar TKP, Senin ( 28/5/2018) sekira pukul 04.00 WIB. Nahas, bagi korban, dirinya menyenggol kabel yang beraliran listrik yang mengakibatkan korban mengalami luka bakar dibagian perut. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Indrasari Pematang Reba Kabupaten Indragiri Hulu.

Atas kejadian ini, orang tua korban, Roni (43), kemudian melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya ke Polsek Kemuning.

Berdasarkan laporan tersebut, Kapolsek Kemuning memerintahkan Unit Opsnal Polsek Kemuning  mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan tentang pemilik kabel yang beraliran listrik tersebut. Dalam penyisiran, diketahui kabel tersebut berasal dari sebuah pondok yang dihuni oleh ketiga pelaku. Saat diinterogasi, mereka mengakui sedang memasang jerat babi hutan dengan menggunakan aliran listrik.

“Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti  telah diamankan di Mapolsek Kemuning guna proses Penyidikan lebih lanjut.” Akhiri Kapolsek sambil menerangkan bahwa ketiganya disangkakan dengan Pasal 360 ayat 1 KUHP dan UU Darurat No. 12 Tahun 1951./ Am




Dihantam Longsor, Jembatan Sungai Perigi di Tanah Merah Ambruk

Tanah Merah, detikriau.org – Jembatan penghubung antara Kelurahan Kuala Enok dan Desa Tanah Merah di Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Ambruk. Peristiwa yang terjadi pada sabtu (19/5/2018) itu disebabkan terjadinya musibah tanah longsor.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut” sampaikan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tanah Merah IPTU Liber Nainggolan.

Menurut Kapolsek, jembatan sungai perigi yang ambruk itu sedang dalam perbaikan. Saat musibah longsor terjadi, pekerja proyek sedang istirahat.

Keterangan salah seorang pekerja, Amril Saleh (42), siang itu, sebelum dia meninggalkan lokasi pekerjaan untuk beristirahat, Amril melihat tanah berlobang di sekitar tiang penyangga jembatan.

Saat jembatan runtuh, Amril mengaku sedang berada di rumah. Ia mendengar seperti suara benda terjatuh ke dalam sungai dari arah jembatan tempat ia bekerja. Iapun bergegas untuk mencari tau. Saat itulah Amril melihat jembatan sudah runtuh dan terjun ke sungai.

“diperkirakan panjang jembatan yang ambruk lebih kurang 20 meteran. Kita sudah memasang policeline di TKP, dan menghimbau kepada warga untuk tidak beraktifitas di jembatan tersebut.” AKhiri Kapolsek./ Am