Cabuli Anak Tiri, AF Digelandang ke Polsek Tambang

ARB INdonesia, KAMPAR – Seorang pria paruh baya digelandang ke Polsek Tambang Kabupaten Kampar diduga kuat telah mencabuli anak tirinya M (Pr) yang baru berusia 9 tahun.


Terkuak pencabulan ini berawal dari istri pelaku AF alias BO (51) yang beralamat di Perawang Kecamatan Tualang Kabupatan Siak, lantaran sakit hati ulah becat sang suami.

Akhirnya pelaku ditangkap pada Kamis malam (16/1) sekira pukul 23.00 WIB, saat berada di daerah Panam Kota Pekanbaru. Pria bejat ini kemudian dibawa ke Polsek Tambang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Terungkapnya kejadian ini berawal pada Kamis (2/1/2020) sekira pukul 08.30 Wib, saat itu pelapor selaku ibu korban sedang mencuci pakaian anaknya M dan melihat celana dalam anaknya ada bercak darah, pelapor curiga bahwa anak perempuannya itu telah mengalami kejadian yang tidak wajar.


Berdasarkan keterangan pelapor bahwa sebelumnya pada tanggal (17/8/2019) sekira pukul 05.00 WIB, ia terbangun dan bermaksud sholat subuh, saat itu dirinya melihat AF alias BO (suaminya) sedang meraba-raba kemaluan anak tirinya yang sedang tidur.


Lebih lanjut diceritakan bahwa kejadian seperti itu bukan hanya sekali tetapi sudah beberapa kali. Pelapor pernah memergoki suaminya itu melakukan perbuatan serupa terhadap anak tirinya, bahkan pelapor juga pernah melihat ada rekaman video anaknya itu sedang mandi pada Hp suaminya (pelaku).


Selanjutnya pada hari Rabu (15/1/2020) sekira pukul 19.30 WIB, pelapor membawa korban untuk pemeriksaan ke RS Bhayangkara Polda Riau, dari keterangan dokter ditemukan ada bekas luka pada kemaluan korban.


Mendapati kenyataan itu pelapor langsung menanyai anaknya, korban mengaku sering diremas pantat dan disentuh kemaluannya oleh ayah tirinya saat sedang tidur bersama ayah tirinya itu.


Selain itu korban juga menyampaikan kalau dirinya sering merasa sakit pada kemaluannya saat buang air kecil, atas kejadian itu pelapor selaku ibu kandung korban tidak terima lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Tambang.


Selanjutnya pada Kamis (16/1/2020) sekitar pukul 23.00 Wib, Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH perintahkan Kanit Reskrim beserta Anggota Opsnal Polsek melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.


Kemudian didapat informasi bahwa terduga pelaku sedang berada di wilayah Panam Kota Pekanbaru, Tim langsung memburunya dan berhasil mengamankan, lalu membawanya ke Polsek Tambang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK melalui Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan bahwa tersangka AF alias BO telah diamankan di Polsek Tambang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya. (rls)




Jajaran Polda Riau Komit Cegah dan Tangani Karhutla 2020

ARB INdonesia, PEKANBARU – Menghadapi musim kemarau di tahun 2020 ini, jajaran Polda Riau menegaskan pihaknya tetap komit untuk mencegah dan menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).


Baik langkah teknis serta pelibatan dan bersinergi bersama semua pemangku kebijakan serta mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Pencegahan secara dini ini didukung teknologi alat pemantau titik api, selain itu juga upaya kampanye kepada masyarakat luas untuk secara aktif turut mencegah karhutla, serta melakukan upaya penegakan hukum.
Dan langkah itu sudah dilakukan sejak awal memasuki tahun 2020 oleh jajaran Polda Riau.


Hal itu diungkapkan oleh Kombes Pol Sunarto, Kabid Humas Polda Riau, Kamis sore (16/1/2020) kepada wartawan. “Karena karhutla merupakan ancaman yang serius bagi kita. Kerugian yang ditimbulkan akibat karhutla merugikan seluruh sektor kehidupan diantaranya di sektor ekonomi, transportasi, kesehatan, pariwisata, pendidikan, hubungan dengan luar negeri terutama negara tetangga” papar Narto panggilan akrabnya.


Berangkat dari kejadian dan faktor-faktor tersebut tegas Narto maka perlu dibangun komitmen bersama harapannya Riau bebas asap dapat terwujud.


“Penanganan kebakaran hutan dilakukan secara komprehensif melalui upaya pencegahan, yakni dengan cara mendeteksi secara dini kerawanan timbulnya kebakaran, kita harus mampu memprediksi situasi berdasarkan pantauan cuaca atau musim. Demikian juga menumbuhkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk andil secara aktif dan proaktif dalam melakukan pencegahan karhutla” ungkap Narto.


