Beroperasi Tanpa Mengantongi Izin, Kasatreskrim Polres Inhil : Langkah yang Diambil Adalah Menutup Tempat Hiburan Tersebut

Satreskrim Polres Inhil Saat melakukan pemasangan Polisline di tempat hiburan karoake Golden City, Kamis (4/6/2020).


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –  Buntut dari penggrebekan tempat hiburan karoake Golden City di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Inhil Kamis (4/6/2020). Ternyata tempat hiburan tersebut tidak mengantongi izin beroperasi dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP,


Kepada Dinas Penanaman Modal dan PTSP Inhil melalui Kepala Bidang Perizinan Usaha dan Non Perizinan Hj. April Linda Purwanti, S.Sos, MM mengatakan  bahwa sampai saat ini tempat hiburan Golden City tersebut tidak memiliki izin.


“Dinas Perizinan tidak pernah menerima pengajuan izin hiburan karoke Golden City, jadi sangat jelas sampai saat ini mereka tidak mengantongi izin,” ungkap Linda saat dihubungi melalui via seluler, Sabtu (6/6/2020).

“Mengenai sanksi atas pelanggaran tempat hiburan Golden City yang tidak mematuhi protokol disiplin Covid-19 kami serahkan sama penegak Hukum dan Penegak Peraturan Daerah (Perda),” tambahnya.


Sementara, Kasat Reserse Kriminal Polres Inhil AKP. Indra Lamhot Sihombing, S.I.K sekaligus Koordinator Penegakan Hukum (Gakkum) Tim Gugus Penanganan Covid 19 Kabupaten Indragiri Hilir saat di konfirmasi mengatakan, tindakan yang diambil adalah menutup tempat hiburan sampai izinnya diterbitkan.


“Langkah yang diambil adalah menutup hiburan tersebut, kecuali pengelola bisa mengurus izinnya sampai selesai,” ujar Indra.


Hingga berita ini diterbitkan awak media masih menunggu pihak pengelola tempat hiburan koroake Golden City untuk memberikan keterangan mengenai hal tersebut.


Sebelumnya, saat penggrebekan pada Kamis (4/5/2020), Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Inhil mengankan 12 orang pengunjung. Setelah digiring ke mapolres Inhil dan dilakukan tes urine, ternyata 12 orang pria dan wanita tersebut positif mengonsumsi narkoba jenis pil ekstasi atau inex. (Arb)




Terbukti Rugikan Negara, PN Pekanbaru Vonis Mantan Camat Kuindra dan Kontraktor Pembangunan Kantor Lurah Sapat

Foto Ilustrasi mcwnews.com


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Terbukti telah merugikan negara, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru Vonis 4 tahun penjara AS selaku kontraktor proyek pembangunan Kantor Lurah Sapat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam sidang putusan yang digelar secara online, Kamis (4/6/2020).


Sedangkan terdakwa SY mantan Camat Kuala Indragiri (Kuindra) yang merupakan Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan tersebut divonis selama 1 tahun penjara.


Vonis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Juanda Sitorus SH MH dan Aji SH.


Dimana, JPU menuntut SY selama 1,5 tahun penjara dan AS 4,5 tahun penjara.


“Kegiatan proyek pembangunan Kantor Lurah Sapat itu dianggarkan dalam APBD Inhil Tahun 2018,” terang JPU Juanda Sitorus kepada wartawan melalui pesan What’sapp, Jumat (5/6/2020).


Atas vonis kepada kedua terdakwa tersebut, JPU diberi waktu selama 7 hari untuk menyikapi putusan hakim PN Tipikor tersebut, apakah menerima atau akan melakukan upaya hukum Banding. (Ra/Arb)




Kejam! Menantu Nekat Bacok Mertua Sendiri Hingga Jari Tangan Putus

Korban saat dilakukan perawatan di RSUD PS Tembilahan, Doc Humas Polres Inhil


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sungguh kejam tindakan yang dilakukan oleh SP (27 tahun) terhadap Sanek (39 tahun). Pasalnya SP yang merupakan menantu dari Sanek nekat membacok mertuanya tersebut hingga mengalamai luka parah dan jari tangan sebelah kirinya putus.


