Kuasa Hukum Korban Curas di Guntung Minta Polsek Kateman Lakukan Gelar Perkara Khusus

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kuasa Hukum korban atas dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Guntung pada 31 Oktober lalu meminta kepada Polsek Kecamatan Kateman untuk melakukan gelar perkara khusus atas peristiwa itu.

Mengenai kasus tersebut,  melalui kuasa hukum Yudhia Perdana Sikumbang dan rekannya Hendri Irawan menyampaikan bahwa korban yang bernama Rusli dan anaknya Sofia Nabila (11 th) dalam beberapa minggu ini dibawa berobat kebatam karena kondisi kedua korban yang sangat memprihatinkan.

“Keluarga korban menyerahkan kepada kami selaku kuasa hukum korban untuk menjemput keadilan, agar pelaku dihukum seberat beratnya,” imbuh Yudhia Perdana Sikumbang, Senin (18/11/2019).

Selaku kuasa hukum korban, dalam waktu dekat kita akan membuat permohonan kepada Polsek Kateman untuk melakukan gelar perkara khusus. Permohonan ini kami lakukan supaya pihak keluarga bisa mengetahui dan agar perkara ini menjadi terang benderang.

“Disisi lain agar memantapkan unsur-unsur pasal yang akan dituduhkan dan disangkakan kepada tersangka,” ujarnya.

Selain konsen terhadap pemulihan korban, Yudhia Perdana Sikumbang dan rekannya Hendri Irawan juga akan mencoba menyurati Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan instansi terkait yang ada di Inhil.

” Untuk dapat memberikan bantuan pemulihan khusus kepada korban
Sofia Nabila (11 th), karena kami melihat kondisinya sangat memperihatinkan,” tuturnya.

Untuk diketahui, peristiwa Curas tersebut terjadi Guntung sekira pukul 05.00 Wib  Tepatnya dijalan Lingkar 1 Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil pada 31 Oktober 2019 lalu. (Arb)




Densus 88 Tangkap Istri Pelaku Bom Bunuh Diri Medan

Rumah terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. (CNN Indonesia/FNR).

loading…



ARB INdonesia, MEDAN – Densus 88 Antiteror Polri mengamankan Dewi, istri Rabbial Muslim Nasution yang merupakan terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi. Selain Dewi, Densus juga sudah mengamankan orang tua Rabbial.

“Kita telah mengamankan istrinya dan mengamankan orang tuanya, dalam arti kata meminta keterangan keluarganya,” kata Wakil Kepala Polda Sumut, Brigadir Jenderal Mardiaz Kusin, Kamis (14/11).

Menurut Mardiaz, hingga kini tim dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polres Belawan, dan Densus 88 Mabes Polri masih melakukan proses pengembangan.

“Kita masih mengambil keterangan dari beberapa orang yang kita curigai ada kaitannya dengan pelaku,” pungkasnya.

Keberadaan Dewi sempat tidak diketahui ketika beberapa jam pascaperistiwa ledakan bom bunuh diri terjadi di Mapolresta Medan.

Saat itu Densus 88 sempat menggeledah Rumah Nomor 202 C di Lingkungan 6, Gg Melati 8, Kecamatan Medan Marelan. Rumah berwarna hijau muda itu merupakan tempat tinggal Rabbial dan Dewi setelah menikah. Rumah itu mereka sewa dan tempati sekitar 1 bulan lalu.

Namun rumah itu ternyata sudah kosong. Warga sekitar menyebut, Dewi sudah pergi meninggalkan rumah Densus 88 tiba. Tidak diketahui ke mana wanita itu pergi.

Penggeledahan berjalan sekitar 1 jam lebih. Polisi bahkan sudah memasang garis polisi di sekitar rumah itu. Warga tidak dibolehkan mendekati lokasi.

Usai penggeledahan, tim Densus membawa sejumlah barang di antaranya dua buah anak panah.

Sumber CNNIndonesia.com
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20191114110031-12-448234/densus-88-tangkap-istri-pelaku-bom-bunuh-diri-medan




Satpol PP Karawang Tangkap Dua Belas Pasangan Mesum

Sebanyak 12 pasangan mesum ditangkap Satpol PP Kabupaten Karawang dalam Operasi Pekat di sejumlah tempat kost di wilayah Karawang Barat, Kamis (14/11/2019) pagi. SINDOnews/Nila Kusuma

loading…



ARB INdonesia, KARAWANG – Sebanyak 12 pasangan mesum ditangkap Satpol PP Kabupaten Karawang dalam Operasi Pekat di sejumlah tempat kost di wilayah Karawang Barat, Kamis (14/11/2019) pagi. Operasi Pekat dilakukan secara rutin untuk menjaga ketertiban masyarakat.

