Longsor, 4 Unit Rumah di Kuala Enok Ambruk

TANAH MERAH (detikriau.org) – 4 unit pemukiman warga Kelurahan Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah ambruk dalam peristiwa tanah longsor, Sabtu (19/11/2016) malam.

“Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah bangunan ambruk,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung.

Kini, lanjutnya, jajaran Polres Inhil sudah melakukan evakuasi peritiwa serta membuat posko di TKP.

Berdasarkan informasi dari BPBD Inhil, musibah tanah longsor yang terjadi sekira pukul 00.35 Wib, ahad (19/11/2016) dinihari ini menyebabkan 4 Kepala Keluarga dengan 13 jiwa di jalan pelabuhan Rw 01/Rt 01 kelurahan kuala enok kehilangan tempat tinggal. 3 unit rumah warga mengalami rusak berat dan 1 rusak ringan.

Musibah juga menyebabkan 1 unit pelabuhan dan 1 tempat wudu mesjid nurul jalal ikut rusak.

“Kita juga ikut mmebantu melakukan evakuasi korban bencana dan menyegerakan bantuan logistik yang dibutuhkan,” Sampaikan Kepala BPBD Inhil Yusfik melalaui sambungan selularnya.

Yusfik juga menghimbau kepada masyarakat sekitar agar selalu siaga terhadap berbagai bencana dan agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kecamatan setempat untuk segera memberitahukan setiap kali ada musibah.

“agar kami dari tim BPBD INHIL atau aparat kepolisian dan TNI dapat langsung mengambil tindakan evakuasi dan hal-hal penyelamatan lainnya,” Pesan Yusfik./*/Mirwan




Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pramuka SMK An-Nur Kuala Selat Gelar Upacara Bendera “Berbasah-Kuyup”

“Sebagai Salah Satu Upaya Kenalkan Potensi Perairan Setempat Bagi Kaum Muda”

KATEMAN (detikriau.org) – Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016, Anggota Pramuka SMK An-Nur Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar upacara bendera. Uniknya, peringatan hari Kebangkitan Kaum Muda Indonesia ini dilaksanakan sembari nyebur di perairan Desa setempat, Jum’at (28/10/2016).

Saat itu meski “berbasah-kuyup”, puluhan anggota pramuka dengan rapi melakukan baris-berbaris dan menaikkan bendera, layaknya upacara pada umumnya.

Kepala SMK An-Nur, Dani Sartika SE MM kepada detikriau.org menyebutkan, berlangsungnya upacara itu tanpa ada persiapan yang maksimal. Artinya, sangat tidak terencana dari sebelumnya.

“Tidak terencana, namun dikarenakan masyarakat sini bergantung pada kehidupan di laut, jadi tidak asing lagi dengan air,” katanya.

Disamping itu, ia juga mengatakan ide upacara “berbasah kkuyup” ini bertujuan mengenalkan perairan Kuala Selat kepada para generasi muda bahwa di perairan tersebut memiliki potensi sumber daya yang sangat melimpah.

“Mereka generasi muda harus tau bagaimana caranya menjaga ekosistem laut serta bagaimana caranya mencintai lingkungan. Artinya, tidak hanya fokus di daratan saja,” tandasnya./Mirwan




Miris, Berbatasan Langsung Dengan Provinsi Tetangga, Sungai Keluang Minim Pembangunan

“Masyarakat Pinta Pemerintah Kabupaten Berikan Perhatian”

Tembilahan, detikriau.org – Warga masyarakat  Sungai Keluang Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh mengeluhkan kondisi infrastruktur dilingkungan tempat tinggal mereka.

Prasarana jalan dan jembatan termasuk  sarana umum lainnya di daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi ini terkesan tidak tersentuh pembangunan.

Kondisi seperti ini sudah dirasakan masyarakat selama puluhan tahun. Bahkan secara berangsur-angsur sejumlah warga sudah mengambil keputusan untuk “hijrah” ke daerah yang lebih layak.

Menurut penuturan tokoh masyarakat Sungai Keluang M Sultan, dengan kondisi seperti saat ini menyebabkan masyarakat sulit untuk melakukan aktifitas keseharian apalagi disaat tibanya musim penghujan dan air pasang tinggi.

Satu-satunya jembatan kayu yang sekaligus sarana untuk menuju rumah ibadah kini kondisinya-pun sudah sangat tidak layak.

“kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat sungai keluang, pulau ruku khususnya seperti pembangunan jembatan beton dan jalan rabat beton. Sebagaimana yang di lakukan oleh pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Desa Kuala Baru Kecamatan Seberang Kota.” Sampaikan Sultan kepada detikriau.org melalui pesan email, selasa (25/10/2016).

