Operasi Bina Kusuma, Polsek Tembilahan Hulu Temukan 3 Anak Dibawah Umur Berada di Wisma

Foto : Tiga orang anak di bawah umur ditemukan berda disebuah Wisma





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Saat melaksanakan Operasi Bina Kusuma, Polsek Tembilahan Hulu menemukan 3 orang anak yang masih dibawah umur berada disalah satu Wisma diwilayah Jalan Telaga Biru, Kecamatan Tembilahan Hulu, Jumat (22/11/2019) sekira pukul 22.30 WIB.

Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Rhino Handoyo SH mengatakan kegiatan tersebut merupakan operasi Bina Kusuma tentang premanisme diwilayah hukum Polsek Tembilahan Hulu.





“Kami menemukan 3 (tiga) orang anak dibawah umur yang berada disalah satu Wisma diantaranya, YU (16 th) Parit 7 Kecamatan Tempuling, FYS (16 th) Parit 14, Tembilahan dan IR (15 th) Jalan Harapan, Kecamatan Tembilahan Hulu,”, ungkapnya.

Rhino juga mengatakan telah menindaklanjuti ke tiga anak dibawah umur tersebut dengan melakukan pembinaan, memanggil orang tua yang bersangkutan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kembali.





“Tujuan kami melaksanakan operasi ini adalah memberikan Rasa aman, tentram dan nyaman kepada masyarakat terhadap prilaku pelaku kejahatan dan atau premanisme,” pungkasnya. (Arbain)




Sering Transaksi Sabu-Sabu, Seorang Janda Diamankan Polsek Tembilahan Hulu

Foto : Seorang janda berinisial AJ (41th) beserta barang bukti diamankan Mapolsek Tembilahan Hulu





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Diduga sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu, seorang janda berinisial AJ (41th) diamankan Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu, Jum’at (23/11/2019).

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Rhino Handoyo SH saat dikonfirmasi. Dikatakannya, dalam operasi Antik Muara Takus, Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu telah mengamankan AJ (41 tahun), yang menurut masyarakat sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu dirumahnya di Jalan Sapta Marga, Gang Gemilang RT 003 RW 013.





Mengetahui hal tersebut, AKP Rhino Handoyo SH mengintruksikan Kanit Reskrim Tembilahan Hulu Ipda Andrianto SH beserta anggota unit Reskrim Polsek Tembilahan hulu untuk melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap AJ dirumahnya, pada Jum’at pukul 23:00 WIB.

“Setelah dilakukan penggeledahan oleh personel Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu dengan disaksikan oleh Ketua RT dan RW setempat, didalam rumah AJ ditemukan 2 buah paket kecil sabu-sabu yang dibungkus dalam plastik bening, 10 buah plastik bening diduga akan digunakan membungkus sabu-sabu dan 1 buah bong,” ungkap Rhino.





Saat ini dikatakan Kapolsek, pelaku dan barang bukti sudah berada di Mapolsek Tembilahan Hulu guna penyidikan lebih lanjut.

“Kami terus melakukan pengembangan terhadap Pelaku yang sudah diamankan dan kami juga tidak hentinya memerangi narkoba diwilayah hukum Polsek Tembilahan Hulu aaplagi saat ini sedang pelaksanaan operasi Operasi Antik,” tutur Rhino Handoyo. (Arbain)




Kronologi Siswa SMA Tusuk Gurunya dengan Alasan Cinta di Bantul

Ilustrasi. Foto: iStock





ARB INdonesia, KULON PROGO – Seorang siswa laki-laki SMA negeri di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, tega menusuk gurunya sendiri dengan alasan cinta. Begini kronologi kejadian tersebut.

Kapolsek Srandakan Kompol B Muryanto menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Rabu (20/11) malam di rumah korban di Bantul. Korban saat itu diketahui sedang tidur di kamar, sedangkan suami korban tak berada di rumah karena sedang menghadiri rapat di masjid.

“Karena tahu rumah korban sepi, jam 10 malam pelaku langsung ke rumah korban dan masuk lewat pintu belakang, karena di depan ada mertua korban yang sedang tidur,” ujar Muryanto saat dihubungi detikcom, Kamis (21/11/2019).





Pelaku kemudian langsung menuju kamar korban. Korban yang saat itu tidur, kata Muryanto, langsung ditusuk oleh pelaku dengan pisau dapur.

“(Korban ditusuk) dengan pisau dapur selebar 3 cm dan panjangnya 7 cm. Tusukannya kena kena ulu hatinya (korban). Setelah menusuk itu, (pelaku) langsung pergi dari rumah korban,” ucapnya.

Perempuan itu lalu berteriak minta tolong. Sang suami yang kebetulan sudah pulang dan mertua yang mendengar teriakan korban langsung menuju kamar.

Menurut Muryanto, kondisi korban saat itu mengeluarkan darah cukup banyak.

“Nah, pas suami dan mertua (korban) datang untuk menolong, pelaku ini juga ikut datang dan sempat tanya-tanya ke saksi, ada kejadian apa. Karena (semua orang) fokus menolong korban, pertanyaan pelaku tidak digubris dan pelaku lalu pergi,” katanya.

Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit UII dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito. Suami korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Srandakan.

“Saat olah TKP, kami temukan HP dan pisau di kamar korban, lalu kita lidik lewat HP (milik pelaku) ternyata domisilinya di Lendah (Kulon Progo). Setelah itu, pelaku kami amankan jam 1 dini hari di rumahnya tanpa perlawanan. Pelaku juga mengakui perbuatannya,” ujarnya.





Saat diperiksa polisi, pelaku mengaku melakukan aksinya karena menyukai dan menaruh hati terhadap korban. Karena itu, ia mencari informasi di mana rumah korban untuk selanjutnya didatangi.

“Setelah diamankan, tadi pagi saya tanyai kenapa kok nusuk? Dia jawab, ‘Saya itu cinta sama guru itu, saya sayang, saya senang,'” katanya. 





Sumber Detik.com
https://m.detik.com/news/berita-jawa-tengah/d-4793272/kronologi-siswa-sma-tusuk-gurunya-dengan-alasan-cinta-di-bantul/2#detailfoto




Dituduh Cabuli ABG, Oknum Dokter di Mojokerto Dipolisikan

Oknum dokter di Kabupaten Mojokerto, dituduh mencabuli anak baru gede (ABG). Foto/Ilustrasi Sindonews.com





ARB INdonesia, MOJOKERTO – Oknum dokter di Kabupaten Mojokerto, dilaporkan ke polisi. Lantaran, pria berinisial And, asal Pasuran itu, diduga melakukan pencabulan terhadap anak perempuan.

Korban pencabulan diketahui berinisial PL, remaja asal Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Berawal dari kecuriagaan orang tua korban. Lantaran, sejak beberapa hari terakhir, anak baru gede (ABG) berusia 15 tahun itu nampak murung dan sering menyendiri.

Setelah didesak, korban pun akhirnya buka suara. Ia mengaku sudah menjadi korban pencabulan oknum dokter And. Mendengar pengakuan anaknya, Sm, orang tua korban langsung mendatangi Mapolres Mojokerto. Ibu rumah tangga berusia 47 tahun itu melaporkan And atas dugaan tindak pindana pencabulan.





Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan, pertemuan korban dan terlapor terjadi ketika PL diajak Arn (30), wanita asal Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, bertemu dengan dokter And. Saat itu, Arn mengajak PL ke tempat praktik dokter AD di Jalan Raya Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Senin (26/8/2019).

Layaknya pasien lainnya, keduanya lantas masuk ke tempat praktik dokter spesialis penyakit kandungan dan kebidanan itu. Arn dan PL pun sempat terlibat percakapan, sebelum akhirnya PL diminta masuk ke ruang pemeriksaan dokter And. Sementara Arn memilih menunggu di ruang tamu.

“Dari ruang pemeriksaan, korban kemudian diajak masuk ke dalam kamar dokter And. Di dalam kamar itu, korban dan terlapor terlibat perbincangan. Korban diminta untuk membuka seluruh bajunya hingga terjadilah aksi pencabulan itu,” ujar sumber diinternal Polres Mojokerto, Kamis (21/11/2019).

Menurut korban, aksi pencabulan oknum dokter itu dilakukan hanya dalam waktu yang cukup singkat. Kendati korban mengaku sempat disetubuhi dokter And. Usai menjalankan aksinya, dokter And lantas memberikan uang Rp1,5 juta terhadap PL. Tak hanya itu, dokter And juga memberikan uang Rp500 ribu ke Arn.

Saat ini, polisi belum bisa memastikan apakah persetubuhan itu benar-benar terjadi. Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Mojokerto,  hingga kini masih berupaya mendalami kasus tersebut. Polisi juga masih berupaya menggali keterangan dari Arn yang diduga mengetahui perihal aksi pencabulan itu.

“Visum korban sudah dilakukan. Korban juga sudah dimintai keterangan. Ada beberapa barang bukti lain yang juga sudah diamankan sama teman-teman (polisi). Sekarang masih proses penyelidikannya, karena korbannya anak di bawah umur,” terang perwira polisi ini.





Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Iptu Teguh Kariyadi tak menampik adanya laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oknum dokter spesialis penyakit kandungan dan kebidanan itu. Namun, Teguh mengaku belum bisa memberikan penjelasan lebih detail perihal kasus tersebut.

“Iya memang benar laporan itu ada. Dilaporkan pada Senin (18/11/2019) kemarin. Namun, untuk lebih detailnya silahkan langsung ke penyidik atau unit yang menangani kasusnya,” kata Teguh.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima belum bisa memberikan keterangan terkait kasus dugaan pencabulan oknum dokter And ini. Tidak ada jawaban saat dihubungi melalui sambungan ponselnya. Pesan singkat yang dikirim melalui whatsapp juga tidak dibalas.





Sumber Sindonews.com
https://jatim.sindonews.com/read/16625/1/dituduh-cabuli-abg-oknum-dokter-di-mojokerto-dipolisikan-1574316719




Kasus Mobil Goyang di Serang Diselesaikan Kekeluargaan

Foto: Screenshot viral mobil bergoyang di mal Serang, Detikcom





ARB INdonesia, BANTEN – Sejumlah orang geram melihat ‘mobil goyang’ yang terjadi di sebuah mal di Kota Serang, Banten. Mereka lalu menggerebek karena menduga terjadi perbuatan mesum di dalam mobil.

