20 Pintu Kios di Pasar Selensen Ludes Terbakar

IMG_20150810_135916KEMUNING (detikriau.org) – Sebanyak 20 unit kios milik warga ludes terbakar di pasar Kelurahan Selensen kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (9/8/2015) sore, sekitar pukul 18.40 WIB.

Waktu itu, api cepat berkobar besar karena disebabkan keseluruhan pintu kios terbuat dari kayu dan merupakan bangunan pada tahun 1985. Dari 20 pintu itu, 9 pintu diantaranya merupakan kios yang dihuni, dan sisanya sebagai tempat penyimpanan barang dan hanya dibuka setiap hari Jum’at saja.

Adapun pemilik kios, diantaranya atas nama Samsinardi 2 pintu, Damanik, Titi Aima miliki masing-masing 3 pintu, Baharum 2 pintu, Umat Efd, Bahro, Mak Elop, H Hanafi, Mak Alim, Dodi, Sudir, Rokhani Hamzah, Mak Ical, Pendri, Yurni dan Nardi.

“Penyebab kebakaran sampai saat ini masih dalam penyelidikan petugas, sebab saksi mata pertama melihat api telah membesar di atas bangunan kios,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman.

Dari peristiwa itu, lanjut Warno, tidak sampai memakan korban jiwa, namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp 800 juta. (mirwan)




Perang Mulut, Seorang Istri Bakar Diri

imagesReteh (detikriau.org) – Nurrahmawati (28) warga Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dilarikan ke rumah sakit, sebab sekujur tubuhnya mengalami luka bakar akibat ulahnya sendiri, bakar diri, Minggu (2/8/2015) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa ini terjadi disebabkan pertengkaran hebat permasalahan rumah tangga dengan suaminya sendiri atas nama Furqon. Waktu itu sang suami sempat menghindari pertengkaran ke luar rumah.

Menjauhnya suami ini tidak membuat amarah wati mengendur, wanita yang berprofesi sebagai guru Honor salah satu SMA di Reteh ini malah nekat membakar diri sendiri dengan cara menyiramkan 1 botol minyak tanah dan menyulutnya menggunakan korek api jenis mancis.

“Saat itu, ia langsung berlari dari dapur menuju ke luar rumah dalam keadaan tubuh terbakar. Saat di luar rumah itulah sang suami melihat dan berusaha untuk memadamkan api sambil berteriak meminta pertolongan,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (3/8/2015).

Tak lama kemudian, wargapun berdatangan dan api dikujur tubuh itupun berhasil dipadamkan. Kini, lanjut Warno, wanita itu sedang dirawat di salah satu rumah sakit Provinsi Jambi. Sedangkan suami korban, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Engku Sulung Pulau Kijang karena juga mengalami luka bakar dibagian tangan dan leher akibat usahanya memadamkan api ditubuh istrinya. (mirwan)




Polisi Ringkus 1 Pelaku Rampok di Enok, 2 Buron

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil mengamankan satu pelaku Curas atau rampok yang merunggut belasan juta rupiah di kediaman milik Toke Pinang, Abdul Manan (46) di dusun Darul Huda desa Jaya Bakti kecamatan Enok Kabupaten Inhil pada Juni kemaren.

Hal ini disampaikan langsung Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik dihadapan awak media, Kamis (9/7/2015). Diketahui, pelaku rampok kala itu tercatat ada 3 orang tak dikenal. Dari ketiga tersebut 1 diantaranya sudah diamankan, tinggal 2 pelaku lagi masih dalam pengejaran petugas.

Meski telah berhasil diamankan, Kapolres ini tidak menyebutkan siapa dan warga mana seorang pelaku tersebut, bahkan kronologisnya pun juga belum diterangkannya. “Kita masih melakukan pengembangan dan sedang mengejar 2 pelaku lagi,” ungkapnya.

Sekedar mengulas kembali, dari berita sebelumnya telah diterangkan kalau ketiga pelaku itu berhasil membawa harta milik korban dengan total senilai Rp 14 juta. Namun cukup miris, karena saat itu pelaku ini sempat dikejar petugas kepolisian dan masyarakat.

Meski berhasil kabur, tetapi dua unit sepeda motor milik pelaku tampak tertinggal di seputaran rumah korban dengan merk Yamaha King warna Hijau BM 5218 G dan Revo warna Hitam BM 6713 UH. (mirwan)




Longsor, 5 Pintu Rumah di Kuala Enok Ambruk

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sedikitnya 5 unit pintu rumah di jalan H Arif RT 02 RW 04 Kampung Baru kelurahan Kuala Enok ambruk terbawa longsor, Minggu (5/7/2015) sekitar pukul 12.15 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman menjelaskan, awal peristiwa ini diketahui si pemilik rumah atas nama Musmidah. Sebelumnya, salah satu korban longsot ini sempat keluar rumah dan mencium aroma menyengat lumpur dari bawah rumahnya sekitar pukul 11.30 WIB.

