Berdalih Demi Hidupi Dua Anaknya, Janda di Garut Usaha Jastip Sabu

Ilustrasi borgol. shutterstock





ARB INdonesia, GARUT – Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengamankan seorang ibu rumah tangga yang berstatus janda berinisial MM (43) bersama dua orang temannya YM (44) dan FS (40). Sang janda bersama dua temannya ditangkap karena diketahui menggunakan dan menjual narkoba jenis sabu.

Kasat Narkoba Polres Garut, AKP Cepi Hermawan menyebut bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya, MM diketahui telah lebih dari satu kali menjual dan menggunakan narkoba jenis sabu. “Jadi MM ini membuka jasa penitipan pembelian narkoba jenis sabu untuk teman-temannya. Dia mengambil keuntungan dari sana,” ujarnya, Kamis (19/12).





Sebagian sabu yang dibeli dari seorang penjual yang saat ini masih diburu pihaknya, diketahui dikonsumsi oleh MM. Ia kemudian akhirnya berhasil ditangkap setelah pihaknya menerima laporan warga yang curiga akan aktivitasnya yang dianggap mencurigakan.

“Kita tangkap MM bersama dua temannya berinisial YM dan FS di wilayah Kecamatan Garut Kota setelah sebelumnya kita melakukan penyelidikan. Dalam proses penangkapan juga kita mengamankan sejumlah barang bukti, mulai sabu yang siap dijual dan alat komunikasi untuk memesan narkoba,” katanya.





Cepi menyebut bahwa MM diketahui memiliki dua orang anak. Kepada petugas, aksinya membuka jasa titip pembelian sabu karena didorong faktor ekonomi.

“Kepada kita dia mengaku tidak memiliki pekerjaan sehingga melakukan hal tersebut untuk menghidupi kedua anaknya,” ucapnya.

Meski demikian, Cepi menegaskan bahwa aksi yang dilakukan MM tidak dapat dibenarkan. “Kita kenakan pasal 112 ayat 1 subsider pasal 114 ayat 1 huruf a undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman palinh singkat 4 tahun maksimal 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta paling banyak Rp 8 miliar,” tutupnya.





Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/berdalih-demi-hidupi-dua-anaknya-janda-di-garut-usaha-jastip-sabu.html




Ditahan Karena Doakan Jokowi di Facebook ‘Semoga Cepat Dipanggil Maha Kuasa’, IPMI Berikan Bantuan Hukum Kepada Usman

Foto Kuasa Hukum IPMI

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Ikatan Pemuda Minang Inhil (IPMI) hari ini kembali memberikan bantuan hukum kepada Usman pemilik akun Facebook ‘Warga Langit’ yang ditahan di Polres Inhil akibat dugaan melakukan tindak pidana ujaran kebencian melalui status facebook  yang di tujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 29 Oktober 2019, terdapat beberapa advokat yang terdiri dari beberapa Kantor Advokat diantaranya YPS Law Office & Kantor Advokat/ Pengacara HIR, telah resmi ditunjuk sebagai Penasihat Hukum akun ‘Warga Langit’ alias Usman. Yang mana beberapa bulan lalu sempat viral karena diduga membuat postingan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi di akun Facebook.





Yudhia Perdana Sikumbang, S.H., CPL menyampaikan, kami Tim Penasihat Hukum Usman akan mendampingi proses Tahap II di kejaksaan, karena berkas terkait perkaranya sudah P21 artinya berkas sudah lengkap dan tidak lama lagi sidang akan digelar hari ini Kamis (19/12/2019) sekitar pukuk 11.00 Wib.

“Sebagai catatan, IPMI melalui Ketuanya juga akan menyiapkan lagi beberapa orang Advokat untuk bergabung membantu Usman pemilik akun facebook ‘Warga Langit’ ini secara Probono demi menunaikan hak-haknya di persidangan,” ungkapnya.





