Satresnarkoba Polres Inhil Bekuk Seorang Pengedar Shabu di Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR — Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial (RPT alias U) (42), warga Kelurahan Tembilahan Kota yang diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis shabu.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 16 Agustus 2025 sekitar pukul 14.10 WIB di Jalan Baharuddin Yusuf, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil.

Tersangka diamankan beserta sejumlah barang bukti yang menguatkan perannya sebagai pengedar.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 1 paket plastik bening berisi kristal putih diduga shabu seberat 0,48 gram, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hijau dengan nomor polisi BM 5038 GAA dan 1 unit ponsel Samsung warna putih beserta nomor SIM card yang digunakan untuk transaksi.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Melalui Kasat Resnarkoba Polres Inhil, IPTU Gerry Agnar Timur, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut.

“Setelah dilakukan penyelidikan, pada Sabtu sore anggota langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka. Benar, ditemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis shabu,” ungkap IPTU Gerry.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial (IM) yang saat ini masih dalam penyelidikan (lidik). Untuk memastikan keterlibatan lebih lanjut, tersangka beserta barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Inhil.

Tak hanya itu, hasil tes urine terhadap tersangka juga menunjukkan hasil positif mengandung methamphetamine.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara yang berat.

Polres Indragiri Hilir menegaskan komitmennya untuk terus memerangi peredaran narkoba di wilayah hukumnya. “Kami tidak akan memberi ruang bagi para pengedar narkoba. Peran serta masyarakat sangat penting untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya narkotika,” tegas IPTU Gerry. *




Bea Cukai Tembilahan Gagalkan Peredaran 15 Ton Mangga Ilegal yang Masuk ke Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan, Bea Cukai Tembilahan berhasil mengagalkan peredaran buah mangga segar ilegal ke wilayah Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (21/05/2025).

Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Setiawan Rosyidi mengatakan penindakan tersebut berawal dari diterimanya informasi intelijen akan adanya rencana aktivitas bongkar buah mangga segar ilegal di sebuah dermaga sungai di wilayah Pengalihan, Keritang.

Dari hasil penindakan, petugas mengamankan 15.000 kg (15 ton) buah mangga segar yang tidak melalui prosedur karantina dan dilindungi dokumen yang sah.

“Diperkirakan nilai barang tersebut sebesar Rp300.000.000, dengan potensi kerugian negara yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp100.000.000, belum termasuk aspek jaminan keamanan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Saat ini, petugas telah membawa seluruh barang bukti ke Kantor Bea Cukai Tembilahan yang selanjutnya diserahterimakan kepada Badan Karantina Indonesia UPT Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Riau untuk diproses sesuai ketentutan perundang-undangan yang berlaku.

Upaya penggagalan tersebut, menurut Setiawan merupakan wujud nyata Bea Cukai Tembilahan dalam melaksanakan fungsi community protector, yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia yang tidak melalui prosedur karantina dan tidak dilengkapi dokumen resmi yang dipersyaratkan.

“Bea Cukai Tembilahan terus berkomitmen menjaga wilayah perairan dan pintu masuk negara dari lalu lintas barang ilegal yang dapat membahayakan keamanan serta kesehatan masyarakat dan lingkungan”, tutup Setiawan. *




Kasus Penyaniayaan di Kecamatan Kemuning, 2 Orang Pelaku Masuk Daftar DPO

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dua pelaku penganiayaan dengan senjata tajam inisial M. Padli Als. Eem (36) dan Ismail Als. Mail (42) masih Dalam Pencarian Orang (DPO) Polres Indragiri Hilir (Inhil) setelah melakukan penganiayaan dengan senjata tajam.

Mail dan Eem melakukan kekerasan terhadap 8 orang supir PT SJT pada Jum’at (25/4/2025), di samping SPBU Selensen Jalan Lintas Timur Kecamatan Kemuning.

Dua korban mengalami Luka Akibat Kekerasan senjata tajam.

Kapolres Inhil, AKBP Farouk mengatakan korban, Suratman yang merupakan supir, sedang melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut datang dengan cara memindahkan dari dirigen ke dalam tangka mobil.

“Datang dua pelaku menuduh korban Suratman melangsir minyak, namun dibantah oleh korban, yang langsung membuat pelaku emosi dan mengayunkan parang panjang kepada korban, tidak selesai begitu saja pelaku juga mencari teman-teman korban yang juga supir mobil PT. SJT yang saat itu ada di seputaran SPBU,” terangnya.

