Kerap Diejek sebagai Benalu, Mertua Cekik Mati Menantu yang Sedang Tidur

ARBIndonesia.com – Sakit hati karena dianggap “benalu”, lelaki berusia 80 tahun di Jember, Jawa Timur bernama Sumar menghabisi nyawa menantunya, Zeli alias Mora (55).


Pembunuhan tersebut terungkap saat warga mencium bau bangkai menyengat dari rumah Sumar di Dusun Congapan, Lingkungan Gunung Gabek, Desa Karangbayat, Selasa (10/3/2020) malam.


Seperti diberitakan Beritajatim.com, setelah dicek, ternyata dalam rumah ada mayat lelaki yang sudah membusuk.


Selanjutnya, polisi membawa jenazah Zeli alias Mora untuk diautopsi di Rumah Sakit Daerah dr Soebandi.


“Kami juga mengamankan penghuni rumah. Smr mengaku membunuh korban,” kata Kepala Subbagian Bina Operasional Reserse dan Krimimnalitas Polres Jember Inspektur Satu Solehan Arif, Kamis (12/3/2020).


Ia mengatakan, Sumar membunuh menantunya sendiri dengan cara dicekik saat korban tertidur.


“Tersangka dan korban tinggal satu rumah. Korban adalah menantu tersangka,” kata Solehan.


Dia mengatakan, motif pembunuhan itu adalah korban kerap menghina ayah mertuanya sendiri.


“Korban sering menghina dan mengolok-olok tersangka karena tersangka menumpang makan dan tidur. Jadi tersangka sakit hati,” kata Solehan.


Pembunuhan dilakukan pada 7 Maret 2020. Setelah membunuh, Sumar sempat memberitahu istri dan anaknya. Sumar terancam hukuman 15 tahun penjara.


Sumber : Suara.com




Janin Dibuang di Toilet Mal di Kelapa Gading, Pelaku Teridentifikasi

ARBIndonesia.com – Janin yang diperkirakan berusia 30 minggu ditemukan di sebuah toilet di dalam mal di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku saat ini sudah teridentifikasi.


“Pelaku sudah kita identifikasi,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Rango Siregar dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (12/3/2020).


Hanya saja, Rango tidak mengungkap siapa pelaku tersebut. Rango juga enggan membeberkan lebih lanjut apakah pelaku adalah pengunjung atau bukan.


‘Nanti saja,” kata Rango.


Janin itu ditemukan oleh petugas kebersihan pada Selasa (10/3), sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu, petugas kebersihan sedang melakukan bersih-bersih di toilet khusus perempuan.


“Sedang bersih-bersih toilet khusus perempuan, saksi melihat janin yang berada di dalam closet,” ucapnya.


Setelah mengetahui hal itu, petugas kebersihan lalu melaporkan kepada petugas keamanan mall dan diteruskan ke pihak kepolisian. Saat ini, polisi masih mencari pelaku pembuangan janin tersebut.


“Pelaku masih kita selidiki,” tandas Rango.


Sumber : Detik.com




Mortir Ditemukan di Belakang Perkantoran Tenayan Raya

ARBIndonesia.com – Satu mortir ditemukan di bekas perkebunan PT Bintan di Jalan Badak Ujung, RT 03 RW 01, Kelurahan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (12/3/2020) siang. Mortir berwarna biru dan sudah berkarat.


Mortir itu pertama kali ditemukan oleh karyawan PT Medco saat melakukan penggalian lahan untuk pemasangan pipa PLTG dari Kabupaten Siak ke Kecamatan Tenayan Raya. Tanah dikeruk menggunakan alat berat.


Pekerjaan itu dilakukan tak jauh dari belakang Perkantoran Tenayan Raya. Petugas yang bekerja mengendalikan alat berat tanpa sengaja mengangkat besi dan meletakkannya ke tanah.


Setelah diamati, besi itu berbentuk mortir. Menghindari hal tak diinginkan, pekerja langsung melaporkan temuan itu ke Polsek Tenayan Raya.


Tim yang dipimpin Kapolsek, Kompol Hanafi Tanjung, langsung turun ke lokasi penemuan untuk memastikan mortir tersebut. “Mortir itu ditemukan di kedalaman 30 cm,” ujar Hanafi.


Hanafi langsung menghubungi tim penjinak bom (jibom) untuk memastikan mortir itu aktif atau tidak. “Mortir langsung diamankan,” kata Hanafi.


Mortir itu memiliki ukuran panjang 175 cm dengan diameter 90 cm. “Berat mortir lebih kurang 100 kilogram,” ucap Hanafi.


