Abdul Aziz, Pembakar Nenek di Garut Divonis Hukuman Seumur Hidup

ARB INdonesia.com – Pengadilan Negeri Garut memvonis hukuman seumur hidup terdakwa Abdul Aziz (22), warga Kecamatan Banjarwangi, pembakar nenek Iyah (65) di sebuah gubuk pada Sabtu 14 September 2019 lalu. Aksi pembakaran yang dilakukan Abdul Aziz terhadap Iyah sendiri diketahui karena persoalan utang uang Rp14 ribu.


Humas Pengadilan Negeri Garut, Endratno Rajamai menyebut bahwa dalam persidangan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena telah menghilangkan nyawa orang lain. “Hakim menjatuhkan vonis kepada terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup,” kata Raja, Selasa (17/3).


Raja mengungkapkan bahwa vonis yang dijatuhkan hakim leih tinggi dari dakwaan jaksa penuntut umum yang menuntut 20 tahun penjara. Namunmeski demikian, ia menyebut bahwa terdakwa dan jaksa penuntut umum dalam sidang tersebut menerima putusan hakim.


“Artinya putusan ini sudah berkekuatan hukum tetap,” katanya.


Sebelumnya, warga Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut sempat kaget karena gubuk yang berada di area sawah tiba-tiba terbakar, Sabtu (14/9). Namun setelah api padam, warga menemukan jasad seorang nenek bernama Iyah (65).


“Kami indikasikan bahwa kebakaran tersebut ada unsur kesengajaannya sehingga kita melakukan penyelidikan. Indikasinya juga, korban yang ada di dalam gubuk yang hangus terbakar ini adalah korban pembunuhan,” kata Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, Senin (16/9).


Pembunuh Iyah akhirnya ditangkap Minggu (15/9) malam di wilayah Kecamatan Cibiuk saat tengah bersembunyi di salah satu rumah warga.


Maradona menyebut bahwa latar belakang AA (20) membunuh Iyah (65) karena uang Rp14 ribu. Hal tersebut terungkap setelah polisi memeriksa tersangka usai menangkapnya di Kecamatan Cibiuk, Minggu (15/9) malam.


“Jadi korban ini menyinggung soal utang yang belum dibayar itu kepada pelaku, dan pelaku merasa sakit hati,” ujarnya, Senin (16/9).


Korban, lanjut Maradona, diketahui terus menerus menagih utang tersebut kepada AA sehingga kemudian merasa kesal hingga melakukan aksi pembunuhan. Usai melakukan aksi pembunuhan, korban dibawa ke sebuah gubuk dan dibakar setelah sebelumnya ditutupi injuk.


“Pelaku membunuh korban dengan cara membacokan senjata tajam jenis golok ke beberapa bagian tubuhnya. Setelah itu dibawa ke sebuah gubuk di tengah sawah dan dibakar di sana untuk menghilangkan barang bukti,” lanjutnya.


Usai melakukan aksi pembunuhan, tersangka lari ke wilayah Kecamatan Cibiuk sebelum akhirnya ditangkap tim Resmob dan Unit Reskrim Polsek Banjarwangi.


“Kami juga mengamankan barang bukti berupa sebilah golok yang dipakai membacok korban, sepasang sarung tangan kain warna putih, karung, sepatu bot, topi, dan ranting kayu bekas pembakaran,” lanjutnya. 


Sumber : Merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/abdul-aziz-pembakar-nenek-di-garut-divonis-hukuman-seumur-hidup.html




Bus Tabrak Truk Kontainer, Lima Penumpang Tewas, Sopir Bus Buron

ARB INdonesia.com – Kecelakaan antara bus dengan truk kontainer pengangkut biji besi terjadi di Jalan Tol Tangerang-Merak Kilometer (KM) 94 pada Selasa (17/3/2020) dini hari sekira pukul 00.30 WIB.


Akibat kecelakaan tersebut, lima orang penumpang Bus ALS bernomor polisi BK 7730 LD dilaporkan tewas. Meski begitu, hingga Selasa pagi, identitas sopir ALS dan keberadaannya masih belum diketahui.


Sejumlah saksi mata di lokasi mengemukakan, melihat sang sopir melarikan diri usai terjadinya kecelakaan maut tersebut.


Pengurus truk kontainer benomor polisi B 9485 FEH, Aang mengaku berada di dalam truk bersama rekan sopir, Putin.


Sebelum kecelakaan terjadi, ia bersama rekannya baru saja masuk di Pintu Tol Cilegon Barat. Namun, setelah masuk Tol dari arah Merak ke Tangerang, ia melihat Bus ALS sedang beradu balap dengan bus lain. Tak ayal truknya yang baru melintas tol sejauh 200 meter langsung diseruduk bus ALS dari arah belakang.