Peristiwa penganiayaan itu terjadi dihalaman rumah pelaku di Parit Sungai Harapan RT. 003.RW. 004 Desa Sungai Rukam ,Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, pada Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 19.30 wib.


Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan melalui Kasubag Humas AKP Warno menerangkan bahwa peristiwa itu bermula saat Desi yang merupakan istri dari pelaku tengah berada didalam Kamar. Saat itu Desi hendak meminjam handphone kepada suaminya (Pelaku), Kamis (4/6/2020).


Tetapi pelaku tidak meminjamkan dan langsung keluar dari Kamar,  kemudian Desi mencoba mengambil Handphone dari pelaku, spontan pelaku langsung memarahi istrinya tersebut.


Selanjutnya terjadi cekcok adu mulut antara pelaku dan Istrinya, Kemudian pelaku mengambil sebilah parang dan langsung mengacungkan parang untuk mengancam Desi. Lalu pelaku keluar rumah berteriak dan menebaskan parang tersebut pada tanaman yang ada di depan rumah miliknya.


Foto: Pelaku pembacokan terhadap korban


“Sekira Pukul 20.10 wib, Korban Sanek yang merupakan mertua pelaku mendapat Informasi dari seseorang yang menyampaikan bahwa menantunya mengamuk dirumah,” tuturnya.


Sekira pukul 20.35 wib, sesampainya Korban dirumah Pelaku, Korban langsung menanyakan kepada istrinya Syarifah. Siapa yang merusak tanaman di depan halaman rumah dan menanyakan mana suami Desi kenapa dia marah-marah ?


“Kemudian tiba-tiba pelaku langsung mendatangi korban dan langsung membacok korban beberapa kali dengan menggunakan sebilah parang. Setelah melihat korban terjatuh pelaku langsung melarikan diri,” terang Warno.


Atas peristiw pembacokan tersebut, jari tangan korban sebelah Kiri  Putus, luka bacok dibagian punggung, luka bacok diagian pinggang, dan luka bacok di bawah ketiak.


Kronologis Penangkapan


Setelah mendapat laporan atas peristiwa tersebut, Team Opsnal Polres Inhil  langsung melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku tindak pidana dengan melakukan koordinasi bersama unit Reskrim Polsek Enok.


Dari hasil penyelidikan diketahui pelaku atas nama SP tersebut sedang berada di Kabupaten Pelalawan, kemudian pada hari Rabu (3/6/2020) sekira pukul 08.00 wib, Team Opsnal bergerak menuju Kabupaten Pelalawan untuk mengetahui posisi pasti tersangka tersebut.


Setelah dilakukan penyelidikan, sekira pukul 21.30 wib pelaku SP diketahui sedang berada di Desa Rawan Sari Jalur 3 Kecamatan Pangkalan Lesung, Pelalawan.


“Team Opslan langsung bergerak menuju lokasi tersebut, sekira pukul 22.10 wib, Team Opsnal Sat Reskrim Polres Inhil berhasil mengamankan pelaku, dan kemudian pelaku di bawa ke polres Inhil untuk penyidikan lebih lanjut,” tutup Kasubag Humas AKP Warno. (ARBain)




Diberi Uang 36 Ribu, Kakek ini Nekat Cabuli Anak Kelas II SD

ARBindonesia.com, ROKAN HULU –  Diberi uang 36 Ribu, Seorang Kakek yang sudah uzur nekat melakukan pencabulan terhadap anak yang masih duduk dikelas II Sekolah Dasar.


Kasus pencabulan ini, sebut saja ‘intan’ warga jalan lintas Pasir Pengaraian -Tangun, tepatnya di RT 02 RW 01 Dusun Sungai Bunut Desa Tanjung Belit, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu


Akibat perbuatannya tersebut, kakek uzur tersebut terpaksa diamankan unit Reserse Kriminal (Unitreskrim) Polsek Rambah Resort Rokan Hulu Rabu (03/6/2020) Siang, di kediamannya.


Kapoles Rohul AKBP Dasmin Ginting SIK melalui Kapolsek Rambah Iptu P. Simatupang  mengatakan, saat ini tersangka telah diamankan di Polsek Rambah, Dia menambahkan, kejadian tersebut terungkap setelah ibu korban datang ke Polsek Rambah untuk melaporkan kejadian Pencabulan terhadap anaknya yang terjadi Selasa (02/6/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.


