Jerambah Beton Amblas, Warga Harapkan Pemerintah Lakukan Perbaikan

DSC_0217Reteh (detikriau.org) – Warga Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh berharap agar pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memberikan bantuan untuk melakukan perbaikan kerusakan jerambah beton yang selama ini menjadi urat nadi desa.

Menurut mantan kepala desa pulau ruku, ruslan, jerambah beton yang dibangun melalui dana APBD Provinsi Riau tahun 2008 itu ambalas sekira pertengahan tahun 2013 yang lalu. Akibat kondisi ini, arus tranportasi masyarakat menjadi terganggu apalagi disaat pasang tinggi.

“Kita pastinya berharap agar pemerintah bersedia memberikan bantuan untuk melakukan perbaikan kerusakan ini. Selama ini, ruas jalan itu menjadi satu-satunya urat nadi desa kami,” Ujar Ruslan.

Warga setempat, Amat juga menyampaikan harapan senada. Ia mengeluhka dengan kondisi ini, saat pasang tinggi masyarakat akan sulit untuk melintas karena seluruh badan jalan yang amblas sepanjang kurang lebih 100 meter itu digenangi air.(**)




Pergi Pesta Hajatan, Rumah Ketua RW di Desa Pulau Ruku Ludes dilalap Api

Gambar ilustrasi kebakaran rumah
Gambar ilustrasi kebakaran rumah

Reteh (detikriau.org) – Malang tak dapat ditolak, mujurpun tak dapat diraih. Mungkin pepatah ini cukup dapat mewakili apa yang menimpa ketua RW 03 Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh, Abd Rahman. Pergi ke pesta hajatan dirumah tetangga, sepulangnya rumah tempat bernaungpun sudah ludes dilalap api.

Berdasarkan keterangan mantan kepala Desa Pulau Ruku, Ruslan, kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, peristiwa kebakaran tunggal yang menghanguskan rumah ketua RW 03 itu terjadi sekira pukul 11.30 Wib, ahad (12/10/2014). Saat kejadian, pemilik rumah bersama istri dan satu orang cucunya sedang pergi kepesta pernikahan salah seorang warga.

pemandangan diruas jalan utama desa pulau ruku kecamatan reteh
pemandangan diruas jalan utama desa pulau ruku kecamatan reteh

Keterangan warga, kata Ruslan lagi, api pertama kali tampak dari arah bagian dapur rumah korban. Karena memang bahan rumah seluruhnya terbuat dari kayu ditambah hembusan angin yang cukup kencang, api cepat membesar dan meghanguskan seluruh bagian rumah. Untung saja saat itu secara bergotong royong warga cepat bertindak hingga api tidak sempat menjalar kerumah tetangga lainnya.

“Kita menduga api berasal dari tungku kayu di dapur rumah korban. Mungkin saja waktu rumah ditinggalkan, masih ada potongan kayu yang apinya belum mati, membesar dan akhirnya menjilati bagian dinding dapur.” Duga Ruslan

Akibat kejadian ini, seluruh harta benda milik korban ludes terbakar dan hanya me nyisakan sehelai baju yang masih melekat dibadan.

“tadi saya bersama staff Desa Kaur Pemerintahan, Zainudin sudah meninjau lokasi. Korban saat ini terpaksa mengungsi dirumah kediaman sanak keluarga.” Tandas Ruslan.(dro)

 

 




7 Unit Pemukiman Penduduk di Kec Keritang Ludes Terbakar

138680_620Keritang (detikriau.org) – Sedikitnya 7 unit rumah penduduk di Desa Pasar Kembang, Kecamatan Keritang ludes di lalap api, Selasa (7/10) sekitar pukul 22.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno, Api pertama kali muncul  dari rumah salah seorang korban bernama Amang, selanjutnya mejalar kesejumlah rumah disekitarnya.

“Kebetulan bahan rumah terdiri dari bahan yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat menjalar ke rumah korban lainya,” jelasnya

Melihat kejadian itu warga setempat berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB. Belum dapat diketahui apa penyebab dari musibah tersebut.

“Kerugian materil akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp150 juta. Sedangkan penyebabnya masih dalam penyelidikan petugas. Untuk mengumpulkan bukti awal petugas sudah memasang garis polisi dan sejumlah saksi sedang dimintai keterangan.” Tandas Paur Humas.

Secara terpisah, Sekretaris Desa Pasar Kembang, M Iksan mengatakan saat ini 8 Kepala Keluarga dari 7 unit rumah yang terbakar sudah diungsikan di rumah tetangga dan sanak keluarga. Seorang bocah juga diakuinya sempat mengalami luka bakar dan kini menjalani perawatan di Puskesmas Kotabaru Seberida.