Berdasarkan Siaran Pers Ikatan Pemuda Minang Inhil (IPMI) Nomor : 26/IPMI/IPMI/XII/2019, diketahui sebelum dilakukan penahana oleh kepolisian Indragiri Hilir, pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 2019 sekira pukul 18.00  Team Siber Polres Inhil melakukan Patroli Siber di jejaringan Media Sosial.

Saat itu team Siber Polres Inhil menemukan postingan yang diduga bermuatan ujaran kebencian yang diposting oleh akun Facebook ‘Warga Langit’ di Grup Facebook KABUPATEN INDRAGIRI HILIR <TEMBILAHAN> RIAU yang berbunyi “Selamat atas pelantikan presiden, semoga beliau secepat nya di panggil oleh yg maha kuasa.. Aamiin”





Atas temuan tersebut,  usman dilaporkan oleh team Patroli Siber kepada Kasat Reskrim Polres Inhil. Selanjutnya Kasat Reskrim Polres Inhil memerintahkan untuk melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun Facebook atas nama ‘Warga Langit’ serta mengumpulkan barang bukti dalam dugaan Ujaran Kebencian.

Setelah ditemukannya bukti-bukti yang cukup, kemudian Kasat Reskrim membuat laporan Polisi untuk diproses lebih lanjut dan pada tanggal 28 Oktober 2019 berdasarkan Sprinhan nomor : SP.han/72/x/2019/reskrim yang bersangkutan ditahan hingga kini di Polres Inhil.
(ARB)




Dua Warga Hong Kong Selundupkan 7 Kg Sabu ke Bali

Petugas Bea Cukai Ngurah Rai menangkap 2 warga negara Hong Kong yang menyelundupkan 7,32 Kg sabu ke Bali. Diduga sabu itu untuk pesta perayaan tahun baru 2020. Foto/SINDOnews/Miftachul Chusna





ARB INdonesia, DENPASAR – Petugas Bea Cukai Ngurah Rai menangkap dua warga negara Hong Kong saat berupaya menyelundupkan 7,32 kilogram sabu ke Bali. Diduga sabu itu untuk pasokan perayaan tahun baru 2020.

Kedua tersangka yaitu PKH (43) dan MCK (19). “Diduga keduanya satu jaringan,” kata Kepala Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono kepada wartawan, Rabu (18/12/2019).

PKH ditangkap saat tiba di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai, 4 Desember 2019 jam 20.30 Wita. Dia tiba di Bali dengan penerbangan Thai Lion Air dengan nomor penerbangan SL258 dari Bangkok.





Awalnya, petugas curiga dengan koper hitam yang dibawa PKH. Saat dibongkar, petugas meemukan 13 paket berisikan butiran kristal putih dengan berat total 3.230 gram brutto yang disembunyikan dalam dinding-dinding koper hitam tanpa merek yang telah dimodifikasi.

Sedangkan MCK (19) datang ke Bali dengan menumpang pesawat Malindo Air OD177 dari Kuala Lumpur, 12 Desember pukul 22.30 Wita.

Dari hasil dari pemeriksaan, ditemukan empat kemasan plastik makanan hewan bermerek HEALTH yang berlogo anjing yang berisikan sabu dengan berat masing-masing 1.030 gram brutto dengan total berat 4.120 gram brutto atau setara dengan 4000 gram netto.

Bungkusan-bungkusan tersebut disimpan dengan rapi dalam bungkusan kertas kado yang dihiasi dengan pita merah di dalam koper ungun yang bertuliskan Dunlop.

Menurut Himawan, kedua tersangka selanjutnya diserahkan ke Polda Bali untuk proses hukum lebih lanjut. Kedua tersangka dijerat pasal 113 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.





Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1473529/174/dua-warga-hong-kong-selundupkan-7-kg-sabu-ke-bali-1576660019




Terima Suap Pengurusan Tanah, Oknum Mantan Kades di Pelalawan Divonis 13 Bulan Penjara

Mantan Kades Sering, M Yunus, menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.(Dodi Ferdian)





ARB INdonesia, PELALAWAN – M Yunus dinyatakan bersalah dalam dugaan suap pengurusan surat tanah di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, tahun 2014. Untuk itu, M Yunus dihukum 13 bulan penjara.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (18/12). Adapun agenda sidang adalah pembacaan putusan oleh majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu.