Operasi didukung tim gabungan dari Polres Karawang dan Kodim 0604 menyisir sejumlah tempat kost sejak Pukul 03.00 WIB. Kedatangan aparat gabungan ini sempat membuat panik penghuni kost yang tidak menduga ada operasi pekat di tempat mereka.

“Kami melakukan Operasi Pekat setelah menerima banyak informasi dari masyarakat tentang banyaknya pasangan yang bukan suami istri menginap di tempat kost. Dari informasi masyarakat ini kami menyisir tempat-tempat yang kami curigai. Dari hasil razia ini kami mengamankan 12 pasangan yang bukan suami istri serta tidak memiliki identitas (KTP),” kata Kepala Satpol PP Karawang, Asip Suhendar.

Menurut Asip 12 pasangan ini dibawa ke kantor Satpol PP karena tidak bisa membuktikan sebagai pasangan suami istri. Ditambah lagi ada juga diantara mereka yang tidak memiliki identitas berupa KTP. “Kami mengamankan mereka semua untuk dilakukan pendataan dan saat ini masih berlangsung,” katanya.

Asip berharap partisipasi masyarakat dengan memberikan informasi jika menemukan tempat kost dijadikan tempat tidak sesuai dengan norma-norma di masyarakat. “Setiap laporan masyarakat kami tindak lanjuti. Banyak juga tempat kost yang kita razia berkat laporan masyarakat,” katanya.

Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1458716/174/satpol-pp-karawang-tangkap-dua-belas-pasangan-mesum-1573707560




Sering Lakukan Transaksi Narkoba Dirumah, 4 Orang Warga Reteh Diringkus Satres Narkoba Polres Inhil

Foto Humas Polres Inhil

loading…



ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Satres Narkoba  Polres Inhil dan di back up 2 orang personil Sie Propam, 2 orang  personil Sat Sabhara dan 1 Pers Polsek Tembilahan serta Polsek Reteh mengamankan 4 orang warga Kecamatan Reteh yang diduga sebagai pelaku tindak pidana Narkotika jenis shabu dan extacy, Senin (11/11/2019).

Penanangkapan itu berawal dari anggota Opsnal Sat Narkoba Polres Inhil yang memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang berinisial ASN  alias UCOK yang beralamat di Jl.Penunjang Parit 6 Kelurahan Madani Kecamatan Reteh – Inhil, sering melakukan transaksi narkoba dirumahnya sendiri.

Mendapat informasi tersebut,  Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman melalui Kasat Res Narkoba Polres Inhil AKP BAHCTIAR, SH,  memerintahkan Ops Sat Res Narkoba untuk melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.

“Setelah dilakukan penyelidikan didapat hasil bahwa benar terlapor ASN alias UCOK sering melakukan transaksi narkoba,” ungkap AKP Bahctiar, SH

Kemudian Kasat Res Narkoba Polres Inhil menjelaskan, pada Senin (11/11/ 2019) sekira pukul 04.20 Wib anggota  Sat Res Narkoba
langsung melakukan penangkapan terhadap ASN alias UCOK di rumahnya, dan pada saat penangkapan tersebut ditemukan juga tiga orang lainnya yakni JN, AR dan DH

“Saat itu juga langsung dilakukan pengeledahan, oleh Kaurmintu Sat Res Narkoba Polres Inhil Aipda Benyamin Frenky disaksikan oleh Ketua RT dan warga setempat,” terang AKP Bahctiar, SH.

Ditambahkannya, dari hasil pengeledahan  ditemukan barang bukti berupa 6 paket besar dan Satu paket kecil shabu yang di bungkus plastik putih klep merah, 54 butir pil extacy berbentuk versance, 21 butir pil extacy berlogo tesla, 44 butir pil extacy berbentuk hello kity, 23 butir pil extqcy berlogo angka 8 (delapan), 34 butir pil extacy berbentuk hello kity, uang tunai Rp 1.650.000, dan 1 unit hp merk samsung, serta 1unit timbangan warna hitam merk CNQ.

“Keseluruhan berat bersih shabu 572 gram, 176 butir pil extacy jumlah seluruhnya. Guna penyelidikan lebih lanjut, ke 4 orang pria tersebut langsung dibawa ke Mapolres Inhil,” tutup Kasat Res Narkoba Polres Inhil AKP Bahctiar, SH.

