Dugaan Penyebaran Berita Hoaxs, Anggota DPRD Dilaporkan ke Polres Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tim kuasa hukum Inhil Hebat laporkan dugaan penyebaran berita hoaxs yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Inhil inisial EG Politisi asal Partai PKB.

Laporan tersebut dilayangkan oleh kuasa hukum inhil hebat melalui Damrie SH, Zainuddin SH, Febiani Hasibuan SH, Adi Indria Putra SH.I pada Tanggal 09/11/2024 ke Polres Resort Indragiri Hilir.

Zainuddin SH mengatakan pelaporan yang dilakukan guna menindaklanjuti dugaan pelanggaran Undang-undang ITE pasal 45A ayat (2) No 19 tahun 2016 terhadap terlapor.

“Kami dari tim kuasa hukum Inhil Hebat telah melaporkan saudara EG ke polres Inhil,” terang Kuasa Hukum Sabtu, 16/11/2024.

Kuasa hukum inhil hebat melanjutkan bentuk pelaporan yang di layangkan oleh dirinya bersama tim kuasa hukum Inhil Hebat agar persoalan ini segera di tindak lanjuti oleh polres inhil.

“Sebagai wujud nyata dari upaya klein kami untuk memastikan agar proses hukum yang sedang ditangani oleh Polres Inhil dapat berjalan dengan baik dan lancar,” jelas Kuasa Hukum.

Kasus ini bermula ketika Politisi dari Partai PKB berinisial EG diduga telah menyebarkan berita hoaxs di salah satu group WA.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 47 detik yang di sebar oleh oknum anggota DPRD EG tersebut memuat narasi terkait persoalan pendirian minimarket yang sempat menjadi kontroversi antara pernyataan mantan Pj Bupati Herman dan Pj Bupati saat ini Erisman.

Namun dalam video yang disebar kutipan gambar visual antara pernyataan mantan Pj. Bupati Herman itu sengaja di gabung bersama pernyataan Pj. Bupati Inhil Erisman Yahya.

Ironisnya video pernyataan itu tampak sengaja dilakukan pengeditan dengan penggiringan opini dalam bentuk narasi seolah mantan Pj Bupati Inhil Herman telah menuding Pj Bupati Erisman Yahya telah mengeluarkan izin pendirian minimarket yang berlokasi di sungai beringin tembilahan Hilir.

Padahal dalam rekaman saat Haji Herman berkampanye di jalan Haji Sadri kala itu tidak pernah menyebut nama Pj Bupati Erisman Yahya dalam rekaman video yang dirilis oleh akun resmi milik Haji Herman.

Persoalan ini kemudian yang membuat tim kuasa hukum Inhil Hebat melaporkan oknum anggota DPRD tersebut ke polres Indragiri Hilir.

Kuasa hukum berharap pelaporan tersebut merupakan langkah pertama dan terakhir agar kedepan tidak lagi terjadi hal serupa.

“Kita berharap masyarakat inhil tidak mudah menyebarkan berita yang tidak jelas kebenarannya agar tidak terjerat persoalan hukum yang kita tidak inginkan sama-sama,” harap Kuasa Hukum. *




Berantas Peredaran Narkoba, Rutan Dumai Gelar Razia Bersama APH

ARB INdonesia, DUMAI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai menggelar razia kamar hunian warga binaan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) setempat, Senin (4/11/2024).

Adapun APH yang tergabung dalam razia tersebut diantaranya Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai, Kepolisian Resort(Polres) Dumai, Kodim 0320 Dumai.

Razia ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Dumai, Yudhi Khairudin, dalam menyampaikan bahwa razia ini digelar dalam rangka melaksanakan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Yang salah satunya memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan,” tuturnya.

Yudhi juga mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi APH setempat dan ini adalah wujud komitmen nyata Rutan Dumai dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan dan pemberantasan narkoba di lingkungan Rutan Dumai.