M Yunus yang duduk di kursi pesakitan tampak seksama mendengarkan pertimbangan-pertimbangan hukum yang dibacakan majelis hakim. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andre Pratama Aldrin, dan tim penasehat hukum terdakwa.





Menurut hakim, perbuatan M Yunus telah terbukti melanggar dakwaan alternatif kedua JPU. Yaitu, Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan 1 bulan,” ujar Hakim Ketua Saut Maruli Tua Pasaribu dalam amar putusannya.

Selain itu, M Yunus juga dibebankan membayar denda sebesar Rp50 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti berupa pidana kurungan selama 3 bulan.

Atas vonis tersebut, M Yunus menyatakan menerima. Hal itu dilakukan setelah dirinya berkonsultasi dengan tim penasehat hukumnya. “Menerima, yang mulia,” ujar M Yunus lirih.





Berbeda dengannya, JPU menyatakan pikir-pikir selama 7 hari untuk menentukan sikap, menerima atau menolak putusan tersebut. “Pikir-pikir,” singkat Jaksa Andre dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

Vonis tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU yang disampaikan pada persidangan sebelumnya. Dimana Jaksa menuntut mantan Kades Sering itu dengan pidana penjara selama 19 bulan penjara.

“Tuntutan kita, 1 tahun dan 7 bulan, dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Andre Antonius, saat dihubungi terpisah.

Diketahui, perkara yang menjerat M Yunus itu bermula dari laporan seorang warga yang bernama Jefridin pada tahun 2014 lalu. Saat itu, warga tersebut ingin mengurus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) lahannya kepada Yunus yang saat itu menjabat sebagai Kades Sering. Namun oleh Yunus, pengurusan itu dipersulit.

Jefridin kemudian menemui Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kantor Camat Pelalawan bernama Edi Arifin untuk menjembatani pengurusan SKGR tersebut. Ahirnya Yunus mau menerbitkan SKGR milik pelapor tersebut.





Namun M Yunus membuat surat kesepakatan dan biaya administrasi sebesar Rp2 juta untuk satu persil, sedangkan SKGR yang diurus sebanyak 100 persil. Artinya Jefridin harus membayar Rp200 juta agar seluruh surat tanah itu diterbitkan tersangka.

Warga tersebut menyangupinya dan menyerahkan 50 persen atau Rp100 juta kepada M Yunus sebagai uang administrasi. Setelah ditunggu-tunggu ternyata SKGR yang dimaksud tak kunjung selesai. Dia akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Pelalawan.

Polisi menyita satu lembar kwitansi serah terima uang, surat kesepakatan, 100 rangkap SKGR dan dokumen lainnya.





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/12/18/terima-suap-pengurusan-tanah-oknum-mantan-kades-di-pelalawan-divonis-13-bulan-penjara/




Diduga Tak Terima Pacarnya Diganggu, Kekasih Tikam Seorang Pemuda Inhil Hingga Tewas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang pemuda yang bernama AG (20) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit setelah ditikam oleh RK (18) di Jalan Bandara, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (17/12/2019).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun reporter medialokal.co dilapangan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 17:00 wib.

“Pada Pukul 17.00 Wib AG sedang jalan-jalan ke Bandara dengan menggunakan kendraan roda dua, dan setibanya disana, datang RK untuk mencegat dan memanggil AG,” ungkap Sumber media ini.





Setelah itu, RK pun langsung menanyakan kenapa menganggu pacarnya. AG pun tidak terima kaerna di tuduh menggangu kekasih RK dan pada saat itu langsung ribut mulut.