Peristiwa ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak banyak warga marah dan mengerubungi mobil berwarna silver tersebut.

Tampak polisi dan petugas satpam mal berupaya mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri. Kemarahan warga diduga setelah melihat mobil ini bergoyang dan didapati muda-mudi di dalamnya. Saat diamankan petugas, pria tersebut terlihat tak mengenakan baju.





Sementara itu, di video viral lainnya, terlihat seorang perempuan berseragam SMA menangis sambil menutupi wajahnya. Terdengar warga mencecar siswi tersebut.

“Kamu bilang sekarang kamu ngapain di dalam mobil?” ujar salah seorang warga kepada siswi SMA dalam video tersebut.

“Dipaksa,” jawabnya sambil terus menangis.

detikcom berusaha mencari tahu lebih detail terkait video tersebut dengan mendatangi lokasi. Seorang saksi menyebut pelaku yang diduga berbuat mesum itu sempat memacu mobilnya untuk kabur saat dipergoki petugas satpam di parkiran bagian atas gedung mal.

“Lari karena dikejar sama satpam, katanya mesum di parkiran atas,” kata salah satu saksi mata, Rabu (20/11/2019).
Beberapa orang mengejar mobil tersebut hingga akhirnya berhenti di lobi mal. Sejumlah orang yang beraktivitas di mal pun ikut menggedor mobil tersebut. Di lokasi ini, video penggerebekan pasangan tersebut viral.

“Diteriak-teriakin, mobilnya digedor-gedor, pokoknya orang pada gedorin mobil,” ujarnya.

Meski terus digedor warga, pelaku diduga berbuat mesum tak mau membuka pintu. Polisi yang datang akhirnya memaksa pelaku keluar dari mobil dan langsung diamankan.





Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/11) malam. Pasangan tersebut sempat diamankan ke Koramil setempat.

“Itu semalam, kebetulan anggota lagi lewat, langsung diamankan,” kata AKP Indra saat dihubungi.

Kasus ini, menurutnya, sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Siswi SMA tersebut pun sudah dikembalikan ke keluarga.

“Sudah dikembalikan ke keluarga,” kata AKP Indra. 

Sumber Detik.com
https://m.detik.com/news/berita/d-4792482/kasus-mobil-goyang-di-serang-diselesaikan-kekeluargaan/2#detailfoto




Hamil, Gadis 13 Tahun di Bangkok Bunuh Diri setelah Diperkosa 6 Pria

Gadis 13 tahun di Bangkok, Thailand, yang dalam kondisi hamil bunuh diri. Dia sebelumnya disandera dan diperkosa enam pria. Foto/Amarin TV

ARB INdonesia, BANGKOK – Seorang gadis berusia 13 tahun yang sedang hamil di Bangkok mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Korban sebelumnya disandera di sebuah apartemen dan diperkosa enam pria.

Remaja itu, yang hanya dikenal dengan nama panggilannya Pinkie, dilaporkan meninggal tepat sebelum tengah malam pada hari Jumat di Bangkok, Thailand. Korban mengakhiri hidupnya empat hari setelah penyanderaan yang dia alami 11 November 2019.

Menurut laporan media lokal, sebelum insiden tragis terjadi, korban bertengkar dengan ibunya.

Sebelum mengakhiri hidupnya, remaja perempuan itu mengambil foto yang memperlihatkan kakinya tergantung di atap dan mengirimkannya kepada seorang teman dengan pesan yang berbunyi; “Aku akan pergi, aku mencintaimu.”

Gadis itu juga menulis serangkaian posting Facebook yang bertuliskan; “Aku akan pergi” dan “Jika aku tidak hamil, aku sudah lama pergi.”

Ibunya, yang melaporkan penyanderaan dan pemerkosaan itu kepada polisi di Bangkok, mengatakan serangan itu telah membuat putrinya depresi berat hingga akhirnya korban bunuh diri. Korban melompat dari blok apartemen sebelum tengah malam Jumat lalu.

Polisi mengatakan kepada situs Coconuts Bangkok bahwa petugas telah mengidentifikasi dua tersangka dan menangkap salah satu dari mereka setelah penggerebekan di rumahnya. Polisi menemukan senjata api yang tidak terdaftar.

“Kedua tersangka menghadapi tuduhan karena berkolaborasi untuk melakukan pelecehan seksual terhadap gadis itu,” kata juru bicara Kepolisian Thailand.

“Ada dua anak perempuan, dua anak laki-laki pada malam kejadian. Salah satu gadis, Pinkie, sudah meninggal. Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk kedua anak laki-laki,” lanjut juru bicara polisi tersebut, seperti dikutip dari Daily Mirror, Selasa (19/11/2019).

Sumber sindonews.com

  • https://international.sindonews.com/read/1460214/40/hamil-gadis-13-tahun-di-bangkok-bunuh-diri-setelah-diperkosa-6-pria-1574135785