Terbengkalai, Pasar di Sungai Guntung Kini Alihfungsi Menjadi Pemukiman Warga

KATEMAN (detikriau.org) – Tak juga difungsikan hingga bertahun-tahun, pasar megah berlantai dua di sungai guntung Kecamatan kateman akhirnya kini dimanfaatkan. Tapi bukannya sebagai tempat aktifitas jual beli, melainkan disulap warga sebagai tempat tinggal.

Pantauan detikriau.org dilokasi, bangunan yang berdiri permanen itu kini dimanfaatkan menjadi tempat berteduh tidak sedikit warga. Hampir seluruh bagian bangunan pasar terisi penuh. Mulai lantai dasar hingga ke lantai dua. Terutama ruang yang telah disekat-sekat yang awalnya akan difungsikan sebagai kios.

Sedangkan lapak terbuka, contoh saja lapak sayur dan daging, kondisinya sangat kotor tidak terurus serta diselimuti debu. Terlebih lagi pada bagian lantai yang sudah dilapisi keramik itu hampir diseluruh bagian sudah tampak retak dan pecah.

Terkait terbengkalainya bangunan pasar guntung ini, Camat Kateman, Marlis Syarif juga sangat menyayangkan. Hanya saja untuk memenfaatkannya sesuai fungsi awal, pihak Kecamatan megaku tidak memiliki wewenang karena ada persoalan mendasar dengan berbagai pihak terkait.

“Jika saja proses pembangunan pasar itu tidak ada masalah, sudah dari dulu saya pindahkan para pedagang ke sana,” kata Marlis mengesalkan, Minggu (29/5/2016).

Untuk sekedar mengingatkan, Bangunan pasar guntung ini dibangun melalui  anggaran tahun jamak APBD Inhil TA 2006 – 2009 senilai Rp 13 Milyar lebih.

Kepada detikriau.org, Ahad, (16/6/2013), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil kala itu, Rudiyansah menerangkan bahwa belum juga bisa difugnsikannya bangunan pasar ini karena belum adanya serahterima dengan pihak kontraktor pelaksana.

Bahkan menurutnya saat itu, Pihak kontraktor sedang melayangkan gugatan terkait persoalan pengajuan eskalasi.

“kita sudah beberapa kali diminta hadir oleh pihak Pengadilan Negri Tembilahan. Yang jelas saat ini masih dalam proses, makanya kita belum bisa mengambil langkah kebijakan terkait bangunan pasar ini. Jika nanti sudah selesai, kita akan upayakan untuk  segera difungsikan namun sebelumnya tentu masih diperlukan untuk melakukan perbaikan dibeberapa bagian bangunan yang kini sudah mulai rusak,” Terang Rudiansyah.

Sementara itu terkait persoalan yang sama, Wakil Bupati Inhil saat itu, H Rosman Malomo dalam sidang paripurna menaggapi pandangan umum fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil terhadap ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013 dan draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014 diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan menyatakan bahwa belum juga dipungsikannya pasar Sungai Guntung sebagaimana peruntukkannya dikarenakan masih berada dalam sengketa gugatan perdata yang kini berada pada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Dikatakan Wabup saat itu, gugatan perdata yang disampaikan melalui Pengadilan Negri (PN) Tembilahan mendapatkan putusan bahwa PN Tembilahan tidak berhak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Oleh karenanya penyedia disarankan untuk mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase nasional Indonesia (BANI) yang saat ini ditangani oleh bagian hukum setdakab Inhil,” Sampaikan Wabup.

Namun sayangnya hingga bertahun-tahun persoalan pasar ini nyatanya belum juga ada penyelesaian./ Mirwan/dro




Tanah Merah Kembali Diterjang Longsor. Kali Ini 6 Rumah Penduduk Terjun ke Sungai

TANAH MERAH, detikriau.org – Musibah longsor kembali terjadi di Kecamatan Tanah Merah. Kali ini menimpa warga RT 2 RW 1 Desa Tanah Merah, Kamis (26/5/2016).

Dari informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan merubuhkan bangunan sedikitnya 6 unit rumah.

“Longsor di RT 2 RW 1, tepatnya di jalan Gang Seni,” kata salah seorang warga Tanah Merah melalui sambungan selularnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanah Merah, AKP Kadmadi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa wilayah hukum yang dipimpinnya kembali diterjang longsor.

‘Iya benar, ada longsor di Tanah Merah,” ungkapnya melalui sambungan telpon seluler.

