JPU Batal Hadirkan Saksi, Sidang Terdakwa Usman atas Dugaan Ujaran Kebencian Ditunda

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sidang lanjutan terdakwa Usman atas dugaan kasus tindak pidana ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo hari ini terpaksa ditunda, Rabu (19/02/2020).


Pasalnya, Jaksa Penuntun Umum (JPU) yang seharusnya pada sidang lanjutan hari ini menghadirkan saksi, namum dikarenakan saksi tidak dapat hadir dengan alasan tertentu, maka dari Majelis Hakim terpaksa menunda sidang tersebut dan akan dilanjutkan pada Senin (24/2/2020) mendatang.


Atas penundaan sidang, Penasehat Hukum Terdakwa menyatakan menerima alasan-alasan yang disampaikan oleh JPU atas ketidak hadiran saksi dalam persidangan tersebut.


“Terkait ketidak hadiran saksi, alasan-alasanya dapat kita terima,” kata Muhsin, SH, MH, salah satu Penasehat Hukum terdakwa Usaman kepada media.


Selain itu, Muhsin juga menyampaikan bahwa sidang yang ditunda akan dilanjutkan pada 24 Februari mendatang, dan jadwalnya akan lebih didahulukan.


“Atas penundaan ini, biasanya sidang ini dilaksanakan jam 14:00, tapi di sidang yang akan datang dilaksanakan pagi sekitar pukul 10:00 wib,”  tuturnya.


Untuk diketahui, pada sidang lanjutan yang tertunda ini, Terdakwa Usman didampingi oleh 7 sekaligus Penasehat Hukum.


Reporter ARB




Oknum Polisi Diduga Penyeludup 10 Kg Sabu

Foto Fuad Fauzi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –Penyeludupan narkoba terus terjadi di Kota Dumai. Kali ini Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim Bea dan Cukai (BC) Dumai berhasil mengungkap penyeludupan 10 kg sabu dan 30.000 butir pil ekstasi. Empat pelaku diamankan pada operasi yang dilakukan, Senin (17/2) malam di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan.

Selain barang bukti, petugas BNN dan BC Dumai juga mengamankan empat pelaku. Masing-masing berinisial RI, RA, PU dan HE.  Mereka diduga jaringan narkoba internasional dari Malaysia. Salah satu pelaku berinisial RA diduga kuat merupakan oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Bengkalis. Berpangkat brigadir polisi.

“Jumlah barang bukti yang berhasil kami amankan 10 kg narkotika jenis sabu (methamphetamine) yang disembunyikan dalam kemasan teh cina warna hijau,” ujar Kepala BC Dumai Fuad Fauzi melalui Kasi Pusat Layanan Informasi (PLI) BC Dumai, Gatot Kuncoro, Selasa (18/2).

Ia mengatakan untuk barang bukti ekstasi disimpan dalam enam bungkus masing-masing berisi 5.000 butir. “Semuanya laki-laki, mereka berperan sebagai kurir dan mobil warna silver gelap BM 1601 JQ dan mobil merah BM 1402 RX,” tuturnya.

Ia mengatakan pengungkapan kasus ini atas dasar laporan dari masyarakat yang diterima pihaknya Sabtu (15/2)  lalu dan berhasil diungkap pada Senin malam (17/2) sekitar pukul 20.30 di salah satu swalayan yang ada di daerah Bukit Timah. 


“Sabu (methamphetamine) dan ekstasi (MDMA) diduga berasal dari Malaysia dikirim melalui Pulau Rupat dengan tujuan akhir diduga ke Medan,” jelasnya.

Pelaku diserahkan kepada tim BNN. Keberhasilan ini tidak lepas dari kepedulian masyarakat, yang ditindaklanjuti dengan baik oleh tim BNN dan BC Dumai dengan melakukan analisa data dan informasi secara bersama-sama. “Saat ini barang bukti dan tersangka dibawa ke BNN Pusat. Sudah kami serah terimakan,” tuturnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau Brigjen Pol Untung Subagyo mengakui, adanya pengungkapan penyeludupan narkoba dalam jumlah besar di Dumai. Namun, penangkapan ini bukan dilakukan pihaknya, melainkan BNN Pusat. “Informasinya begitu (pengungkapan penyelundupan narkoba, red). Yang nangkap itu BNN Pusat, kami hanya mem-back up saja,” ungkap Untung kepada Riau Pos, Selasa (18/2).