“Semoga sinergi ini terus berjalan dengan baik demi mewujudkan ASTA CITA Presiden dan Wakil Presiden dalam hal pemberantasan narkoba,” ucap Yudhi.

Razia ini menyasar blok hunian warga binaan, hasil yang ditemukan kemudian didata dan dimusnahkan langsung. *




Speedboat Bermuatan 81 Dus Rokok Ilegal Dibawa ke Mako Satpolairud Polres Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Inhil berhasil menggagalkan penyelundupan kurang lebih 4000 slop rokok ilegal tanpa cukai di Perairan Concong Luar, Kecamatan Concong, Kabupaten Inhil, Selasa (13/8/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari pengungkapan ini Polisi berhasil mengamankan speedboat 200 PK bermesin dua dengan 3 orang tersangka inisial SP (31), JL (41) dan FF (32) membawa 81 dus atau kurang lebih 4000 slop rokok ilegal berbagai merk.

Hal itu dibenarkan Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan SIK melalui Kasat Polairud AKP Ridwan SH, MH saat dikonfirmasi.

“Ya benar, kami telah berhasil mengungkap penyelundupan rokok ilegal tanpa cukai di Perairan Concong, Kecamatan Concong,”ujarnya.

Dijelaskannya, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya penyelundupan rokok ilegal di Perairan Concong. Kemudian Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan memerintahkan untuk melakukan penyelidikan.

“Saat di lapangan kami melihat ada speedboat yang mencurigakan, setelah diberhentikan benar bahwasanya speed itu berisi puluhan rokok ilegal,”ucapnya lagi.

Kemudian 3 orang tersangka bersama barang bukti rokok ilegal dan speedboat tersebut dibawa ke Mako Satpolairud Polres Inhil untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.***




Sebabkan 1,5 Ha Lahan Terbakar, Satu Warga di Pulau Burung Berurusan Dengan Hukum

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang warga Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau terpaksa harus berurusan dengan hukum.

Warga tersebut berinisial SH (46). Ia diduga melakukan pembakaran lahan pertanian dan mengakibatkan lahan yang terbakar tersebut merembet ke lahan sempadan milik warga lainnya.

Berdasarkan informasi kepolisian, kurang lebih 1,5 Ha lahan terbakar di parit 2 Km 2.5 Desa Pulau Burung, (20/7/2024) sore.

Pada Rabu (24/7/2024), aparat setempat (Polsek Pulau Burung) mendapat informasi telah terjadi Kebakaran lahan milik SH yang membesar dan merembet ke lahan milik warga lainnya.

Tim sampai harus melakukan pemadaman dan pendinginan api di lokasi yang saat itu pemilik lahan juga berada di lokasi.

“Saat diinterogasi pemilik lahan mengakui telah melakukan pembakaran dilahan tersebut pada Jumat 20 Juli 2024 lalu. Setelah dibakar SH meninggalkan lahan miliknya dan datang kembali pada hari Selasa (23/7), namun api sudah membesar dan merambat ke lahan sempadan,” kata Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan.

Di lokasi juga ditemukan tumpukan kayu bekas pembakaran Parang panjang dan sebuah mancis milik SH.

“Bahwa pemilik mencincang dan menumpukkan kayu-kayu kering dan membakar agar cepat bersih. Sehingga pemilik lahan dikenai Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat 1 huruf h Undang – Undang No 32 tahun 2009 tentang PPLH sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang No 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang No 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang – Undang atau Pasal 188 KUHpirana,” tulisnya.

Ia menambahkan, pemilik lahan dengan terpaksa dibawa Kepolsek Pulau Burung untuk diminta keterangan guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Sekali lagi kami imbau masyarakat di wilayah hukum Polres Inhil, jangan sampai melakukan tindakan atau perbuatan melakukan pembakaran hutan atau lahan, apapun alasan kepentingannya. Dampaknya akan sangat merugikan semua orang, merusak lingkungan, merusak nama baik bangsa dan akan ada konsekuensi hukum serta denda yang tidak ringan bagi pelaku Karhutla,” terang Kapolres. ***




Tersangka Kasus Percobaan Begal yang Jadi Tahanan Polsek Tembilahan Hulu Menikahi Kekasihnya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang tersangka kasus percobaan begal harus menikahi gadis pujaannya di Polsek Tembilahan Hulu karena dalam masa penahanan pihak kepolisian.

