Dua Pencuri Zonk, Berhasil Bobol Pintu Kontrakan Tapi Kok' Kabur


Ket: Tampak kumci rumah kontrakan dibongkar maling di Jalan Datuk Bandar, Gang Sakur, Senin (14/12), sekira pukul 00.30 WIB. (Dok. Istimewa)


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – ‘Zonk‘, itulah hasil yang didapat dua orang pria yang nekat melakukan pencurian di rumah kontrakan yang berpenghuni, Senin (14/12/2020).


Pasalnya, maling yang berjumlah dua orang itu kabur setelah berhasil membobol pintu salah satu rumah warga di Jalan Datuk Bandar, Lorong Sakura, Gang Bunga Ros, Tembilahan, Inhil.


Ia terpaksa melarikan diri setelah upaya pencurian yang dilakukan dua orang pria tersebut kepergok oleh penghuni rumah.


Menurut pengakuan penghuni rumah, Deky menyampaikan bahwa maling yang berjumalah dua orang itu masuk kerumah dengan mencungkil gembok pintu rumah dengan menggunakan alat yang diduga benda tumpul.


“Dua orang, gembok dirusak,” sebut Deky kepada awak media, Senin (14/12), sekira pukul 00.45 WIB.


Untungnya kata Deky, abang iparnya (Tiar) sempat terbangun ketika mendengar suara pintu dibuka oleh pencuri tersebut.


“Abang terbangun, ada suara orang buka pintu,” sebutnya.


Pengakuan Tiar, saat mendengar suara orang masuk, lantas ia keluar kamar dan dua orang pencuri itu langsung kabur. Namun Tiar tidak sempat melihat ciri-ciri pencuri itu.


“Pencurinya kabur saat melihat saya terbangun,” terangnya.


Atas kejadian itu, pencuri tersebut tidak sempat mengambil barang berharga milik korban. Namun kunci pintu rusak akibat dibongkar pelaku.


Setelah peristiwa itu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Inhil.


Tidak berselang lama, kemudian dua orang petugas Kepolisian langsung datang ke TKP untuk meminta keterangan.


(Arb)




Apes! Gagal Rampas HP Korban, Begal ini Malah Terekam CCTV

Foto Screenshot Video unggahan akun facebook (Meyra Suci).


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Seorang Pembegal gagal melancarkan aksi tindak kejahatannya setelah mendapat perlawanan dari korbannya.


Upaya pembegalan tersebut terjadi di sebuah halaman rumah di Gg Bersama, parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (10/12/2020) sekitar pukul 00.00 wib dini hari.


Apesnya, selain gagal untuk merampas Handphone milik korban, aksi pelaku juga terekam kamera CCTV yang ada dirumah tersebut.


Video hasil rekaman CCTV pertama kali diunggah oleh akun Facebook (Meyra Suci), dengan caption “Waspada bagi warga tembilahan Begal makin menjadi, Adik kami jadi sasaran begal,” Kamis (10/12/2020) sekitar 8 jam lalu.


Telihat dalam video berdurasi 30 Detik tersebut,  pelaku secara tiba-tiba mendatangi korban yang saat itu tengah duduk di sebuah kursi panjang.


Sambil menodongkan sebuah pisau, pelaku langsung berupaya merampas Handphone milik korban. Beruntung korban berhasil mempertahankan Handphone miliknya walau sempat terjatuh dari kursi.


Menanggapi peristiwa itu, Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra Lamhot Sihombing membenarkan atas peristiwa upaya pembegalan yang terekam CCTV tersebut.


“Kejadiannya memang benar ada, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.00 wib dini hari. Saat itu korban Aprizal  (15 th) sedang main game di handphone miliknya, tiba-tiba datang seorang pria yang tidak dikenal menggunakan baju hitam dengan memakai topi dan masker kain berwarna hitam. Pelaku datang langsung mengancam dengan menggunakan sebilah pisau dan sambil berusaha untuk mengambil handphone korban,” paparnya, Kamis (10/12/2020).


