Gelar Razia, Polisi Pergoki 7 Pasangan Mesum 'Kelonan' di Hotel

ARB INdonesia.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) melalui Tim Operasi Pekat I mengamankan tujuh pasangan bukan suami istri saat kegiatan razia di hotel dan penginapan yang ada di Kota Ternate.


“Dalam menghadapi bulan suci Ramadan 1441 Hijriah, Tim Operasi Pekat I melakukan patroli dan razia di penginapan dan mengamankan tujuh pasangan bukan suami istri di TKP,” kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan di Ternate, Minggu (15/3).


Dalam razia itu, dua pasangan diamankan di penginapan Lemon Inn berinisial SN dan HH serta MS dan SHB, satu pasangan di penginapan Mandiri IV berinisial RL dan AI, satu pasangan di Wisma D’Boss berinisial AS dan EN, satu pasangan di penginapan Aranis berinisial MSR dan SA, dua pasangan di Hotel Forum berinisial SH dan Y serta AK dan RL.


Dalam pelaksanaan patroli dan razia penginapan ini Tim Ops Pekat I Polda Malut juga mengamankan dua pemuda yang sedang mengkonsumsi minuman keras di dalam kamar Hotel Forum Kelurahan Gamalama dengan inisial RS dan FD.


Selanjutnya, 7 pasangan yang bukan pasangan suami istri dan 2 pemuda itu di bawa ke Posko Ops Pekat untuk didata dan diberikan pembinaan.


Sedangkan, untuk 7 pasangan yang bukan pasangan suami istri dan dua pemuda yang mengkonsumsi minuman keras yang beragama Islam langsung diserahkan ke Tim TGRM Polda Malut di Masjid Soa untuk dilakukan pembinaan secara agama, sedangkan untuk Nasrani diberikan pembinaan di posko digital Ops Pekat I 2020 Polda Malut.


Adip menyampaikan kegiatan Operasi Pekat I 2020 Polda Malut dilaksanakan dalam rangka meminimalisir gangguan kambtibmas.


“Polda tengah genjar melaksanakan Operasi Pekat I tahun 2020 menjelang bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah dan diharapkan dengan operasi ini dapat meminimalisir gangguan kambtibmas, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan tenteram.” ujar Adip.


Dia menambahkan, untuk kegiatan ini akan terus dilaksanakan sampai masyarakat di Malut benar-benar terbebas dari penyakit masyarakat.


Sumber : Merdeka.com




Sesosok Mayat Ditemukan di Dalam Parit Jalan Riau

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Sesosok mayat ditemukan dalam kondisi telungkup di dalan parit di Jalan Riau depan kedai Kopi Pao Pekanbaru, Ahad (15/3/2020) pagi.


Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Budhia mengatakan bahwa penemuan mayat terjadi pada saat saksi yang hendak menyapu di pinggir jalan.


“Melihat kejadian tersebut, warga segera menghubungi Polsek terdekat,” ucap Budhia, Ahad (15/3/2020).


Pukul 08.30 WIB anggota patroli Polsek Payung Sekaki beserta piket Reskrim mendatangi TKP dan menghubungi Tim Identifikasi bersama piket Reskrim Polresta Pekanbaru untuk selanjutnya dilakukan olah TKP dan korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk di visum.


“Setelah pemeriksaan, bahwa mayat diketahui atas nama HA alias Cilin berkelamin laki-laki. HA berasal dari Selat Panjang dan tinggal di Jalan Karet, Pekanbaru,” tukasnya.


“Hasil pemeriksaan visum tidak ditemukan tanda kekerasan, keluarga juga tidak bersedia dilakukan otopsi. Polisi masih menyelidiki terkait mayat korban yang telungkup di parit ini,” pungkasnya.


Sumber : Cakaplah.com




Pemotor yang Viral Culik dan Buka-buka Rok di Yogya Ditangkap!

ARB INdonesia.com, Yogyakarta – Pemotor yang viral diduga berusaha menculik dan melecehkan seorang bocah berusia lima tahun di Kota Yogyakarta tertangkap. Pelaku bernama Sukron Datu Adam (26) ini dibekuk di Sidoarjo, Jawa Timur.


“Dari rekaman CCTV itu kemudian kita tindaklanjuti, siapa orang tersebut (yang terekam di CCTV). Nah, akhirnya kita dapatkan dia (Sukron) di Sidoarjo, Jawa Timur Minggu (15/3/2020) dini hari,” kata Kapolsek Kota Gede, Kompol Dwi Tavianto saat jumpa pers di Polresta Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Minggu (15/3/2020).


