Diduga Curangi Timbangan, Toke Sawit Dihadiahi Tiga Kali Tusukan Tombak

Layangkan tiga hujaman tombak, seorang petani di Peranap Inhu, harus berurusan dengan Polisi, Foto haluanriau.co





ARB INdonesia, INDRAGIRI HULU – Diduga telah melakukan kecurangan saat menimbang sawit, seorang toke sawit ,DS (32) warga Dusun II Koto Rajo Desa Punti Kayu Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), ditombak oleh petani sawit AER (42).

Kapolres Inhu AKBP Efrizal melalui Paur Humas Aipda Misran mengatakan insiden berdarah itu sudah ditangani Polisi setelah abang korban, Masnur, melaporkan kejadian penganiayaan ke Polsek Peranap. “Terlapor sudah ditangkap dan ditahan di Sel Mapolsek Peranap,”kata Misran, Selasa (26/11).





Kronologi penganiayaan berawal dari adu mulut antara pelaku dengan korban pada hari Senin tanggal 25 November 2019 sekira pukul 11.00 Wib tepat pada saat korban sedang menimbang buah sawit milik pelaku bersama saksi Ahmad Riski Mubarok.

“Pada saat penimbangan buah kelapa sawit milik pelaku, korban dengan pelaku sempat bertengkar mulut, kemudian pelaku langsung mengeluarkan sebilah mata tombak yang disimpan di dalam sarungnya dan di pinggang pelaku sebelah kiri pelaku dan langsung menusuk korban dari belakang sebanyak 1 satu kali,”ungkapnya.

Ditusuk sekali, korban pun lari ke dalam bersemak belukar. Namun sayang, pelaku sudah tersulut emosi kembali mengejar korban bahkan menusukkan mata tombak yang dipegangnya kepada korban sebanyak dua kali. Sekali mengenai bagian pinggang sebelah kanan dan sekali kebagian lengan sebelah tangan kanan korban sehingga mengeluarkan bayak darah,” jelas Misran.

Menurutnya, abang korban melaporkan perkara penganiayaan setelah pelapor menerima telepon dari orang tuanya tentang musibah yang menimpa korban sehingga anggota Reskrim Polsek Peranap mendatangi TKP lalu menangkap terlapor yang hendak melarikan diri pakai sepeda motor Yamaha Vixen warna hitam di Jalan Napal Peranap.

Barang bukti yang disita 1 bilah mata tombak yang terbuat dari besi, 1 buah sarung mata tombak yang terbuat dari kayu, 1 helai celana panjang warna abu-abu dan 1 helai baju kaos warna hitam biru.





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/11/26/diduga-curangi-timbangan-toke-sawit-dihadiahi-tiga-kali-tusukan-tombak/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook




Kuasa Hukum Keluarga Korban Curas di Sungai Guntung Apresiasi Kinerja Polres Inhil

Foto : Yudhia Perdana Sikumbang (Tengah) usai gelar perkara khusus di Polres Inhil





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kuasa Hukum korban pencurian dengan kekerasan (curas) mengapresiasi kinerja Polres Indragiri Hilir (Inhil) dan Polsek Kateman dalam menangani kasus yang terjadi pada Kamis (31/10/2019) lalu  di Sungai Guntung, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil.

“Alhamdulillah kami selaku kuasa hukum keluarga korban  sangat mengapresiasi yang sedalam-dalamnya kepada Polres Inhil dan khususnya Polsek Kateman yang menangani kasus tersebut, terkait permohonan gelar perkara khusus yang kami mohonkan beberapa waktu lalu,” ujar Yudhia Perdana Sikumbang, Selasa (26/11/2019).

Dikatakan Yudhi, selaku Kuasa Hukum keluarga korban yang juga telah merealisasikan gelar perkara khusus ini, yang mana dalam kaitannya untuk mendengar informasi dari penyidik yang menangani kasus tersebut, serta berkordinasi mengenai pasal yang disangkakan.





“Alhamdulillah pelaku sudah ditahan dan terkait sangkaan pasal untuk pelaku pihak keluarga dan korban sendiri sudah cukup puas. Tinggal bagaimana lagi nanti putusan di pengadilan, keluarga korban dan korban berharap pelaku di hukum maksimal dengan yang disangkakan nantinya,” imbuhnya.

Diketahui, Gelar perkara khusus pada kasus curas tersebut digelar hari ini, Selasa (26/11/2019) di ruangan Tribata Polres Inhil. Yang mana beberapa waktu lalu melalui kuasa hukum mengajukan permohonan agar dilakukan gelar perkara khusus untuk mendengar kejelasan terkait perkara yang berlangsung dalam dugaan tindak pidana dengan kekerasan.