Awalnya ibu korban Hr (43) melihat Intan (8) keluar dari rumah seorang Lelaki yang tidak dia kenal dan tinggal tak jauh dari rumah nya, saat itu ibu korban bertanya .


“Ngapain kamu dari rumah Laki-laki itu?, namun anaknya menjawab gak ada apa-apa” Katanya dengan nada agak Ketakutan.


Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Intan menceritatakan bahwa ia telah dicabuli oleh Laki-laki yang tidak dikenalnya dengan cara di gendong dipangku lalu Lelaki tua itupun memasukkan jari tangannya ke alat vital Intan.


“Tak hanya itu lelaki itu juga memasukan tangan Intan  ke dalam celananya untuk memegang kemaluannya, setelah itu korban diberi uang Rp.36.000.- rupiah,”  papar Kapolres menerengkan uangkapan gadis cilik yang masih duduk dibangku kelas II SD.


Atas Kejadian tersebut maka orang tua Korban langsung membuat Laporan ke Polsek Rambah, dan Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/25/VI/2020/Riau/Res Rohul/Sek. Rambah, tanggal 03 Juni 2020 tentang tindak Pidana Pencabulan Anak dibawah umur.


Menerima laporan tersebut, unit Reskrim langsung melakukan Penyelidikan dan diperoleh info bahwa pelaku Pencabulan berinisial PAR, sedang berada dirumahnya.


Dari informasi tersebut Kanit Reskrim langsung menyampaikan kepada Kapolsek Rambah IPTU Pardomuan Simatupang, 


Usai memberikan arahan kepada anggota Saat itu juga Kapolsek Rambah bersama Personelnya langsung menuju Target, sesampainya di TKP terlihat Pelaku sedang berada disamping rumahnya, Petugas langsung menangkapnya.


Setelah dilakukan interogasi Pelaku mangakui perbuatannya bahwa dia telah mencabuli Korban, setelah itu maka Pelaku dan Barang Bukti langsung dibawa ke Polsek Rambah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sesuai dengan hukum yang berlaku.


Diakuinya, saat kejadian rumah dalam keadaan sepi. Diduga, tersangka ini telah dirasuki nafsu bejatnya. Untuk memuluskan aksinya, tersangka menggunakan rayuan mautnya, yakni merayu korban dengan diiming-iming uang jajan senilai Rp 36 ribu.


“Pelaku PAR, merupakan seorang Pedagang, lelaki kelahiran Jawa Tengah 06 Mei 1960, berasal dari Dusun I Karya Makmur,!Desa Payo Lebar, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.” tuturnya. (Fdr)




Sempat Kabur, Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Muara Musu Diringkus Polsek Rambah Hilir

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Sempat malakukan upaya percobaan melarikan diri, Seorang pencuri sepeda motor diruang tamu rumah Badul (70) Warga RT 01RW 01 Desa Muara Musu, berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Rambah Hilir Resort Rokan Hulu.


Kapolres Rohul, AKBP Dasmin Ginting SIK melalui Kapolsek Rambah Hilir, Iptu Budi Ikhsani SH mengatakan, DK (31) warga RT 01 RW 01 Dusun Aek Nadenggan Desa Kepayang Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu saat ini telah diamankan di Polsek Rambah Hilir.


” Ya meski sempat Kabur pelaku sudah berhasil kami amankan,” ujar Iptu Budi saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (30/5/2020) Sore.


Sepeda motor yang dicuri adalah milik Yunita Sopiah (38) IRT, warga RT 01, RW 01 Desa Muara Musu Kecamatan Rambah Hilir, yang saat itu pergi kerumah orang tuanya  untuk buka puasa bersama


Usai buka puasa, Korban langsung memasukan sepeda motor merk Honda VARIO 150 BM 2063 MP keruang tamu dalam keadaan stang tidak terkunci dan STNK tersimpan dalam JOK sepeda motor tersebut, setelah itu korbanpun beristirahat.