Narto memaparkan langkah-langkah untuk mencegah itu diantaranya dengan melokalisir titik api dengan mengkonsolidasikan kekuatan yang dimiliki. Kemudian melakukan analisa dan evaluasi metode supaya lebih efektif dan efisien dalam melokalisir titik api.


“Kemudian menjalin sinergitas dan kerjasama dengan semua stake holder dan semua elemen masyarakat. Dengan menggunakan aplikasi teknologi sebagaimana yang disampaikan bapak Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi SH SIK MSI telah membuat satu terobosan yakni “Dashboard Lancang Kuning” untuk mendeteksi dan menentukan titik api” urainya.


Menurut Narto, dengan adanya aplikasi ini akan memudahkan petugas terdekat mengambil langkah pemadaman sehingga api segera tertangani oleh petugas di lapangan.


Selain cara tersebut, Polda Riau juga kata Narto tetap komitmen melakukan penegakan hukum secara profesional dengan mengkolaborasikan sistem, sumber daya manusia dan juga pemanfaatan tehnologi.


“Kegiatan pencegahan yang sudah dilakukan oleh jajaran Polda Riau dan ini akan terus kita lakukan diantaranya adalah pembuatan sekat kanal non permanen yang saat ini sudah berjumlah 813 buah. Kemudian papar Narto, pembuatan embung sebanyak 996 buah” terang Narto.


Selain itu, untuk menumbuhkan kesadaran bersama tentang pencegahan Karhutla ini dengan cara melakukan Focus Gruop Discussion (FGD) sebanyak  65 kali. Juga tambah Narto disertai dengan kegitan penyuluhan sebanyak 529.557 kali.


Tidak hanya itu tambah Narto, Polda Riau juga menyebarkan 89.568 lembar maklumat Kapolda Riau disertai dengan pemasangan 5.847 buah spanduk.


Polda Riau juga menyiapkan pembuatan 28 buah pompa portable menggunakan tenaga mesin sepeda motor. Juga dilakukan 22.834 kali kegiatan patroli darat dan 43 kali patroli udara.


Selain itu pihaknya secara rutin melakukan apel siaga seluruh jajaran yang sudah dilakukan sebanyak 875 kali.


“Kemudian melakukan kegiatan pembagian masker sebanyak 54.292 buah, dan 19 kali melakukan layanan kesehatan serta kegiatan pelatihan aplikasi GPS bagi petugas” tukas Narto.


Narto kembali menegaskan bahwa Polda Riau telah mempersiapkan dengan matang langkah-langkah penanganan karhutla terutama dalam menghadapi prediksi cuaca panas yang lebih panjang di tahun 2020 ini.


Dengan meningkatkan pembuatan sekat kanal, embung dan mempersiapkan secara terukur terkait dengan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam penanganan karhutla.


“Serta mengajak seluruh instansi terkait dan juga masyarakat secara bersama sama dalam melakukan tindakan nyata penanganan karhutla ini” ujarnya.


Dalam penegakan hukum saja, kata Narto sejak awal tahun 2020 jajaran Polda Riau telah melakukan penyidikan sebanyak 7 kasus dengan jumlah tersangka diamankan 9 orang, luas lahan terbakar mencapai 79,515 Ha.


Rincian penanganan kasusnya, urai Narto pertama di Polres Inhu 1 kasus dengan 3 TSK, luas lahan 3,5 Ha.
Kedua Polres Bengkalis 2 kasus dengan 2 TSK luas 70 Ha.
Ketiga Polres Siak 1 kasus dengan 1 TSK luas 1 Ha.
Keempat Polres Dumai 1 kasus dengan 1 TSK luas lahan 5 Ha.
Kelima Polresta Pekanbaru 1 kasus dengan 1 TSK 0.015 Ha.


“Inisial para TSK, HT, SY, SR, JR, RU, ER, SU, FW dan PS. Status kasus saat ini dalam tahap penyidikan” terang Narto. (rls)




Suami Perkosa Gadis ABG di Kebun, Istri Bantu Telanjangi Korban

Ilustrasi perkosaan. (Shutterstock)


ARB INdonesia, JAMBI – Warga di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun, Jambi digemparkan dengan aksi pemerkosaan yang dilakukan RP dan NR, pasangan suami istri terhadap gadis remaja berinisial DM (16).


Dilansir Jambiseru.com–jaringan Suara.com, aksi rudapaksa terhadap ABG itu terjadi pada awal tahun 2020 tepatnya pada Kamis (2/1/2020) lalu.


Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto mengakui telah menerima laporan terkait aksi pemerkosaan yang dilakukan pasutri terhadap DM.


Menurutnya, pasutri yang terlibat aksi pemerkosaan itu masih di bawah umur, yakni RP berusia 17 tahun dan NR berusia 16 tahun.


