Pembangunan kembali Gedung SMP Satu Atap Tak Rampung, Masyarakat Kecewa



 

Tembilahan (www.detikriau.org) – Impian masyarakat Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah untuk kembali bersekolah di Bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negri satu atap di Desanya tampaknya harus kembali tertunda. Rehab bangunan yang sudah dikerjakan, hingga berakhirnya tahun anggara tidak juga terselesaikan.

Menurut Kepala Desa setempat, Amiruddin, sejak dimulai hingga terhentinya pembangunan, pengerjaan baru selesai sampai pada tahap pengerjaan tongkat umpak. Kondisi ini diakuinya cukup mengecewakan masyarakat. Apalagi sejak ambruknya bangunan SMP satu atap tersebut, aktifitas belajar mengajar menjadi terganggu.

Untuk melakukan aktifitas belajar mengajar, siswa-siswi SMP terpaksa menumpang dibangunan Sekolah Dasar (SD) yang letaknya bersebelahan. Namun karena ruang belajar bangunan SD itu tidak banyak, tentunya kondisi ini membuat proses belajar mengajar bagi Siswa-Siswi SMP satu atap dan SD menjadi terganggu.

“Kemaren waktu mengetahui bangunan SMP ini akan kembali dibangun, terus terang masyarakat kita merasa sangat gembira.  Namun kegembiraan itu ternyata hanya sementara. Pengerjaan bangunan ini tidak dapat diselsaikan sebagaimana harapan masyarakat,” Sampaikan Kepala Desa Sungai Laut, Amiruddin melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (16/1)

Sebagai kepala Desa, ditambahkan Amiruddin, ia sama sekali tidak pernah mengetahui siapa rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, karena memang ia tidak pernah dikabari. Apalagi menurutnya, papan plang proyek yang sedianya harus dipasang pada setiap kegiatan yang didanai pemerintah, juga tidak pernah terlihat. Amirruddin berharap terbengkalainya pengerjaan bangunan SMP ini segera menjadi perhatian pemerintah khususnya pemerintah kabupaten.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum berhasil melakukan komfirmasi dengan pejabat Dinas terkait. (dro)




Desa Sungai laut Butuhkan Penambahan Jerambah Beton

tampak-kades-sungai-laut-amiruddin-berbincang-dengan-warga-diatas-jerambah-beton-yang-menjadi-kebanggan-masyarakat-mereka-berharap-pemerintah-membangun-kembali-tambahan-jerambahan-ini1Tembilahan (www.detikriau.org) – Seperti daerah pesisir lainnya di Kabupaten Inhil, untuk kebutuhan sarana tranportasi, Desa sungai laut Kecamatan Tanah Merah mengandalkan sarana jalan berupa jerambah. Material jerambah berbahan kayu yang dipergunakan selama ini cenderung tidak mampu untuk bertahan lama. Untuk itu, masyarakat sangat mengharapkan pemerintah untuk memprogramkan pembangunan jerambah beton.

Berdasarkan penjelasan Kepala Desa (Kades) Sungai Laut, Amirudin, dari total kurang lebih 1000 meter kebutuhan jalan jerambah, sekitar dua ratusan meter jerambah beton sudah terbangun. Tahun 2010, melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhil, dibangun sepanjang 130 meter. Kemudian tahun 2011 kembali ditambahan sepanjang 80 meter dan 12 meternya lagi ditahun yang sama dibangun masyarakat secara swadaya. Tahun 2012, berdasarkan hasil musyawarah, pemerintah desa (Pemdes) kembali melakukan penambahan jerambah beton sepanjang 73 meter.

“Secara keseluruhan, kita sudah memiliki jerambah beton kurang lebih sepanjang 295 meter. Namun jerambah ini masih jauh dari cukup. Kita berharap, meskipun secara bertahap, pemerintah dapat terus melakukan pembangunan jerambah beton yang sangat dibutuhkan masyarakat ini,” Sampaikan Amiruddin melalui sambungan telepon selularnya, kamis (12/12)

Jika pembangunan jerambah tetap dilakukan dengan material kayu, Amirudin mengatakan untuk kondisi saat ini relatif tidak lagi ekonomis. Disampaing harga bahan kayu yang semakin mahal, daya tahannyapun tidak akan lama. Secara hitung-hitungan, meskipun penggunaan material beton dari sisi biaya relatif masih lebih mahal tetapi sisi manfaatnya akan dapat dirasakan masyarakat pastinya akan lebih lama ditambah biaya perawatan tidak memerlukan biaya yang besar.