“kami selaku kuasa hukum keluarga korban sekali lagi sangat berterimakasih kepada Polres Inhil dan Polsek Kateman yang telah merealisasikan permohonan kami, Insya Allah beberapa hari kedepan kami akan menyurati kembali  untuk dan sebagai repot kerja kami dan wujud terimaksih,” ungkap Advokad muda.

Teriakhir Yudhi mengatakan sebagai penegak hukum kita juga tidak luput dengan PR terkait pembangunan hukum khususnya di Inhil. (Arbain)




60 Kali Menikah dalam 25 Tahun, Pria Ini Dipolisikan Istri Terakhir

Seorang pria di Bangladesh dipolisikan oleh istri terakhirnya atas tuduhan penipuan, dimana sang pria sudah menikah 60 kali dalam 25 tahun terakhir. Foto: Reuters





ARB INdonesia, DHAKA – Seorang pria di Bangladesh yang sudah menikah 60 kali dalam 25 tahun diciduk polisi atas tuduhan memalsukan dokumen dan mencuri uang dari ayah istrinya yang terakhir. Penangkapannya merupakan buntut dari gugatan atau aduan istri ke-60-nya ke polisi.

Abu Baker (45) menunjukkan dokumen palsu dengan nama Shaheem Alam untuk membuktikan bahwa ia tidak menikah atau lajang. Kasus ini awalnya dipublikasikan surat kabar Dhaka Tribune 3 November 2019 dan dilansir sejumlah media Asia pada hari Jumat (22/11/2019).





Rosy Khan, istri ke-60 Abu Baker, merasa ditipu sehingga mengajukan laporan ke polisi Purbadhala. Sesuai laporan tersebut, Baker menikah untuk mendapatkan uang dan kemudian menceraikan istrinya yang tidak curiga.

Setelah Baker menikah dengan Rosy Khan, dia meminta mas kawin kepada ayah mertuanya. Namun, ayah Rosy Khan menolak. Baker kemudian mencuri uang Tk80.000 milik ayah mertuanya yang terbaru dan kemudian melarikan diri.

Baker tidak pernah menggunakan alamat aslinya dalam dokumen palsu. Di kediaman aslinya, dia dikenal sebagai “guru Baker”. Dia tinggal bersama istri pertamanya Sazeda Begum—yang dinikahinya pada usia 20 tahun, dua istri lainnya dan tujuh anak.

Petugas yang bertugas di kantor polisi Islampur, Ansar Ali, menyatakan bahwa Baker mengaku telah menikah sebanyak 60 kali.





Sumber Sindonews.com
https://makassar.sindonews.com/read/35060/1/60-kali-menikah-dalam-25-tahun-pria-ini-dipolisikan-istri-terakhir-1574471518




Operasi Bina Kusuma, Polsek Tembilahan Hulu Temukan 3 Anak Dibawah Umur Berada di Wisma

Foto : Tiga orang anak di bawah umur ditemukan berda disebuah Wisma





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Saat melaksanakan Operasi Bina Kusuma, Polsek Tembilahan Hulu menemukan 3 orang anak yang masih dibawah umur berada disalah satu Wisma diwilayah Jalan Telaga Biru, Kecamatan Tembilahan Hulu, Jumat (22/11/2019) sekira pukul 22.30 WIB.

Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Rhino Handoyo SH mengatakan kegiatan tersebut merupakan operasi Bina Kusuma tentang premanisme diwilayah hukum Polsek Tembilahan Hulu.





“Kami menemukan 3 (tiga) orang anak dibawah umur yang berada disalah satu Wisma diantaranya, YU (16 th) Parit 7 Kecamatan Tempuling, FYS (16 th) Parit 14, Tembilahan dan IR (15 th) Jalan Harapan, Kecamatan Tembilahan Hulu,”, ungkapnya.

Rhino juga mengatakan telah menindaklanjuti ke tiga anak dibawah umur tersebut dengan melakukan pembinaan, memanggil orang tua yang bersangkutan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kembali.





“Tujuan kami melaksanakan operasi ini adalah memberikan Rasa aman, tentram dan nyaman kepada masyarakat terhadap prilaku pelaku kejahatan dan atau premanisme,” pungkasnya. (Arbain)




Sering Transaksi Sabu-Sabu, Seorang Janda Diamankan Polsek Tembilahan Hulu

Foto : Seorang janda berinisial AJ (41th) beserta barang bukti diamankan Mapolsek Tembilahan Hulu





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Diduga sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu, seorang janda berinisial AJ (41th) diamankan Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu, Jum’at (23/11/2019).

