Pristiwa di Seberang Tembilahan, Perut Ditusuk dan Handphone Dibawa Lari

ilustrasi pencurian dengan kekerasan di Inhil, foto metro.tempo.co


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – HD (13 th) seorang warga Kelurahan Seberang Tembilahan Barat, KecamatanTembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)  menjadi korban pencurian dengan kekerasan.


Pada peristiwa itu, Senin (13/1/2019) sekitar pukul 12.30 Wib, HD mengalami luka tusuk dibagian perut, dan pelaku juga membawa kabur Handphone milik korban.


Setelah diketahui oleh pihak keluarga, HD langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan intensif, akibat mengalami luka tusuk benda tajam pada bagian perut.


HD dibawa ke RSUD PH Tembilahan


Guna pengusutan lebih lanjut, keluarga korban langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tembilahan.







Atas laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tembilahan dan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Inhil dan didampingi oleh Bhabinkamtibmas Seberang Tembilahan, melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melakukan pengecekan di TKP.


Selanjutnya diperoleh informasi dari  Saksi – saksi di Sekitar TKP, bahwa pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan tersebut adalah AN (22 th) warga Parit Kuala Muda Besar Rt.004 / Rw.002 Kelurahan Seberang Tembilahan Barat.


Mendapat inforamsi yang akurat, Unit Reskrim memberitahukan tentang informasi tersebut kepada Kapolsek Tembilahan IPTU Leo Putra Dirgantara, SH.


Tanpa tunggu lama, Kapolsekpun langsung memerintahkan Unit Reskrim Polsek Tembilahan dan didampingi Bhabinkamtibmas untuk melakukan Penyelidikan.


selanjutnya Unit Reskrim Polsek Tembilahan dan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Inhil bersama – sama dengan Bhabinkamtibmas mengamankan seorang laki – laki yang bernama AN sekira pukul 14.30 wib di Parit Kuala muda besar.


Penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan


“Setelah diamankan dan dilakukan interogasi, Pelaku mengakui Perbuatannya,” ungkap Kapolsek.


Dari penangkapan itu, diamankan barang bukti berupa 1unit Handphone Merk Xiomi dan 1 bilah pisau yang digunakan pelaku melancarkan aksinya.


Kemudian pelaku dan barang bukti lainnya  dibawa ke Polsek Tembilahan guna untuk Proses Penyidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Tembilahan.


Editor Arbain




Kesal Dihina, Suami Tusuk Istri dengan Pisau Dapur

Foto ilustrasi metro.tempo.co







ARB INdonesia, BEKASI – Seorang pria nekat menusuk istrinya dengan pisau dapur di rumah kontrakan Kampung Buwek Sebang, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, korban Nuraini (38), harus mendapatkan perawatan secara intensif karena luka tusukan di tubuhnya.


Sementara tidak lama setelah kejadian itu, pelaku Lukman Agus Prianto (38), langsung diamankan petugas di tempat tinggalnya. “Pelaku langsung kami amankan di rumah kontrakan, sedangkan kondisi korban sudah membaik di RS Kartika Husada,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Tambun Kompol Siswo kepada wartawan, Senin (13/1/2019).


Peristiwa sadis itu bermula saat pelaku mengajak mengobrol istrinya dengan tujuan untuk menjenguk orang tua pelaku yang sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam Bekasi. Namun, saat itu anaknya tidak mau ikut. “Pelaku meminta korban untuk membujuk anaknya tersebut agar mau ikut menjenguk,” katanya.







Karena diminta untuk membujuk itu, kata dia, korban langsung marah-marah pada suaminya karena sebelumnya sudah ada masalah. Kemudian istrinya mengusir pergi suaminya. Karena kesal dan korban mengoceh terus, pelaku menendang teko mengenai etalase rumah kontrakan tersebut.


Sehingga, lanjut dia, korban semakin marah dengan memakinya sangat keras. Kesal dengan sikap istrinya tersebut, ditambah korban terus menghina dirinya, pelaku kalut dan mengambil pisau dapur di atas kompor gas. “Pelaku langsung menusukkan pisau dapur ke arah istrinya sebanyak tiga kali, hingga korban terkapar,” ungkapnya.







Warga yang mendengar dan melihat pertengkaran itu kemudian mengamankan korban dengan membawanya ke Rumah Sakit Kartika Husada dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Tim Cobra dan Unit Reskrim yang mengetahui informasi langsung bergerak ke lokasi untuk segera mengamankan tersangka.


