Diseruduk PickUp, dua Pejalan Kaki dilarikan ke Rumah Sakit

gbr ilustrasiKemuning (detikriau.org) – Diduga hilangan kendali, satu unit mobil pick up yang dikendari Setiyono (56) nopol BM 8962 PC menabrak 2 orang pejalan kaki, Nurhayati (21) dan Nurgaya (39) di Jalan Lintas Timur Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Ahad (28/12). Akibat kejadian itu, kedua pejalan kaki terpaksa dilarikan ke RSUD Pematang Reba, Rengat Barat, Kab Inhu untuk mendapatkan perawatan atas luka robek pada bagian kepala dan lecet dibeberapa bagain tubuhnya.

Menurut penjelasan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSI melalui Kasad Lantas Ahmad Salmi, Mobil pick up yang datang dari arah Provinsi Jambi menuju Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau. Di TKP, si sopir bermaksud untuk mendahulu kendaraan yang ada didepanya.

“Ketika menyalip terdapat gundukan tanah, lalu mobil itu hilang kendali dan menabrak 2 orang pejalan kaki,”Sampaikan Ahmad Salmi, Senin (29/12).

Dalam kejadian itu, tidak hanya dua pejalan kaki yang mengalami luka, tetapi sang sopir dan seorang penumpang yang ada di dalam mobil malang itu juga ikut terluka. Meski hanya luka ringan, namun mereka harus mendapatkan pertolongan medis.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan itu, namun dugaan sementara dari aparat kepolisian kecelakaan itu terjadi akibat sang sopir hilang keseimbangan saat menyalip dan menambrak gundungan tanah.

“Kami masih mendalami kasus ini. Selain para korban kami juga tengah memeriksa beberapa orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut,” imbuhnya. Untuk proses lebih lanjut petugas telah menahan satu unit mobil pick up itu.(dro/*1)




Warga Teluk Kelasa Impikan Listrik PLN

listrik-malukuKeritang (detikriau.org) – Sebanyak lebih kurang 650 Kepala Keluarga di Desa Teluk Kelasa, Kecamatan Keritang memimpikan masuknya penerangan listrik yang bersumber dari PLN. Penglolaan listrik desa yang selama ini dimanfaatkan sebagai satu-satunya sumber listrik masyarakat semakin terasa berat. Terlebih lagi setelah naiknya harga BBM.

“Dengan biaya produksi tinggi akibat kenaikan BBM, harga jual kepada pelanggan pastinya juga akan meningkat. Banyak pelanggan kami yang saat ini menunggak tak mampu membayar tagihan,” ungkap Kades setempat, Riduan, Rabu (24/12).

Agar impian itu dapat terpenuhi, kata Riduan pihak desa sudah mengajukan permohonan secara resmi. Namun sampai saat ini belum ada realisasi.

Ditambahkan Riduan, dari jalur utama sumber aliran listrik PLN ke desanya berjarak sekitar lebih kurang 7 Km. jarak itu menurutnya tidaklah terlalu jauh jika pihak terkait memiliki niat baik. Apalgi memang sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(dro/*1)




Kades Rantau Panjang Yakini Tuntaskan Program DMIJ

ENOK (detikriau.org) – Menjelang akhir November 2014, progress program DMIJ di Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok mencapai angka 75 persen dari sisi pembangunan.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Rantau Panjang, Zulkifli kepada detikriau, Sabtu (22/11/2014) kemaren. Zulkifli meyakini seluruh program DMIJ akan mampu dituntaskan menjelang tahun anggaran 2014 berakhir.

“Tinggal beberapa titik lagi target kami tercapai ditahun 2014 ini, untuk mencapai hasil yang memuaskan, maka kami bekerja keras untuk melaksanakan pembangunan yang mesti kami alokasikan,” sebut Zulkifli.

Ditambahkan Zulkifli, hingga saat ini ada tiga program pembangunan yang sudah dikerjakan pihaknya yakni sarana Jalan, Dermaga dan Pelabuhan. “Kalau ada dana, kami akan membangun jembatan-jembatan beton agar tahan lama dan nyaman dilewati kendaraan,” katanya.

