Akses Jalan Menuju SD 017 dan SMKN I Reteh Memprihatinkan

“Dibutuhkan Perhatian Pemerintah Untuk Segera Melakukan Perbaikan”

RETEH (detikriau.org) – Jalan Imam Bonjol Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh kondisinya kini sungguh memprihatinkan. Padahal ruas jalan itu setiap harinya dipergunakan pelajar Sekolah Dasar (SD) 017 dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 01 untuk menimba ilmu. Diharapkan kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah untuk segera dilakukan perbaikan.

Berdasarkan penjelasan Plt Kepala SMKN I Reteh, Azwirman, kerusakan ruas jalan ini sudah terjadi cukup lama. Disaat musim penghujan dan pasang tinggi, jalan akan menjadi becek, berlumpur dan licin. Untuk menuju sekolah, anak-anak didiknya bahkan terpaksa harus melepaskan alas kaki agar tidak sampai kotor terkena lumpur. Namun disaat-saat musim kemarau, jalanan akan dipenuhi debu dan membuat sesak pernapasan.

Beginilah kondisi akses jalan menuju SD 017 dan SMKN 01 Kecamatan Reteh. dibutuhkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan perbaikan
Beginilah kondisi akses jalan menuju SD 017 dan SMKN 01 Kecamatan Reteh. dibutuhkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan perbaikan

“Jangankan untuk dilalui kendaraan roda dua, sekedar berjalan kaki saja harus berhati-hati. Kita berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah,” Sampaikan Azwirman kepada detikriau.org ditemui di Reteh kemaren

Ditambahkannya, ruas jalan ini disamping dipergunakan anak didiknya untuk menuju sekolah, diruas jalan ini juga berdiri sebuah sekolah dasar. Serupa, untuk menuju sekolah, anak-anak sekolah dasar ini juga harus melalui badan jalan yang bisa dibilang sudah sangat tidak layak.

“Kasihan mereka, harus ada perhatian segera dari pemerintah agar kerusakan akses jalan ini tidak sampai menghambat jalannya proses belajar mengajar,” Harapnya. (Aminrullah)




Pantulan, Tradisi Unik Warga Parit Sungai Intan Sambut Perayaan Idul Adha

foto: Mirwan
foto: Mirwan

ENOK (detikriau.org) – Pantulan, itulah nama tradisinya yang selalu digelar setiap tahun pada perayaan Idul Adha di Parit Sungai Intan Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok.

Jenis tradisi ini hampir sama dengan kegiatan Panjat Pinang, namun panjat pinang biasanya hanya digelar pada peringatan HUT RI dan dengan tampilan aktor biasa-biasa saja. Lain halnya dengan Pantulan dengan penampilan pakaian pesertanya harus dihiasi dengan dedaunan.

“Beginilah tradisi kita dari zaman kami masih kecil,” ujar salah satu warga setempat, Yanor (23) kepada detikriau.org saat berlangsungnya Pantulan, Jum’at (25/9/2015).

Perhatikan saja, peserta yang mengenakan pakaian khas itu nyaris tak dapat dikenal orang lain. Kegiatan ini ditonton mulai dari kalangan anak-anak hingga lanjut usia. Bahkan juga tampak sejumlah penonton dari desa lain

“Unik aja, di kampung kita tidak ada kegiatan Pantulan. Selama ini hanya di Parit Sungai Intan inilah yang ada namanya acara Pantulan,” sebut Mona dari warga desa Tekulai.

Sementara itu, Ketua RT Parit Sungai Intan Herman saat dikonfirmasi menyampaikan, kegiatan tersebut tanpa diprogramkan pun akan terlaksana dengan sendirinya.

Adapun biayanya, Herman menerangkan bahwa masalah pembiayaan dipungut secara suka rela kepada warga setempat.

“Seluruh warga men-suport kegiatan ini, makanya jika kita galang dana pasti akan terkumpul,” katanya. (mirwan)




Eh Ternyata yang Tega Buang Bayi di Reteh Itu Ibu Kandungnya

(80)RETEH (detikriau.org) – Misteri penemuan bayi malang di reteh kini terungkap. Pelakunya ternyata ibu kandungnya sendiri. Alasannya karena rasa malu.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono SIK melalui Kapolsek Reteh AKP Dwi Wanto, pelaku, ibu kandung bayi, S (25) mengaku tindakannya dilatarbelakangai rasa malu. Sang bayi merupakan hasil hubungan gelap.

“S sudah cerai dengan suaminya sekitar 2 tahun yang lalu. Ia mengaku hanya berniat untuk menitipkan bayinya kepada warga melalui seorang nenek berusia 100 tahun, namun ia malu mengungkapkan secara langsung.” Ujar Kapolsek melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org, rabu (23/9/2015)

Menurut Kapolsek, pelaku pembuang bayi malang itu sudah diketahui pihaknya pada selasa (22/9) sekitar pukul 10.00 Wib, dan satu jam kemudian langsung diamankan.