Akibatnya, tubuh korban mengalami luka luka. Para korban juga ketakutan dan melarikan diri. Kedua tersangka menyuruh salah satu korban menghubungi pengurus PT SJT, dan langsung meninggalkan tempat kejadian.

Atas kejadian tersebut, korban merasa dirugikan dan tidak senang, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor kepolisian Polres Inhil.

“Jika masyarakat Inhil, khususnya daerah Kemuning mengetahui keberadaan para pelaku agar segera melapor kepada kami,” tuturnya.

Mereka dikenai Pasal 170 Jo 64 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun dan Penganiayaan berat Pasal 354 KUHP dengan ancaman penjara 8 tahun,” ucap Kapolres.

“Motifnya masih dilakukan pendalaman. Sementara modusnya dengan sengaja mendatangi para korban dan menganiaya para korban menggunakan senjata tajam,” pungkasnya.




Kapolres Rohul Ungkap Kasus Pembunuhan Harimau di Desa Tibawan, Enam Pelaku Ditangkap

ARB INdonesia, ROKAN HULU – Jajaran Polres Rokan Hulu berhasil mengungkap kasus pembunuhan satu ekor harimau oleh enam orang pelaku di Desa Tibawan, Kecamatan Rokan IV Koto. Dalam konferensi pers yang digelar di Lobby Polres Rokan Hulu pada Selasa (04/03/2025), Kapolres Rokan Hulu AKBP Budi Setiyono, SI./K.,MH, mengungkap kronologi kasus serta barang bukti yang berhasil diamankan.

Peristiwa ini bermula pada Minggu siang (02/03/2025) ketika warga Desa Tibawan menemukan seekor harimau yang terjerat di perangkap babi milik warga di kebun. Mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas setempat segera berkoordinasi dengan tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau untuk mengamankan satwa yang dilindungi tersebut.

Namun, saat tim gabungan dari Polsek Rokan IV Koto, TNI, dan BBKSDA tiba di lokasi pada Senin pagi (03/03/2025), harimau tersebut sudah tidak ada dalam jeratannya. Hal ini menimbulkan kecurigaan, terlebih ditemukan jejak ban mobil di sekitar lokasi.

Penyelidikan lebih lanjut mengarah pada sebuah mobil yang dicurigai membawa harimau tersebut. Mobil ini ditemukan sedang dicuci di Carwash 175 Ujung Batu dalam kondisi kotor, terutama di bagian belakang yang penuh bekas kotoran hewan. Tim pun melakukan pembuntutan hingga akhirnya berhasil menghadang kendaraan tersebut di Kelurahan Rokan, Kecamatan Rokan IV Koto.

Di dalam mobil, polisi menemukan tiga orang pelaku yang akhirnya mengakui telah membawa harimau itu ke Dusun Kubudienau, Desa Cipang Kiri Hilir, Kecamatan Rokan IV Koto. Tim segera bergerak ke lokasi, namun setibanya di sana, harimau tersebut sudah dalam kondisi mengenaskan—dibunuh, dikuliti, dan dicincang oleh para pelaku lainnya.

Enam orang yang terlibat dalam kejahatan ini telah diamankan oleh pihak kepolisian, yaitu, SA (58), petani asal Dusun Kubudienau, Desa Cipang Kiri Hilir. LE (32), petani asal Dusun Kubudienau, Desa Cipang Kiri Hilir. ZU (54), petani asal Dusun Kubudienau, Desa Cipang Kiri Hilir. RI (34), petani asal Dusun Kubudienau, Desa Cipang Kiri Hilir. EM (42), petani asal Kecamatan Selayang, Kabupaten Pasaman Timur, Sumatera Barat dan EN (76), petani asal Desa Tibawan, Kecamatan Rokan IV Koto

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, 1 (satu) unit mobil Toyota Innova hitam bernopol B 1657 UYA. 2 (dua) bilah pisau. 1 (satu) bilah parang. 2 (dua) utas tali nilon. 1 (satu)ekor harimau yang sudah dipotong-potong. 2 (dua) karung goni plastik berisi daging dan tulang harimau

Dari hasil penyelidikan, para pelaku diketahui membunuh harimau tersebut untuk diperjualbelikan. Mereka berniat mendapatkan keuntungan dari penjualan tulang, daging, dan kulit harimau, yang bernilai tinggi di pasar gelap.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 40 ayat 1 junto huruf D dan E Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. Mereka terancam hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Budi Setiyono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen menindak tegas pelaku kejahatan terhadap satwa yang dilindungi. “Harimau adalah bagian dari kekayaan alam kita yang harus dilindungi. Kami akan memastikan hukum ditegakkan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar Kapolres.