“kemudian sekira pukul 12.15 WIB ia kembali masuk kedalam rumahnya, lalu tiba-tiba mendengar suara tongkat rumahnya patah dan ia pun langsung lari keluar rumah, setibanya di luar ia melihat rumah petak atau kontrakan yg berada di samping kediamannya telah ambruk diterjang longsor,” jelas Warno.

Ia menjelaskan leboh lanjut, setelah si pemilik rumah ini melihat rumahnya sedang ambruk, lalu menyusul rumah H Daeng Malandre yang saat itu sedang dalam keadaan kosong.

Atas kejadian tersebut, kerugian materil diperkirakan dari sejumlah korban sebanyak Rp 200 juta, sedangkan untuk korban jiwa Nihil. Dan untuk saat ini petugas kepolisian telah mendatangi TKP serta langsung memasang Police Line.

Beberapa rumah warga ikut diterjang longsor adalah rumah milik H Daeng Malandre (70), kedua milik Musmidah (50), dan 3 pintu rumah lainnya lagi juga milik Musmidah dengan bentuk rumah petak yang tidak berpenghuni atau dalam keadaan kosong. (mirwan)




Pria Paruh Baya Ini Rubuh Dengan 11 Bacokan Sajam

Kondisi korban saat pertama kali ditemukan
Kondisi korban saat pertama kali ditemukan

KERITANG (detikriau.org) – Ambok Siangka (52), warga desa Pengalihan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dihajar menggunakan parang oleh seorang tak dikenal hingga tak bernafas lagi di halaman rumahnya, Rabu (1/7/2015) sekitar pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa tindak pidana pembunuhan ini bermula ketika korban mendengar bunyi yang mencurigakan di luar rumah. menduga bunyi itu adalah suara binatang, korbanpun keluar rumah untuk memastikan. Naas, setibanya diluar rumah, korban langsung diserang oleh OTK.

“Saat itu korban sempat berteriak memanggil istrinya untuk meminta dibawakan parang, namun sesampainya istri di TKP, korban ditemukan sudah dalam kondisi berlumuran darah akibat bacokan otk dengan kondisi sudah tak berdaya,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman. Rabu (1/7/2015)

di TKP, tak berselang lama korban menghembuskan nafas terakhir dengan 11 luka robek disekujir tubuhnya akibat bacokan pelaku.

Hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian belum bisa memberi keterangan apa motiv dari pembunuhansubuh hari itu. Yang jelas kata Warno, pihaknya saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan. (mirwan)




Beri Imbalan Rp 2 Ribu, Guru Ngaji Ini Raba Kemaluan Murid

Gbr Ilustrasi, merdeka.com
Gbr Ilustrasi, merdeka.com

KEMUNING (detikriau.org) – Memang bejat prilaku seorang guru ngaji Su (63). Kenapa tidak, warga desa Keritang kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini meraba kemaluan murid perempuannya saat mengajar ngaji.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Rabu (1/7/2015) menyatakan, berdasarkan laporan yang diterima dengan nomor LP/07/VII/2015 tertanggal 1 Juli 2015 tentang Tindak Pidana Cabul, bahwa peristiwa itu benar telah dilakukan oleh tersangka.

Hal ini terungkap ketika salah satu korban pelecehan seksual, Si (7) mengadukan kepada orang tua perempuannya. Menurut pengakuan korban, terang Warno, murid kelas II SD ini sebelum diraba-raba terlebih dahulu diberi uang senilai Rp 2 ribu oleh tersangka.

“Disamping mendapat aduan dari korban, beberapa saksi juga mendengar isu kejadian yang sama, akhirnya berkembang berita tersebut hingga setiap orang tua yang punya anak ngaji di tempat tersangka tersebut menanyakan kepada anaknya masing-masing, dan membenarkan bahwa guru ngajinya itu kalau ngajar ngaji sambil meraba kemaluan,” jelasnya.

Bahkan pelecehan seksual oleh guru ngaji itu selalu dilakukan setiap ngajar ngaji. Sampai saat ini, pihak kepolisian telah mendata adanya 5 anak dibawah umur yang menjadi korban Cabul, selain Si, ada juga Des (8) murid SD kelas III, De (10) murid SD kelas IV, Sy (7) murid kelas IV, dan terakhir Wd (7) murid SD kelas II.

“Tersangka telah berhasil diamankan petugas dan akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tutup PAUR Humas Polres Inhil. (mirwan)