“8 KK dari 7 rumah yang terbakar kehilangan tempat tinggal. Untuk membantu para korban warga saling membahu mengumpulkan sumbangan di sekitar lokasi kejadian,” ujar M Iksan, Rabu (8/10) melalui selularnya.

Dokter Puskesmas Kotabara Seberida, Regy, yang menangani bocah malang itu mengaku kondisi korban tidak terlalu parah. Luka bakar yang dideritanya hanya sekitar 15 persen. Meski demikian pihaknya tetap memberikan pelayanan medis terbaik.(dro/*1)




Bupati Inhil Pinta Masyarakat Lubuk Besar Berikan Data Untuk Upaya Penyelesaian Konflik

DSC_7387Kemuning (detikriau.org) – Bupati Inhil meminta masyarakat untuk menyampaikan data-data yang diperlukan guna mengupayakan penyelesaian konflik yang saat ini tengah terjadi antara masyarakat Desa Lubuk Besar Kecamatan Kemuning dengan pihak PT SHM. Data itu juga akan dijadikan dasar untuk mencari tahu mana yang menjadi haknya masyarakat dan mana yang menjadi haknya perusahaan.

“Jika belum ada data tentu sulit bagi kita untuk mengupayakan penyelesaian konflik ini” tegas Wardan, Ahad (28/9/2012) kemaren dalam kunjungannya kelokasi konflik

Sejumlah tokoh masyarakat dan kepala desa yang hadir berjanji akan segera memberikan data yang dimaksud. Sambil mengumpulkan data, warga meminta agar perusahaan komit untuk tidak melakukan aktivitas.

Jika perusahaan tidak mengindahkan permintaan yang disampaiakn Bupati, Kepala Desa Lubuk Besar, Afrizal mengakui dirinya akan sulit untuk menenangkan masyarakat desanya.

“perusahaan harus konsekuen untuk tidak melakukan aktifitas. Kalau saat ini bersedia tak melakukan aktivitas, jangan setelah pertemuaan ini malah beda lagi. Kita kawatir ada masyarakat yang tak bisa mengendalikan diri,” Peringatinya.

Humas PT SHM, Indra, juga sangat menginginkan persoalan tersebut capat selesai. Terutama dengan adanya upaya fasilitasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). (dro/*1)




3 Ruko di Pasar Keritang Ludes dilalap Api

kebakaran ruko Kemuning  (detikriau.org) –3 unit ruko di Jalan Lintas Timur, Pasar Keritang, Kecamatan Kemuning ludes dilalap si jago merah, Sabtu (27/9). Kejadian yang terjadi sekitar pukul 05.20 WIB itu untungnya tidak menimbulkan korban jiwa.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Kemuning, Kompol Hamrizal Nasution, menerangkan akibat kebakaran ini ruko milik H Taslim (55) , Abasri (39) dan Armel (36) ludes terbakar.

“Diduga api berasal dari ruko saudara Taslim kemudian menjalar ke dua ruko milik korban lainya. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.15 WIB,” jelas Kapolsek, Ahad (28/9/2014).

Selain korban sejumlah saksi juga sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas. Musibah ini setidaknya menimbulkan kerugian materi sebesar Rp 850 juta.(dro/*1)




Terjatuh Ke Sungai, ABK Liman ditemukan Tak Lagi Bernyawa

ilustrasiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Belum diketahui penyebanya, Hendi (25) Anak Buah Kapal (ABK) Liman tiba-tiba saja tercebur ke sungai saat hendak menambatkan kapal diperairan Sungai Batang Gansal Desa Seberang Pulau Kijang, Kecamatan Reteh pada Kamis (25/9) sekitar pukul 17.30 WIB. Satu jam kemudian, Hendi ditemukan mengapung dalam kondisi sudah tidak lagi bernyawa.

Menurut keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, korban terjatuh ketika akan mengingkatkan tali kapalnya ke batang pohon yang berada di tepian sungai tersebut.

“Korban terjatuh dan tenggelam. Saat ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB korban sudah tak bernyawa. Kemudian korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat,” ujar Paur Humas.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jasad korban kemudian diserahkan petugas kepada pihak keluarga dan selanjutnya dilakukan proses pemakaman sebagai mana meskinya.

Untuk mengetahui penyebab terjatuhnya korban, petugas sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik rekan-rekanya sesama ABK maupun warga setempat yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Tandasnya (dro/*1)