Menurut keterangan sejumlah saksi, di daerah itu beberapa tahun lalu pernah dijadikan tempat latihan TNI Angkatan Udara. “Menurut saksi pada tahun 1980, lokasi penemuan mortir jadi tempat latihan angkatan udara,” tutur Hanafi.


Penemuan itu langsung dikoordinasikan dengan personel TNI AU dari Lanud Roesmin Nurjadin. Disebutkan kalau mortir tersebut sudah tidak aktif.


“Untuk memastikannya, mortir tersebut dibawa oleh personel TNI AU. Akan diperiksa lagi,” tutup Hanafi.


Sumber : Cakaplah.com




Miliki Sabu, Petani di Siak Diamankan

ARBIndonesia – Seorang petani di Bungaraya Kabupaten Siak diamankan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Siak, karena kedapatan menguasai dan mengedarkan diduga Narkotika jenis Sabu di wilayah hukum Polres Siak.


“Ya benar pada hari Rabu (11/3) dini hari sekira pukul 02:30 WIB, anggota kita berhasil mengamankan seorang warga Dusun Sri Mersing Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak inisial P als Pay (40) yang merupakan seorang petani, ujar Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SH SIK MIK melalui Kasat Narkoba AKP Jailani SH .


“P (40) Alias Pay , merupakan seorang petani di Kecamatan Bungaraya dan memilih kerja sambilan jadi pengedar Sabu , Karna alasan ekonomi petani tersebut nekat menjadi pengedar sabu sebut, Jailani ” .


Penangkapan terhadap pelaku merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang sudah resah atas aktifitas pelaku sebagai pengedar sabu di Kecamatan Bungaraya .


Petani asal Sumatra utara itu diamankan Polisi dirumahnya Dusun Sri mersing Kp Jati baru Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak setelah Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Siak melakukan penggeledahan Dirumah pelaku yang disaksikan ketua RT setempat .


Dalam penggeledahan tersebut Polisi berhasil menemukan diduga Narkotika Jenis Sabu sebanyak lima paket dengan berat 8,28 gram , yang disimpan pelaku ditumpukan pakaian kotor , dan pelaku mengakui kalau barang haram tersebut didapatnya dari rekan nya bernama Edo di kota Pekanbaru.


“Saat ini Edo yang merupakan pemasok barang haram tersebut sedang kita lakukan pengejaran dan sudah kita tetapkan sebagai DPO Polres Siak. Sementara Pelaku dan barang bukti sebanyak 5 paket seberat 8,28 gram diduga sabu sudah kita amankan di Mapolres Siak guna proses penyidikan lebih lanjut, pungkas Kasat.


Sumber : Haluanriau.co




Simpan Sabu-sabu di Pembalut, Wanita Paruh Baya Ditangkap

ARBIndonesia.com – Na alias Ani (55), warga Dusun Simpang Pujud, Kepenghuluan Bahtera Makmur Kecamatan Bagan Sinembah harus berurusan dengan hukum. Wanita paruh baya yang berprofesi sebagai pelayan warung di Dusun Simpang Pujud ini ditangkap setelah ketahuan menyimpan sabu-sabu di dalam pembalut miliknya.


“Selain sebagai Pelayan warung, tersangka ini juga diduga sebagai pengedar dan pemakai narkoba” kata Kapolsek Bagan Sinembah AKBP.Panangian SH MSi saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Nur Rahim SIK, Kamis (12/3/2020).


Dijelaskan Nur Rahim, penangkapan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Bripka Sobarudin saat ia sedang melakukan kegiatan sambang warga di Dusun Simpang Pujud, tepatnya di salah satu rumah kontrakan warga sekitar, Rabu (11/3/2020), sekitar pukul 14.30 WIB.


Ketika itu ada seorang laki-laki yang sedang teriak-teriak sambil masuk kesalah satu rumah kontrakan. Melihat hal itu Bripka Sobaruddin menemui laki laki tersebut sembari bertanya apa yang terjadi, namun laki-laki tersebut menjawab tidak terjadi apa-apa dan saat pria tersebut diajak keluar oleh Bripka Sobar terdengar suara perempuan dari dalam rumah. 


“Mendengar hal itu, Bripka Sobar kembali masuk ke rumah tersebut dan mendapati seorang wanita paruh baya yang sedang memegang bungkusan pembalut wanita dengan gelagat wajah cemas dan ketakutan.” jelas Baim


Karena merasa curiga, selanjutnya Bripka Sobar meminta wanita paruh baya untuk membuka isi bungkusan pembalut tersebut. Awalnya, wanita itu tidak bersedia dan setelah didesak kemudian tersangka mau mengeluarkannya. Ternyata di dalam pembalut tersebut berisikan satu bungkus plastik bening klip merah yang terdapat butiran kristal bening diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 0,68 gram.