Petugas kemudian mengamankan tersangka di rumah kontrakan tersebut. Dari lokasi kejadian kejadian petugas mengamankan satu buah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menusuk korban. Pelaku bakal dijerat dengan kasus KDRT sesuai Pasal 44 ayat 2 UU KDRT. “Kasus ini masih kami dalami,” tegasnya. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://jabar.sindonews.com/read/15316/1/kesal-dihina-suami-tusuk-istri-dengan-pisau-dapur-1578888098





Termasuk Gelper, Kapolres Kampar Perintahkan Jajarannya Berantas Perjudian

Foto : Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK







ARB INdonesia, KAMPAR – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Kampar memerintahkan Satreskrim dan seluruh jajaran Polsek untuk memberantas segala bentuk perjudian, termasuk diantaranya jenis Gelanggang Permainan (Gelper), Minggu (12/1/2020).


Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Fajri SH, SIK, saat dikonfirmasi mengaku sangat atensi
agar tindak pidana perjudian apapun jenisnya harus diberantas, Minggu (12/1/2020) sore.


“Saya telah perintahkan Kasat Reskrim dan seluruh Kapolsek Jajaran untuk memberantas segala bentuk perjudian, termasuk judi permainan yang populer dengan sebutan Gelper”, ungkap Kapolres.


Lebih lanjut disampaikan Kapolres Kampar, bahwa tindak pidana perjudian perlu menjadi atensi karena dapat berimbas pada tindak pidana lain.







Sebab seorang pelaku perjudian apabila kalah dan kehabisan uang dikuatirkan dapat melakukan tindak pidana lain seperti pencurian dan lain-lain,” tutur Kapolres Kampar.


Terkahir AKBP Mohammad Kholid SIK berharap, agar masyarakat ikut berperan aktif dalam memberantas perjudian dengan melakukan upaya pencegahan.


” Atau memberikan informasi kepada aparat penegak hukum bila mengetahui adanya perjudian,” jelasnya.







Untuk diektahui, sebelumnya Satreskrim Polres Kampar telah mengamankan 6 orang yang diduga melakukan perjudian jenis Gelper
di Desa Kijang Rejo Kecamatan Tapung, pada Senin (16/12/2019) lalu.


Saat penangkapan para pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti 1 Unit mesin dingdong jenis ikan-ikan, 1 Unit chip koin, 1 Rekap Setoran, dan uang tunai sebesar Rp 130 ribu yang diduga digunakan sebagai taruhan.


Editor Arbain




Pria di Karawang Dibakar Mantan Pacar

LL mendapat perawatan setelah dibakar mantan pacarnya. Foto: Radar Karawang







ARB INdonesia, KARAWANG – Niat LL (26) untuk bertemu wanita malah berujung petaka. Warga Dusun Selang II RT 14/04 Desa Ciwaringin, Kecamatan Lemahabang Wadas, Karawang, Jawa Barat, itu dibakar mantan pacarnya, NA (26), beserta dua orang lelaki MRR (25) dan MH (24).


LL pun harus mendapat perawatan di RS Karya Husada akibat luka bakar di kepala dan sebagian tubuhnya.


Kejadian ini bermula saat LL memaksa NA berhubungan intim di Hotel Pondok Ratu Jomin. Namun NA tak mau meladeninya. Kemudian LL mengancam akan menyebarkan video asusilanya bersama NA jika tak mau melayani.







Kesal dengan LL, NA kemudian datang ke Hotel Pondok Ratu bersama dua orang rekan lelakinya. Sesampainya di lokasi, NA dan kedua rekannya langsung melakukan pengeroyokan disertai kekerasan dengan cara menyiram bensin dan membakar LL, Rabu (8/1).


Berawal dari rekaman CCTV Hotel Pondok Ratu, tak berserang lama polisi berhasil menangkap pelaku NA. Kemudian Kamis (9/1) dini hari pelaku lainnya juga ikut ditangkap saat bersembunyi di Hotel Reddorz di Jalan Raya Tamelang, Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari.