“Berdasar LP/B-01/1/2020/SPKT/Res Sarolangun tanggal 02 Januari 2020 tentang persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur. Pelapor berstatus korban yang merupakan seorang gadis atas nama DM merupakan warga Sukasari Kecamatan Sarolangun, kemudian pelakunya, suami istri masih di bawah umur warga Simpang Bukit,” kata Deny.


Dari penyidikan sementara, pasutri itu awalnya mengajak korban berjalan-jalan saat awal tahun baru ke tempat wisata Ancol, Sarolangun. Setelah mengimingi korban bepergian ke kota, korban dibawa ke kebun kawasan Desa Dusun Dalam.


Tak beberapa lama, RP kemudian memaksa agar korban melayani nafsu berahinya. Bahkan, pelaku sempat mengancam akan membunuh korban jika melawan.


“Tidak lama kemudian mereka jalan arah ke Bangko tepatnya di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin VIII. Sesampai di tengah perjalanan yang sepi terjadilah perbuatan pemerkosaan. Korban sempat diancam akan dibunuh jika tidak menyerahkan mahkotanya (kegadisan), sehingga terjadilah perbuatan persetubuhan,” ujarnya.


Kasus ini terungkap setelah DM yang didampingi orang tuanya melaporkan kejadian yang menimpanya kepada polisi.


Dari penelusuran aparat kepolisian, pasutri yang melakukan perbuatan amoral sempat terendus telah melarikan diri ke Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (9/1/2020) pekan lalu.


“Kemudian tanggal 12 Januari di perjalanan dengan menaiki bus ALS tepat pukul 21.00 WIB di depan Polsek Pelawan, Singkut, dilakukan pengadangan terhadap bis tersebut, saat itu kedua pelaku ini berada dalam bus dan diamankan oleh Satreskrim Polres Sarolangun. Saat ini pelaku sudah dimasukkan dalam tahanan,” katanya.


Dalam kasus ini, keduanya dijerat Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D dan atau pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E UU RI no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun bui.


Meski terlibat dalam kasus pemerkosaan ini, polisi tak melakukan penahanan kepada istri tersangka karena sedang mengandung anak.


“Tapi yang jelas istrinya tersangka juga karena membantu aksi suaminya. Bahkan peran istrinya ikut membantu membuka pakaian korban,” katanya.  (*)


loading…




Sumber suara.com
https://www.suara.com/news/2020/01/15/185526/suami-perkosa-gadis-abg-di-kebun-istri-bantu-telanjangi-korban




Opung Samirin Didakwa Curi Getah Karet 1,9 Kilogram Dituntut 10 Bulan Penjara

Opung Samirin dituntut 10 bulan penjara karena mencuri getah karet seberat 1,9 kg. (Foto: iNews/Dharma Setiawan)







ARB INdonesia, SIMALUNGUN – Seorang opung di Simalungun dituntut hukuman penjara 10 bulan akibat dituduh mencuri getah karet seberat 1,9 kilogram.


Harga getah karet seberat itu bernilai Rp17.400. Samirin (69) yang sehari-hari menggemala sapi ini kini tengah mendekam di sel tahanan Pengadilan Negeri Simalungun, Sumut. Dia dituntut sebuah perusahaan penghasil getah karet karena kasus pencurian.


Dia mengaku tidak berniat untuk mencuri getah karet yang masih berada di cangkir yang tersangkut di pohon karet. Dia mengaku hanya memungut sisa getah pohon karet saat menggembala sapi.







Namun oleh perusahaan, kakek dengan 12 cucu ini dilaporkan ke polisi pada pertengahan tahun lalu. Akibatnya dia harus mendekam di penjara sejak november 2019 silam.


“Getahnya saya jual lalu dibelikan rokok. Dituntut kaya gini, saya pasrah,” katanya, Rabu (15/1/2020).


Rasida, anak Kakek Samirin mengatakan tuntutan yang dihadapi bapaknya tidak sesuai dengan kerugian yang diderita perusahaan. Dia berharap hakim bisa membebaskan Kakek Samirin dari tuntutan dan bisa kembali kepada keluarga untuk menghabiskan sisa hidup di rumah.



“Kami harap Bapak bebas dan bisa kumpul dengan anak cucu,” katanya.


Usai persidangan, keluarga Kakek Samirin bersama warga dan awak media mengumpulkan sejumlah koin senilai 17.400 rupiah untuk menganti kerugian perusahaan karet tersebut. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan mencari rasa keadilan terhadap kaum lemah yang harus menjalani hukuman. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://sumut.sindonews.com/read/9388/1/opung-samirin-didakwa-curi-getah-karet-19-kilogram-dituntut-10-bulan-penjara-1579154460




Sidang Perdana Dugaan Ujaran Kebencian di Inhil, US Didampingi 7 Pengecara

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pengadilan Negeri Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sidang perdana terhadap terdakwa US atas kasus dugaan ujaran kebencian, Sidang digelar di Jalan Prof M. Yamin, Tembilahan, Selasa (14/01/2020) siang.