“Tidak lama setelah ribut mulut RK langsung mengeluarkan pisau dan langsung menusuk agus kearah dada perut dan paha AG”

“Korban telah dilarikan ke rumah sakit dan kasus ini telah ditangani Polsek Tempuling,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak medialokal.co belum mendapatkan keterangan resmi atas peristiwa ini dari pihak Kepolisian, dan Informasi terakhir yang diperoleh, bahwa AG telah meninggal dunia. (Arb)




Polisi Gerebek 6 Remaja Dalam Satu Kamar, Satu Orang Bawa Ekstasi

DIGEREBEK: Tim Opsnal Polsek Bukit Raya saat menggerebek enam remaja yang menginap dalam satu kamar di Hotel S di Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, baru-baru ini. (polsek Bukit Raya for riau pos)





ARB INdonesia, PEKANBARU – Menjelang Natal dan tahun baru, kepolisian gencar melakukan giat cipta kondisi (cipkon) baik di jalanan, kafe, hotel dan lainnya. Hal itu guna antisipasi kriminalitas dan meningkatkan kamtibmas serta jual beli barang haram maupun minuman beralkohol.

Tim Opsnal Polsek Bukitraya saat mendatangi Hotel S di Jalan Tuanku Tambusai terkait adanya remaja yang menginap di hotel. Hasilnya pun sesuai ekspektasi. Terbukti, terdapat enam orang dalam ruang kamar tepatnya di kamar 204.

Enam anak itu dijelaskan Kapolsek Bukit Raya Kompol Bainar melalui Kanit anit Reskrim Iptu Aspikar yaitu P (30) alamat Jalan Riau tidak bekerja, RA (17) pelajar SMA di Kampar, TH (16) dari Lipat Kain, Kampar sebagai buruh sawit, AE (20) dari Desa Ranah, Kampar, sebagai wiraswasta, CF (18) dari Singingi Hilir dan DKA (15) tinggal di Jalan Kaharuddin Nasution. 

“Usai dilakukan penangkapan kepada enam orang itu, kami bawa ke polsek untuk diinterogasi lebih lanjut,” sebut Aspikar, Senin (16/12).





Masih kata Aspikar, satu dari enam orang itu terbukti membawa ekstasi dan akan dijual. “Satu orang itu atas nama P yang kedapatan membawa empat butir ekstasi warna cokelat dan dua butir logo spongebob. Selain pengedar, P juga sebagai pemakai,” jelasnya.

Kepada P langsung dilakukan penahanan dan pengembangan. Dari hasil pengembangan didapatlah satu rekannya bernama SS (21) yang beralamat di Labuh Baru Barat, Payung Sekaki.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari SS lima narkoba jenis ekstasi warna hijau dengan logo Spongebob dan dua butir pil ekstasi berwarna biru dengan logo Superman,” terangnya.





Kepada P dan SS dijerat pasal 114 atau pasal 112 UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Keduanya pun mendekam di jeruji besi Mapolsek Bukitraya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Aspikar melanjutkan, untuk lima anak itu diberi edukasi oleh LPAI Kota Pekanbaru, Widiono. “Jadi kami bekerja sama melindungi dan membela hak anak serta mengedukasi mana yang sebaiknya dilakukan dan tidak boleh dilakukan,” sebut Widiono secara terpisah.

Dikisahkan Widi, Sabtu (14/12) bersama tim ke Polsek Bukitraya melakukan assassment kepada lima anak itu. Setelah itu, orangtua dari empat anak RA, TH, AE dan CF dipanggil ke Pekanbaru lalu keempat anak itu dipulangkan ke orangtuanya.

Di hari yang sama, untuk DKA diserahkan ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Penanganan Khusus (BRSAMPK) Rumbai di Jalan Khayangan, Rumbai Pesisir. “DKA yang masih terlalu dini itu lari dari Temanggung, Jawa Tengah. Yang bersangkutan kami antar ke BRSAMPK untuk ditangani lebih lanjut sebab selain pernah mengonsumsi dan lebih diedukasi,” ucapnya.

Tak hanya itu, kabarnya baik DKA maupun CF sudah menjadi janda. DKA ke Pekanbaru kabur dari rumah, dikatakan Widi karena harus nikah sirih. Sementara di Pekanbaru sudah satu bulan dan luntang lantung. 





Sumber riaupos.co
http://m.riaupos.co/217419-berita-satu-orang-bawa-ekstasi%C2%A0.html