Riau Pos berusaha melakukan penelusuran di TKP untuk mencari data terkait penangkapan pelaku. Ternyata sebelum ditangkap petugas salah satu pelaku sempat membeli air mineral di salah satu retail dekat TKP. “Ada satu pelaku sedang belanja di sini Bang. Saat rekannya diamankan dia tetap tenang menunggu antrean membayar belanjaannya, namun belum sempat bayar dia di suruh keluar,” ujar karyawan toko retail yang mengaku bernama Ima (25).

Ima sama sekali tidak menyangka salah satu dari pelaku sedang berbelanja di toko tempat dia bekerja. Bahkan ia berhadapan langsung dengan salah satu pelaku yang diduga kurir narkoba 30 ribu butir pil ekstasi dan 10 kg sabu. 

“Saya sempat kaget, karena ada terdengar suara tembakan,” tuturnya. Saat dilihat ternyata, di depan toko ramai orang dan ada beberapa petugas menggunakan rompi BNN. Ia mengaku tidak berani keluar dari toko karena memang dilarang petugas. “Awalnya kami tidak tahu, kalau itu narkoba, tapi setelah ramai orang bilang ada pelaku narkoba diamankan,” sebutnya.

Sementara, warga lainnya, Regar mengatakan penangkapan pelaku narkoba memang jadi perhatian masyarakat. “Kami tahu saat sudah ramai,” tuturnya.

Di depan toko tersebut sudah banyak petugas yang menggunakan baju sipil  dan BNN. “Salah satu pelaku kami lihat ada menggunakan baju kaos warna cokelat bertuliskan polisi, tapi tidak lama diganti dengan baju hijau,” sebutnya.

Anggota Polres Ikut Ditahan

Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuyanto SIK mengakui satu di antara empat orang diamankan BNN di Kota Dumai membawa 10 kg sabu dan ribuan ekstasi anggota polisi yang bertugas di Polsek Rupat. Menurut Sigit, anggota Polsek Rupat yang diamankan ini berpangkat brigadir dengan inisial RA. Saat ini dia masih berada di tangan BNN.

“Kami sudah tahu itu. Satu yang diamankan merupakan anggota kami, sementara sekarang masih di tangan BNN. Masa penangkapan kasus narkoba ini selama enam hari dan bisa ditambah beberapa hari lagi sebelum mengumumkan status yang diamankan,” jelasnya. Sigit mengatakan, sampai saat ini status anggotanya yang ditangkap ini belum diketahui apakah tersangka atau saksi. (*)


loading…




Sumber riaupos.co
https://m.riaupos.co/224287-berita-oknum-polisi-diduga-penyeludup-10-kg-sabu.html




Coba Kabur saat Diminta Tunjukkan Barang Bukti, Begal Ini Ditembak

ARB INdonesia, MAKASSAR – Andika, tersangka pelaku begal di Makassar amruk usai dilumpuhkan dengan timah panas oleh pihak kepolisian, karena mencoba kabur saat hendak dilakukan pengembangan.

Ia berusaha kabur saat pencarian barang bukti dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), namun aparat menghadiahkan timah panas di kedua kakinya.

“Dia diamankan, namun berusaha kabur saat diiminta tunjukkan bukti,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, AKP Ramli JR, Selasa (18/2/2020).







Andika yang merupakan warga Jalan Tamalate, Makassar merupakan begal yang cukup licin. Dia sudah beraksi di banyak tempat namun susah ditangkap.

“Memang sudah sering beraksi tapi baru tertangkap,” kata Ramli.

Tersangka terkahir kali terpantau melakukan pencurian pada Januari 2020. Dia mencuri motor milik mahasiswa.

“Memang selalu menggunakan kunci T,” kata Ramli.

Tersangka kini mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diambil proyektil di kakinya.