Jeruji besi tidak menghalangi AE untuk menikahi wanita pujaan hatinya NM, dimana AE adalah tahanan Polsek Tembilahan Hulu.

Pernikahan AE dengan kekasihnya NM itu diselenggarakan secara sederhana pada Senin (22/4/2024) sekitar pukul 13.30 di Aula Polsek Tembilahan Hulu.

Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Ricky Marzuki menjelaskan meski ditahan bukan berarti hak untuk menikah seseorang hilang. Semua tahanan yang tengah menyandang status tahanan tetap punya hak untuk menikah tanpa pengecualian.

“Pernikahan yang dilakukan tahanan memang tidak dilarang sepanjang tidak menggangu proses penyidikan,” ujar AKP Ricky.

Ditambahkan, sepanjang pernikahan tersebut dilangsungkan di kantor Polisi tidak masalah karena lebih bertujuan untuk keamanan, seperti mencegah tahanan kabur.

“Pernikahan seorang tahanan di Polsek Tembilahan Hulu hanya dihadiri KUA, keluarga dan kerabat dengan jumlah terbatas,” pungkasnya. ***




Dugaan Pembegalan di Tembilahan Hulu, Polres Inhil Gelar Press Rilis

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Polres Indragiri Hilir (Inhil), Polda Riau mengungkap kasus menonjol dugaan pembegalan yang terjadi di Kelurahan Tembilahan Hulu, wilayah Polsek Tembilahan Hulu dalam Press Realese, pada Selasa (16/4/2024).

Press rilis menghadirkan 4 terduga pelaku dari 2 perkara yang sama beserta barang bukti di hadapan pewarta.

Kapolres Inhil AKBP Budi, Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Ricky Marzuki dan Kasi Humas Polres Inhil Iptu Bambang hadir langsung pada press rilis tersebut.

Pengungkapan dan penangkapan dugaan pembegalan ini berawal dari postingan status netizen yang menjadi viral di media sosial Facebook, beberapa hari yang lalu.

Postingan di media sosial itu mengimbau masyarakat Tembilahan untuk berhati-hati jika berkendara di wilayah Tembilahan Hulu pada malam hari, sebab marak aksi percobaan pembegalan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda.

Sekelompok pemuda ini dikabarkan memakai senjata tajam dan mengendarai sepeda motor jenis “vario putih” tanpa plat nomor polisi ketika melancarkan aksinya.

“Ada laporan warga di media sosial dan viral mengenai percobaan pembegalan dengan senjata tajam di dua lokasi yang meresahkan, ciri cirinya memakai vario putih. Akhirnya dilakukan penindakan, 4 pelaku berhasil diamankan,” kata Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan.

TKP pertama pelaku berjumlah 3 orang inisial M (22), BC (24) dan AE (21). TKP kedua diamankan 1 pelaku inisial RB (19). Keempat pelaku dan 3 diantaranya adalah residivis yang baru keluar sehari sebelum lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Tiga pelaku diamankan di Jalan Suhada Tembilahan Hulu, satu pelaku lagi diamankan di Jalan Lingkar Tembilahan. Dari hasil penyidikan ternyata 3 pelaku adalah residivis kasus penganiayaan, dan 1 pelaku kasus Pencurian dengan kekerasan (Curas),” paparnya.

Motif pelaku melancarkan aksinya untuk mencari uang dari barang-barang yang dibawa oleh calon korban, lalu dibelikan minuman alkohol. Ia menegaskan bahwa perkara ini akan terus dinaikkan hingga tahap selanjutnya.

“Tidak ada restorative justice, pekara ini akan tetap kita lanjutkan ketahap selanjutnya,” tegasnya.