Lanjut Kasat Reskrim, pada saat itu korban berupaya juga untuk membela diri sehingga pelaku tidak berhasil mengambil barang milik korban. Setelah itu pelaku melarikan diri dan korban juga mencoba mengejar pelaku namun pelaku berhasil melarikan diri.


“Tidak ada rampasan Barang Bukti (BB). Untuk sementara kasus ini masih kita Selidiki,” tutup AKP Indra Lamhot Sihombing.


Detik-detik Aksi Begal di Tembilahan, Video unggahan akun facebook (Meyra Suci). https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=865389367613600&id=100024276343943


(Arbain)




Tim Hukum FPI Protes Penetapan Rizieq Tersangka Kerumunan

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizeq Shihab saat tiba di Indonesia, 10 November 2020. (AP Photo)


ARBindonesia.com, JAKARTA – Tim hukum Front Pembela Islam (FPI) Ichwan Tuankotta mengaku keberatan atas langkah Polda Metro Jaya menetapkan Imam Besar FPI Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, awal November lalu.



“Kita merasa keberatan dan pihak kepolisian tak menjunjung keadilan dan kebenaran dalam proses ini,” kata Ichwan, Kamis (10/12/2020).

Ichwan mempertanyakan dasar apa yang digunakan pihak kepolisian sehingga menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Ia menyatakan bahwa Rizeq selama ini belum pernah diperiksa pihak kepolisian berkaitan dengan kasus tersebut.

Sebagai informasi, Rizieq sudah dua kali absen pemanggilan polisi untuk dimintai keterangannya soal kasus kerumunan tersebut. Meskipun demikian, Ichwan menyatakan seharusnya polisi mengakomodasi alasan Rizieq tak hadir dalam dua kesempatan pemeriksaan tersebut.



“Harusnya diposisikan dulu untuk tetap akomodir yang jadi alasan-alasan kuasa hukum. Kita liat kondisi Habib Rizieq yang masih dalam pemulihan [kesehatan],” kata dia.



Lebih lanjut, Ichwan menegaskan seharusnya polisi menerapkan prosedur untuk memeriksa terlebih dulu Rizieq ketimbang buru-buru menetapkan sebagai tersangka.



“Kalau polisi menetapkan seperti itu, jelas harusnya koridor yang ditempuh pemeriksaan dulu, baru penerapan tersangka. Ini kan jadi dibalik-balik oleh pihak kepolisian,” kata dia.



Sebelumnya, polisi telah menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam perkara kerumunan di Petamburan saat acara pernikahan putrinya, beberapa waktu lalu.


Dalam kasus ini Rizieq disangkakan pasal 160 dan pasal 216 KUHP.


“Dari hasil gelar perkara ada enam orang ditetapkan tersangka. Penyelenggara acara Rizieq Shihab (MRS), panitia HU, Sekretaris panitia saudara A, saudara MS sebagai penanggung jawab keamanan, kelima SL selaku penanggung jawab acara, keenam saudara HI kepala seksi acara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/12).



Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara terkait kerumunan massa di acara pernikahan putri Rizieq Shihab, di Petamburan, Jakarta, hari ini, Selasa (8/12).



Gelar perkara dilakukan untuk menentukan tindak lanjut dari proses penyidikan kasus kerumunan massa, termasuk, kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus ini.


sumber cnnindonesia.com




Polisi Tetapkan Imam Besar FPI Sebagai Tersangka dalam Perkara in

Imam Besar FPI Rizieq Shihab disambut massa saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, 10 November 2020. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)


ARBindonesia.com, JAKARTA – Polisi menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) M Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam perkara kerumunan di Petamburan saat acara pernikahan putrinya, beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini Rizieq disangkakan pasal 160 dan pasal 216 KUHP.



“Dari hasil gelar perkara ada enam orang ditetapkan tersangka. Penyelenggara acara Rizieq Shihab (MRS), panitia HU, Sekretaris panitia saudara A, saudara MS sebagai penanggung jawab keamanan, kelima SL selaku penanggung jawab acara, keenam saudara HI kepala seksi acara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/12).

