Jenazah WN India di Cikarang, Petugas Evakuasi Gunakan SOP Virus Corona

ARB INdonesia.com – Seorang Warga Negara Asing (WNA) ditemukan tewas di Mess PT Sulindamil jalan Hos Cokroaminoto KM 51 Kalijaya Cikarang Barat Bekasi, pada Sabtu 14 Maret 2020. Korban bernama Palanianppan Ramanathan asal india.


Penemuan jasad itu dibenarkan Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan.


“Benar kemarin, seorang ditemukan meninggal di sebuah mess,” kata dia saat dihubungi, Selasa (17/3/2020).


Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, jasad ditemukan pertama kali oleh rekan kerjanya, Sismanto.


Korban sedianya menghadiri rapat pada pukul 08.00 WIB. Tapi, tak kunjung datang sampai pukul 10.30 WIB.


Sismato mendatangi Mess korban. Saat masuk ke dalam, melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.


Jasadnya pun dibawa ke RSUD Bekasi. Hendra mengatakan, pihak RSUD menangani jenazah dengan hati-hati sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Kementerian Kesehatan.


“Karena lagi pandemi maka perlakuannya sama sesuai SOP Kemenkes ketika menerima jasad yang terkena infeksi,” kata dia.


Hendra mengaku belum bisa memastikan apakah jenazah terjangkit virus Corona atau tidak. Ia mengatakan, yang berwenang menjawab adalah Kementerian Kesehatan.


“Hingga saat ini belum ada pemberitahuan oleh dokter bahwa yang bersangkutan Corona atau tidak. Pihak RSUD tidak melakukan autopsi atau pengecekan lebih lanjut,” ucap dia. 


Sumber : Merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/jenazah-wn-india-di-cikarang-petugas-evakuasi-gunakan-sop-virus-corona.html




HP Disita Ibu, Siswi SMP di Tangerang Gantung Diri

ARB INdonesia.com – Diduga kesal karena handphone (HP) miliknya disita ibunya, seorang siswi SMP di Tangerang gantung diri, Minggu (15/3/2020) kemarin.


Korban diketahui berinisial RR (15), warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Aksi nekat remaja ini membuat ibu kandungnya M (36) tak tahan membendung kesedihannya melihat anaknya bunuh diri dengan menggunakan kabel listrik.


Menurut M, sebelum peristiwa tersebut, tepatnya Minggu (15/3/2020) malam, dia mengambil handphone anaknya yang merupakan siswi kelas 3 di salah satu SMPN di Kota Tangerang. Hal ini dilakukan M agar anaknya bisa fokus belajar.


“Waktu itu saya mau pergi keluar rumah. Sebelum pergi, saya bilang Hp-nya diambil dulu, dia ngomongnya iya aja. Saya juga sempat tawarin mau makan apa, tapi enggak jawab,” ujar M, Senin (16/3/2020).


Namun, saat M kembali ke rumah dan berusaha memangil-manggil nama RR, tidak tak ada jawaban dari anaknya tersebut. Bahkan, M terus berusaha mencari hingga ke belakang rumah. “Saya kaget tiba-tiba dia sudah tergantung pakai kabel listrik di belakang pintu,” ucap M sambil berderai air mata.


Sementara, Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim, membenarkan kejadian tersebut. Ia juga mengungkapkan penyebab korban nekat gantung diri.


“Dikarenakan orang tua korban mengamankan handphone milik korban,” ujar Rachim.


Menurutnya, sang ibu langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Cipondoh, Tangerang. Setelah menerima laporan, polisi langsung turun untuk menggelar olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.


“Kami memeriksa saksi-saksi dan membuat visum. Masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” kata Rachim. (Tribunnews)


Sumber : https://medan.top/nasional/hp-disita-ibu-siswi-smp-di-tangerang-gantung-diri




Waspada Corona, Polda Metro Jaya Kurangi Jam dan Hari Besuk Tahanan

ARB INdonesia.com – Polda Metro Jaya melakukan antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Salah satunya dengan memperketat jam besuk tahanan yang berada di rumah tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya.


Direktur Tahti Polda Metro Jaya, AKBP Barnabas, mengatakan kebijakan pembatasan jam besuk sudah mulai diterapkan. Biasanya, para pembesuk tahanan bisa menjenguk pada hari Senin hingga Kamis.


“Tadinya (waktu besuk) hari Senin sampai dengan Kamis, menjadi hari Senin dan Kamis saja,” kata Barnabas saat dikonfirmasi, Selasa (17/3).


Tak hanya mengurangi hari untuk membesuk para tahanan saja, pihaknya juga memotong waktu besuk. Para pembesuk hanya diberikan waktu maksimal 30 menit.


“Ada pembatasan waktu kunjung yaitu maksimal 30 menit,” sebutnya.