“Jadi Sopir bus (ALS) ini, balap-balapan sama bus yang satunya, yang kabur itu. Nah truk kontainer kita ini ada di depan terus ditabrak dari belakang, saya lihat tadi abis kecelakaan sopir langsung melarikan diri ke arah Merak. Tidak tau mau ngapain apakah mau lapor sama pengurus busnya atau apa,” ujarnya seperti diberitakan Bantenhits.com-jaringan Suara.com pada Selasa (17/3/2020).


Kepala Unit Laka Lantas Polda Banten Ipda Andre menyatakan pihaknya sedang menyelidiki peristiwa yang menewaskan empat orang dewasa dan seorang anak ini.


“Sementara sopir memang belum ada di lokasi setekah dikonfirmasi anggota kita. Sopir masih belum diketahui keberadaannya, Mungkin dia melaporkan kantor kepolisian terdekat atau mungkin dia melaporkan kejadian ke pemilik atau kantornya dia. Sementara masih dalam pengecekan, pencarian.”


Sumber: bantenhits.com
https://banten.suara.com/read/2020/03/17/140021/bus-tabrak-truk-kontainer-lima-penumpang-tewas-sopir-bus-buron




Membawa Sabu Saat Nginap di Rumah Teman, Pria ini Diciduk Polres Inhu

ARB INdonesia, INDRAGIRI HULU – Polsek Batang Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berhasil mengamankan seorang petani (JL) atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat  0,27 gram, Senin (16/3/2020) sekitar pukul 02.30 wib.


Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, satu bungkus plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat bersih 0,27 gram, satu buah kaca pirek alat penghisap, dua Buah pipet alat, tiga bah korek api mancis, satu buah sendok sabu dari kertas, satu buah HP  warna putih merek nokia, dan satu unit sepeda motor Baet BM 6838 IH Putih.


Atas hal tersebut, pria kelahiran 69 yang beralamat  di Jalan Jambu Gg. Rantau Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan-Riau di jerat dengan Pasal,114 ayat 1 Jo 112 ayat 1 UU RI no 35 thn 2009 tentang Narkotika.


Kapolres Inhu, AKBP Efrizal S.IK melalui Humas Polres Inhu Misran, menerangkan kronologis penangkapan tersangka JL bermula dari informasi dari masyarakat, bahwa dirumah Sakir di Desa Petaling Jaya, Kecamatan Batang Cenaku ada orang yang  berenisial JL yang diduga memiliki serta menjual sabu-sabu menumpang di rumah Sakir.


Setelah mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek dan anggota Polsek Batang Cenaku langsung menuju lokasi yang di informasikan.
Sesampainya dilokasi, sekitar pukul 02.30 wib, tersangka di amankan saat berada didalam kamar.


“Penangkapan didampingi langsung oleh Satima, Ketua RT setempat,” tutur Humas Polres Inhu Misran, kepada media, Selasa (17/3/2020).


Dari penggeledahan yang dilakukan, tersangka mengakui atas kepemilikan barang haram tersebut.


“Selanjutnya teraangka dan barang bukti dibawa Kepolsek Batang Cenaku guna pengusutan lebih lanjut,” Jelas Humas Polres Inhu. Misran.


Reporter Rolijan
Editor Arbain




Pencari Ikan Ditemukan Tewas di Sungai Belakang Kantor Polisi di Sulsel

ARB INdonesia.com, Sidrap – Asri Arsyad (30), pria pencari ikan di Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan tewas di Sungai Tanrutedong. Titik penemuan korban tepat berada di sungai, yang belakang kantor polisi.


“Kita mulai tadi malam lakukan pencarian pukul 21.00 Wita, hampir pukul 01.00 Wita dini hari kita dapat (menemukan korban) di belakang polsek, Kan ada sungai di belakangnya polsek,” ujar Kanit Reskrim Polsek Dua Pitue Aipda Muh Amdas kepada detikcom, Selasa (17/3/2020).


Baca juga:Seorang Remaja di Brebes Tewas Tenggelam Saat Belajar Berenang


Amdas mengatakan, korban awalnya mencari ikan di sungai sekitar pukul 16.00 Wita. Namun hingga hari telah gelap, korban tak kunjung pulang ke rumah.


“Kan biasanya orang nangkap ikan di sungai sore sampai mahgrib. Mahgrib belum pulang ke rumah, makanya keluarganya cari,” kata Amdas.


Saat melakukan pencarian, keluarga korban hanya menemukan pakaian serta alat jaring ikan milik korban. Keluarga akhirnya menduga korban hanyut di sungai.