Usai menjalani proses pengangkatan peluru di kaki pelaku, pelaku digirin ke Polsek Tamalate. Selanjutnya mengamankan barang bukti motor yang diucuri. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://makassar.sindonews.com/read/45631/1/coba-kabur-saat-diminta-tunjukkan-barang-bukti-begal-ini-ditembak-1582002130




Polda Riau Ungkap Perdagangan Kulit dan Organ Harimau di Inhu

ARB INdonesia, PEKANBARU – Polda Riau kembali mengungkap jaringan perdagangan organ harimau, tiga pelaku yang membawa dan menyimpan bagian tubuh dari Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrea) yang sudah mati.


Organ Harimau Sumatera tersebut antara lain 1 lembar kulit, 4 taring, dan 1 karung berisi tulang-belulang Raja Hutan yang disimpan dalam plastik dan karung.


Penangkapan dilakukan, Sabtu, 15 Februari 2020, sekitar pukul 11.00 wib, di Jalan Arjuna Dusun IV RT/RW 002/091 Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.


“Tim menerima informasi jual beli bagian tubuh Harimau Sumatera Jumat lalu, 14 Februari 2020. Ketiga tersangka membawa bagian tubuh Harimau Sumatera dari daerah Muara Tebo, Jambi menggunakan mobil Toyota Avanza nopol D 1606 ABK,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, M.Si melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Sunarto, Sabtu (15/2/2020).


Kabid Humas menjelaskan, ketiga pelaku mengaku akan mengantarkan bagian tubuh harimau tersebut kepada seseorang di daerah Air Molek, Inhu. Ketiga tersangka, MN Bin KR (45), warga Desa Balai Rajo, Kecamatan Tujuh Ilir, Tebo, Jambi, RT (57), warga Jorong Koto Baru, Desa Sisawah, Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat dan AT (43) Desa Seresam, Siberida, Inhu, Riau.


Ketiga pelaku merupakan kurir yang bertugas mengantar kulit dan tulang harimau dari Tebo Jambi oleh eksekutor AT (DPO) dengan upah 2 juta. Selanjutnya akan diserahkan kepada seseorang  HN (DPO) di Air Molek, Kabupaten Inhu.


“Ketiga tersangka kita amankan dan dibawa bersama barang bukti ke Mapolda Riau, Pekanbaru guna penyidikan lebih lanjut,” pungkas Sunarto.


Maraknya praktek Perdagangan illegal kulit dan organ harimau sumatera karena motif tingginya harga jual organ harimau di pasar gelap.


Selembar kulit harimau bisa dijual dengan harga sekitar Rp 30 juta – Rp 80 juta, taring harimau Rp 500 ribu – Rp 1 juta per buah, dan tulang harimau laku Rp 2 juta per kilo di pasar gelap. Harga tinggi itu disinyalir menjadi alasan para penyelundup untuk nekat melakukan aksi kejahatannya.


Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional, akan menghentikan kejahatan penyelundupan satwa tersebut, mengingat satwa itu sudah dalam kategori terancam punah.


“Ini bentuk kejahatan terorganisir dengan sistem terputus. Satu dengan lainnya memiliki tugas dan perannya masing-masing. Polda Riau akan terus perangi dan ungkap perdagangan illegal ini,” tegasnya.


Editor Arb




Diduga Lahan Konsesi PT IGJA Terbakar Seluas 3 Ha, ini Kata Kasat Reskrim Polres Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Indra Lamhot Sihombing memberikan klarifikasi terkait kebakaran lahan perkebunan seluas 3 hektare (Ha) di lokasi yang diduga masuk konsesi PT IndoGreen Jaya Abadi (IGJA), di Parit 10 Merusi, Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Inhil, Provinsi Riau.


Menurut Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Indra Lamhot Sihombing, kebakaran lahan perkebunan yang berdasarkan dugaan masuk ke kawasan konsesi milik PT IGJA itu, untuk sementara masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.


“Dugaan sementara kebakaran lahan itu terjadi di kawasan konsesi milik PT IGJA. Namun, ini masih dugaan. Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk kebenarannya,” tukas Kasat Reskrim melalui keterangan tertulis, Rabu (12/2/2020) malam.


