Seorang Anggota Polda Sumut Ketahuan Intip dan Merekam Polwan Mandi

Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com







ARB INdonesia, MEDAN – Dua polisi berinisial Iptu AY, Panit Ekonomi Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Bripka RA, bertugas di Subag Pelayanan Pengaduan Bidprom Polda Sumut akan diberikan tindakan disiplin karena melakukan pelanggaran.


Kasubid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, pelanggaran yang mereka lakukan, yakni Iptu AY saat dilakukan tes urine positif mengonsumsi sabu, sedangkan Bripka RA mengintip sambil merekam video seorang Polwan yang sedang mandi di kompleks asrama Samapta Polda Sumut Jalan Gatot Subroto Medan.


Pengajuan tindakan disiplin tersebut, kata dia, juga merupakan wewenang dari kedua atasan yang berhak menghukum (ankum).



“Jadi tindakan disiplin terhadap dua personel Polri itu adalah kewenangan ankum untuk mengajukannya,” ucap dia kepada wartawan, Selasa kemarin. Dikutip dari Antara.


Nainggolan mengatakan hukuman yang dapat dikenakan kepada kedua personel itu bisa saja penundaan kenaikan pangkat dan penundaan gaji berkala, serta pemindahan tugas ke suatu daerah yang cukup jauh.


Sebelumnya, kedua personel tersebut telah diberikan hukuman mengelilingi Mapolda Sumut sambil menyampaikan pelanggaran yang mereka lakukan.


“Saat ini kedua personel Polri itu masih dilakukan penahanan di Propam Polda Sumut untuk dilakukan pembinaan,” kata mantan Kapolres Nias Selatan itu. (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/seorang-anggota-polda-sumut-ketahuan-intip-dan-merekam-polwan-mandi.html




Gigolo Pembunuh SPG Cantik di Bali Divonis 11 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 11 tahun kepada gigolo Bagus Putu Wijaya (32), Senin (6/1/2020). Foto: SINDOnews/Chusna







ARB INdonesia, DENPASAR – Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 11 tahun kepada gigolo Bagus Putu Wijaya (32), Senin (6/1/2020). Dia terbukti membunuh pasangan kencannya seorang sales promotion girl (SPG).


Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa 15 tahun penjara. “Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain,” kata ketua majelis hakim Heriyanti.


Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja merampas nyawa orang lain sebagaimana diatur pasal 338 KUHP.


Menurut hakim, tidak ada alasan pembenar dan pemaaf yang bisa menghapus kesalahan terdakwa. Sehingga terdakwa harus dihukum setimpal dengan perbuatannya.


Kasus itu bermula saat terdakwa kenal dengan korban, NPY, melalui aplikasi Michat. Saat itu terdakwa sedang mengajukan kredit mobil.



Terdakwa lalu bertemu korban untuk menyerahkan uang muka sebesar Rp10 juta, pada 5 Agustus 2019. Dalam pertemuan itu, korban bercerita sedang pisah ranjang. Terdakwa lalu menawarkan dirinya sebagai gigolo dengan tarif Rp500 ribu.


Korban menyambut tawaran itu. Bahkan memberikan hadiah handphone kepada terdakwa. Keduanya lalu mencari tempat untuk berkencan di penginapan Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar.


Usai berhubungan badan, korban yang bekerja di sebuah dealer mobil ini mengatakan tidak puas. Dia kemudian mandi dan setelah itu kembali mengajak terdakwa berhubungan intim.


Namun korban lagi-lagi tidak puas dan marah-marah lalu menampar terdakwa. Bagus tersulut emosinya. Dia memiting leher korban dengan tangan kanannya sampai korban tidak bergerak lagi.


Menanggapi vonis hakim, terdakwa menyatakan menerima. Sedangkan jaksa menyatakan pikir-pikir untuk banding. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1489150/174/gigolo-pembunuh-spg-cantik-di-bali-divonis-11-tahun-penjara-1578328735




Pelaku yang Aniaya ZA Hingga Tewas di Desa Sungai Bintang, Tertangkap

Foto : Tersangka diamankan di Jalan Lingkar Barat, tepatnya Agen Bus Damri Jambi Kecamatan Kotabaru – Jambi


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Polisi Sektor (Polsek) Kecamatan  Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir berhasil menangkap pelaku penikaman terhadap pemuda di Kecamatan Reteh yang tewas waktu menghadiri pesta pernikahan pada Rabu (1/1/2020) lalu.