“Jadi ditangkap dini hari dan baru sampai sini (Kota Yogyakarta) siang,” lanjut Dwi.


Polisi belum mengungkap motif Sukron melakukan aksinya secara gamblang. Untuk sementara polisi menyebut yang dilakukan Sukron sebagai penculikan.


“Kejadian dulu aja ya, jadi dia mengambil anak tanpa izin orang tua,” ucapnya.


Dwi juga belum mau bicara soal dugaan cabul yang dilakukan Sukron di Gang Satria, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta itu. Sebeb, Sukron masih dalam pemeriksaan.


“Kalau lainnya masih kita kembangkan, karena dia (Sukron) kan juga baru datang,” katanya.


Baca juga:Viral Pemotor Culik dan Buka-buka Rok Bocah, Polisi: Motornya Pinjam


Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kota Gede, Iptu Bambang Dwi Mulyono mengatakan Sukron sengaja ke Sidoarjo karena tahu aksinya viral di media sosial. Saat ini, polisi masih mendalami kasus yang dilakukan Sukron.


“Masih percobaan penculikan ya, ini masih kita dalami. Terus untuk motornya itu (yang dipakai Sukron saat beraksi) hanya minjem,” kata Bambang.


Di beritakan sebelumnya, video pemotor yang diduga berusaha menculik dan melecehkan seorang bocah di Kota Yogyakarta viral di media sosial. Seorang saksi mata menceritakan peristiwa yang dia ketahui setelah bocah tersebut berteriak dan menangis.


“Tahu-tahu kan sudah teriak-teriak itu, nangis tidak wajar, sekitar jam 15.30 WIB itu. Terus saya keluar sama teman saya, posisi anak itu duduk sambil nangis sama kakinya menghentak tanah itu,” ujar seorang karyawan di penginapan yang terletak dekat lokasi kejadian, Redy (25) kepada wartawan di Gang Satria, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (13/3).


Sumber : Detik.com




Bertengkar Dengan Pacar, Remaja Di Maesa Akhiri Hidupnya Dengan Tali

ARB INdonesia.com, MAESA – Remaja Kecamatan Maesa ini nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali di kamar tidurnya.


Dari informasi, KB pertama kali ditemukan Virgin yang curiga kamar korban dalam keadaan gelap dan terkunci dari dalam.


Bocah perempuan berusia sepulun tahun ini kemudian mengintip dari balik lubang kunci dan melihat bayangan orang tergantung, lalu memanggil warga lain.


Dibantu warga, pintu kamar didobrak dan banyangan yang dilihat Virgin dari balik lubang kunci adalah KB, tergantung tak bernyawa.


Rupanya, menurut keterangan sejumlah saksi, sebelum melakukan aksinya, KB sudah dalam pengaruh minuman keras yang dikonsumsi dari sore hari.


Dan aksi nekat KB itu rupanya pernah dilakukan tahun sebelumnya dengan meminum cairan pembersih lantai namun berhasil diselamatkan.


Aksi itu nekat dilakukan KB diduga akibat sakit hati telah bertengkar dengan pacarnya.


Kejadian itu dibenarkan Kapolsek Maesa, Kompol Elia Maramis yang menyatakan pihaknya langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah bukti.


“Korban sudah di bawa ke RS Budia Mulia oleh keluarganya, kemudian dilakukan pemeriksaan luar dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain tanda-tanda bunuh diri,” kata Elia.


Keluarga korban kata Kapolsek, juga menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi serta telah menandatangani berita acara penolakan otopsi.


“Sesuai keterangan saksi dan barang bukti kita temukan di lokasi, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena sakit hati telah bertengkar dengan pacarnya,” katanya.


Sumber: beritamanado.com




Pria Ini Nekat Cabuli Santriwati dengan Cara Menyelinap ke Pesantren Putri di Waktu Subuh

ARB INdonesia.com, MAKASSAR – Seorang santriwati berusia 20 tahun menjadi korban pencabulan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku bernama Andre Eko (31) disebut menyelinap ke area pesantren putri lalu melancarkan aksinya saat orang-orang sedang melaksanakan salat subuh berjemaah.


Aksi pelaku terjadi pada Senin (20/1) sekitar pukul 05.00 Wita di salah satu pesantren di wilayah Manggala, Makassar. Saat itu, korban telah mengambil air wudhu lalu menunggu azan subuh. Namun korban saat itu tertidur sehingga rekan-rekannya beranjak duluan ke masjid.