Adapun tindak pidana IT yang dilakukan oleh pemilik akun Facebook “Warga Langit” tersebut adalah berupa postingannya disalah satu grup Facebook.


Cuitan tersebut berbunyi, “Selamat  atas pelantikan presiden, semoga beliau secepatnya di panggil yang maha kuasa ” Amin “. sebutnya.







Pada Selasa (14/01/2020), terdakwa mendapatkan bantuan hukum dengan didampingi oleh 7 Pengacara yang diketuai oleh Muhsin SH. MH.


Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum sudah menyampaikan pembacaan dakwaan, namun sidang dilanjutkan pada pekan depan dengan pembacaan niat keberatan atas dakwaan Penuntut Umum mengenai eksepsi dari pihak Penasihat Hukum US.


“Minggu depan kita akan menyiapkan eksepsi terhadap dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum”, kata  Ketua Tim pengacara US, Muhsin, SH.MH.







“Kami akan terus berjuang dan kompak dalam mengawal kasus ini, ini demi mendampingi anggota IPMI Inhil” ujar Yudhia Perdana Sikumbang SH. CPL , pengacara muda sekaligus Ketua IPMI (Ikatan Pemuda Minang Inhil) yang berada di Inhil.


Sebagai informasi, ada 7 Pengacara yang  mendampingi usman dalam proses persidangan tersebut, yakni :
1) Dr. Tiar Ramon, SH,.MH (Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indragiri (UNISI), Advokat Senior Inhil),
2) Zainudin Acang, SH (Advokat Senior Inhil,  Ketua Inhil Lawyers Club),
3) Muhsin, SH,.MH (Dosen Fakultas Hukum UNISI),
4) Yudhia Perdana Sikumbang, SH,.CPL (Ketua IPMI Inhil, Advokat Inhil),
5) Hendri Irawan, SH (Ketua KDDI)
6) Adi Indria Putra, SHI (IPMI),
7) Defri Devito, SH (IPMI).


Editor Arb




Tengku Zulkarnain Curiga KPU Terima Suap Pilpres, “Uang Rp900 Juta Saja Diterima”

Tengku Zulkarnain







ARB INdonesia, JAKARTA – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain mencurigai Pilpres 2019 lalu sarat dengan transaksi suap.


Kecurigaan Tengku Zulkarnain bukan tanpa alasan. Mengingat Komisioner KPU, Wahyu Setiawan berani menerima suap dari politisi PDIP Rp900 juta.


Menurutnya, uang Rp900 juta saja diterima oleh Komisioner KPU, apalagi jika diiming-imingi duit puluhan miliar atau ratusan miliar.


“Uang suap Rp 900 Juta saja diterima Komisioner KPU, tdk terbayangkan jika kemarin puluhan bahkan mungkin saja ratusan milyar akan ditolak jika disodorkan utk mendudukkan oknum yg mau duduk dan berkuasa dgn cara suap. Bisakah kita percaya jika kerjanya kemarin ikhlas tanpa suap?,” kata Zulkarnain di akun Twitternya, Senin (13/1/2020).



Cuitan ustaz yang kerap melontarkan kritik keras kepada pemerintah Jokowi itu menuai reaksi dari warganet.


Sebagian warganet mendukung dan setuju dengan pendapat Zulkarnain. Tapi tak sedikit pula yang justru membully ustaz asal Sumatera tersebut.


“Pak @jokowi tolong kasihlah ayah naen ini jabatan kasian dia,” kata @Donchandr yang mengomentari cuitan  Zulkarnain.







“Alhamdulillah jika saya mau jabatan sudah sejak dahulu ditawarkan pada saya. Secuilpun saya tdk ngiler dgn jabatan apapun. Alhamdulillah,” jawab Zulkarnain.


Salah satu netter lantas membagikan foto Tengku Zulkarnain bersama Presiden ke-2 RI, Soeharto. Ia menyebut Tengku Zulkarnain adem-adem aja pada zaman Soeharto. Dia tidak garang seperti sekarang ini.


Namun tudingan itu dibantah oleh Zulkarnain. Ia menyebut sudah kritis sejak zaman Soeharto.


“Kalau kau tahu bagaimana isi ceramah saya di Medan zaman beliau (Soeharto) berkuasa, bulu kudukmu akan meremang. Silakan tanyakan pd semua muslimin di Medan,” tandas Zulkarnain. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/14/tengku-zulkarnain-curiga-kpu-terima-suap-pilpres-uang-rp900-juta-saja-diterima/