Ratusan Warga Cabut Portal PT SHM. Perusahaan Sebut Mereka Massa Bayaran

pembongkaran portalTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ratusan warga di lima desa Kecamatan Kemuning dan Keritang, melakukan aksi pencabutan portal milik PT Sabuk Hijau Mutiara (SHM) yang terletak di Desa Lubuk Besar Kecamatan Kemuning, Senin (22/9).

Berdasarkan informasi yang didapatkan detikriau.org, aksi ini dilakukan masyarakat sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap aktivitas perusahaan. Apalagi sebagian besar lokasi Hutan Tanaman Industri (HTI) perusahaan diklaim warga berada diatas lahan perkebunan mereka.

“Tanah ini adalah lahan perkebunan warga yang sudah digarap masyarakat jauh hari sebelum kedatangan perusahaan,” ujar Yusuf warga Kotabaru Reteh, Kecamatan Keritang.

Sesaat sebelum aksi pencabutan portal, warga juga menyampaikan keluhan mereka kepada Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Indragiri Hilir (Inhil) yang berkunjung ke lokasi konflik.

Di hadapan Asiten I warga mendesak agar Pemkab Inhil untuk segera mencarikan solusi terhadap persoalan itu sebelum terjadinya sesuatu hal yang sama-sama tak diinginkan.

Camat Kemuning, Raja Arliansyah saat dikomfirmasi membenarkan adanya tindakan pencabutan satu portal milik perusahaan oleh masyarakat. Namun aksi itu cukup sampai disitu, karena pemerintah setempat dan aparat kemanan bisa menenangkan warga yang sudah mulai tersulut emosi.

“Kalau tidak cepat ditenangkan mungkin saja akan ada aksi lain dari warga. Tapi Alhamdulillah situasi bisa dikendalikan dengan cepat, “jawab Arliansyah.

Sementara itu, Direktur PT SHM, Boy, saat dikomfirmasi melalui sambungan selulernya juga membenarkan adanya pencabutan satu portal milik perusahaan.

“Benar ada portal kami yang dicabut oleh massa. Portal itu sengaja kami dirikan untuk menutup akses TBS milik para cukong yang ada disana (HTI, red). Sedangkan disekitar kebun masyarakat kita tidak membuat portal dan sebagainya,” tegas Boy.

Boy menilai tindakan ini bukanlah murni perbuatan masyarakat melainkan dilakukan oleh orang bayaran.

“Kami tahu bahwa massa yang datang adalah massa bayaran. Mereka sengaja dikondisikan untuk berbuat demikian,” tudingnya.(dro/*1)




Jalan Jerambah Rusak Parah. Warga Berharap Pemerintah Lakukan Perbaikan

Beginilah kondisi jalan jerambah di desa kuala patah parang kecamatan sungai batang
Beginilah kondisi jalan jerambah di desa kuala patah parang kecamatan sungai batang

Sungai Batang (detikriau.org) –  Warga Desa Kuala Patah parang Kecamatan Sungai Batang berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan jerambah yang ada di desanya. Sarana tranportasi vital masyarakat yang dibangun sejak 6 tahun yang lalu itu kondisinya kini sudah sangat memprihatinkan.

“jerambah ini dibangun sekitar 6 tahun yang lalu dan belum pernah mendapatkan perbaikan. Lihat saja kondisinya kini sudah jauh dari kata layak,” sampaikan Yuni, warga desa setempat, selasa (19/8/2014)

Ia berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan agar aktivitas sehari-hari masyarakat desanya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani dapat berjalan dengan normal.

“Kami sangat menghatapkan perbaikan jermbah tersebut, karena jerambah itu sudah tidak layak lagi untuk dilalui,” Tandasnya. (Ahmad Tarmizi)




Dilalap Api, 4 Unit Rumah Penduduk di Kotabaru Siberida Ludes. 1 Korban Meninggal Dunia

KotabaruKeritang (detikriau.org) – Amukan jago merah kembali terjadi. Kali ini 4 unit perumahan penduduk di Jalan Suka Mulya Desa Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang ludes. Kebakaran hebat ini bahkan menelan 1 korban jiwa dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Minggu (3/8/2014)

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian sektor Kecamatan Keritang, kobaran api terlihat pertama kali sekira pukul 19.30 Wib di rumah kediaman manisah. Upaya pemadaman yang dilakukan masyarakat dengan peralatan seadanya tidak membuahkan hasil maksimal. Kobaran api dengan cepat meluas disebabkan sebahagian besar perumahan masyarakat berbahan kayu. Api baru berhasil dikendalikan sekira pukul 20.30 Wib setelah menghanguskan 4 unit rumah penduduk.

Akibat kebakaran ini, Manisah, penderita tunanetra ini tidak dapat menyelamatkan diri. Tubuh Manisah ditemukan di dalam bak mandi dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan setempat, korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen.

