Jembatan Ambruk, 2 Kendaraan Bermesin Jatuh Ke Sungai

KERITANG (detikriau.org) – Jembatan Sungai Reteh RT 01 RW 01 Dusun Mulia Kota Baru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ambruk, Kamis (29/10/2015) sekitar pukul 04.30 WIB.

Musibah ini mengakibatkan dua kendaraan cold diesel L300 bermuatan puluhan zak semen dan dinaiki 3 orang beserta sepeda motor matic Yamaha terjun ke sungai.

Waktu itu, antara kedua kendaraan sedang berlawanan arus, mobil truk datang dari arah proyek menuju kota Baru sedangkan sepeda motor tiba dari arah Kota Baru. Setibanya kedua kendaraan di tengah-tengah jembatan, secara mendadak jembatan tersebut ambruk.

flashdeal-microsite-LIVE“Kedua kendaraan sedang berselisihan tepat di tengah jembatan. Dan ambruknya jembatan itupun tepat di tengah-tengah,” ujar salah satu warga setempat, Tati (36) kepada awak media.

Ia menjelaskan, sebelumnya jembatan itu tidak ada tanda-tanda akan ambruk. Namun ia mengaku kalau sarana penghubung sudah terbilang habis limit karena sudah terlalu lama tanpa ada perawatan dari pihak terkait.

Senada, warga lainnya juga menyatakan hal yang sama. Inal (26) misalnya, bahkan pria ini mengaku akan kesulitan jika melakukan aktivitas di daerah tersebut.

“Jembatan itu adalah satu-satunya jalan penghubung. Selain itu tidak ada lagi,” kata warga desa pasar Kembang ini.(mirwan)




Kemarau Panjang, Seluruh Penghuni Kampung Ini Terpaksa Konsumsi Air Asin

“Harapkan Perhatian dan Bantuan Pemerintah”

ENOK (detikriau.org) – Seluruh masyarakat parit Sungai Intan Kiri Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa mengkonsumsi air asin karena hujan tak kunjung datang sejak sebelum Ramadhan kemarin.

Menurut warga setempat, mengkonsumsi air asin sudah dilakukan sejak sepekan terakhir. Bahkan dari puluhan warga yang ada, beberapa diantaranya ada yang telah mengkonsumsi hampir setengah bulan lamanya.

“Sekarang kami mengkonsumsi air sumur karena air hujan sudah lama habis, air sumur di kampung kami ini sekarang rasanya jadi asin apalagi air parit tambah asin,” sampaikan salah satu warga, Pahrul kepada detikriau.org, Senin (19/10/2015).

Dijelaskan, sepanjang sejarah belum pernah air sumur di kampung itu berubah rasa jadi asin. Namun jika hanya sebatas kehabisan air hujan sudah berulang kali.

Dari kejadian ini diakuinya sangat menyusahkan warga, sebab di kampung itu sangat sulit mencari air bersih karena cukup jauh dari pusat perkotaan, minimal ibu kota Kecamatan.

“Jika pergi ke Tembilahan, saya sempatkan beli air satu galon. Tapi itu hanya untuk mencukupi kebutuhan sesaat,” imbuhnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah agar dapat membantu kesusahan warga setidaknya menyediakan air bersih untuk keperluan sehari-hari. (mirwan)




Diduga Cemburu, Su Kalap dan Hajar Istri Siri Hingga Bonyok

KERITANG (detikriau.org) – Su (23) warga pasar Kotabaru kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengamuk hingga memukul istri sirihnya Ap (23) di kediaman Ap parit 3 Desa Kotabaru Seberida Kecamatan Keritang, Rabu (14/10/2015) kemarin malam.

Peristiwa itu mengakibatkan Ap mengalami luka robek pada bagian kepala, lebam di pipi kiri dan juga terdapat 2 luka di bagian punggung sebelah kanan dan 1 luka pada bagian punggung sebelah kiri.

Menurut keterangan pihak Kepolisian, luka-luka tersebut diakibatkan pukulan keras oleh pelaku menggunakan tangan dan botol kaca. Motifnya, berawal dari SMS yang diterima korban dari seorang laki-laki yang mencurigakan.

“Pelaku ini menanyakan siapa laki-laki yang hendak ditemui oleh korban seperti isi SMS di Handphone milik korban, ini awal pemicu terjadinya pertengkaran mulut hingga pelaku emosi hingga akhirnya melakukan kekerasan,” terang Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Kamis (15/10/2015).

Atas peristiwa itu, korban terpaksa dibawa ke Puskesmas setempat untuk diberi pertolongan medis. Sedangkan pelaku, saat ini sudah diamankan oleh petugas di Mapolsek Keritang guna dilakukan pengusutan lebih lanjut. (mirwan)




Transaksi Narkoba, 2 Warga Pulau Kijang Dibekuk Polisi

RETEH (detikriau.org) – 2 warga Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Sahak (36) dan Ryan (26) terpaksa diamankan polisi karena terbukti melakukan transaksi Narkoba jenis sabu-sabu di TKP Jalan Penunjang Parit 1 Kelurahan Pulau Kijang, Minggu (11/10/2015) sekitar pukul 18.30 WIB.

