Pria “Bejad” Warga Kateman Ini Tega Cabuli Anak di Bawah Umur”
Mohon maaf atas terjadinya kesalahan penulisan.
Pimpred
Muhammad Faisal
Pria “Bejad” Warga Mandah Ini Tega Cabuli Anak di Bawah Umur
“Perbuatan Cabul Bahkan Sudah dilakukan Sejak Korban Masih Duduk di Bangku Kelas 2 SD”
Ini dia Wajah Pria “Bejad” warga Mandah R (35)
KATEMAN (detikriau.org) – “Biadab” mungkin inilah kalimat yang paling tepat, R (35) warga komplek PSG jalan Melati Parit X Desa Air Tawar Kecamatan Kateman tega menggarap tetangganya sendiri, sebut saja namanya melati (11). Perbuatan manusia berhati iblis ini bahkan sudah dilakukan berkali-kali sejak korban masih duduk dibangku kelas 2 SD.
Berdasarkan informasi dari kepolisian, pelaku menjalankan aksinya selalu berlangsung di rumah kediamannya sendiri.
“Pelakunya sudah diamankan kemarin oleh jajaran Polsek Kateman atas dasar laporan orang tua korban, sebab tindakan itu ketangkap basah oleh salah seorang saksi di TKP,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Kamis (28/7/2016).
Hasil introgasi, pelaku melakukan aksi pertamanya dengan cara memaksa korban hingga usia korban beranjak 11 tahun./ Mirwan
Penyelesaian Sengketa Lahan Dinilai Hanya Obral Janji, Warga Pengalihan Ancam Lakukan Aksi Besar-besaran
Keterangan foto: Komisi I DPRD, Tapem, Satpol PP dan dinas terkait langsung turun ke lokasi melakukan penyegelan kantor perusahaan setempat pada bulan April 2016
KERITANG (detikriau.org) – Permasalahan sengketa lahan yang terjadi di Parit Hidup Baru Desa Pengalihan Kecamatan Keritang hingga saat ini belum juga menemui titik penyelesaian.
Efek persoalan tersebut membuat masyarakat setempat mulai gerah. Pemkab Indragiri Hilir (Inhil) diminta segera mengambil tindakan terutama dalam menentukan tapal batas desa.
“Kita minta bapak Bupati segera mengambil sikap atas permasalah yang kami hadapi ini. Sebab hingga saat ini pihak-pihak terkait dari tingkat desa hingga kabupaten yang seharusnya bisa menangani masalah ini justru terkesan acuh,” ungkap salah seorang perwakilan masyarakat, Sulaiman, kemarin.
Dikatakan Sulaiman, sudah hampir satu tahun lebih pihaknya menempuh berbagai upaya agar permasalahan itu bisa segera selesai, mulai dari upaya lobi hingga aksi turun ke lokasi, namun hingga saat ini hasilnya masih nihil.
Bahkan pada bulan April lalu pihak terkait baik dari Komisi I DPRD, Tapem, Satpol PP dan perwakilan dinas-dinas terkait lain turun langsung ke lokasi dan melakukan penyegelan pada kantor perusahaan yang terlibat, namun dinilai hasilnya juga tetap nihil ditandai dengan tetap beraktifitasnya perusahaan setempat di lokasi perkebunan.
“Seharusnya semua pihak terkait harus bisa mengambil tindakan lebih tegas lagi, karena sudah jelas-jelas mereka itu tidak mengindahkan aturan dan larangan, tapi kenapa pemerintah hanya diam-diam saja tidak mau mengambil tindakan tegas,” sesalnya.
Ditegaskan Sulaiman, kini pihaknya sudah cukup sabar sekian lama hanya menerima janji-janji belaka. Dalam waktu dekat jika tidak ada tindakan yang cepat dan nyata, diancamnya akan melakukan aksi besar-besaran di lokasi.
“Kami mengharapkan agar Bapak Bupati sebagai orang nomor satu di Kabupaten Inhil bisa mendengarkan keluhan kami ini, kami tidak tahu lagi kemana kami harus mengadukan masalah ini. Jika tidak ada perhatian juga saya pribadi tidak bisa menghentikan kawan-kawan yang akan melakukan aksi besar-besaran dikemudian hari,” pungkasnya.
Sekedar untuk diketahui, keluhan masyarakat tersebut sudah berlangsung sekitar setahun terakhir karena lahan perkebunannya diserobot oleh PT Alona.
Penyerobotan itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu disebabkan tidak adanya penetapan tapal batas yang jelas lebih dari 100 hektar. Bahkan operasional perusahaan grup PT Indrawan Perkasa itu dinilai sudah melanggar hukum. Pasalnya, Badan Perizinan Kabupaten Inhil pada tanggal 9 Desember 2015 lalu secara tertulis telah menyampaikan permintaan untuk menghentikan kegiatan usaha sekaligus menyelesaikan permasalahan sengketa lahan dengan masyarakat.