Selain itu, untuk memastikan para pengunjung tidak membawa virus apapun dari luar, diterapkan tes suhu tubuh. Pihaknya juga menyiapkan sejumlah alat kesehatan untuk membersihkan tangan seperti hand sanitizer.


“Selain cek suhu, kita siapkan hand sanitizer di penjagaan,” jelas dia. 


Sumber : Merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/waspada-corona-polda-metro-jaya-kurangi-jam-dan-hari-besuk-tahanan.html




Polisi Tangkap 3 Pedagang Satwa Dilindungi Bernilai Ratusan Juta

ARB INdonesia.com, JAKARTA – Subdit Bin Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya menangkap sindikat perdagangan satwa dilindungi. Satwa tersebut diduga memiliki nilai hingga ratusan juta rupiah.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan dalam kasus ini pihaknya telah menangkap sebanyak tiga orang pelaku. Dalam penangkapan tersebut, ditemukan berbagai macam jenis satwa.


“Tiga pelaku berhasil dibekuk beserta barang bukti sebanyak 27 ekor satwa yang dilindungi dengan berbagai jenis,” kata Yusri, Jakarta, Selasa (17/3).


Ia menjelaskan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan adanya informasi terkait perdagangan satwa yang dilindungi melalui kapal penumpang KM, Dobon Solo.


“Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan benar bahwa di kapal tersebut sering dijadikan tempat untuk membawa satwa yang dilindungi,” jelasnya.


Tiga orang pelaku yang sudah diamankan oleh polisi yakni atas nama inisial ISA (32), MAN (21) dan OP (31) yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.


“Akibat perbuatannya para pelaku diduga melanggar Pasal 40 (2) jo pasal 21 (2) huruf a dan c uu no 5 th 1990 tentang KSDAE dan pasal 88 huruf a, b, c uu no 21 th 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan,” pungkasnya.


Untuk satwa yang telah diamankan dalam penangkapan ini yakni Kakatua Raja Hitam 2 pasang atau 4 ekor, Kasuari 5 ekor, Anakan Triton atau Kakatua Putih 4 ekor, Cendrawasih 1 pasang atau 2 ekor, Nuri 2 ekor dan Kasturi 10 ekor. 


Sumber : Merdeka.com
https://m.merdeka.com/jakarta/polisi-tangkap-3-pedagang-satwa-dilindungi-bernilai-ratusan-juta.html




Ruko di Kawasan Tanah Abang Terbakar

ARB INdonesia.com, JAKARTA – Sebuah ruko di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, terbakar pagi tadi. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 11 mobil damkar untuk memadamkan api di lokasi.


“Betul ada kebakaran di ruko kawasan Tanah Abang, bukan di pasarnya,” ujar petugas call center Damkar Jakarta Pusat, Deki saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2020).


Deki mengatakan saat ini sudah petugas sudah selesai memadamkan api. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Kebon Kacang 1 No 29 Kelurahan Kebon Kacang Kecamatan Tanah Abang, Jakpus. Belum diketahui apa yang menyebabkan ruko itu terbakar.


Deki mengatakan dalam peristiwa ini tidak ada korban. Sementara petugas kepolisian masih mencari tahu penyebab dari kebakaran ini terjadi.


“Korban nihil,” katanya.


Sumber : Detik.com
https://m.detik.com/news/berita/d-4942167/ruko-di-kawasan-tanah-abang-terbakar?tag_from=wpm_nhl_2




Akibat Kelelahan, Driver Ojol Ini Ditemukan Warga Tak Bergerak di Atas Motor

ARB INdonesia.com – Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan sebuah video viral yang menayangkan seorang driver ojek online (Ojol) tak bergerak sama sekali di atas motornya.


Dilihat dari video yang beredar, Senin, 16 Maret 2020, driver ojol tersebut tampak tak bergerak sama sekali dan hanya berdiam diri sambil duduk di atas motornya dengan mengenakan helm.


Warga dan pengguna jalan sekitar yang melihat kejadian itu, kemudian menghampiri sang ojol itu.


Mereka mencoba memanggil-manggil si ojol. Namun, sang ojol ini tak juga bergerak.


Beberapa warga pun mengira pria tersebut mengalami stroke dan tak sadarkan diri.


Tak berselang lama, seorang warga membuka helm sang ojol dan mengecek apakah ia masih bernapas atau tidak.


“Tidak bergerak. Coba cek (napas sang ojol). Masih bernapas,” kata pria yang merekam kejadian tersebut.


Warga pun kemudian membopong pria tersebut dan memindahkan ke tempat lebih aman.


Setelah beberapa lama kemudian, sang ojol tersebut ternyata diketahui hanya ketiduran karena kelelahan.


Menurut informasi yang beredar, peristiwa dalam video itu terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Sumber : Terkini.id
https://makassar.terkini.id/akibat-kelelahan-driver-ojol-ini-ditemukan-warga-tak-bergerak-di-atas-motor/?utm_source=web&utm_medium=terkiniid