Kapolsek Keritang, AKP Martinus  mengungkapkan, penangkapan itu berawal setelah unit Reskrim Polsek Keritang melakukan serangkaian penyelidikan atas peristiwa itu.


Dari hasil penyelidikan, didapat informasi bahwa pelaku tindak pidana tersebut adalah SH alias Cerik.


“Kemudian pada hari ini, Jumat tanggal 03 Januari 2020 sekira pukul 02.00 wib dini hari, didapat informasi bahwa tersangka sedang berada di Provinsi JAMBI,” tutur Kapolsek, Jum’at (3/1/2020)


Baca juga : Seorang Pemuda Di Inhil Tewas Ditikam OTK, Pelaku Dalam Pengejaran Polisi


Selanjutnya,Kapolsek Keritang, AKP Martinus langsung memerintahkan unit Reskrim Polsek Keritang untuk melakukan penangkapan.


Dibawah pimpinan  Kanit Reskrim IPDA Delni  Atma Saputra, SH
bersama dengan AIPTU Heri Indrawan, Brigadir Tri Widodo serta BRIPTU ABD Gapur, langsung menuju ke Provinsi JAMBI.


“Sekitar pukul 10.00 Wib tersangka Cerik berhasil diamankan di Jalan Lingkar Barat, tepatnya Agen Bus Damri Jambi Kecamatan Kotabaru – Jambi,” ujar AKP Martinus.


Dikatakannya, dari hasil introgasi yang dilakukan pihak kepolisian, Cerik mengakui perbuatannya, bahwa ia telah melakukan penganiayaan dengan cara menusuk korban dengan menggunakan Sajam.


“Saat ini tersangka masih dalam perjalanan dari Provinsi Jambi menuju Polres Inhil,” imbuhnya.


Hingga berita ini diterbitkan,  motif tersangka melakukan penganiayaan terbut belum diketahui.
(Arbain)




Kasus TP Narkotika Jenis Sabu-sabu di Inhil Meningkat Ditahun 2019, Ganja dan Ekstasi Menurun

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memaparkan sejumlah hasil dan capaian kinerja Polres Inhil sepanjang tahun 2019.

Pemaparan itu disampaikan langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman, S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Indra Lamhot Sihombing, S.IK, Kasat Narkoba AKP Bachtiar, SH dan Kassubbag Humas Ipda Warno, dalam agenda Press Release di Mapolres Inhil, Jalan Gajah Mada Tembilahan, Selasa (31/12/2019) pagi.

Dalam pemaparannya Kapolres membeberkan meningkatnya kasus tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu pada 2019 dari tahun sebelumnya. 

“Barang Bukti (BB) jenis sabu–sabu pada 2019 yang berhasil diungkap sebanyak 5.982 gram, meningkat dibandingkan dengan tahun 2018 dengan jumlah 2.027 gram,” ungkap AKBP Indra Duaman Siahaan SIK.





Tindak Pidana Narkotika Jenis Ganja dan Ektasi  Alami Penurunan

Selain itu, Kapolres Inhil juga memaparkan kasus-kasus narkotika yang terjadi selama tahun 2019 diantaranya kasus narkotika jenis ganja dan ekstasi yang mengalami penurunan dibanding tahun 2018.

“Jumlah BB tindak pidana narkotika jenis ekstasi pada tahun 2018 sebanyak 1.307 butir, sementara tahun 2019 sebanyak 245 butir.
Begitu juga jenis ganja, tahun 2018 sebanyak 2.697 gram, sementara tahun 2019 sebanyak 101 gram,” beber Kapolres.

Lanjutnya, sepanjang tahun 2019 ini, pelaku narkotika yang berhasil di amankan total sebanyak 103 orang, diantaranya dewasa 101 orang, residivis 17 orang, dengan bidang pekerjaan yang beragam.

Untuk Tindak pidana juga mengalami penurunan, pada tahun 2019 terjadi sebanyak 202 kasus dengan jumlah penyelesaian tindak pidana 162 kasus dengan persentase 80%.