“Anggota Reskrim (Resmob) Polres Karawang beserta anggota Reskrim Polsek Kotabaru melakukan penagkapan para pelaku tindak pidana pengeroyokan disertai kekerasan dengan cara menyiram dan membakar menggunakan bensin yang terjadi pada hari Rabu (8/1) sekitar pukul 11.00 WIB di Hotel Pondok Ratu,” kata Kanit Reskrim Polsek Kotabaru Aipda Sarin Burhanudin kepada Radar Karawang.







Dia menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari pengecekan rekaman CCTV Hotel Pondok Ratu. NA pelaku yang terlebih dulu ditangkap karena sudah terakam CCTV.


“Anggota Resmob Polres Karawang beserta anggota Reskrim Polsek Kotabaru langsung mendatangi tempat persembunyian pelaku dan menangkap para pelaku,” terangnya.


Dari tangan pelaku, tambah Sarin, diamankan barang bukti dua unit sepeda motor, tiga buah handphone, kartu ATM BCA, korek api dan plastik bening sisa bensin. “Kami sudah mengamankan pelaku dan barang bukti ke Polres Karawang,” tuturnya.







Kejadian ini, lanjutnya, disebakan karena pelaku kesal dengan ulah korban yang akan meyebarkan video mesum korban dan pelaku. Awalnya, korban ingin melakukan hubungan intim dan memaksa pelaku untuk melayaninya. Jika tidak mau dan tidak datang ke Hotel Pondok Ratu akan menyebarkan video asusilanya.


“Pelaku wanita kesal dan datang ke lokasi dengan mengajak dua teman prianya. Pada saat itu juga, langsung mengeroyok pelaku dan menyiram dengan bensin, setelah itu langsung dibakar,” katanya. (*)


loading…




Sumber jpnn.com
https://m.jpnn.com/news/pria-di-karawang-dibakar-mantan-pacar?page=2





Kasus Suap Komisioner KPU, Ini Anggota DPR yang Mau di-PAW PDIP

Komisioner KPU Wahyu Setiawan. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia







ARB INdonesia, JAKARTA – Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI. Wahyu disebut menerima suap Rp 600 juta dari kader PDIP Harun Masiku.


Tujuannya untuk membantu Harun menjadi Anggota DPR PAW menggantikan caleg DPR terpilih Fraksi PDIP dari dapil Sumatera Selatan I yaitu Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.


KPU dalam dua kali rapat pleno menetapkan caleg PDIP Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin. Sebab, Riezky merupakan caleg terpilih yang mendapat suara terbanyak kedua di bawah Nazarudin, bukan Harun. PDIP sendiri menghendaki Riezky digantikan dengan Harun karena dinilai sosok bersih.


Setelah menjadi Anggota DPR, Riezky mengaku tidak tahu ingin digantikan Harun melalui mekanisme PAW oleh PDIP. Saat ini, Riezky duduk di Komisi IV DPR.


“Saya tidak tahu masalah PAW, karena saya dari Desember lalu reses dan baru kembali kemarin. Dan terkait mekanisme ada lembaga yang lebih berhak menjelaskan,” kata Riezky saat dikonfirmasi, Jumat (10/1).







Dia mengatakan hanya fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dan mengikuti arahan PDIP. “Karena sudah dilantik, jadi laksanakan tugas sesuai dengan amanat yang diberikan oleh rakyat dan sesuai arahan partai,” ujarnya.


Ditanya apakah dia bersedia jika PDIP menggantinya dengan Harun, Riezky kembali menegaskan mengikuti apapun perintah partai.


“Dan saya hanya kerja sesuai perintah partai. Saya kader partai dan saya ikuti arahan dan perintah partai,” ungkapnya.


Dia meyakini PDIP akan menindaklanjuti persoalan ini secara profesional dengan memperhatikan asas demokrasi. “Saya sebagai kader partai meyakini PDI Perjuangan adalah partai yang profesional dalam mekanisme demokrasi hari ini,” tandas Riezky.


Kasus ini bermula ketika almarhum Nazarudin Kiemas di Dapil Sumsel I menang sebagai anggota DPR. Karena sudah meninggal, suara kedua terbanyak yakni Riezky Aprilia yang dilantik jadi anggota legislatif oleh KPU. Nah, dari sini ‘mengakali’ proses demokrasi hendak dilakukan Wahyu dan Harun.


“Persekongkolan antara oknum penyelenggara pemilu dengan politisi dapat disebut sebagai pengkhianatan terhadap proses demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah dan biaya yang sangat mahal,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat jumpa pers di KPK, Kamis (9/1).