Bahkan pada bulan April 2016 kemarin, instansi terkait telah melakukan pengukuran lokasi untuk menyelesaikan sengketa yang dihadiri juga oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil Yusuf Said dan beberapa pihak terkait./ Mirwan
Dua Hari Setelah Pamit dari Rumah, Nenek 60 Tahun ditemukan Mengambang disebuah Sumur
KEMUNING (detikriau.org) – Siti Nome (60) warga Desa Talang Jangkang Kecamatan Kemuning ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah sumur tidak jauh dari rumah kediamannya sekira pukul 09.30 Wib Jum’at (1/7/2016).
Berdasarkan keterangan anak korban Suwandi (38) kepada petugas kepolisian setempat, dua hari sebelumnya, rabu (29/6) korban berpamitan untuk mengunjungi sanak saudaranya di Desa Limau Manis Kecamatan Kemuning.
“Karena sudah biasa, anak korban beranggapan tidak ada masalah ibundanya pergi seorang diri. Hingga dua hari setelah pamit, tanpa sengaja korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” kata kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Perwira Humas, Jum’at (1/7)
Diterangkan Heriman, jasad korban pertama kali ditemukan oleh cucunya sendiri, Ikhsan (6). Saat itu Ikhsan sedang memanjat pohon jambu disekitar TKP. Saat menoleh kebawah ikhsan merasa kaget karena melihat sesosok tubuh mengapung dalam sumur. Iksanpun segera pulang kerumah yang berjarak hanya kurang lebih 25 meter untuk memberitahukan kepada orangtuanya, Suwandi (38)
Mendapatkan informasi Suwandi segera menuju TKP. Sontak iapun kaget karena tubuh yang ditemukan mengapung dalam posisi tertelungkup didalam sumur itu tidak lain adalah ibunya sendiri Siti Nome (60).
Setelah ditemukan, korban dilakukan pemeriksaan tim medis. Ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan./ Mirwan
Diduga Bermotif Dendam, Pria Ini Ditikam Secara Bertubi-tubi
RETEH (detikriau.org) – Ardi Wiranata alias Kate (20) warga desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat tusukan secara bertubi-tubi dengan sebilah senjata tajam, Senin (20/6/2016).
Pelakunnya adalah Heri Gunawan (21) warga kelurahan Pulau Kijang Reteh. Insiden itu terjadi di jalan SMP kelurahan Pulau Kijang, tepat di depan bengkel salah warga atas nama Agung sekitar pukul 23.00 WIB.
Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra menerangkan, terjadinya peristiwa itu diduga bermotif dendam lama.
“Menurut teman korban, sebelum ia ditikam, korban ini sempat cerita bahwa pelaku pernah berkelahi dengan korban,” kata Heriman Putra, Selasa (21/6/2016).
Kronologisnya, insiden itu bermula ketika korban bersama saksi sedang duduk di depan bengkel sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba pelaku muncul dari rumah sebelah bengkel, tepat di tempat permainan Play Station. Saat itu keduanya saling berpandangan.
Kemudian sekira pukul 23.00 WIB pelaku datang kembali dan memanggil korban dan korbanpun menghampiri pelaku. Sesampainya korban dekat pelaku, pelaku langsung menusuk korban secara bertubi-tubi ke arah perut hingga akhirnya korban jatuh tertelentang.
Takhanya sebatas itu, disaat korban terkapar telentangpun masih ditusuk pelaku menggunakan sebilah pisau.
Setelah itu pelaku langsung meninggalkan korban serta langsung menyerahkan ke Polsek Reteh.
Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit Tengku Sulung Kelurahan Pulau Kijang dan kemudian dirujuk ke Rumah sakit Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Provinsi Jambi./ Mirwan
Kepala Pecah, Pelajar Ini Tewas di TKP Laka Lantas
KEMUNING (detikriau.org) – Wandre (17), warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning tewas mengenaskan setelah bertabrakan di Km 295 Jalan Lintas Timur Kelurahan Selensen, Senin (20/6/2016) kemarin, sekitar pukul 17.40 WIB.
Saat itu, pria yang masih berstatus pelajar ini sedang mengendarai sepeda motor merk Yamaha Vixion dengan nomor polisi BM 4368 GN, ia datang dari arah Jambi menuju Rengat dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di TKP tepatnya di tanjakan tikungan, sepeda motor yang dikendarai Wandre lepas kendali dan menabrak 1 unit Mobil Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor polisi BH 3211 YU. Kendaraan ini dikemudikan oleh Agus Warto (25) warga Jambi yang bergerak dari arah berlawanan.
“Pengendara sepeda motor itu tidak menggunakan helm sehingga nyawanya tidak terselamatkan,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra, Selasa (21/6/2016).
Tak hanya itu, lanjutnya, Wandre juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Sedangkan pengendara mobil, Agus Warto memiliki SIM BI Umum./Mirwan