“Asal api masih dalam lidik dan kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik, MSi melalui Kapolsek Keritang AKP Gultom

4 unit rumah penduduk yang habis terbakar adalah milik, Manisah (55), Siti Fatimah (70), Kamil (50) dan H Firdaus (70).(dro)




Dibangun 6 Tahun Yang Lalu, Pasar Ini Tidak Pernah Difungsikan

pasarTANAH MERAH (detikriau.org) – Permasalahan akan tempat berjualan di Inhil sepertinya tak kunjung usai, jika ditempat lain masyarakat menginginkan bantuan pemerintah untuk mendapatkan tempat yang bersih dan layak untuk berjualan, beda halnya dengan pasar Kelurahan Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah yang telah didirikan kurang lebih sekitar 6 tahun silam hingga kini tidak pernah difungsikan oleh para pedagang setempat.

Menurut masyarkat setempat, para pedagang enggan berjualan disana karena terlalu jauh jika harus mengangkut barang dagangannya kepasar yang sudah dibangun oleh pemerintah ini.

“Pedagang enggan untuk pindah, mereka merasa lebih nyaman jika berjualan dipelantar rumahnya masing-masing,” imbuh Hamid masyarakat setempat saat dijumpai dilokasi pasar tersebut kemarin.

Kini, bangunan yang menghabiskan ratusan juta uang milik daerah ini hanya berdiri sebuah warung kopi dan loket pembelian karcis penumpang speed boad

“Ya kalau lantai satu jadi warung kopi dan loket penjualan tiket,” imbuhnya.

Sedangkan lantai 2, sambungnya lagi, ditempati oleh Sahbandar dan anggota kepolisian setempat untuk pengamanan jalur mudik.

“Kita tentunya sangat berasa sayang melihat bangunan yang menghabiskan ratusan juta anggaran daerah namun tidak bisa difungsikan secara optimal,” keluhnya. (Ahmad Tarmizi)




Pelabuhan LKMD Desa Tanah Merah Memprihatinkan

pelabuhanTANAH MERAH (detikriau.org ) – Ditengah gencarnya pembangunan infrastruktur didaerah lain, pelabuhan LKMD Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah seakan tidak tersentuh akan hal itu, pasalnya kondisi pelabuhan yang biasa digunakan masyarakat setempat maupun pendatang yang menggunakan jalur laut tersebut sudah tidak layak lagi digunakan untuk menaikkan dan menurunkan para penumpang karena kondisi papan atau lantai sudah banyak yang hilang dan lapuk, selain itu tangga untuk naik dan turun pun tidak lagi punya besi penyangga yang kuat.

Masyarakat setempat pun meminta agar pelabuhan tersebut secepat mungkin dan diutamakan oleh Pemkab Inhil guna menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Sudah lumayan lama kondisi pelabuhan LKMD seperti ini,” kata Guntur kepada detikriau.org Sabtu (2/8/14).

Dijelaskan Guntur, sudah banyak papan pelantar tersebut yang hilang dan tak jarang pelabuhan apung itu sarat jika banyak penumpang yang hendak naik dan turun dari alat transportasi air seperti speed boad dan sebagainya.

Tidak hanya itu ungkap Guntur, besi penyangga atau pemegang untuk naik ke pelabuhan induk pun kini sudah banyak yang tidak ada.

“Saat kondisi air sedang surut, payah mau naik keatas. Sebab tempat pemegang sudah tidak ada lagi. Dan itu tentu menyulitkan dan membahayakan masyarakat,” keluh Guntur.

Guntur berharap agar pemerintah sesegera mungkin untuk memperbaiki pelabuhan tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan atau yang membahayakan keselamatan para pengguna pelabuhan tersebut. (Ahmad tarmizi)




Jago Merah Ludeskan 15 Unit Rumah dan 1 Mushola

tKP(1)Kateman (detikriau.org) – Amukan jago merah meludeskan 15 unit Perumahan PT PsG beserta 1 unit Mushola di Desa Air Tawar Kecamatan Kateman.

Berdasarkan informasi yang diterima detikriau.org, peristiwa kebakaran ini terjadi pada kamis (31/7/2014) kemaren sekira pukul 17.30 WIB. Bertempat di block 10-09, block 10-10 Dan block 10-11 perm PT PsG desa air tawar.

Api diduga berasal dari arus pendek dirumah kediaman Amin beralamat di pintu 4 block 10-09. Saat itu rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemilik mudik lebaran. Konsleting listrik diduga disebabkan pasokan listrik hidup dan kembali terputus secara berulang-ulang.

“Kerugian akibat terbakarnya 15 unit rumah dan 1 unit mushola Al Muhajirin belum bisa ditaksir. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga sekitar,” sampaikan salah seorang petugas kepolisian setempat. (dro)