Selanjutnya, korban baru terbangun ketika mendengar suara ikamah. Namun dia kaget karena ada pelaku berdiri di sampingnya yang sedang melakukan onani. Karena tertangkap basah, pelaku berbalik mengambil pisau di atas lemari, kemudian menghadap ke arah korban sambil memberi isyarat agar diam.


“Karena ketakutan, maka korban berteriak memanggil ibunya dan berusaha bangkit dari pembaringan namun pelaku mendorong bahu kiri korban hingga terjatuh dari atas tempat tidur,” ujar Kepala Unit (Kanit) PPA Polrestabes Makassar Iptu Ismail kepada detikcom, Sabtu (14/3/2020).


“Selanjutnya pelaku mendorong muka korban sampai tersandar di dinding sampai posisi korban terduduk dan bersandar ke dinding,” imbuhnya.


Setelah kejadian tersebut, kata Ismail, saat itulah korban mengalami pencabulan dan mengalami percobaan perkosaan. Beruntung korban dapat menendang badan pelaku 2 kali untuk menghalaunya agar tidak mendekat.


“Sehingga pelaku menghentikan aksinya lalu pergi meninggalkan korban,” ujar Ismail.


Polisi yang menerima laporan korban lantas mengamankan pelaku di rumahnya. Iptu Ismail mengatakan, pelaku adalah warga sekitar pesantren yang memang sudah biasa masuk ke area pesantren.(*)


Sumber: detik.com




Soal Penculikan Anak di Kotagede, Polisi Prediksi Pelaku Masih di Jogja

ARB INdonesia.com, JOGJA – Kepolisian sektor (Polsek) Kotagede masih belum berhasil menemukan terduga pelaku penculikan anak berusia 6 tahun berinisial NZ. Kendati demikian, petugas terus melakukan pengejaran dan memprediksi pelaku tidak keluar dari DI Yogyakarta.


“Setelah mendalami serta menyelidiki rekan dan identitas terduga pelaku ini, kami prediksi dia masih di wilayah Yogyakarta. Hal itu mengingat bahwa orang ini suka melakukan judi dan tidak memiliki uang banyak untuk pergi jauh,” kata Kapolsek Kotagede, Kompol Dwi Tavianto ditemui di Mapolsek Kotagede, Sabtu (14/3/2020).


Dwi menjelaskan bahwa identitas pelaku telah dikantongi. Selain itu, ia menyebut bahwa pelaku masih berstatus mahasiswa yang sudah lama tak melanjutkan pendidikan sehingga hidupnya terkesan luntang-lantung.


“Hidupnya tidak tetap, kadang menginap di rumah temannya, dia berpindah-pindah terus,” ungkap Dwi.


Disinggung soal asal terduga pelaku, Dwi memprediksi bahwa orang tersebut berasal dari Sulawesi Selatan.


“Dari logat rekan-rekan orang ini yang kami temui, bisa jadi berasal dari Makassar. Tapi kami masih berusaha mendalami dan mengungkap pelaku. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera tertangkap,” kata dia.


Hingga kini, polisi baru bisa menemukan barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan terduga pelaku. Motor bernomor polisi K 2100 KG tersebut diamankan petugas di wilayah Sleman.


“Jadi motor yang digunakan orang ini milik temannya. Kami amankan di Sleman, Jumat (13/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB,” jelasnya.


Kapolsek Kotagede juga menjelaskan dari rekaman CCTV yang ada, terduga pelaku menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan. Menurutnya saat orang tersebut menurunkan korban NZ, ada gerakan yang menyentuh celana korban.


“Apakah gerakan itu tindakan asusila atau bukan, kami harus dalami dahulu. Tapi jika yang dibawa anak sampai dibawa ke tempat sepi seperti itu ada dugaan terduga pelaku pedofilia,” jelas dia.


Sebelumnya diberitakan, dugaan penculikan bocah enam tahun terjadi di sebuah permukiman warga di Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta, Kamis (12/3/2020).


Kejadian diprediksi terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Korban sempat diiming-imingi sesuatu oleh pelaku dengan syarat menemani ke kawasan Jogja Expo Center.


Bukan ke lokasi yang awalnya dijanjikan, korban malah dibawa ke sebuah Gang Satria dan dari rekaman cctv diduga pelaku melakukan tindakan asusila kepada NZ. Setelah itu pelaku meninggalkan korban dalam keadaan menangis.


Sumber : Suara.com