“Jika kebutuhan jerambah beton Desa kami ini bisa terpenuhi, kemudahan tranportasi ini tentu akan menjadi pendukung utama pertumbuhan roda perekonomian masyarakat.” Ujar Amiruddin. (dro)




236 Jamaah Yasin Keracunan Makanan, 1 Meninggal

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Keracunan masal akibat makanan saat menghadiri kegiatan yasinan akbar, hingga menelan 1 orang korban meninggal dunia terjadi pada Minggu (24/11) kemaren sekitar pukul 17.00 Wib, di Gedung Majelis Ta’lim Mambaul Hikmah Parit Sungai Bangkar Desa Mekar Sari Kecamatan Keritang.

Tercatat untuk korban meninggal dunia pada Senin (25/11) sekitar pukul 10.30 Wib, diketahui bernama Ulfa Rahayu (14) setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif dan rawat inaf di Puskesmas Kota Baru Kecamatan Keritang.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Kapolsek Keritang AKP Ratib, selain 1 orang meninggal dunia, 65 warga lainnya terpaksan menjalani rawat inaf dan 171 rawat jalan di Puskesman Kota Baru serta Posko terdekat.

“Jumlah warga yang mengalami keracunan adaebanyak 236 orang. Dari jumlah itu, 1 meninggal dunia, 65 rawat inaf dan 171 rawat jalan,”ujar Kapolsek Keritang AKP Ratib Selasa (26/11).

Lanjut Kapolsek, korban diduga keracunan. Meraka mengalami muntah-muntah, perut melilit, kepala pusing serta gejala diare setelah mengkonsumsi makanan yang disediakan.

Untuk memastikan penyebab keracunan missal ini, Kapolsek mengakui pihaknya sudah mengambil sample makanan dan dikirim ke RS Puri Husada di Tembilahan untuk dilakukan pengujian.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Rasul Alim saat dihubungi melalui ponselnya membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dikatakannya Kasus ini sudah ditangani petugas kesehatan setempat namun dengan banyaknya jumlah korban tentunya diperlukan tambahan  tenaga medis. “Saat ini Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Pemkab Inhil sudah ada dilokasi.” Ujar Rasul. (dro/tok)




Miliki Senpi, Oknum Mahasiswa Ditangkap Polisi

Gambar ilustrasi pistol rakitan
Gambar ilustrasi pistol rakitan
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Oknum mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) berinisial R (24) ditangkap saat kedapatan membawa satu pucuk senjata api laras pendek rakitan jenis pistol. Selain itu, polisi juga mengamankan 4 butir peluru revolver FN organic beserta uang tunai sebesar Rp500ribu,-

Penangkapan terhadap tersangka, warga Kecamatan Enok, dilakukan oleh Anggota Opsnal Satuan Intelkam Polres Indragiri pada Senin (18/11) sekitar pukul 19.00 Wib, di Jalan Lintas Pelabuhan Samudra Kecamatan Kempas.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK menjelaskan, kronologi ditangkapnya pelaku berawal adanya informasi dari masyarakat kalau tersangka sedang membawa senjata api rakitan.

Selanjutnya, Tim Opsnal Intelkam langsung melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan pelaku. Setelah dilakukan pengintaian ternyata di TKP, pelaku saat itu melintas dengan menggunakan kendaraan bermotor miliknya.

Karena tidak ingin kehilangan jejak, petugas menghentikan laju kendaraan pelaku. Begitu berhenti, petugas langsung melakukan penggeledahan dan didapati senjata rakitan jenis pistol tersebut terselip dipinggangnya.

“Petugas menemukan senjata api rakitan berupa pistol terselip dipinggannya lengkap dengan 4 butir peluru masih aktif. Serta uang tunai sebesar Rp500ribu,”ujar Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK.

Dari keterangan pelaku saat dimintai keterangan di Mapolres Indragiri Hilir mengaku bahwa senjata api yang dibawa itu adalah milik abangnya berinisial U. Rencananya senpi rakitan itu akan dijual kepada seseorang yang sudah memesan seharga Rp4juta,-. Namun si pemesan yang kini masih dalam pengembangan baru memberi uang muka sebesar Rp. 500ribu,-.

“Kini pelaku sudah diamankan di Mapolres Inhil termasuk kendaraan bermotornya. Yang jelas akan dilakukan pemeriksaan secara intensif. Selain itu petugas juga akan terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lainnya,”tambahnya.