Arbain/SF




BREAKING NEWS: Pembunuhan Sadis di Gowa, Kepala Korban Terpisah dari Tubuhnya

Foto Tribunnews. Tangkapan layar korban pembunuhan di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa. (Foto beredar di media sosial Facebook) – Facebook

ARB INdonesia, SUNGGUMINASA – Seorang warga dilaporkan menjadi korban pembunuhan sadis di Kabupaten Gowa, Senin (11/11/2019) pagi.

Korban dilaporkan bernama Daeng Sampara, warga Dusun Batueja, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biringbulu.

Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, kondisi korban tampak sangat mengenaskan. Kepalanya terpisah dari badannya.

Foto itu menampilkan korban tergeletak di tanah yang berbatuan. Kepala dan lehernya dipenuhi bercak darah.

Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Senin (11/11/2019) pagi hari tadi.

Tempat kejadian perkara di perkampungan baru Sonra Dusun Pangangpusang, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa.

Camat Biringbulu Yamin Basri yang dikonfirmasi membenarkan hal ini. Ia kini sedang turun ke lokasi usai menerima laporan dari aparatnya.

“Iya betul ada. Saya sedang ke lapangan ini untuk mengecek,” kata Yamin saat dihubungi melalui telepon.

Belum diketahui bagaimana kronologis, motif, ataupun pelaku pembunuhan ini.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan Tribun masih terus mengonfirmasi Polsek Biringbulu dan Polres Gowa.

Pesta Ballo, Mertua Bunuh Menantu

Sebelumnya kasus pembunuhan sadis terjadi di Jeneponto tepatnya di Dusun Parang-parang, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kamis (7/11/2019) dini hari.

Jufri (30) tewas dalam perjalanan ke Puskesmas usai ditikam Karim (50) yang tak lain mertuanya sendiri.

loading…



Berselang beberapa jam usai menikam Jufri, pria 50 tahun itu langsung ditangkap tim Pegasus Sat Reskrim Polres.

Saat diinterogasi, Karim mengaku tak ada persoalan lain selain cekcok saat minum ballo.

Bahkan warga Dusun Parang-parang itu mengaku dipukul lebih dulu sebelum menikam korban.

“Tidak ada masalah ku selain itu malam saat minum ballo,” katanya, Kamis (7/11/2019) siang.

“Dia pukul saya duluan bagian belakang jadi saya langsung cabut badik dan menikamnya,” jelas pria 50 tahun itu.

Akibat tikaman tersebut menunjukkan tiga luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan membuatnya meninggal dunia.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan awalnya korban dan pelaku sama-sama minum minuman keras jenis Ballo.

Usai minum Ballo, keduanya terlibat cekcok dan berkelahi kemudian Karim (50) menikam Jufri dengan badik.

“Berdasarkan keterangan pelaku bahwa awal mulanya korban dengan pelaku masih bersama sama minum ballo,” kata AKP Syahrul.

“Kemudian di lokasi terjadi selisih paham akhirnya berujung konflik, akibat kejadian tersebut korban dianiaya hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas,” tuturnya.

Mantan Kapolsek Tamalatea itu menjelaskan antara korban dan pelaku masih hubungan keluarga.

“Korban ditemukan dalam keadaan terbaring dan bersimbah darah di bawah got tepatnya di depan rumah Irma.

Kemudian korban langsung di larikan ke Puskesmas Bululoe, untuk mendapat pertolongan namum dalam perjalanan korban meninggal dunia,” tuturnya

“Korban di bawah ke rumah sakit umum Lanto Dg Pasewang Jeneponto untuk di lakukan pemeriksaan Visum Et revertum,”pungkasnya

Motif dari kejadian ini masih didalami namun diduga dipicu kesalahpahaman.

Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

Pelaku pembunuhan, Karim (50) diancam hukuman 15 tahun penjara.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman saat dikonfirmasi wartawan Tribun, Kamis (7/11/2019) malam.

“Terduga pelaki dikenai Pasal 338 kuhp dengan amcaman hukuman 15 tahun penjaran,” kata Boby.

Diketahui Karim (30) berhasil ditangkap tim Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto yang dipimpin Aipda Abd Rasyad usai menikam menantunya sendiri hingga tewas.

Peristiwa, pembunuhan sadis itu terjadi sekitar 7 kilometer dari kota Jeneponto (Bontosunggu) tepatnya di Dusun Parang-parang, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kamis (7/11/2019) dini hari.

Jufri (30) tewas dalam perjalanan ke Puskesmas usai ditikam Karim (50) yang tak lain mertua sendiri.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan awalnya korban dan pelaku sama-sama minum minuman keras jenis Ballo.

Usai minum Ballo, keduanya terlibat cekcok dan berkelahi kemudian Karim (50) menikam Jufri dengan badik.