Awalnya, penangkapan itu berdasarkan informasi dari masyarakat setempat bahwa di TKP ada yang melakukan transaksi Narkoba. Mendengar itu, petugas kepolisian langsung menuju ke lokasi dan melakukan penggeledahan terhadap salah satu pelaku, Sahak.

Waktu itu tidak ditemukan barang bukti, namun setelah dilakukan pengembangan oleh petugas, sekitar pukul 18.00 WIB kembali dilakukan penangkapan terhadap pelaku lainnya atas nama Ryan di gedung Serba Guna setempat dan berhasil ditemukan sejumlah barang bukti.

“Barang bukti yang dikantongi Ryan adalah 1 bungkus plastik bening yang diduga Sabu-Sabu dibungkus kertas timah rokok, 1 buah dompet coklat yang berisi uang tunai Rp 579.000 dan 2 unit HP warna hitam,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (12/10/2015).

Tak hanya itu, petugas kembali melakukan penggeledahan di dalam kamar Sahak dan kembali menemukan sejumlah barang bukti antara lain 1 buah timbangan digital merk Chq HWH pocket scale warna hitam, 1 buah sarung timbangan Digital warna hitam yang berisi 3 bungkus plastik bening diduga Sabu- Sabu, 2 bong atau alat hisap, 1 buah pipet, 1 tabung kaca, 1 mancis warna kuning dan uang tunai sebanyak Rp 807.000.

Selain kedua pelaku tersebut, masih ada satu lagi berinisial I (DPO) berhasil melarikan diri. Sedangkan kedua pelaku yang berhasil diamankan saat ini sedang diamankan di Mapolsek Reteh beserta sejumlah barang bukti guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (mirwan)

 




Kemarau Panjang, Air Embung PDAM di Pulau Kijang Kering

Keterangan foto: Bupati Inhil HM Wardan dan Direktur PDAM Tirta Indragiri Agustian Rasmanto saat meninjau langsung ke kawasan embung PDAM di Kelurahan Pulau Kijang.
Keterangan foto: Bupati Inhil HM Wardan dan Direktur PDAM Tirta Indragiri Agustian Rasmanto saat meninjau langsung ke kawasan embung PDAM di Kelurahan Pulau Kijang.

RETEH (detikriau.org) – Direktur PDAM Tirta Indragiri Agustian Rasmanto memastikan, penyebab embung penyuplai air bersih di kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh kering karena pengaruh kemarau panjang.

“Di sinikan belum ada hujan, makanya kering begini,” ujar Agustian kepada detikriau.org saat meninjau langsung lokasi embung air bersih bersama Bupati Inhil HM Wardan, Kamis (8/10/2015) kemarin.

Meski tampak masih ada sedikit air, namun katanya air itu sudah tidak layak pakai meski dilakukan penyaringan, karena sudah terlalu keruh.

Solusinya, pihak PDAM sedang memanfaatkan sungai batas perkebunan masyarakat. Namun caranya sedikit berbeda pada penyaringan bahan kimia. Tapi dengan tujuan yang sama untuk menyediakan air sebersih mungkin.

“Walau bagaimanapun, kualitas bersihnya tetap sedikit kurang jika dibanding dengan air embung biasanya,” tambahnya.

Untuk diketahui, keberadaan embung itu terletak di lahan seluas 4 hektar dengan lebar kanal sebesar 15 meter. Setiap harinya pihak PDAM harus menyuplai air bersih sebanyak 600 kubik bagi 776 pelanggan yang ada di kawasan setempat.

“Kita telah bicarakan kepada Bupati, bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan membangun sumur bor sebagai antisipasi terjadinya kekeringan,” imbuhnya.

Berdasarkan penuturan salah satu pekerja penyaring air bersih di Pulau Kijang, selama terbangunnya embung itu belum pernah terjadi kekeringan. Meski beberapa tahun lalu sempat sedikit kering, namun masih bisa disaring. (mirwan)




9 Hari Tinggalkan Rumah, Acok ditemukan Membusuk Tergantung di Pohon Duku

Kondisi mayat korban saat ditemukan
Kondisi mayat korban saat ditemukan

KERITANG (detikriau.org) – Sesosok mayat berkelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi membusuk tergantung di pohon duku menggunakan tali rotan di Dusun Sei Bulan Desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang, Senin (5/10/2015) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Selasa (6/10/2015) menjelaskan, awalnyamayat ditemukan oleh seorang pemburu babi yang sedang meilntas di TKP. Disaat ditemukan, mayat itu sedang mengenakan baju kemeja pendek motif kotak-kotak dan celana panjang warna hitam.

“saat itu juga si pemburu babi menghubungi kepala desa setempat hingga sampai ke Polsek Keritang. Setelah diperiksa, korban itu ternyata warga Parit Kecil Desa Nusantara Jaya atas nama Ramli alias Acok (40),” ungkap Warno.

Identitas itu diketahui ketika datang istri korban, Juriah (35). Menurut Juriah suaminya telah meninggalkan rumah sekitar 9 hari yang lalu dan dalam kondisi kejiwaan terganggu.

Untuk memastikan penyebabnya, korbanpun langsung dilakukan Visum oleh Dokter di Puskesmas setempat.

“Hasil visum di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga.” Pungkas Paur Humas. (mirwan)