Lebih lanjut, AKP Indra mengungkapkan adanya kesimpangsiuran informasi yang beredar sebelumnya terkait luasan lahan yang terbakar di lokasi yang diduga konsesi PT IGJA hingga mencapai 400 Hektare. Namun, informasi tersebut ditepis oleh AKP Indra yang menyatakan bahwa lahan yang terbakar luasannya hanya berkisar sekitar 3 hektare.


“Setelah kita lakukan crosscheck di lapangan, riil-nya sekitar 3 (tiga) Ha. Jadi, info yang menyebut 400 Ha itu tidak benar,” tutur AKP Indra.


Saat ini, kebakaran yang melanda lahan perkebunan yang diduga milik PT IGJA telah berhasil dipadamkan. AKP Indra mengatakan, sejumlah personel kepolisian bekerja sama dengan pihak perusahaan dalam upaya pemadaman kebakaran lahan perkebunan di lokasi konsesi yang diduga milik PT IGJA.


“Sudah padam sekarang. Kemarin, kami bersama pihak perusahaan menerjunkan sekitar 10 orang totalnya untuk pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi,” tutur AKP Indra seraya mengatakan, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran lahan tersebut.


Selanjutnya, AKP Indra juga memberikan imbauan kepada segenap masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya bagi yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan atau yang memiliki lahan untuk tidak lagi membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar.


“Sengaja maupun tidak sengaja, ada sanksi tegas, yakni sanksi pidana untuk tindakan pembakaran lahan sebagaimana yang diatur dalam UU Lingkungan Hidup, UU Kehutanan ataupun KUHP,” pungkas AKP Indra. (rls)




Tiga Warga Dumai Diamankan Tim Gabungan, Satu Koper Sabu Diamankan

ARB INdonesia, DUMAI – Tim gabungan Bareskrim Mabes Polri, Kepolisian Resort Dumai dan Kantor Pengawas dan Penindakan Bea Cukai (KPPBC) Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan 14 kg diduga narkotika jenis sabu-sabu, Senin (10/2/2020).

Dalam pengungkapan kasus itu tim gabungan berhasil mengamankan tiga pelaku yang merupakan warga Kota Dumai masing-masing berinisial TJ, OR dan RM. Penangkapan itu merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya 30 kg sabu di Kabupaten Rohil.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira didampingi Kepala KPPBC Dumai, Fuad Fauzi dalam press realese, Selasa (11/2/2020) menjelaskan, penangkapan belasan kilogram diduga narkotika jenis sabu ini merupakan pengembangan atas pengungkapan kasus narkoba sebanyak 30 kg di Jalan Simpang Bangko, Kabupaten Rohil awal Februari lalu.

“Berdasarkan penangkapan itu kita mendapatkan informasi bahwa jaringan mereka masuk ke Kota Dumai dan kita berhasil mengamankan 3 pelaku dengan jumlah barang bukti sekitar 14 kg diduga narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam sebuah koper warna hitam,” ujar Kapolres.

Dijelaskan AKBP Andri, untuk peranan ketiga pelaku masing-masing berperan sebagai kurir, dimana TJ dan RM menjemput dan menyerahkan barang haram tersebut kepada OR. “TJ dan RM terlebih dahulu amankan, saat dilakukan pengembangan petugas berhasil mengamankan OR. Menurut keterangan para pelaku barang itu akan dikirim ke Kota Medan,” terangnya.

Bahkan, menurut keterangan para pelaku dengan peran sebagai kurir mereka mendapatkan upah dengan total sebesar Rp 10 juta untuk tugas menjemput dan mengirimkan 14 kg sabu yang dibungkus dalam 14 pekat dengan berat lebih kurang 1 kg setiap paketnya.
“Mereka (pelaku, red) juga mengakui bahwa baru pertama kalinya menjadi kurir dalam menyeludupkan diduga narkotika jenis sabu tersebur,” sebut Kapolres.

Ia juga menambahkan, ketiga pelaku beserta barang bukti diamankan di Polres Dumai guna penyidikan lebih lanjut guna mengungkap peredaran narkotikan di Kota Dumai. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/11/tiga-warga-dumai-diamankan-tim-gabungan-satu-koper-sabu-diamankan/#sthash.n6LdEzo8.dpbs