Pagi harinya sekira pukul 03.30 wib saat Pemilik rumah bangun untuk sahur terlihat pintu dapur sudah dibuka, dilihat ke ruangan tamu sepeda motornya sudah raib entah kemana, dari kejadian itu, mereka mengalami kerugian sekitar lima belas Juta Rupiah , atas inisiatif keluarga mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambah Hilir,


Menerima laporan kejadian curanmor diwilayah hukumnya  PS Kanit Reskrim Polsek Rambah Hilir Bripka Jaya Bakara SH, melaporkan Kepada atasanya, setelah melakukan koordinasi Kapolsek Rambah Hilir Iptu Budi Ikhsani SH, langsung memerintahkan Kanit Reskrim untuk melakukan Penangkapan terhadap pelaku.


Tim bergerak cepat setelah berhasil mendapatkan informasi bahwa diduga pelaku berada di Dusun Kulim jaya, saat itu juga Tim berhasil mendapati Pelaku sedang duduk dirumah warga, melihat ada Petugas datang pelaku sempat melarikan diri ke arah kebun karet masyarakat, pelakupun dikejar dan berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan, saat diinterogasi pelaku yang mengaku bernama Dedi Kurniawan alias DK dan dia mengaku bahwa sepeda motor hasil curiannya sudah dijual kepada Bakri di Desa Rambah. 


Tak ingin kehilangan target, Tim bergerak ke Rumah Bakri, ditempat itu, didapati barang bukti berupa 1 unit sepeda motor honda Vario yang disimpan didalam rumah tertutup terpal biru dan bodi sepeda motor sudah di cat pilox. 


Ditempat itu,Kanit Jaya Bakara, meminta agar Bakri ikut ke Polsek Rambah Hilir namun Bakri melawan bahkan dua orang istrinyapun berteriak sambil mengambil parang dalam kesempatan itu Bakri berhasil melarikan diri ke dalam hutan. 


Selanjutnya Tim membawa tersangka DK dan Barang Bukti (BB) ke Polsek Rambah Hilir guna Penyidikan Lebih Lanjut ” Sedangkan Penadahnya masih buron, tegasnya  *** (Hendrik)




Gelapkan Beras Bantuan Covid 19, Tiga Sopir Truk Ditangkap Polisi

Personel Polres Keerom menunjukkan barang bukti beras bantuan sosial COVID-19 yang telah dicuri oleh 3 sopir truk. FOTO/iNews TV/Edi Siswanto


ARBindonesia.com, JAYAPURA – Mencoba menggelapkan beras bantuan sosial untuk warga terdampak COVID-19 di Kabupaten Keerom, tiga sopir truk diciduk polisi.


Ketiga sopir itu adalah YB (40), SB (25), dan MS (51) berhasil dibekuk tim Reserse dan Kriminal Polres Keerom berserta barang bukti (BB) berupa tiga unit truk, beras bansos dan uang sejumlah Rp5,6 juta hasil penjualan beras.


Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono mengatakan, modus ketiga tersangka tersebut dengan mengurangi jumlah beras yang semestinya langsung diserahkan ke Dinsos Keerom setelah diambil dari Gudang Dolog Jayapura. 


“Jadi, ketiga tersangka ini setelah mengambil beras dari Gudang Dolog Jayapura kemudian dibawa ke Keerom, selanjutnya mereka sengaja mengurangi jumlah sebagian beras yang dibawa untuk kepentingan pribadi,” kata Kapolres, Sabtu (30/5/2020).


Dijelaskan, beras yang digelapkan para tersangka sebanyak 30 karung kemasan 50 kg. Saat ini kasus tersebut masih terus dikembangkan penyidik.


“Kasus ini terus dikembangkan karena informasi yang diperoleh sudah terjadi beberapa kali namun tidak ada laporan. Tiga tersangka kita jerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 78 jo Pasal 65 UU No 25 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Pasal 372 tentang KUHP dengan ancaman penjara selama 4 tahun,” jelas Kapolres.


Dengan adanya kasus ini, pihaknya akan terus memperketat pengawasan distribusi bansos kepada masyarakat. “Kita awasi. Ini untuk rakyat namun ada yang bermain. Kami akan lakukan pengawasan distribusi agar bantuan-bantuan ini tepat sasaran. Kami minta tidak ada yang coba-coba bermain, karena akan ada sanksi hukum,” tegasnya. (nbs)


Sumber Sindonews.com