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara terkait kerumunan massa di acara pernikahan putri Rizieq Shihab, di Petamburan, Jakarta, hari ini, Selasa (8/12).

Gelar perkara dilakukan untuk menentukan tindak lanjut dari proses penyidikan kasus kerumunan massa, termasuk, kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus ini.



Kasus kerumunan massa Rizieq di Petamburan telah naik ke tingkat penyidikan sejak beberapa waktu lalu. Kepolisian menduga ada unsur pidana terkait Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP.



Pada akhir November lalu, polisi telah menjadwalkan gelar perkara namun batal lantaran penyidik masih memerlukan keterangan sejumlah pihak.


Dalam kasus ini, Rizieq telah dua kali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, yakni pada 1 Desember dan 7 Desember namun Rizieq mangkir.
.
Kegiatan Rizieq berupa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putrinya di Petamburan beberapa waktu lalu dinilai mengabaikan protokol kesehatan.
.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengimbau Rizieq untuk hadir memenuhi panggilan. Jika mangkir, polisi bakal melakukan penjemputan paksa.


editor arb
Sumber cnnindonesia.com




Maling Kambing Terjatuh Dikejar Warga, Lalu Digiring Ke Polsek Kabun

ARBindonesia, ROKAN HULU – Warga Bukit Suligi Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) resah pasalnya belakangan ini kerap kehilangan ternak kambing. Pada, Selasa (01/12/2020) merupakan hari yang naas bagi maling kambing, karena pada hari itu akhirnya dua orang maling ketahuan juga saat akan melakukan aksi untuk kesekian kalinya. Di saat aksi mereka di ketahui oleh warga, maling kambing kabur, otomatis warga mengejar kedua pelaku yang akhirnya sempat terjatuh dan tertangkap, kemudian digiring ke Polsek Kabun Resort Rokan Hulu.


Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat melalui Paur Humas Ipda Totok Nurdianto, S.H, kepada wartawan menyebutkan, penangkapan ini berawal ketika mendapat informasi dari warga Desa Aliantan bahwa ada 2 orang yang tidak dikenal diduga mencuri ternak Kambing, Ketika ditanya keduanya mengaku berinisial FS (28 th) warga Petapahan dan HE (25 th) Warga Suram Kabupaten Kampar


Mendapat info tersebut Kapolsek Kabun AKP Didi Antoni, S.H, M.H langsung memerintahkan Kanit Reskrim dan anggotanya untuk segera mendatangi TKP. DI tempat itu Petugas mendapati kondisi salah seorang diduga pelaku yakni HE yang sedang dirawat di klinik ANA Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu karena lukanya cukup parah, sementara temannya yaitu FS hanya luka lecet pada kening sebelah kiri,” jelas Ipda Totok kepada wartawan Sabtu (05/12/2020) sore.


Awalnya masyarakat Bukit Suligi Desa Aliantan merasa curiga terhadap 2 orang yang mengendarai Sepeda motor merek Honda Supra X tanpa Nopol, karena menunjuk – nunjuk ke arah ternak kambing, apalagi warga sudah sering kehilangan ternaknya, waktu itu masyarakat mencoba memberhentikan kedua pengendara tersebut dan menanyakan apa tujuannya menunjuk-nunjuk ternak kambing itu. Kalian orang mana?” ujar Totok menirukan Warga.


“Namun kedua Pelaku tidak menjawab tapi justru tancap gas, karena gelagatnya mencurigakan, lalu masyarakat mengejar dan menyenggol hingga kedua pengendara itu jatuh, 


Mendengar peristiwa tersebut Personel Polsek Kabun yang dipimpin Kapolsek AKP Didi Antoni langsung meluncur ke TKP untuk melakukan lidik dan bertanya kepada salah satu diduga pelaku yaitu FS dan dia mengakui bahwa akan mencuri ternak kambing namun keburu ketahuan masyarakat.


