Meski Berizin Pegasus Tetap Disegel Permanen, Ini Penyebabnya

ARB INdonesia, PEKANBARU – Warung Internet Pegasus Cyber Sport di Jalan Srikandi Pekanbaru, disegel permanen oleh Satpol PP Kota Pekanbaru, meski sudah memiliki izin. 


Segel permanen itu dilakukan lantaran izin yang diberi diduga disalahgunakan pengelola.


“Warnet Pegasus Cyber Sport itu kita segel permanen. Mereka menyalahi izin diduga kuat menjalankan aktivitas judi,” tegas Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono, Kamis (23/1/2020).







Kepala Bidang Pengaduan Kebijakan dan Pelaporan Layanan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru, Quarte Rudianto mengakui Warnet Pegasus memang memiliki izin.


Quarte menyebut, meski memiliki izin, pengelola tidak punya itikad baik kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru khususnya kepada Satpol PP. Sebab, sejak disegel sampai sekarang pengelola tidak pernah melapor.


“Saya lihat di sistem Pegasus memang berizin tapi tak ada itikad baiknya. Sudah jelas berbuat salah malah diam saja. Tapi Warnet Alpha Gaming di Hangtuah ada melapor ke saya,” kata Quarte.



Diberitakan sebelumnya, tim gabungan Pemko Pekanbaru menyegel dua Warnet pada hari yang sama. Satu Warnet di Jalan Hangtuah, Alpha Gaming memang tidak memiliki izin sama sekali.


Sementara, Warnet Pegasus di Jalan Srikandi diduga menyalahi izin yang sudah diberikan. Pasalnya, di sana diduga terdapat aktivitas perjudian. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/01/23/meski-berizin-pegasus-tetap-disegel-permanen-ini-penyebabnya/#sthash.RqMFknID.dpbs




Pengedar Narkoba di Ringkus Polres Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Satres Narkoba Polres Inhil berhasil ringkus dua orang pengedar narkoba jenis ekstasi di dua TKP di Tembilahan,  Rabu (22/01/20) malam.


Penangkapan pertama pria inisial AL ditangkap tanpa perlawanan di Wisma Abu,  di Jalan H Sadri,  Tembilahan.


Pria berusia 31 tahun itu ditangkap bersama barang bukti 50 butir extacy merk RJ, uang tunai Rp 500.000, satu unit Hp dan satu unit sepeda motor.


Penangkapan kedua terhadap pelaku inisial AR (31) di Jalan Pangeran Hidayat,  Tembilahan. Dari tangan warga yang juga asli Tembilahan ini diamankan uang tunai Rp 1.450.000.







Kini kedua pelaku bersama barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Inhil guna penyidikan lebih lanjut.


Kasat Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar SH mengatakan membenarkan adanya penangkapan kedua pelaku tersebut.


Dijelaskannya,  penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada pria melakukan transaksi narkoba.


“Selanjutnya saya perintahkan personil untuk melakukan penyidikan dari informasi tersebut,  kemudian dari penyelidikan benar bahwasanya ada yang melakukan transaksi,”ujar Kasat.



Kemudian pelaku inisial AL langsung diamankan di Wisma Abu dengan barang bukti puluhan butir Ekstasi. Dari hasil pengembangan ternyata barang haram tersebut didapat dari pria berinisial AR.


“Setelah itu pria inisal AR langsung di amankan di Jalan Pangeran Hidayat dengan uang tunai yang diduga dari penjualan Ekstasi, “ucapnya.


Sebelum AR ditangkap tambah Kasat,  pelaku mencoba melarikan diri dengan meloncat ke dalam sungai.


“Kini kedua pelaku sudah diamankan ke Mapolres Inhil bersama barang bukti”tutup Kasat.  (rls)




Siswi SMP di Buleleng Berfoto Bugil Diduga Tergiur Uang Rp 500 Ribu

Ilustrasi pornografi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Peter O’Toole







ARB INdonesia, BULELENG – Beredar sebuah foto bugil seorang siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga viral di media sosial. Gadis itu diduga dibayar seseorang Rp 500 ribu untuk foto bugil itu.


“Itu kan sudah dilaporkan, itu sebenarnya fotonya 6 bulan yang lalu. Kemudian baru beredar sekarang, beredarnya hanya antara WhatsApp per person saja,” kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dihubungi, Kamis (23/1).


Polisi langsung menindaklanjuti dengan pihak sekolah terkait foto tersebut. Pihak sekolah pun sudah memberikan sanksi terhadap pelajar SMP di Kabupaten Buleleng, Bali.


“Hanya anaknya dikasih tindakan disiplin di sekolahnya langsung ditangani BP,” ujar dia.