Sementara itu, perwakilan BBKSDA Riau, M. Hendri, S.H., menambahkan bahwa perburuan satwa liar, terutama harimau, sangat mengancam ekosistem dan keseimbangan alam. “Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hewan liar dalam kondisi terjerat, agar bisa segera ditangani dengan prosedur yang benar,” tuturnya lagi.

Konferensi pers ini berlangsung hingga pukul 16.15 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. Polisi memastikan akan terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan jaringan perdagangan satwa liar yang lebih luas. *




Sembunyi di Rumah Warga, Pelaku Tabrak Lari Diringkus

ARB INdonesia, TEMBILAHAN – Pelaku tabrak lari diketahui berinisial GI berhasil ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Tempuling di Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Inhil, Riau, Senin (3/1/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Pelaku menggunakan mobil Colt Diesel dengan Nomor Polisi BM 8427 GB diringkus saat sedang bersembunyi di rumah warga.

Hal itu dibenarkan Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK melalui Kapolsek Tempuling Iptu Delni Atma SH MH saat dikonfirmasi.

“Benar, pelaku sudah kami amankan di Kecamatan Tembilahan Hulu dan sudah kami serahkan ke Polres”kata Iptu Delni.

Dari kecelakaan ini menewaskan 1 orang warga sipil bernama Heri Andika. Sedangkan 1 orang lagi personel TNI bernama Yogi Ariyandi kritis usai dan menjalani perawatan intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan. *




Tim Hukum H Herman Laporkan Pengguna WhatsApp Penyebar Berita Hoax Soal Tuduhan Korupsi Dana Umat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Gerah dengan serangan bertubi-tubi yang ditujukan ke figur Haji Herman, akhirnya Tim Hukum Inhil HEBAT/Haji Herman menempuh jalur hukum untuk melaporkan salah seorang pengguna WhatsApp berinisial FS.

Dimana FS dengan sengaja mengshare video berdurasi 3 menit 37 detik dengan thumbnail/judul “Diduga Korupsi Dana Umat” yang disertai dengan foto Haji Herman ke salah satu grup WhatsApp.

Narasi-narasi pada video tersebut diduga kuat sarat akan kepentingan politis untuk menjatuhkan elektabilitas Haji Herman yang saat ini merupakan Calon Bupati Indragiri Hilir (Inhil) nomor urut 4.

Dalam narasi dalam video provokatif tersebut diduga menuduh Haji Herman melakukan korupsi dana umat pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tentang penyaluran paket premium Ramadhan 2024.

Sudah habis kesabaran, akhirnya Tim Hukum Inhil HEBAT mengambil langkah hukum untuk melaporkan FS yang diduga melakukan provokasi menjatuhkan elektabilitas Haji Herman melalui video tersebut.

Laporan tersebut dilayangkan oleh Kuasa Hukum Inhil HEBAT melalui Damrie SH, Zainuddin SH, Febiani Hasibuan SH, Adi Indria Putra, HM Tamir SH, dan Firdaus SH ke Kepolisian Resor (Polres) Inhil pada Senin pagi, (18/11/2024).

“Sudah cukup, Haji Herman diserang terus. Kami sudah melayangkan surat laporan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Inhil pagi ini,” kata Zainuddin SH atau kerap disapa Acang.

Diungkapkan Acang, apa dasarnya mereka menjustifikasi Haji Herman melakukan korupsi dana umat. Sementara Haji Herman hanya selaku Pj Bupati Inhil kala itu.

Dengan tegas Acang mengatakan bahwa FS diduga kuat telah melakukan perbuatan tindak pidana Transaksi Elektronik (ITE) sebagai mana dimaksud dalam rumusan pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 ayat (2) UU No 11 tahun 2018 yang telah dirubah dengan UU No 19 tahun 2016.

Sementara itu, Haji Herman menyayangkan sikap salah seorang pengguna WhatsApp berinisial FS dengan mudahnya mengshare informasi yang dinilai keliru tersebut. Haji Herman berharap penyelanggaraan Pilkada berjalan dengan kondusif.

“Saya sangat menyayangkan kenapa kasus BAZNAS ini terus dibrending seakan menjatuhkan saya,” ungkap Haji Herman.

Informasi yang didapat, mengenai penyaluran paket premium Ramadhan 2024 tersebut diduga disalurkan oleh PP dan YE yang dikoordinir atau suruhan oleh HI dibeberapa titik di Tembilahan dengan menyasar Masyarakat kurang mampu. *