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Rhino Handoyo SH saat dikonfirmasi. Dikatakannya, dalam operasi Antik Muara Takus, Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu telah mengamankan AJ (41 tahun), yang menurut masyarakat sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu dirumahnya di Jalan Sapta Marga, Gang Gemilang RT 003 RW 013.





Mengetahui hal tersebut, AKP Rhino Handoyo SH mengintruksikan Kanit Reskrim Tembilahan Hulu Ipda Andrianto SH beserta anggota unit Reskrim Polsek Tembilahan hulu untuk melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap AJ dirumahnya, pada Jum’at pukul 23:00 WIB.

“Setelah dilakukan penggeledahan oleh personel Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu dengan disaksikan oleh Ketua RT dan RW setempat, didalam rumah AJ ditemukan 2 buah paket kecil sabu-sabu yang dibungkus dalam plastik bening, 10 buah plastik bening diduga akan digunakan membungkus sabu-sabu dan 1 buah bong,” ungkap Rhino.





Saat ini dikatakan Kapolsek, pelaku dan barang bukti sudah berada di Mapolsek Tembilahan Hulu guna penyidikan lebih lanjut.

“Kami terus melakukan pengembangan terhadap Pelaku yang sudah diamankan dan kami juga tidak hentinya memerangi narkoba diwilayah hukum Polsek Tembilahan Hulu aaplagi saat ini sedang pelaksanaan operasi Operasi Antik,” tutur Rhino Handoyo. (Arbain)




Kronologi Siswa SMA Tusuk Gurunya dengan Alasan Cinta di Bantul

Ilustrasi. Foto: iStock





ARB INdonesia, KULON PROGO – Seorang siswa laki-laki SMA negeri di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, tega menusuk gurunya sendiri dengan alasan cinta. Begini kronologi kejadian tersebut.

Kapolsek Srandakan Kompol B Muryanto menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Rabu (20/11) malam di rumah korban di Bantul. Korban saat itu diketahui sedang tidur di kamar, sedangkan suami korban tak berada di rumah karena sedang menghadiri rapat di masjid.

“Karena tahu rumah korban sepi, jam 10 malam pelaku langsung ke rumah korban dan masuk lewat pintu belakang, karena di depan ada mertua korban yang sedang tidur,” ujar Muryanto saat dihubungi detikcom, Kamis (21/11/2019).





Pelaku kemudian langsung menuju kamar korban. Korban yang saat itu tidur, kata Muryanto, langsung ditusuk oleh pelaku dengan pisau dapur.

“(Korban ditusuk) dengan pisau dapur selebar 3 cm dan panjangnya 7 cm. Tusukannya kena kena ulu hatinya (korban). Setelah menusuk itu, (pelaku) langsung pergi dari rumah korban,” ucapnya.

Perempuan itu lalu berteriak minta tolong. Sang suami yang kebetulan sudah pulang dan mertua yang mendengar teriakan korban langsung menuju kamar.

Menurut Muryanto, kondisi korban saat itu mengeluarkan darah cukup banyak.

“Nah, pas suami dan mertua (korban) datang untuk menolong, pelaku ini juga ikut datang dan sempat tanya-tanya ke saksi, ada kejadian apa. Karena (semua orang) fokus menolong korban, pertanyaan pelaku tidak digubris dan pelaku lalu pergi,” katanya.

Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit UII dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito. Suami korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Srandakan.

“Saat olah TKP, kami temukan HP dan pisau di kamar korban, lalu kita lidik lewat HP (milik pelaku) ternyata domisilinya di Lendah (Kulon Progo). Setelah itu, pelaku kami amankan jam 1 dini hari di rumahnya tanpa perlawanan. Pelaku juga mengakui perbuatannya,” ujarnya.





Saat diperiksa polisi, pelaku mengaku melakukan aksinya karena menyukai dan menaruh hati terhadap korban. Karena itu, ia mencari informasi di mana rumah korban untuk selanjutnya didatangi.

“Setelah diamankan, tadi pagi saya tanyai kenapa kok nusuk? Dia jawab, ‘Saya itu cinta sama guru itu, saya sayang, saya senang,'” katanya. 





Sumber Detik.com
https://m.detik.com/news/berita-jawa-tengah/d-4793272/kronologi-siswa-sma-tusuk-gurunya-dengan-alasan-cinta-di-bantul/2#detailfoto