“Keluarganya cari, cuma dapat baju, sandal sama jaringnya, makanya dia diperkirakan hanyut,” sambung Amdas.


Baca juga:Cari Ikan, 3 Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam


Karena korban tak kunjung ditemukan, polisi dan warga turun tangan membantu keluarga melakukan pencarian. Alhasil, korban ditemukan di sungai tepat di belakang polsek.


“Ditemukan oleh warga dan keluarga sekitar tiga kilometer dari tempat kejadian, di mana korban di perkirakan tenggelam saat akan menangkap ikan,” jelas Amdas.


Sumber : Detik.com
https://m.detik.com/news/berita/d-4942311/pencari-ikan-ditemukan-tewas-di-sungai-belakang-kantor-polisi-di-sulsel/2




Jenazah WN India di Cikarang, Petugas Evakuasi Gunakan SOP Virus Corona

ARB INdonesia.com – Seorang Warga Negara Asing (WNA) ditemukan tewas di Mess PT Sulindamil jalan Hos Cokroaminoto KM 51 Kalijaya Cikarang Barat Bekasi, pada Sabtu 14 Maret 2020. Korban bernama Palanianppan Ramanathan asal india.


Penemuan jasad itu dibenarkan Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan.


“Benar kemarin, seorang ditemukan meninggal di sebuah mess,” kata dia saat dihubungi, Selasa (17/3/2020).


Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, jasad ditemukan pertama kali oleh rekan kerjanya, Sismanto.


Korban sedianya menghadiri rapat pada pukul 08.00 WIB. Tapi, tak kunjung datang sampai pukul 10.30 WIB.


Sismato mendatangi Mess korban. Saat masuk ke dalam, melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.


Jasadnya pun dibawa ke RSUD Bekasi. Hendra mengatakan, pihak RSUD menangani jenazah dengan hati-hati sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Kementerian Kesehatan.


“Karena lagi pandemi maka perlakuannya sama sesuai SOP Kemenkes ketika menerima jasad yang terkena infeksi,” kata dia.


Hendra mengaku belum bisa memastikan apakah jenazah terjangkit virus Corona atau tidak. Ia mengatakan, yang berwenang menjawab adalah Kementerian Kesehatan.


“Hingga saat ini belum ada pemberitahuan oleh dokter bahwa yang bersangkutan Corona atau tidak. Pihak RSUD tidak melakukan autopsi atau pengecekan lebih lanjut,” ucap dia. 


Sumber : Merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/jenazah-wn-india-di-cikarang-petugas-evakuasi-gunakan-sop-virus-corona.html




HP Disita Ibu, Siswi SMP di Tangerang Gantung Diri

ARB INdonesia.com – Diduga kesal karena handphone (HP) miliknya disita ibunya, seorang siswi SMP di Tangerang gantung diri, Minggu (15/3/2020) kemarin.


Korban diketahui berinisial RR (15), warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Aksi nekat remaja ini membuat ibu kandungnya M (36) tak tahan membendung kesedihannya melihat anaknya bunuh diri dengan menggunakan kabel listrik.


Menurut M, sebelum peristiwa tersebut, tepatnya Minggu (15/3/2020) malam, dia mengambil handphone anaknya yang merupakan siswi kelas 3 di salah satu SMPN di Kota Tangerang. Hal ini dilakukan M agar anaknya bisa fokus belajar.


“Waktu itu saya mau pergi keluar rumah. Sebelum pergi, saya bilang Hp-nya diambil dulu, dia ngomongnya iya aja. Saya juga sempat tawarin mau makan apa, tapi enggak jawab,” ujar M, Senin (16/3/2020).


Namun, saat M kembali ke rumah dan berusaha memangil-manggil nama RR, tidak tak ada jawaban dari anaknya tersebut. Bahkan, M terus berusaha mencari hingga ke belakang rumah. “Saya kaget tiba-tiba dia sudah tergantung pakai kabel listrik di belakang pintu,” ucap M sambil berderai air mata.


Sementara, Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim, membenarkan kejadian tersebut. Ia juga mengungkapkan penyebab korban nekat gantung diri.


“Dikarenakan orang tua korban mengamankan handphone milik korban,” ujar Rachim.


Menurutnya, sang ibu langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Cipondoh, Tangerang. Setelah menerima laporan, polisi langsung turun untuk menggelar olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.


“Kami memeriksa saksi-saksi dan membuat visum. Masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” kata Rachim. (Tribunnews)


Sumber : https://medan.top/nasional/hp-disita-ibu-siswi-smp-di-tangerang-gantung-diri