“Berdasarkan keterangan pelaku bahwa awal mulanya korban dengan pelaku masih bersama sama minum ballo,” kata AKP Syahrul.

“Kemudian di lokasi terjadi selisih paham akhirnya berujung konflik, akibat kejadian tersebut korban dianiaya hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas,” tuturnya.

Mantan Kapolsek Tamalatea itu menjelaskan antara korban dan pelaku masih hubungan keluarga.

“Korban ditemukan dalam keadaan terbaring dan bersimbah darah di bawah got tepatnya di depan rumah Irma yang kemudian korban langsung di larikan ke Puskesmas Bululoe, untuk mendapat pertolongan namum dalam perjalanan korban meninggal dunia,” ujarnya.

“Korban di bawah ke rumah sakit umum Lanto Dg Pasewang Jeneponto untuk di lakukan pemeriksaan Visum Et revertum,” jelasnya.

Hasil visum menunjukkan tiga luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan membuatnya meninggal dunia.

Rumah Karim Dirusak Keluarga Korban

Hanya gara-gara cekcok saat menenggak miras tradisional jenis ballo, Karim (50) tikam menantunya, Jufri (30) hingga tewas.

Keluarga Jufri yang tak terima lantas melampiaskan amarahnya ke rumah pelaku yang masih bertetangga dengan korban di Dusun Parang-parang, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Sulsel.

Atau sekitar tujuh kilometer dari kantor bupati Jeneponto di Kecamatan Binamu.

Menurut salah seorang warga Firman, tangga rumah pelaku yang terbuat dari kayu dicopot masyarakat.

Bahkan ada masyarakat yang kesal melempari batu rumah pria 50 tahun itu.

“Rumahnya sekarang tak ada orang tinggal, tidak tahu semua kemana, tapi menurut informasi isteri pelaku menumpang di rumah keluarganya,” kata warga Desa Mangepong itu.

“Rumah pelaku jadi sasaran kekecewaan masyarakat, saya lihat diatas barang pecah belah itu berantakan, kaca jendela rusak dan tangganya dicopot,” ujarnya.

Kini pelaku penikaman Karim (50) telah ditangkap dan ditahan di Mapolres Jeneponto Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

Sumber Tribunnews com

  • https://www.tribunnews.com/regional/2019/11/11/breaking-news-pembunuhan-sadis-di-gowa-kepala-korban-terpisah-dari-tubuhnya



Ini Modus Guru Bejat Ajak Muridnya Berhubungan Intim di Bali

Ilustrasi treesome di Bali./Dok SINDOnews

loading…



ARB INdonesia, DENPASAR – Polisi terus mendalami kasus threesome Ni Made Sri Novi Darmaningsih alias Novi (29) oknum guru dan pacarnya AA Putu Wartayasa alias Putu (36) pegawai honorer Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) terhadap VI (16) murid pelaku di Buleleng, Bali. Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan, berdasarkan pengakuan kedua tersangka, ada unsur paksaan para pelaku untuk melakukan threesome.

“Tersangka perempuan (Novi) memegangi tangan korban, sedangkan tersangka pria yang juga kekasihnya memegangi kaki dan melucuti pakaian korban,” kata AKP Vicky Tri Haryanto di Mapolres Buleleng, Jumat (8/11/2019).

Dari hasil pemeriksaan, Novi dan pacarnya telah merencanakan aksi bejatnya itu pada 26 Oktober lalu. Begitu Novi dan korban masuk ke kos-kosan Putu di Jalan Sahadewa Singaraja, pintu kamar langsung dikunci. Novi dan Putu lalu berciuman dan dilanjutkan dengan melakukan persetubuhan. Tujuannya, untuk merangsang birahi korban yang saat itu duduk di tepi kasur.

Guru honorer SMK di Singaraja itu, bertanya kepada siswinya yang duduk di kelas XI soal hubungan imtim mereka, korba menjawab, “Nggak apa-apa Bu, hajar saja, sikat saja,”. Mendapat jawaban itu, Putu lalu menyeret korban ke kasur. Novi kemudian memegangi kedua tangan korban, sedangkan Putu memegangi kaki sambil melucuti pakaian korban lalu menyetubuhinya.

Menurut Vicky, awalnya korban menolak, tapi dipaksa dan diiming-imingi akan dibelikan baju kebaya. “Tersangka perempuan lantas menciumi payudara korban, dan pelaku pria menciumi leher hingga akhirnya korban menyerah,” ungkapnya.

Vicky menjelaskan, kasus itu baru dilaporkan orangtua korban pada Rabu (6/11/2019). Hari itu juga polisi menangkap kedua tersangka.

Sumber Sindonews com