Polisi Buru Penyebar


Dugaan sementara siswi itu memotret dirinya saat bugil karena diminta seseorang yang diduga memberi uang Rp 500 ribu. Namun informasi itu masih ditelusuri polisi.


“Sebenarnya, dia dikasih uang saja disuruh bugil. Secara pasti belum tahu (berapa uang). Tapi (dari) informasinya Rp 500 ribu,” kata dia.


Polisi saat ini juga masih menyelidiki pelaku yang meminta dan menyebarkan foto telanjang siswi tersebut. Karena saat ini, korban masih menutup diri. “Untuk yang menyebarkan itu masih diselidiki dan kita juga menunggu laporan dari pihak korban yang merasa dirugikan,” ujar Sumarjaya.







KPPAD Turun Tangan


Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali mendesak polisi mengungkap pelaku penyebaran foto bugil siswi SMP di Kabupaten Buleleng, Bali.


“Kami di KPPAD karena sudah viral di media sosial. Kami berharap siapa sebenarnya yang mengupload dan menyebarkan (foto) itu kan polisi bisa mengungkapkan,” kata salah satu anggota KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini saat dihubungi, Kamis (23/1).


KPPAD akan melakukan pendampingan terhadap korban tersebut. Proses pemulihan akan dilakukan KPPAD demi psikologis anak.


“Tentu kalau dalam perlindungan anak, ini adalah korban sehingga perlu pemulihan. Saya yakin teman-teman (KPPAD) di Singaraja (Kabupaten Buleleng) melakukan upaya-upaya pemulihan psikologinya dan itu paling penting. Saya berharap nanti, dalam proses identitas anak ini harus dilindungi,” imbuhnya.



Yastini mengaku, belum mengetahui persis kasus foto bugil tersebut. Karena, pihaknya belum secara langsung mengetahui kasus tersebut dari awal dan motifnya seperti apa. Hanya tahu dari informasi media sosial yang sudah viral.


“Saya belum turun ke Singaraja dan belum mendengar pastinya seperti apa. (Hanya) Tahu dari media kasus ini. Kami tentu akan terus mengawal kasus ini sesuai dengan koridor Undang-undang perlindungan anak,” ujarnya. (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/siswi-smp-di-buleleng-berfoto-bugil-diduga-tergiur-uang-rp-500-ribu.html




Kebelet BAB, Suami Malah Pergoki Istri Bersama Pria di Kamar Mandi

Ilustrasi poskotanews.com







ARB INdonesia, SUMBAWA – Suami mana tidak naik pitam melihat kelakuan istrinya di luar batas kewajaran. Ad memergoki istrinya Sah dengan pria lain, H, di kamar mandi rumah mereka.


Peristiwa itu terjadi 18 Januari lalu pukul 22 di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. Saking tak bisa membendung emosinya, Ad menusukkan pisau ke teman pria istrinya.


“Tanggal 18 Januari pukul 20, Ad sedang duduk di depan rumah saudara Mul. Tidak lama kemudian, saudara Ad meminta izin pulang ke rumah untuk membuat kopi,” kata kata Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio, Selasa (23/1).







Saat Ad tiba di rumah, dia tidak melihat istrinya Sah. Ad melanjutkan kegiatannya membuat kopi. Dia mengambil pisau yang dipakai untuk keperluan mengerik daun lontar. Kebiasaan warga setempat, daun lontar dijadikan rokok dan pisau itu kemudian diselipkan di pinggangnya.


Belum lagi rencana itu dia tunaikan, Ad mendadak sakit perut. Saat ini buang air besar, pintu kamar mandinya malah terkunci. Ad menggedor pintu memastikan ada orang di dalam kamar mandi.


“Kedengar suara istrinya. Ad minta istrinya membuka pintu, tapi istrinya tidak mau,” katanya.


Diduga sudah kebelet, Ad menobrak pintu kamar mandi itu. Betapa kagetnya Ad, di dalam kamar mandi tersebut bukannya cuma istrinya. Ada pria lain bersama Sah. Pria itu bersembunyi di dalam bak mandi.







“Sah berada di dalam kamar mandi bersama dengan seorang pria. Saat itu pelaku ada melihat sandal laki-laki berada di atas bibir bak mandi dan kemudian pelaku langsung masuk dan mendapatkan seorang laki-laki sedang bersembunyi di dalam bak mandi dengan posisi duduk jongkok sambil menunduk,” kata Tunggul.


Saking emosinya, Ad langsung mencabut pisau di pinggangnya dan menusukkan ke tubuh pria itu sebanyak satu kali mengenai bagian punggung korban. Korban sempat berdiri dan mengeluarkan pisau dan saat itu pelaku sempat hendak mau menusuk korban kembali namun saat itu diadang istrinya,” jelas dia.