FS juga mengakui bahwa dua minggu lalu dia sudah 2 kali mencuri ternak kambing 3 ekor, dan kambingnya sudah dijual kepada YJ di Muara Mahat – Kampar, mendapat informasi tersebut Kapolsek Kabun memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Jon Heri, S.H untuk segera melakukan Penyelidikan


Tanpa membuang waktu Kanit Reskrim Polsek Kabun bersama anggota berangkat menuju Muara Mahat, namun YJ tidak ada dirumah, setelah di cek kandang ditemukan satu ekor induk kambing dan 2 ekor anak kambing yang baru berusia 4 hari dan kambing tersebut di klaim milik Fransiskus yang di jual oleh FS kepada YJ melalui Mitun,” paparnya.


Saat ini kedua Pelaku dan Barang Bukti berupa 1 ekor ternak kambing dan 1 unit sepeda motor supra x 125 warna Hitam Biru tanpa No Pol serta 1 buah kunci roda,1 buah kunci steel, 10 buah karet pengikat dan 2 buah Karung goni sudah diamankan ke Polsek Kabun untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(***/Alfian Top)




Parah! Jutaan Buruh Kena PHK, Tenaga Medis Berguguran, Bansos Covid-19 Malah Dikorupsi Mensos Cs

Hamdan Zoelva


ARBindonesia.com, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Menteri Sosial, Juliari Batubara.


Edhy Prabowo ditangkap KPK terkait kasus ekspor benih lobster. Sedangkan Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka penerima suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19.
Selain Juliari Batubara, 4 orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan penerima suap pengandaan bansos Covid-19.


“Hanya dalam dua pekan, KPK empat kali melakukan OTT, dua menteri dan dua kepala daerah serta beberapa pejabat menjadi tersangka. Bravo KPK,” kata Hamdan melalui akun Twitter pribadinya, @hamdanzoelva, Minggu (7/12).
.
Hamdan menyoroti akhlak pejabat negara yang tega melakukan korupsi saat Indonesia sedang dilanda krisis akibat pandemi Covid-19.


“Ketika banyak pekerja di PHK, perusahaan bangkrut, tenaga medis berguguran, rumah sakit tidak mampu menampung pasien covid19, sejumlah pejabat tinggi negara tersebut justeru tega melakukan korupsi. Begitu tipis akhlak dan tanggung jawab kepada rakyat dan negara,” cetus Hamdan.


Seperti diketahui, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak pandemi Covid-19 terus. Data terakhir dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sejak virus Corona merebak ada 2,1 juta pekerja di-PHK dari berbagai sektor usaha.
Sementara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebutkan, sudah lebih dari 6,4 juta tenaga kerja yang dirumahkan dan/atau terkena PHK akibat covid19.


“Kami sudah banyak merumahkan tenaga kerja, ada yang dibayar, ada yang tidak dibayar. Kalau terpaksa baru di-PHK,” kata Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno dalam webinar Forum Merdeka Barat di Jakarta, Selasa (6/10/2020).


Dijelaskan Benny, sektor usaha yang paling banyak merumahkan hingga melakukan PHK, adalah sektor tekstil sebanyak 2,1 juta pekerja, kemudian transportasi darat sebanyak 1,4 juta orang.
Selain itu, restoran sebanyak satu juta orang, perhotelan 400 ribu orang, sektor usaha sepatu dan alas kaki sebanyak 500 ribu orang, ritel 400 ribu dan farmasi 200 ribu orang.


Di sisi lain, jumlah tenaga kesehatan terus berguguran akibat terpapar Covid-19.


Ketua Tim Mitigasi IDI Adib Khumaidi mengatakan, sejak Maret hingga November, sebanyak 282 petugas medis meningga karena terinfeksi Covid-19.


“Terdiri dari 159 dokter dan 9 dokter gigi, dan 114 perawat,” ujar Adib dikutip dari siaran pers IDI, Selasa (10/11/2020).
Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 84 dokter umum, 73 dokter spesialis, serta 2 residen yang berasal dari 20 IDI Wilayah (provinsi) dan 71 IDI Cabang (kota/kabupaten).


sumber pojoksatu.id