Awal Juli 2019, salah satu pengurus DPP PDIP yang masih misterius, memerintahkan Doni (DON), seorang pengacara, mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. Pengajuan gugatan materi ini terkait dengan meninggalnya Nazarudin Kiemas pada Maret 2019 (satu bulan sebelum pencoblosan).


Gugatan Doni kemudian dikabulkan Mahkamah Agung (MA) pada 19 Juli 2019. MA menetapkan partai adalah penentu suara dan pengganti antarwaktu (PAW). Penetapan MA ini kemudian menjadi dasar PDIP berkirim surat kepada KPU untuk menetapkan Harun sebagai pengganti caleg yang meninggal tersebut.


Namun, 31 Agustus 2019, KPU menggelar rapat pleno dan menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin Kiemas, bukan Harun seperti keinginan PDIP.







Selanjutnya, 13 September 2019, PDIP kembali mengajukan permohonan fatwa MA dan pada 23 September mengirimkan surat kepada KPU berisi penetapan caleg. Saeful (SAE) yang ditulis sebagai pihak swasta oleh KPK, menghubungi Agustiani Tio Fridelina (ATF), orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan Caleg PDIP dan melakukan lobi untuk mengabulkan Harun sebagai PAW.



Selanjutnya, Agustiani mengirimkan dokumen dan fatwa MA yang didapat dari Saeful kepada Wahyu untuk membantu proses penetapan Harun.


“WSE menyanggupi membantu dengan membalas ‘Siap, mainkan!” lanjut Lili menjelaskan kronologi kasus ini.


Doni dan Saeful merupakan dua staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Namun, KPK tidak menjelaskan secara rinci. Termasuk saat ditanya, apakah ada instruksi dari Hasto dari kasus ini, KPK tak mau gamblang membuka. “Itu nanti di penyidikan,” singkat Lili. (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/politik/kasus-suap-komisioner-kpu-ini-anggota-dpr-yang-mau-di-paw-pdip.html




ICW Desak KPK Selidiki Keterlibatan PDIP Terkait OTT Wahyu Setiawan

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie







ARB INdonesia, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan dalam sebuah operasi tangkap tangan atau OTT. Pada Kamis (9/1) malam, Wahyu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024.


Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK untuk mengembangkan dugaan keterlibatan aktor-aktor lainnya dalam perkara ini. Termasuk dugaan keterlibatan oknum dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.


“Jika disimak dengan baik pernyataan pimpinan KPK dalam pernyataan pers sebelumnya, terdapat sejumlah fakta, yakni adanya perintah salah satu pengurus DPP PDIP memerintahkan advokat bernama Doni mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara,” jelas Peneliti ICW, Kurnia Ramadhan melalui keterangan tertulisnya, Jum’at (10/1).







Kurnia juga menyebutkan, indikasi lainnya adalah PDIP berkirim surat kepada KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti caleg yang meninggal.


“Proses ini menunjukkan adanya peran partai untuk turut mendorong proses PAW (pergantian antar waktu anggota DPR) ini,” tegasnya.


Padahal menurut Kurnia ketentuan penggantian calon terpilih telah jelas diatur dalam Pasal 426 Ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang berbunyi bahwa “Calon terpilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diganti oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/ Kota dengan calon dari daftar calon tetap Partai Politik Peserta Pemilu yang sama di daerah pemilihan tersebut berdasarkan perolehan suara calon terbanyak berikutnya.”



Dalam hal kasus ini, lanjut Kurnia, menurut KPU yang seharusnya menjadi pengganti adalah Riezky Aprilia berdasarkan UU Pemilu. Akan tetapi partai justru tetap mendorong Harun Masiku untuk dilantik menggantikan Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia.


“Oleh karena itu, ICW mendorong KPK untuk menggali adakah oknum PDIP yang berperan atau terlibat dalam proses PAW tersebut yang berujung terjadinya praktik suap,” pintanya.


Pihaknya juga mendesak partai pemenang Pemilu 2029 itu untuk bersikap mendukung dan kooperatif terhadap segala langkah hukum pro-justicia yang dilakukan oleh KPK. (*)


loading…




Sumber merdeka.com – liputan6.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/icw-desak-kpk-selidiki-keterlibatan-pdip-terkait-ott-wahyu-setiawan.html