Penuh kemarahan, Ad keluar rumahnya usai menusuk pria tersebut. Dia tidak menghiraukan keadaan korban.


Selang beberapa jam kemudian warga ada menemukan korban di selokan belakang rumah pelaku sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Ropang dan saksi-saksi sudah dimintai keterangan.


“Saat ini pelaku sudah kami amankan di Satuan Reskrim Polres Sumbawa,” tegas Tunggul. (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/kebelet-bab-suami-malah-pergoki-istri-bersama-pria-di-kamar-mandi.html




Sidang ke 2 Usman atas Dugaan Pelanggaran UU ITE, Tim Penasehat Hukum Nilai Kasus ini Terkesan Dipaksakan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pengadilan Negeri Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sidang kedua terhadap terdakwa Usman atas kasus dugaan ujaran kebencian yang ditujukannya kepada Presiden Jokowi, melalui akun Facebooknya pada tahun lalu.


Sidang kedua ini digelar di Jalan Prof M. Yamin, Tembilahan, Selasa (21/01/2020) sekitar  pukul 14.15. Adapun agendanya  pembacaan Eksepsi oleh Penasehat Hukum Terdakwa.


Dari pantauan langsung oleh arbindonesia.com dalam persidangan, pembacaan Eksepsi oleh Penasehat Hukum berjalan lancar tanpa ada sanggahan langsung dari Jaksa Penuntut Umum. Melainkan, Jaksa Penuntut Umum akan memberikan sanggahan di sidang selanjutnya pada Selasa mendatang.



Lima orang Penasehat Hukum yang hadir mendampingi Usman hari ini, melalui Yudhia Perdana Sikumbang, SH,.CPL,  saat diwawancarai mengatakan, dalam kasus dugaan tindak pidana ITE yang menimpa kliennya merupakan kasus yang dinilai terkesan dipaksakan oleh pihak penyidik.


Pasalnya, berdasarkan cuitan Usman di akun Facebook ‘Warga Langit’ yang berbunyi (Selamat  atas pelantikan presiden, semoga beliau secepatnya di panggil yang maha kuasa’.. Amin).


Cuitan tersebut menurut Penasihat Hukum, Dakwaan atas kasus Usman tersebut bukan tindak pidana.


“Seharusnya penyidik tidak serta merta menaikan semua kasus ke pengadilan. Penyidik itu punya kewenangan penyelesaian yang diduga tindak pidana di luar pengadilan, karnakan penjara itu cara terakhir,” kata Yudhia.


Selain itu, Yudhia juga menilai Dakwaan Jaksa Penuntut Umum atas kasus tindak pidana ITE ini juga terdapat  ‘cacat’ materil.


“Ada perbedaan yang signifikan antara BAP dengan Dakwaan”, ungkapnya.


Reporter Arbain




Bobol Mesin ATM di Minimarket Gunakan Las, Empat Pria Diciduk Polisi

Pelaku pembobolan minimarket di Tangerang Selatan. ©2020 Merdeka.com/Kirom







ARB INdonesia, TANGERANG – Aksi empat lelaki berinisial IE, RA, AM dan R, akhirnya terhenti setelah dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tangerang Selatan. Mereka digiring polisi setelah tujuh kali melakukan bobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang berada di minimarket.


Tujuh kali aksi bobol ATM di minimarket itu dilakukan para pelaku dalam kurun November hingga Desember 2019.


“Artinya setiap minggu para pelaku ini melancarkan aksinya,” terang Kapolres Kota Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan di Mapolresta Tangsel Senin (20/1).


Dari pengakuan para pelaku, ketujuh kali aksinya itu dilakukan di 7 tempat berbeda di wilayah kecamatan Setu, Ciputat, Cisauk dan Pondok Aren.


“Terakhir, para pelaku berhasil menggasak uang senilai Rp600 juta dari mesin ATM di TKP minimarket Pondok Aren,” terang Kapolres.



Dari keterangan para pelaku lanjut Kapolres, aksi pembobolan mesin ATM di dalam mini market itu, empat pelaku memiliki tugas dan peran berbeda.


“Ada yang sebagai joki, penunjuk TKP, pembobol mini market dan pembobol mesin ATM dengan alat las,” terang Ferdy.


Terhadap keempat pelaku, Polisi menyangkakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun penjara.


“Pelaku merupakan jaringan asal Palembang, mereka mengontrak terpisah dan berkumpul setiap kali beraksi di wilayah Jati Asih,” ucap Kapolres.  (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/bobol-mesin-atm-di-minimarket-gunakan-las-empat-pria-diciduk-polisi.html