Tambah Kasat Reskrim, kini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951dan terancam hukuman minimal 12 tahun penjara.(dro/tok)




Polisi Ringkus Bandar Narkotika di Keritang

sabusabuTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekitar pukul 22.00 Wib pada sabtu (16/11), seorang pelaku diduga sebagai Bandar narkoba diringkus dirumahnya oleh satuan Narkoba Polres Inhil, di Parit 1 Desa Kotabaru Seberida Kecamatan Keritang.

Dari tangan pelaku berinisial SN (33), kini sudah mendekam di jeruji sel pesakitan Mapolres Inhil. Saat dilakukan penggerebekan, petugas yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Imron Teheri S.sos beserta 8 orang anggotanya, berhasil ditemukan barang bukti berupa 11 paket sedang sabu-sabu serta 24 buti Extacy.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman menjelaskan kronologi penangkapan terhadap pelaku, berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa selama ini pelaku diduga memiliki barang haram tersebut.

Dari informasi itu, selanjutnya Satuan Unit Narkoba melakukan pengembangan di TKP. Setelah hasilnya dianggap benar, kemudian dilanjutkan penggrebekan sekaligus penggledahan dirumah pelaku.

“Begitu dilakukan penggledahan dirumahnya, ditemukan barang bukti berupa 11 paket sedang sabu berikut 24 butir Exracy. Karena sudah terbukti maka selanjutnya pelaku diamankan untuk proses lebih lanjut,” kata Ipda Warno Akman.

Hingga kini, petugas Satuan Narkoba Polres Inhil masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya. Sebab kuat dugaan pelaku terkait jaringan narkoba.(dro/tok)




Diseruduk Sapi, Warga Desa Petalongan Tewas

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Nasib malang dialami Marlis (60) warga Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Korban meninggal dunia dengan luka cukup parah di sekujur tubuh setelah diseruduk sapi peliharaanya, Selasa (24/9) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut informasi yang dirangkum, peristiwa itu terjadi ketika korban hendak memasukan sapi tersebut kedalam kandangnya. Namun entah karena apa, tiba-tiba sapi itu mengamuk dan menyeruduk korban sehingga korban terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit di Pematang Reba, Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)

Kepala Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Zasmarijan saat dikomfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (25/6) malam ini membenarkan kejadian tersebut. Bahkan menurut Zasmarijan kejadian tersebut merupakan kejadian ke tiga kalinya. Namun kejadian sebelumnya, korban hanya menderita luka ringan.

“Benar, kami turut prihatin dengan kejadian ini. Mudah-mudahan kejadian demikian tidak sampai menimpa warga lainya,’harap Zasmarijan.

Marlis (korban, red) juga merupakan Kepala Dusun (Kadus) Damai Rejo, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang. Dia meninggalkan satu istri, tiga anak dan beberapa orang cucu. Luka yang diderita korban cukup parah, terutama pada bagian kaki, perut, kepala dan punggung.

Keluarga korban yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta tolong, sehingga warga berbondong-bondong mendatangi lokasi. Untuk menghentikan keganasan sapi jantan tersebut, warga terpaksa memukulnya dengan benda-benda tumpul seperti kayu.

Masih menurut Kepala Desa setempat, atas beberapa kali kejadian sebelumnya, anak-anak korban sempat meminta ayahnya (korban) agar menjual sapi tersebut. Sebab, sapi itu sudah menunjukan gelagat tidak bagus. Sapi kerap tidak mau dimasukan kedalam kandang.

“Meski sudah diminta, namun korban belum bersedia menjualnya. Sampai akhirnya terjadi peristiwa seperti ini,” jelasnya.

Saat ini sapi itu masih berkeliaran. Keluarga masih dalam keadaan berduka setelah peristiwa itu dan belum sempat untuk melakukan tindakkan selanjutnya terhadap sapi ganas ini. Selaku pemerintah desa, dia berharap agar sapi itu segera dijual atau dipotong sebelum membahayakan orang lain.

Sapi ukuran dewasa itu, kata Zasmarijan sangat besar dan memiliki tenaga cukup kuat untuk melumpuhkan lawan-lawanya. Maka dari itu perlu kehati-hatian untuk menjinakanya. Kapan perlu bisa dengan cara memanggil dokter hewan atau dengan cara dilumpuhkan dengan tembakan bius.

“Kita imbau warga untuk berhati-hati. Pasalnya, kalau sapi ini belum ditangkap dia masih bisa untuk melukai siapapun,” tandasnya.(dro/*1)