Untuk sekedar diketahui, Sungai Keluang, Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan Reteh menjadi salah satu pintu keluar masuk dari Kabupaten Inhil menuju Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Dari Desa ini menuju Desa di Kabupaten Provinsi tetangga itu hanya berjarak kurang lebih 10 KM atau dengan jarak tempuh ±30 menit mempergunakan kendaraan roda dua./dro




Ditinggal Seorang Diri, Warga Keritang Akhiri Hidup dengan Seutas Tali

KERITANG (detikriau.org) – Wahyudi (19) warga Jalan Sukamulia Lorong Jambu Desa Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang ditemukan tewas gantung diri, Kamis (22/9/2016) sekitar pukul 13.30 WIB kemaren di dapur rumahnya.

Informasi dari kepolisian, aksi bunuh diri tersebut berlangsung ketika rumah dalam keadaan sepi. Dimana, saat itu ibundanya sedang berada di pasar dan abang kandungnya Sam sedang mengajar di sekolah setempat.

“Pertama melihat korban adalah abangnya, saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra. Jum’at (23/9)

Dipaparkan, ketika abang korban pulang, pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat. Ia pun akhirnya menyusul ibunya di pasar. Namun ibu korban meyakinkan bahwa si korban ada di dalam rumah. Sam kembali ke rumah tetapi pintu tetap terkunci.

Merasa ada yang tidak beres, si saksi mencoba masuk paksa kedalam rumah dengan cara menerjang pintu bagian depan hingga terbuka. Begitu masuk iapun kaget, korban ditemukan tergantung dengan menggunakan seutas tali nilon.

Saksi dengan segera menurunkan tubuh korban dan memberitahukan kepada orang tuanya, petugas Polsek Keritang serta tim medis setempat.

“Hasil pemeriksaan medis, terdapat cairan sperma pada kemaluan korban, lidah dalam keadaan terjulur dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau hal-hal lain yang mencurigakan pada tubuh korban,” tandasnya./Mirwan




Rampok di Keritang Aniaya Korban Hingga Meninggal dan Rampas Uang Belasan Juta Rupiah

images“Kepada Anaknya Korban Mengaku Kenali Pelaku. Dua Diantaranya disebut Oknum Anggota dijajaran Polres Inhil”

KERITANG (detikriau.org) – Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di KM 8 desa Petalongan Kecamatan Keritang, Jum’at (5/8/2016) malam. Aksi para begal ini tidak hanya berhasil merampas uang tunai senilai Rp 15 juta, namun juga mengakibatkan korban, Indra Gamal (55) meninggal dunia.

Menurut penuturan anak korban, Acep (33) kepada detikriau.org, Selasa (9/8), peristiwa perampokan yang menghilangkan nyawa orangtuanya itu terjadi di pasar KM 8 sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, korban hanya seorang diri dan sempat diculik pelaku.

“Pagi Sabtu (6/8, red) kami temukan bapak di perkebunan dalam desa Petalongan. Kondisinya saat itu masih bernafas namun sudah kritis akibat dianiaya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Indrasari Rengat untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya nyawa Bapak tak bisa bertahan lama. Ia meninggal dunia pada hari minggu,” sampaikan Acep.

Sebelum meninggal, lanjutnya, korban sempat menceritakan bahwa pelaku penganiayaan  berjumlah 5 orang bahkan dikenali. Dua diantaranya disebutkan adalah oknum anggota dijajaran Polres Indragiri Hilir, sedangkan 3 lainnya warga sipil.

Menurut Acep, atas dasar pengakuan orangtuanya sebelum menghembuskan nafas terakhir, dua adiknya hari ini juga sudah menyampaikan laporan ke Propam Polres Inhil

Terkait peristiwa ini, Paur Humas Polres Inhil Ipda Heriman Putra ketika dimintakan komfirmasi terkesan enggan menjawab.

“Maaf, langsung sama pak Kapolres aja pak,” kata Paur Humas singkat./Mirwan




Ratusan Meter Kabel PLN di Kemuning Dicuri OTK

Kemuning (detikriau.org) – Sepanjang 120 meter kabel Optik Gardu milik PLN Rayon Rengat hilang diduga akibat ulah tangan jahil di jalan Lintas Timur Dusun Leboy Desa Keritang Kecamatan Kemuning, Senin (8/8/2016) kemarin.

Raibnya kabel listrik ini mula diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu salah seorang pegawai PLN, Mardi (38) dihubungi oleh saksi menanyakan penyebab mati lampu di sekitar TKP. Pasalnya, listrik tersebut belum menyala sejak pukul 03.00 WIB.

Atas dasar informasi itu, pegawai PLN langsung mengecek di TKP hingga akhirnya diketahui kalau kabel ukuran 150 mm (4×10 m) dan 70 mm (8×10 m) dengan total sepanjang 120 meter sudah raib.

Dari peristiwa tersebut, pihak PLN mengalami kerugian mencapai Rp 8 juta dan melaporkan ke Polsek Kemuning meminta untuk diusut tuntas.

“Laporan sudah masuk. Kini, petugas kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Selasa (9/8/2016)./Mirwan