Dijelaskan, peristiwa itu tidak sampai memakan korban jiwa dan wargapun langsung diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Sekedar mengingatkan, pada tanggal 10 Mei kemarin Kecamatan tersebut juga terjadi musibah longsor tepat di desa Tanjung Baru. Dalam musibah saat itu 30 unit pemukiman penduduk rubuh dan terjun ke dalam sungai.




Diterjang Badai Angin, 5 Unit Rumah Warga di Pengalihan Ambruk

Gambar ilustrasi rumah ambruk akibat terjangan angin kencang. foto ilustrasi, net
Gambar ilustrasi rumah ambruk akibat terjangan angin kencang. foto ilustrasi, net

ENOK (detikriau.org) – Sedikitnya 5 unit rumah warga mengalami rusak berat akibat terjangan badai angin, Selasa (24/5/2016) malam.

Insiden tersebut terjadi di Desa Pengalihan Kecamatan Enok sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kondisi cuaca setempat sedang hujan lebat.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBO Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Malam kejadiannya, tetapi tidak ada korban jiwa,” kata Heriman, Rabu (25/5/2016).

Kini, pemerintah desa setempat bersama kepolisian serta masyarakat sudah bertindak dengan bergotong royong untuk memperbaiki sejumlah bangunan yang rusak. Sedangkan korban, untuk sementara ditempatkan di rumah warga sekitar./ Mirwan




Berenang, Pelajar SMP Ini Meregang Nyawa di Kolam PDAM

KERITANG (detikriau.org) – Agus Dwi Laksana (15) meregang nyawa di kolam penampungan air PDAM Desa Kotabaru Seberida Kecamatan Keritang, Sabtu (21/5/2016) sore.

Sebelumnya, pelajar di SMPN 5 Keritang ini pergi berenang ke TKP bersama seorang temannya sekitar pukul 16.00 WIB.

Waduk tempat penampungan air milik PDAM tempat korban berenang yang menjadi kisah akhir perjalanan hidup bocah smp ini
Waduk tempat penampungan air milik PDAM tempat korban berenang yang menjadi kisah akhir perjalanan hidup pelar smp ini

Saat asyik berenang, saksi melihat korban dalam kondisi timbul tenggelam. Sempat berusaha menolong namun hasilnya nihil. Korbanpun tetap tenggelam dalam kolam tersebut.

“Lebih dari 1 jam setelah itu, korban baru ditemukan dan langsung dibawa ke Puskesmas Kotabaru. Tetapi kondisi korban sudah meninggal dunia,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, Minggu (22/5/2016)./Mirwan




2 Pria Ini Ketangkap Tangan Sedang Transaksi Sabu-sabu

TANAH MERAH (detikriau.org) – Polisi bekuk RR (26) dan MF (30), Minggu (15/5/2016) kemarin. Pasalnya, kedua pria itu kedapatan sedang melakukan traksaksi narkoba jenis sabu-sabu di jalan Bandes RW 04 Desa Tanah merah Kecamatan Tanah merah.

Pembekukan tersebut dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB. Waktu itu, kedua warga Tanah Merah itu sedang asyik nongkrong di warung, yang mana Tsk MF sambil menyerahkan 1 buah lipatan koran bekas yang diduga berisikan barang haram.

“Ketika itu, lipatan kertas itu diletakkan di atas meja. Ketika digerebek, petugas langsung membuka bungkusan dan tampak isinya 1 paket kecil sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik putih bening,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, Senin (16/5/2016).

Saat ini, kedua Tsk beserta barang bukti sedang diamankan di Mapolsek Tanah Merah untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut./ Mirwan




Musibah Tanah Longsor di Desa Tanjung Baru . Sejumlah Rumah Warga Terjun Ke Sungai

TANAH MERAH (detikriau.org) – Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah mengalami musibah lonsong, Selasa (10/5/2016) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibatnya, sejumlah rumah milik warga terjun ke sungai.

“Terjadi longsor di Tanjung Baru Kuala Enok,” tulis salah seorang pengguna Blackberry Messenger (BBM), Dedy Purwadi.

Sementara itu, Camat Tanah Merah Yuliargo membenarkan atas musibah tersebut, namun ia mengaku belum mengetahui secara persis karena ia sedang mengikuti acara Bupati Inhil HM Wardan.

Hingga berita ini dirilis, belum diperoleh keterangan secara lengkap terkait terjadinya peristiwa ini termasuk dari pihak kepolisian./ Mirwan