Ia mengharapkan kepada masyarakat Desa Rantau Panjang untuk tetap solid dan mendukung penuh terhadap rencana yang sedang dipikirkan untuk dipreoritaskan secara merata nantinya.(mirwan)




Ketua KORPRI Inhil Lepas Peserta Gerak Jalan Santai

imageKemuning (detikriau.org) – Ketua KORPRI Inhil, H Alimuddin RM melepas secara langsung peserta lomba gerak jalan santai, yang digelar di lapangan GOR Desa Selensen, Kecamatan Kemuning, Sabtu (22/11/2014) kemaren

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-69 dan HUT Korpri ke-43 tahun ini, diikuti seluruh anggota Korpri, serta perwakilan siswa SD, SMP dan SMA sederajat di Kecamatan Kemuning.

Pada saat itu, selain lomba gerak jalan santai, peringatan HUT PGRI dan HUT Korpri tahun 2014 ini juga dimeriahkan dengan berbagai iven lainnya, seperti kegiatan olahraga, lomba memasak dan MC.

Dalam sambutannya, Alimuddin yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil mengajak seluruh anggota Korpri, untuk turut bersama-sama memeriahkan dan menyemarakan peringatan HUT PGRI dan HUT Korpri tahun 2014.

“Kita harus memberikan contoh yang baik bagi seluruh masyarakat, dengan selalu meningkatkan kinerja sebagai pelayan masyarakar,” ujar Sekda.

Dijelaskan Sekda, anggota Korpri sebagai motor penggerak di tengah-tengah masyarakat harus terus meningkatkan kedisiplinan, terutama dalam memberikan pelayanan yang baik dan maksimal bagi masyarakat.

“Mari jaga kekompakan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita, guna mewujudkan pemerintahan yang baik dan teratur,” tutupnya.(dro/A)




Lampu Pelita Terbalik, Satu Keluarga Terpanggang

ilustrasiRETEH (detikriau.org) – Nasib malang dialami keluarga Marzuki (33) warga Desa Pulau Ruku, Kecamatan Reteh. Korban, istri dan anaknya mengalami luka bakar sehingga harus dilarikan ke Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, Selasa (11/11) sekitar pukul 22.00 malam.

Keterangan keluarga korban Sahlan (35), saat kejadian, korban bersama istri dan anaknya sedang tidur di dalam kamar rumahnya. Entah apa penyebabnya, lampu pelita penerang rumah mereka  tiba-tiba terbalik dan membakar kelambu sehingga mengenai diri korban dan keluarganya.

“Korban, Marzuki, istrinya Aminah (35) serta anaknya Hamidah (4) langsung kami larikan ke rumah sakit di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi Karena daerah kami ini memang lebih berdekatan dengan Kuala Tungkal. Ke tiga korban mengalami luka bakar yang cukup serius disekujur tubuh.” kata Sahlan, Rabu (12/11).

Dalam kejadian itu rumah korban tidak sempat terbakar, karena warga yang mendengar terikan korban langsung memberikan pertolongan dan membantu memadamkan api yang sudah hampir membakar dinding kamar korban.

“Rumah disinikan terbuat dari kayu. Sehingga cukup cepat untuk menyala. Namun kami masih bersyukur api tidak sampai membakar bagian lainya,” terang Sahlan menambahkan.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Reteh AKP Dwi Wanto, membenarkan terjadi musibah ini.  Asal api diduga dari lamlpu pelita minyak tanah yang terbalik dan langsung membakar kelambu.

Dwi berharap bagi warga yang menggunakan lampu pelita dan lilin untuk mematikan penerang itu sebelum tidur. Sebab akibatnya bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.(dro/*1)




Longsor di Kuala Enok, Dua Unit Rumah Warga Hanyut

longsorTanah Merah (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor lagi-lagi menimpa Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Rabu (12/11) sekitar pukul 00.20 WIB dinihari. Kali ini, setidaknya 2 rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02, Lorong Perigi hanyut dan 2 lainnya rusak.  Akibatnya, enam Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 23 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke rumah kerabat atau sanak keluarganya.

“Saat itu, diketahui air sungai sedang surut. Tiba-tiba tanah dipinggiran sungai mengikis dan mengakibatkan terjadinya longsor,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, Ipda Warno saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (12/11).

Dijelaskan Warno, meskipun tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material yang diderita oleh para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta.

“Sekarang, seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang mengungsi di rumah kerabat dan sanak keluarga mereka,” terangnya.

Lurah Kuala Enok, Teuku Muhammad yang dikonfirmasi awak media juga membenarkan terjadinya musibah tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh warganya terutama yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk terus meningkatkan kewaspadaan, guna mengantisipasi dan menghindari terjadinya musibah susulan.

“Kita takutnya akan terjadi longsor susulan, jadi kepada warga diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati,” imbuhnya.(dro)