“S adalah warga kelurahan setempat, ia melahirkan malam itu juga (selasa 22/9. red ) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Sekitar pukul 04.00 WIB langsung ia turun membawa bayi dan meletakannya di teras rumah Siti Aisyah (100) warga jalan H Sanusi Kelurahan Metro Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).” Pungkas Kapolsek. (mirwan)




Baru Lahir, Orok Malang Ini di Buang

(80)Reteh (detikriau.org) – Warga Kelurahan Metro Kecamatan Reteh dihebohkan dengan penemuan bayi baru lahir. Bagaimana tidak, bayi yang ditemukan tersebut masih dalam keadaan terbungkus dengan kain dan masih berdarah dengan tali pusat masih utuh, Selasa (22/9/2015) sekitar pukul 04.30 WIB.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, bayi malang ini pertama kali ditemukan, Siti Aisyah (100) warga jalan H Sanusi Kelurahan Metro Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Waktu itu, wanita lansia ini hendak melaksanakan shalat subuh, namun tiba-tiba ia mendengar suara tangisan bayi di depan rumahnya. Saat itu juga ia memeriksa dan ditemukannya seorang bayi di kursi teras depan rumahnya.

Kemudian ia menjumpai salah seorang tetangganya dan meminta untuk memanggil anaknya, Siti Aminah (43) warga jalan Pahlawan Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh.

“Setibanya anak Siti Aisyah di TKP, barulah petugas Polsek Reteh menerima informasi dari warga setempat sekitar pukul 05.30 WIB. Waktu itu juga, petugas mendatangi TKP serta membawa bayi ke Puskesmas setempat,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman.

Sampai saat ini, lanjut Warno, petugas dan warga setempat belum mengetahui siapa orang tua bayi itu. Yang jelas dari penemuan bayi tersebut terus dilakukan penyelidikan. (mirwan)




Gesa Pemekaran, 25 Agustus Mendatang Tokoh Insel Agendakan Terbang Ke Jakarta

foto0978TEMBILAHAN (detikriau.org) – diagendakan pada tanggal 25 Agustus 2015 mendatang, tokoh setiap Kecamatan di Kabupaten Inhil bagian selatan akan berangkat ke Jakarta untuk menyuarakan harapan penyegeraan rencana pemekaran Kabupaten Indragiri Selatan (Insel)

Menurut Ketua Gerakan Masyarakat INSEL, H Alimuddin RM, saat ini, Tim kerja rencana pemekaran daerah otonomi baru Insel terus bekerja dengan maksimal, mulai dari menggalang solidaritas seluruh tokoh-tokoh masyarakat termasuk dukungan masyarakat INSEL itu sendiri.

“Sebagai tindak lanjut upaya pemekaran INSEL, kita sepakat memperkuat barisan untuk terus menyuarakan dan memperjuangkan harapan masyarakat,” Ujar H Alimuddin RM usai memimpin rapat yang dihadiri juga beberapa anggota DPRD Kabupaten Inhil asal daerah pemilihan INSEL di Pondok Indragiri, Tembilahan, Rabu (19/8/2015).

Disamping itu, mantan Sekdakab Inhil ini menerangkan bahwa perjuangan ini telah berlangsung selama 14 tahun, namun dikarenakan belum dapat dukungan penuh maka banyak hambatan yang diterima.

“Namun kali ini, dukungan semua pihak telah dipegang dan kita telah siap untuk dimekarkan, meskipun target pemekaran itu belum bisa kita prediksi,” tegasnya

Sejauh ini ditambahkan Alimuddin, semua berkas berupa administrasi penting sudah lengkap dan telah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) dan amanat presiden (Ampres). Artinya secara administrasi, INSEL tidak ada masalah lagi.

Sedangkan dukungan pemekaran, diakuinya mulai dari masyarakat kecil hingga kepala daerah Kabupaten Inhil dan kepala daerah Provinsi Riau. ia berharap INSEL ini masuk dalam rencana pada 25 otonomi baru yang akan dibahas pada pembahasan pemekaran otonomi baru mendatang.

“Kita agendakan tanggal 25 Agustus mendatang, tokoh masyarakat setiap kecamatan di INSEL akan berangkat secara bersama ke Jakarta untuk menyampaikan harapan penuh agar daerah kita segera dimekarkan,” tandasnya. (mirwan)




4 Unit Rumah di Tanah Merah Ludes Terbakar

IMG_20150819_142531TANAH MERAH (detikriau.org) – Sedikitnya 4 unit rumah milik warga ludes jadi abu di Blok 6 Batam Lestari desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (19/8/2015) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa ini terjadi ketika warga setempat sedang tidur. Waktu itu, salah satu korban atas nama Hasanudin (40) terbangun karena merasa kepanasan dan dilihatnya, api telah membesar di rumahnya.

“Setelah sadar bahwa rumahnya sedang terbakar, Hasanudin ini langsung membawa keluarganya keluar rumah tanpa membawa harta benda karena ia merasa panik melihat api telah besar,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah Hasanudin keluar, si pemilik rumah itu langsung bergegas mengabarkan warga setempat dan berusaha memadamkannya secara bersama dengan sejumlah tetangganya.

Diterangkan, bangunan rumah itu merupakan bangunan terbuat dari kayu. Keempat rumah tersebut hanya 2 yang rusak berat, 2 nya lagi hanya rusak ringan. Sedangkan korban jiwa nihil.

Adapun pemilik rumah yang rusak berat, selain Hasanudin ialah Johan (45). Untuk pemilik rumah yang rusak ringan adalah Kondang (45) dan Tani (50).

“Dari peristiwa itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini masih dalam penyelidikan petugas Polsek Tanah Merah,” tutup PAUR Humas. (mirwan)