“Semntara pada tahun 2018 sebanyak 293 kasus dengan jumlah penyelesaian 190 kasus dan persentase 64%,”tutur Kapolres.
(Arbain)




Berhasil Ungkap Kasus Curanmor, Polres Inhil Akan Serahkan Sepeda Motor Kepada Pemilik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sejumlah Sepeda Motor hasil dari pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), akan segera diserahkan kepada pemiliknya setelah dilakukannya pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor oleh Pihak Kepolisian.

Hal itu diungkapankan Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan SIK, dalam agenda Press Release di Mapolres Inhil, Tembilahan, Selasa (31/12/2019) pagi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, seperti pemeriksaan nomor mesin dan nomor rangka akan kita infokan dan akan diserahkan ke pemilik kendaraan bermotor tersebut,” ujar Kapolres.

lanjut Kapolres, setelah diinfokan tentang kepemilikan kendaraan bermotor tersebut, bagi masyarakat yang menjadi korban pencurian nantinya harus membawa bukti kepemilikan terhadap kendaraan bermotor, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Koordinasi dengan Satlantas Polres Inhil terkait kepemilikan. Tunjukkan bukti kepemilikan dan kita akan kembalikan kendaraan tersebut kepada pemiliknya,” tukas AKBP Indra Duaman Siahaan SIK.

Selain perihal Curanmor, pihak Polres Inhil juga mengungkap pelaku penjambretan terhadap seorang wanita di wilayah Tembilahan Hulu yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mengingat seringnya kejadian penjambretan, Kapolres Inhil menghimbau kepada masyarakat khususnya terhadap kaum ibu-ibu, agat tidak membawa barang perhiasan yang berlebihan disaat hendak bepergian.

“Jika bepergian keluar rumah, Tidak perlu menggunakan perhiasan seperti ‘toko berjalan’, dikhawatirkan hal itu yang akan mengundang pelaku kejahatan,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan, SIK. (Arbain)




Besok Bebas, Ahmad Dhani Sebut Dirinya Tahanan Politik

Ari Lasso dan Andra Ramadhan bersama Ahmad Dhani/instagram Ari Lasso. ©2019 Merdeka.com





ARB INdonesia, JAKARTA – Terpidana kasus ujaran kebencian yang akan bebas Senin (29/12), Ahmad Dhani Prasetyo mengaku dirinya sebagai tahanan politik. Hal itu dikatakannya dalam sebuah video yang dikirimkan oleh sahabat Dhani, Lieus Sungkharisma.

“Ahmad Dhani tahanan politik bebas 30 Desember jam 10 pagi,” ucap Dhani yang dalam video mengenakan kaos oblong warna hitam itu.

Video yang kata Lieus direkam dalam LP Cipinang itu ditujukan Dhani kepada Baladewa, yakni sebutan bagi mereka penggemar grup band Dewa 19.

“Baladewa seluruh Indonesia saya bebas,” ucap Dhani.





Dengan raut senyum di wajahnya, Dhani menutup video tersebut dengan ucapan “Merdeka!”.

Di belakang Dhani berdiri seorang pria sembari mengangkat sebuah dengan tulisan Dewa 19 lengkap dengan lambang Laskar Cinta. Tidak diketahui siapa yang bersama Dhani tersebut.

Ahmad Dhani dipastikan pada Senin esok (30/12), akan menghirup udara bebas dari Lapas Cipinang, Jakarta Timur.





Hal ini dibenarkan Kuasa Hukum Dhani, Hendarsam Marantoko saat dikonfirmasi Liputan.com, Minggu (29/12). “Iya (bebas). Pukul 9.00 WIB,” kata Hendarsam.

Dia juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga akan merayakan kebebasan Dhani dengan perayaan yang sekaligus merayakan pergantian tahun.

“Persiapan keluarga sebenarnya untuk merayakan tahun baru bersama-sama dengan Mas Dhani,” ungkapnya.

Dhani sendiri merupakan terpidana kasus ujaran kebencian yang divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya satu tahun penjara. Terdakwa terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik terkait dengan ujaran ‘idiot’.





Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/besok-bebas-ahmad-dhani-sebut-dirinya-tahanan-politik.html