Selain barang bukti sabu-sabu, juga ditemukan satu bungkus rokok merk Gudang Garam Surya yang di dalamnya terdapat satu buah mancis tanpa batu dan tanpa tutup kepala, satu buah pipa plastik bening ukuran kecil (pipet), satu buah mata jarum suntik, satu buah alat hisab sabu (bong) terbuat dari botol lasegar berikut pipa-pipa plastik bening berukuran kecil (pipet) yang terhubung dengan bong.


“Mengetahui isi bungkusan tersebut Bripka Sobaruddin langsung mengamankan tersangka dan menghubungi Tim Opsnal Polsek Bagan Sinembah beserta aparat desa. Dan, kemudian tersangka bersama barang bukti digelandang ke Mapolsek Bagan Sinembah guna pengusutan lebih lanjut,” ungkas Baim.


Sumber : Datariau.com




Ungkapan Usman, Tidak ada Niat Mengajak Anggota Grub FB untuk Membeci Presiden

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sudah berjalan 10 kali, sidang terdakwa Usman warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) atas dugaan kasus tindak pidana ujaran kebencian masih terus berlanjut.


Pada sidang yang ke 10 ini, persidangan baru dimulai sekitar pukul 18.31 wib, dalam agenda mendengarkan keterangan terdakwa Usman, Senin (9/3/2020).


Dari pantauan langsung dalam persidangan, untuk menggali keterangan sesungguhnya dari terdakwa, Ketua Majelis Hakim, Nurmala Sinurait, SH.,MH menyapaikan berbabgai pertanyaan kepada terdakwa Usman.


“Kapan dan dimana postingan tersebut dibuat oleh terdakwa?,” tanya Ketua MH.


“Saya buat pada tanggal 20 oktober 2019 sekitar jam 08.00 wib bertepatan pada hari pelantikan Presiden Jokowi,” jawab Usman.


Lanjut Ketua MH, kenapa postingan tersebut dihapus?


“Dikarenakan saya merasa bersalah, lalu juga ada yang menginboxs saya untuk menghapus postingan tersebut, ada juga yang mengancam saya akan menciduk saya,” jawabnya lagi.







Selain itu, Nurmala Sinurait, SH.,MH juga mempertanyakan maksud dan tujuan terdakwa membuat postingan tersebut.


Menjawab hal itu, Usman mengaku postingan tersebut dibuat secara spontanitas, dengan maksud hanya meluapkan rasa kekesalan dan kekecewaan terhadap presiden. Sebab munurut Usman yang berlatar belakang pedagang, bahwa saat itu perekonomian yang ia rasakan pada  pemerintahan Presiden Jokowi terasa sulit.


“Banyak rekan-rekan saya yang gulung tikar pada kepemimpinan Presiden Jokowi,” katanya dalam persidangan.


Selain itu juga, dengan tegas Jaksa Penuntut Umum ‘melemparkan’ pertanyaan terhadap terdakwa, apakah saudara pada waktu itu adalah pendukung Jokowi atau Prabowo?


“Tidak pak, saya bukan pendukung keduanya. Justru pada tahun 2014 saya memilih jokowi, karena saya merasa tidak ada perubahan atas janji-janjinya kepada rakyat, makanya saya kecewa,” jawab Usman.







Sementara itu, Tim Penasehat Hukum mempertegaskan kepada terdakwa melalui pertanyaan, adakah niatan saudara membuat postingan tersebut untuk mengajak orang dan anggota grub Facebook Kabupaten Indragiri Hilir tersebut untuk membenci Presiden Joko Widodo?, “Tolong jawab iya atau tidak”, ujar Yudhia Perdana Sikumbang.


Dengan tegas terdakwa Usman menjawab “TIDAK”, atas hal itu penasihat hukum langsung menyatakan cukup kepada Ketua Majelis Hakim.


Untuk diketahui, mengawali persidangan tersebut, terlebih dahulu tim Penasehat Hukum terdakwa Usman yang berjumlah 7 Pengacara mengajukan 7 Alat Bukti Surat (ABS) kepada Majelis Hakim, guna untuk meringankan dakwaan terhadap Usman.


Sidang lanjutan akan digelar pada Kamis, 12 Maret 2020 dengan agenda mendengar tuntutan JPU kepada terdakwa Usman.


Reporter Arbain